Ratna Purwaningsih Assalamualaikum warohmatulahi wabarokatuh kalau uang Rp340.000, coba aja di tabung di bank..terus diamkan selama 1 tahun,kira2 nambah berapa yah?
kalau di paytren Rp. 340 rb di investasikan.. manfaatnya banyak banget looh...
Intinya ketika bergabung Read more ...di TREN-I dengan hanya Rp. 340 rb itu, kita akan mendapatkan banyak manfaat dan keuntungan, diantaranya:
1. Dapat akses & aplikasi PAYTREN u/ memprmudah pembayaran2 kebutuhan sehari2 hanya dgn menggunakan HP. Praktis, effisien, hemat biaya & waktu.
2. Dapat poin perdana yg bisa dituker dgn Herbal Habspro, Buku2 Ust. Yusuf Mansur atau TRENI power (Penghemat BBM)
3. Bisa Akses Patren Academy (sekolah digital UYM) tempat belajar mitra paytren.
4. Bisa berbelanja di mercant-mercant atau sesama mitra yg bergabung dgn tren-i, tanpa uang cash, hanya melalui HP. Dapat poin & cashback dari setiap belanja.
5. Berkesempatan mendapatkan penghasilan hingga jutaan bahkan miliaran rupiah, dgn ikut memasarkan PAYTREN atau membuka pendaftaran TREN-I. Bonus2nya banyak banget...
6. Tentunya bisa nambah teman, orang2 yg positif dan visioner
7. Dan teknologi "paytren messenger" semacam whatsapp, paytren umrah, dll.
8. Daftar sekali, keuntungan seumur hidup bahkan dapat diwariskan
Dan masih banyak lagi yg lainnya, insyaAllah sangat bermanfaat bagi kita semua...
InsyaAllah seiring berjalannya waktu nanti akan semakin paham dan terasa manfaatnya kalau sudah daftar.
InsyaAllah kami siap membantu...
Utk pendaftaran dan info selengkapnya silahkan klik http://leadertreni.net/ratnaningsih wa.082364580602 pin.5a15c987
123 months ago
Yose Rizal Triarto Cetakan kedua ini sudah banyak peningkatan dibandingkan cetakan pertama Maret 2015 yang lalu, yakni:
1. Tekstur cover jauh lebih halus dan bagus,
2. Lem buku lebih rapi dan rapat.
3. Print kertas paperback lebih rapi, halus, dan harum.
4. Cetakan ba Read more ...rcode di back cover lebih terang, jelas, dan betul.
Bagi kawan-kawan yg berminat, pemesanan dan pembelian dapat melalui: 1. Inbok FB Kaifa Organizing | 2. E-mail promosikaifa@gmail.com | 3. Sms 089655771290 | 4. BBM 51A1A201.
Cukup sebutkan judul Bumi dan Manusia, nama penulis Yose Rizal Triarto, alamat lengkap pengiriman, dan jumlah buku yang ingin dibeli. Terima kasih.
---
"Manusia tidak pernah bisa melepaskan diri dari keadaan sekelilingnya, dari mana ia hidup, dibesarkan oleh bumi dan dari mana ia berakar."
-Soe Hok Gie (1942-1969)
Judul: Bumi dan Manusia
Penulis: Yose Rizal Triarto
Penerbit: Kaifa Publishing Bandung
ISBN: 978-602-1375-92-1
Tebal Buku: 308 hlmn,
Harga: Rp 55,000
Versi Digital: SCOOP (http://www.getscoop.com/id/buku/bumi-dan-manusia), WAYANG (http://www.wayang.co.id/index.php/toko/detail/14082), MAHONI (on progress)
Sinopsis buku Bumi dan Manusia - Kumpulan Puisi, Esay, dan Opini Pilihan (Penerbit Kaifa, Maret 2015):
Dengan kerendahan hati, Bumi dan Manusia adalah buku pertama penulis yang merupakan kumpulan catatan puisi, esay, dan opini yang sempat ditulis sejak Juli 2014 sampai dengan awal 2015 yang terserak di beberapa media penulisan seperti media sosial, blog, website, dan beberapa di antaranya termuat dalam surat kabar.
Bagian 1 Puisi memuat 31 (tiga puluh satu) puisi pilihan yang beberapa di antaranya telah mendapatkan penghargaan dalam lomba-lomba penulisan puisi nasional dan telah diikut sertakan sebagai manuskrip tunggal dalam Siwa Nataraja Awards 2015 dan Ubud Writers & Readers Festival (URWF) 2015.
Bagian 2 Esay dan Opini memuat 21 (dua puluh satu) tulisan pilihan yang beberapa di antaranya berkesempatan memperoleh penghargaan pula dalam beberapa lomba kepenulisan yang diadakan baik oleh pemerintah (kedinasan dan kementrian) maupun oleh penerbit-penerbit indie dan mayor di Indonesia.
Buku non-fiksi tersebut ditulis untuk pelajar/mahasiswa/umum yang tertarik atau terpanggil dalam keprihatinan akan kemanusiaan dan lingkungan. Dengan segala keterbatasan penulis berharap buku tersebut dapat memberikan sumbangsih pandangan akan kondisi saat ini.
Tujuan dari endorsement/testimonial sendiri penulis maksudkan agar buku tersebut nantinya lebih dikenal, membumi, dan memanusiakan manusia. Tak ada gading yang tak retak, namun dengan segala keterbatasan penulis berharap buku ini dapat memberikan sumbangsih pandangan akan kondisi saat ini.
"Berangkat dari kegelisahan dan keterlibatannya, Sdr Yose Rizal Triarto mengantarkannya pada renungan pemikiran kritis tentang berbagai persoalan bangsa dan kemasyarakat. Dilihat dari judul bukunya terlihat sekali pengalaman dan catatan langsung dari pelaku sejarah dengan cara dan gayanya yang khas. Kita patut menyambutnya dengan rasa bahagia dan bangga. Selamat atas perjuangan dan karyanya."
-Kata Pengantar: Sudarto, S.Ag.MA, Mantan Anggota Komnas HAM Perwakilan Sumatera Barat Aktif dan Penulis
“Terasa sekali kalau buku ini ditulis dengan idealisme yang tinggi. Benar-benar kumpulan tulisan yang penuh gizi. Salut!”
-Dwi Suwiknyo, Penulis dan Founder Pesantren Menulis
“Membaca karya mas Yose ini, seperti melihat kehidupan riil sebuah kehidupan sosok manusia di muka bumi ini, betapa pentingnya sebuah kematangan pribadi dalam berpikir, bersikap, dan berbuat.”
-Ika Zardy Saliha, Ibu Rumah Tangga, Penulis, Guru Bahasa Arab MTsN Donomulyo Kulon Progo, Ketua Lembaga Kebudayaan PDA Kulon Progo, dan Staff Kemenag Yogyakarta
“Konsep yang unik, perpaduan antara puisi menyentuh hati dengan beberapa artikel yang menarik dan menambah wawasan pemikiran. Dua jempol untuk buku ini dan patut dikoleksi!”
-Sugeng Adi Sulistyo Nugroho, Penulis dan Dosen USNI, UNKRIS, dan UBHARA JAYA Jakarta
“Inilah sebuah buku antologi yang mengupas dan membahas berbagai aspek kehidupan. Penulisnya -- Yose Rizal Triarto -- mengangkat berbagai tema dan topik yang menjadi masalah kita. Ini seperti ketuhanan, keagamaan, pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, politik, pemerintahan, dan hubungan antar dan interpersonal. Ini diolah dan disampaikan dalam tulisan berbentuk puisi, esai, dan artikel opini. Sungguh, suatu buku yang “mantap suratap” dan layak baca bagi berbagai kalangan hingga dapat memberikan suntikan batin dan vitamin rohani yang mampu merangsang, menantang, mencerahkan, dan memberdayakan.
-Sukur Budiharjo, PNS Daerah Pemprov DKI Jakarta, Penerima Piagam Tanda Kehormatan Presiden Republik Indonesia Satyalancana Karya Satya 30 Tahun, Pendidik, Pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Penulis
“Sesuai dengan judulnya Bumi dan Manusia, Yose Rizal Triarto telah menyusun buku yang membumi dan menyentuh sisi kemanusiaan. Karya seperti ini hanya bisa lahir saat bertemunya kepedulian dan kreatifitas, dan Yose Rizal berhasil mempertemukannya.”
-Muchlis Anwar, Motivator dan Penulis buku The Art of Communication
“Kumpulan esai, opini, dan puisi tentang kemanusiaan dalam buku ini mengingatkan saya akan gado-gado. Komposisi manis, asin, pedas, sayur, dan lauk menjadikannya komplit serta sehat untuk dikonsumsi.”
-Sinyo, Penulis buku Anakku Bertanya Tentang LGBT
“Buku Bumi dan Manusia ini merupakan salah satu bentuk kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan kemanusiaan. Semoga akan lebih banyak yang ikut menulis hal-hal positif ini. Selamat kepada Mas Yose atas terselesaikannya buku ini. Yang terpenting dari itu semua adalah implementasi kita di lapangan. Mas Yose sudah memulainya di beberapa hal, semoga kita juga bisa.”
-Arief Setiawan, Penulis
“Menulis adalah perjalanan individual, dan setiap perjalanan penulis adalah unik. Membaca buku Bumi dan Manusia karya Yose Rizal Triarto, artinya kita melihat dunia melalui sudut pandangnya. Melalui buku ini, kita belajar merasa dan memikirkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kita, juga peristiwa yang secara kasat mata jauh dari jangkauan kita. Sehingga dengan demikian, melalui buku ini kita bisa belajar mengasah empati, mengasah kepekaan rasa.”
-Arimbi Bimoseno, Penulis buku Pesawat Habibie Sayap-Sayap Mimpi Indonesia
“Buku menarik, dituturkan oleh penulis muda bertalenta.”
-Paulus Agung Pramudyanto, Penulis, Esais, Pendiri Paguyuban Pembaca dan Penulis Magelang/Pamulang
“Manusia dan lingkungan jelaslah entitas yang tak dapat terpisahkan, keduanya mempunyai keterikatan batin yang begitu kuat. Namun sayang, masih banyak manusia yang belum bisa memperlakukan lingkungan dengan etis. Nah, buku ini kiranya menjadi salah satu petunjuk penting bagi manusia untuk bisa belajar memahami hubungan yang harmoni antara manusia dengan alam. Tak melulu soal lingkungan, penulis juga apik menuliskan esai-esai cerdas tentang masalah kebangsaan, sosial, juga pendidikan.”
-Agus ‘Gus Mul’ Mulyadi, Blogger, Writer, Layouter
“Salah satu ciri tulisan bergizi menurut saya adalah tulisan yang ditulis dengan jujur dan dari pengalaman, tanpa harus menggunakan pemilihan kata rumit. Bung Yose telah membuktikannya lewat buku “Bumi dan Manusia”. Buku yang lahir dari perenungan penulis melihat fenomena di sekitarnya. Layak dibaca sebab isinya begitu dekat dengan kita.”
-Mini GK, Penulis novel Pameran Patah Hati
“Menggugah. Itu yang pertama kali saya rasakan ketikan membaca buku ini. Ada banyak tulisan yang membuka mata saya tentang banyak hal. Tentang politik, pendidikan, moral, juga banyak hal lain yang cukup membuka mata sata sebagai seorang pendidik. Buku kumpulan puisi, essay dan opini ini cukup luar biasa menurut saya. Seperti gado-gado, ada banyak komponen yang berbeda yang membuatnya terasa sedap untuk dinikmati.”
-Aris Hartanti, Guru Matematika SMA Takhassus Wonosobo dan Penulis
“Buku ini menarik untuk dibaca, reflektif dan menunjukkan bahwa penulisnya memiliki minat yang dalam terhadap masalah-masalah kemanusiaan dan sosial yang lebih luas.”
-Dr M Alfan Alfian, Penulis, Dosen Pascasarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Nasional Jakarta, dan Direktur The Akbar Tanjung Institute (ATI) Jakarta
"Lewat buku ini penulis merekam aneka keprihatinan kemanusiaan dan lingkungan ke dalam kata-kata yang terangkai dalam puisi, esai, dan opini. Dengan caranya sendiri penulis mencoba mengabadikan jejak budaya. Untuk para pemetik mutiara hikmah dan inspirasi, buku ini wajib dimiliki."
-Much. Khoiri, Dosen UNESA dan Penulis buku Rahasia TOP Menulis
"Cak Nur Dalam Relevansi Pemikiran Modern Islam Indonesia; salah satu esay karya Yose yang tidak boleh kalian lewatkan. Dalam esay tersebut, Yose mampu mempresentasikan ajaran dan pemikiran Nurcholish Madjid dengan sangat baik. Poin penting yang tidak luput dari perhatian Yose: “Nilai keberlakuan sebuah manifestasi atau ekspresi keagamaan tidaklah mutlak, tetapi diletakkan seberapa kuat relevansinya dengan tuntutan zaman dan tempat.” Kalimat itu mengingatkan saya pada ucapan Cak Nur bahwa hanya dengan mempelajari Islam secara benar, maka Islam akan selalu relevan dengan tingkat perkembangan zaman."
-Machmud Yunus, Web Designer dan Penulis
Untuk melihat review singkat dan endorsement/testimonial lengkap silahkan membuka: melalui versi mobile di https://m.facebook.com/yose.triarto/albums/10205990355867338 atau melalui versi web di https://www.facebook.com/yose.triarto/media_set?set=a.10205990355867338.1073741879.1513794646&type=3. Terima kasih.
126 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA
Selasa Malam, 21 April 2015
-------------------------------------
"MINI-SEMINAR" --- KASUS SEJARAH TERPENTING INDONESIA
* * *
Sepertinya, --- seakan-akan, . .. kejadian itu, sebagai sesuatu yang 'kebetulan' saja!
Pe Read more ...nulis muda Leila S Chudori menempakan posting di FB. Tentang kesan dan komentarnya setelah melihat sebuah film dokumenter berjudul "40 Years of Silence" karya Robert Lemelson (2005).Aktivis dan pemeduli HAM Indonesia umumnya sudah melihat Film "40th Kesunyian". < Untuk kata 'silence' --- terjemahan yang lebih cocok, mungkin: 'keheningan' , atau 'kebisuan'>.
"40 Years of Silence", -- adalah sebuah dokumenter sekitar Peristiwa Pembantaian Masal 1965/66/67. Situs www.40yearsofsilence.com/2008, a.l menulis sbb :
SEBUAH TRAGEDI INDONESIA:
Adalah kisah empat keluarga Indonesia yang menjadi korban tragedi 1965-1966. Keluarga Lanny di Jawa Tengah, Keluarga Budi di Jogjakarta, Degung dan Kereta di Bali.
Diperkirakan 500 ribu sampai 1 juta orang dibunuh pada Oktober 1965 sampai April 1966. Salah satu kejahatan terhadap kemanusiaan yang belum terungkap di Indoensia.
Alex, ayah Lanny adalah tokoh Baperki. Penangkapan dan kematian Alex telah mengubah kehidupan Lanny sekeluarga.
Budi mengalamai trauma dendam akan apa yang dialami Kris, kakaknya yang mengalami cap sebagai anak PKI. Budi seperti hidup di dua dunia: hitam dan putih, dendam dan bersabar.
Orang tua Degung menjadi korban saat Degung berumur lima tahun. Degung masuk dalam dunia intelektual dan kebudayaan.
Kereta menyakiskan berbagai pembunuhan terhadap orangtua dan keluarganya. Saat ini Kereta hidup dengan roh-roh yang merasuki dirinya. Rob Lawson menekankan diagnosa Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) terhadap empat keluarga itu.
Tiga sejarawan, Baskara T Wardaya, John Rossa dan Geoffrey Robison, menerangkan temuan penelitian mereka bahwa pembunuhan massal itu diorganisasikan, berkait erat dengan politik nasional dan internasional masa perang dingin.
* * *
Lalu, --- Leila S. Chudori memberikan komentar dan kesannya a.l sbb: (19 April) 2015
“Semalam saya menyaksikan sebuah film dokumenter berjudul "40 Years of Silence" karya Robert Lemelson (2005), seorang antropolog AS tentang tapol dan keluarganya dengan akibat fisik dan mentalnya.
Sebelumnya saya menyaksikan dokumenter ini sepotong-sepotong melalui trailer saja dan tempo hari Lemelson mengirimkan jauh-jauh dari AS.Sebelum ada nama Joshua Oppenheimer, dokumenter ini saya rasa lengkap (dengan cara dokumenter 'konvensional) mengikuti 4 narasumber di Jawa dan Bali serta komentar beberapa pengamat seperti Baskara Wardaya dan John Roosa.
Meski sudah bertahun-tahun saya melakukan riset soal 1965, tetap saja cerita para saksi masih mengejutkan dan menggedor hati. Salah satu anak yang diikuti dengan sabar oleh sutradara, sejak dia masih remaja hingga agak dewasa berkisah bagaimana dia menyaksikan sendiri kakaknya dianiaya di depan dia.
Anak ini tumbuh jadi anak pemarah dan sering berkelahi. Yang agak membuat dia sekarang lebih tenang dan tidak murka seperti masa kanak-kanaknya adalah karena dia kini ikut latihan bela diri dan meditasi.
"Dulu rasanya saya ingin membunuh para penyiksa kakak saya," katanya.
Tapi kini kemarahan itu dia salurkan pada olahraga. Saya jadi ingat itu sosok yang saya bayangkan tentang Segara Alam dalam Pulang, hasil wawancara dengan beberapa kawan, putera tahanan di Salemba dan Nusakambangan serta Pulau Buru. Kawan-kawan, 50 Tahun sudah peristiwa itu.
Saya hormat kepada rekan-rekan IPT (International People's Tribunal) yang setia bergerak mencari keadilan.
* * *
Dari komentar Leila inilah dimulai “MINI SEMINAR” .. yang temanya berkembang menjadi hakikat yang sesungguhnya, dari massalahnya, yaitu KASUS PERISTIWA SEJARAH PEMBANTAIAN MASAL 1965/66/67. Dan keterlibatan para aktivis dan pemeduli mancanegara mengenai kasus tsb. Kemudian diseminarkan pada tgl 10 April 2015, di Den Haag, Belanda. Dalam suatu wadah kegiatan pro -korban pelanggaran HAM terbesar di Indnesia. Lembaga itu bernama “THE INTERNATIONAL PEOPLE'S TRIBUNAL 1965 (IPT-65)”. Badan kegiatan HAM ini berkedudukan di Den Haag. Dipandu oleh seorang sarjana Belanda, Prof Dr Saskia Swieringga dan Koordinator, seorang advokat Indonesia, Nursyahbani Kacasungkana.
* * *
Berbagai pendapat dan komentar diajukan di MINI-Seminar di FB. Sungguh penting dan menarik. Ini adalah diskusi, yang bisa diikuti oleh siapa saja yang mau bergabung di Facebook.
Baik disoroti salah satu komentar – pendapat seorang partisipan yang diajukan a.l sbb:
“. . . . . saya khawatir fakta-fakta penting tentang peristiwa 30 Sep. 1965 itu tidak akan pernah terungkap sepenuhnya selama para pelaku atau keluarga dekat mereka masih berkuasa dan pasal-pasal tentang limitasi rahasia negara di dalam UU Keterbukaan Informasi Publik tidak segera direvisi. (Abdullah Alamudi).
Lalu ditanggapi oleh Leila S. Chudori a.l sbb:
“Sepenuhnya memang tidak mungkin . . . Di negara Barat yang sering sekali mengulik sejarah mereka saja tak pernah bisa sepenuhnya mengangkat 'the truth'. Tapi sekedar pengakuan dar pemerintah bahwa massacre itu terjadi, menurut saya penting, pasti ada caranya untuk mengatasi keterbatasan itu.
Leila melanjutkan: . . . . . “iya, tentu saya tidak mimpi semua pemimpin bisa membuat statement seperti Gus Dur. Semua kenyataan pak Alamudi itu betul sekali terutama soal Megawati dan SBY. Saya belajar banyak hal dan salah satunya: bersiap untuk kecewa. Tapi ya kalau kita duduk-duduk saja, saya tidak merasa tepat. Dalam film itu salah satu pengamat (kalau tak salah Baskara Wardaya) menyampaikan satu hal menarik: kalau kita diam tenang-tenang saja puluhan tahun, peristiwa berdarah ini terus terusan berulang dan nyawa orang sedemikian tidak dihargai.
* * *
Ada satu lagi yang perlu disoroti , yaitu pendapat sbb:
“ . . . . saya kira (re)solusi thd 1965 & dampaknya berat dan tidaklah mungkin tanpa gerakan politik dari masyarakat. Mendem jero, seperti dimaksud Lies M, benar itu dilakukan Orde Baru, bukan solusi, malah merupakan hipokrisi.
“Pengakuan pemerintah atau pengakuan oleh presiden seperti dilakukan Gus Dur, hanya Gus Dur yg (berani dan mampu) melakukannya.
“Tribunal Rakyat pun hanya satu jalan utk mendorong lahirnya momentum. IPT tidak mungkin menyelesaikan tanpa gerakan politik. Di Spanyol, gerakan masyarakat itu dimulai oleh kelompok cendekia dan seniman, diperkuat oleh guru2 sejarah, terutama setelah Franco mati (1975).
“Saya kira, betapa pun terbatas, upaya Spanyol resolving dampak Perang Saudara 1930an lumayan. Apalagi mengingat gerakan ini, selang 70 tahun (!) kemudian, berhasil menggolkan UU Historical Memory (2004) yg meruntuhkan peninggalan politik & senirupanya fasisme Franco dan mendorong rekonsiliasi eksil Spanyol mudik ke tanahairnya.
“Point saya: mendem jero, pengakuan, islah (menurut sebagian elite kini), juga IPT,semua itu mustahil menyelesaikan masalah warisan politik dan ideologis utk mengobati luka2 besar 1965.
“Mustahil bila tanpa gerakan politik dan budaya dari tengah masyarkat. (Aboeprijadi Santoso)
* * *
Seorang hadirin yang datang ke Seminar “IPT – 1965”, di Den Haag 10 April, 2015 y.l – mempertanyakan langsung padaku, apakah kegiatan pro-HAM Indonesia yg diadakan di luarnegeri seperti ini, akan punya dampak di Indonesia?
Aku tunjukkan, bahwa setiap kegiatan pro-HAM di luarnegeri, -- demi diberlakukannya HAM di Indonesia, --- pasti punya pengaruh dan efek tertentu, --- seperti banyak fakta membuktikan hal tsb.
Kegiatan-kegiatan di luar Indonesia merupakan manifestasi kepedulian dan solidaritas internasional pada rakyat Indonesia yang memperjuangkan diberlakukannya HAM di Indonesia. Sejak dulu , – -- kehidupan masyarakat negeri manapun di dunia ini, pertumbuhan dan perkembangnnya – tidak terpisah dan TIDAK BISA DIPISAHKAN, dari kehidupan masyarakat bangsa-bangsa dan negeri-negeri di dunia pada keseluruhannya.
Bagaimanapun penguasa dan kekuatan politik parpol dsb dari sementara negeri berusaha memisahkan dan membendung kehidupan masyarakat Indonesia dari kehidupan masyarakat dunia, --- usaha tsb pasti akan menemukan kegagalan.
Dengan sendirinya kekuatan dan gerakan politik dalam negeri merupakan faktor yang menentukan apakah penguasa akan memenuhi tuntutan keadilan yang diajukan di dalam maupun di luar negeri. Saling hubngannya dan adanya faktor pengaruh luarnegri – selalu merupakan 'pelengkap' untuk adanya suatu perubahan medasar dari suatu negeri.
* * *
Sementara itu, ---- “MINI – SEMINAR”, Mini-Seminar -- yang berlangsung di media mancanegara sekitar Hak-Hak Azasi Manuisa dan Demokrasi, sekitar tuntutan keadilan bagi para korban Peristiwa Persekusi dan Pembantaian Masal 1965-66-67 di Indonesia akan berlangsung terus! Terus dan terus, sampai cita-cita dan tujuannya tercapai.
* * *
Ameza Biz Anda berminat untuk berbisnes....JOM
1) YANG BETUL BETUL SERIUS
2) BERKEMAHUAN TINGGI
3) SANGGUP BEKERJA KERAS
4) MAHU BELAJAR
BIZ FRANCHAIS
STEP 1 = JOIN FRANCHAIS
STEP 2 TERIMA INCOME = RM 9000
STEP 3 TERIMA INCOME = RM15 000
STEP 4 TERIMA INCOME Read more ...= RM52 000
STEP 5 TERIMA INCOME = RM127 000
-Tiada sewa kedai
-Tiada bil2 ultilities
-Tiada overhead
-Modal disediakan pada yg layak
-Latihan dan bimbingan secara PERCUMA
-Mentor untuk membimbing secara PERCUMA
Faedah-faedah :
-Melancong keseluruh negara 3 kali setahun
-Hujung tahun bonus
-Tabung kereta rm7k sebulan selama 4 tahun
-Tabung rumah rm6k sebulan selama 20 tahun
-Boleh diwarisi kepada ahli keluarga
HANYA YG BETUL BETUL MAHU BERUBAH & INGINKAN BEBAS HUTANG DAN BEBANAN MASALAH!
KITE TIADA PILIHAN SEKARANG..HUTANG TETAP
HUTANG..SEMAKIN HARI SEMAKIN TERSEPIT..JANGAN TIPU DIRI ANDA..JALAN TELAH DIBERI..LET'S DO IT
NOW!!!
TINGGALKAN NO WHATSAP ANDA SAYA AKAN ADD KE DALAM GROUP
Ameza Biz Anda berminat untuk berbisnes....JOM
1) YANG BETUL BETUL SERIUS
2) BERKEMAHUAN TINGGI
3) SANGGUP BEKERJA KERAS
4) MAHU BELAJAR
BIZ FRANCHAIS
STEP 1 = JOIN FRANCHAIS
STEP 2 TERIMA INCOME = RM 9000
STEP 3 TERIMA INCOME = RM15 000
STEP 4 TERIMA INCOME Read more ...= RM52 000
STEP 5 TERIMA INCOME = RM127 000
-Tiada sewa kedai
-Tiada bil2 ultilities
-Tiada overhead
-Modal disediakan pada yg layak
-Latihan dan bimbingan secara PERCUMA
-Mentor untuk membimbing secara PERCUMA
Faedah-faedah :
-Melancong keseluruh negara 3 kali setahun
-Hujung tahun bonus
-Tabung kereta rm7k sebulan selama 4 tahun
-Tabung rumah rm6k sebulan selama 20 tahun
-Boleh diwarisi kepada ahli keluarga
HANYA YG BETUL BETUL MAHU BERUBAH & INGINKAN BEBAS HUTANG DAN BEBANAN MASALAH!
KITE TIADA PILIHAN SEKARANG..HUTANG TETAP
HUTANG..SEMAKIN HARI SEMAKIN TERSEPIT..JANGAN TIPU DIRI ANDA..JALAN TELAH DIBERI..LET'S DO IT
NOW!!!
TINGGALKAN NO WHATSAP ANDA SAYA AKAN ADD KE DALAM GROUP