Bena karno posts

Mother Nature Network "Rather than throwing up our arms and saying 'you can't fight progress,' communities can stand up for themselves, their way of life, and the natural environment." -- filmmaker Thomas Bena.
'One Big Home' profiles America's obsession with supersized dwellings
mnn.com
In the documentary "One Big Home," carpenter Thomas Bena goes behind the scenes to explores the trophy homes and "starter castles" of Martha's Vineyard.
108 months ago
AP Sports
111 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Rabu Siang, 10 Juni 2015 -------------------------------- APA KOMUNISME BISA DIBASMI? * * * Dengan sendirinya! Kalau, sebuah tulisan (oleh Ed Sturton) – disiarkan oleh BBC (08 Jni 2015) – mempersoalkan “APAKAH PAUS F Read more ... RANSISKUS SEORANG KOMUNIS?” -- Maka, --- Bisa diajukan tanya-lanjut: “Apa Komunisme Bisa Dibasmi?” * * * Fikirkan perkembangan di Indonesia: -- Sudah setengah abad lebih berlalu, namun, -- Indonesia (masih) 'belum selesai' dengan problim bagaimana memahami sejarahnya sendiri. Terutama setelah kejadian PEMBNTAIAN MASAL SEKITAR PERISTIWA 1965. Angka korban berbeda-beda. Kebanyakan tulisan penelitian dan studi, menyatakan, bahwa, lebih dari setengah juta warganegara tak bersalah telah dibantai atas tuduhan 'terlibat G30S”, dianggp anggota atau simpatisan atau 'dekat' dengan PKI. Sudah setengah abad lebih berlalu pembantaian dan pemusnahan terhadap PKI, serta pengucilan dan diskriminasi terhadap korban dan keluarga mereka – tokh, . . . . masih saja ada sementara jendral, penulis dan pemimpin agama yang mencanangkan ' bahwa ada bahaya (laten) komunisme gaya baru'. Coba fikirkan: para korban Peristiwa 1965 yang masih hidup kumpul-kumpul dalam suatu paguyuban, terdiri dari orang-orang manula, gaék-gaék. Peristiwa itu serta merta dicap sebagai kegiatan untuk 'menghidupkan kembali PKI'. Sesuatu yang tak masuk akal waras, -- tapi masih terus douar-uarkan. Dari situasi ini bisa ditarik paling tidak dua macam kesimpulan: Pertama, --- Ribut-ribut 'bahaya komunis' semata-mata merupakan 'perang urat-syrat' (psywar) -- untuk mengalihkan perhatian. Suatu usaha mencegah diungkapkannya apa yang terjadi di sekitar Peristiwa Pembantaian Masal 1965. Dalam konteks ini merupakan usaha untuk MELAWAN POSES REKONSILIASI di atas dasar Keadilan dan Kebenaran. Berusaha mencegah terlaksananya rencana Presiden Jokowi untuk suatu REKONSILIASI sehubungan dengan Pelanggaran HAM Berat, terutama dalam Peristiwa 1965. Kedua, --- Mereka-mereka yang menguar-uarkan 'bahaya kebangkitan PKI/ Komunisme di Indonesia, -- benar-benar percaya ocehan mereka sendiri itu. Mereka percaya bahwa Komunisme dan PKI itu tetap merupakan bahaya! Suatu kepercayaan yang sulit masuk diakal. Mengingat Orba sudah merekayasa MPRS mengmbil keputusn TAP MPRS No XXV/ Th 1966, mengenai larangan terhadap ajaran Maxisme/Komunisme. Sebagai pelengkap di bidang 'perundang-undangan' – untuk 'melegitimasi' kampanye pemusnahan PKI, yang menimbulkan korban lebih setengah juta warga yang tidak bersalah. * * * Baiklah, asumsikan saja dua-dua kemungkinan tsb diatas itu memang ada. Di dunia internasional, -- apa masih ada kekhawatiran dan ketakutan terhadap komunisme? Jelas ada! Meskipun sejumlah orang terus mengkampanyekan: Agar tidak usah takut pada Tiongkok yang secara formal negaranya berdasarkan faham Komunisme – karena TIONGKOK DEWASA INI SUDAH BERUBAH, SUDAH BUKAN KOMUNIS LAGI-- Sudah menjadi KAPITALIS! Di lain fihak -- ada pendapat bahwa yang dipratekkan Tiongkok dengan politik-ekonominya yang baru -- Keterbukaan dan Perubahan – TETAP ADALAH SEBUAH NEGERI SOSIALIS – bahwa Tiongkok sedang membangun Solsialisme dengan Ciri-ciri Tiongkok. Kekhawatiran bahkan ketakutan di mancanegara terhadap 'bahaya Komunisme' tercermin dalam pemberitaan BBC sekitar tulisan Ed Sturton berjudul ; “APAKAH PAUS FRANSISKUS SEORANG KOMUNIS?”. Tulis Ed Sturton: -- . . . . Kritik Paus Fransiskus mengenai ekonomi pasar bebas menjadikannya ikon bagi sayap kiri dan memicu anggapan dirinya seorang komunis. Pemimpin bagi 1,2 miliar umat Katolik ini mengatakan bahwa kapitalisme sebagai sumber ketimpangan ekonomi . . . . . . – pada sisi buruknya adalah pembunuh. Apakah sang Paus, seperti menurut kritikusnya, adalah seorang yang radikal? Sugesti Ed Sturton ini bukan tanpa alasan. Ditunjukkannya bahwa Pemimpin Kuba Raul Castro -- berterima kasih kepada Paus Fransiskus untuk perannya dalam pemulihan hubungan antara Kuba dan AS. Sehubungan dengan sikap Paus tsb Raul Castro seakan-akan guyon, menyatakan: “Bila Paus akan terus begini, saya akan kembali berdoa dan pergi ke gereja – saya tidak bercanda.”. * * * Lanjut Ed Sturton -- “Terdapat rasa skeptis di antara kaum Katolik (di AS),” . Kata Stephen Moore, pakar ekonomi di lembaga Heritage Foundation dan juga penganut kepercayaan Katolik: -- “Saya rasa Paus ini cenderung berhaluan pada ajaran Marx. Itu tidak diragukan dan dia sangat vokal atas kritikannya mengenai kapitalisme dan pasar bebas...saya sangat terganggu oleh itu.” * * * Maka, -- Jadi teringat pada suatu episode yang terjadi di Itali di periode awal Perang Dingin. Ketika itu Partai Komunis di sementara negeri Eropah Barat seperti a.l Perancis, Itali dan Belanda, amat populer dan mendapat dukungan cukup luas, karena peranan mereka selama pendudukan Nazi Jerman, paling aktif dalam perlawanan (bersenjata) untuk pembebasan negeri dari pendudukan. Vatikan yang amat khawatir semakin meluasnya pengaruh Partai Komunis Itali, mengambil kebijakan mengirimkan sejumlah pastor ke daerah perkampungan buruh dimana pengaruh Komunis terbanding Katolik, jauh lebih besar. Vatikan menugaskan para pastor yang dikirim turba itu, untuk mengubah kaum buruh yang pro-Komunis itu, menjadi Katolik yang anti- Komunis. Resultatnya, malah kontra-poroduktif. Setelah para pastor itu ditarik kembali ke Vatikan, ternyata mereka tidak berhasil membalikkan kaum buruh yang pro-Komunis menjadi Katolik yang anti-Komunis --- Sebaliknya yang terjadi – setelah beberapa bulan turba di perkampungan buruh – mayoritas pastor-pastor itu yang berubah menjadi ANGGOTA PARTAI KOMUNIS ITALI. * * * Rupanya, penderitaan dan kemiskinan yang dialami kaum buruhlah yang menyebabkan mereka menjadi pro—Komunis. * * * Di Indonesia sekarang, sudah tidak ada lagi PKI – anggota-anggota PKI yang bisa survive dari kampanye pembantaian masal Suharto, sudah pada tua-tua dan atau sakit-sakitan. TAP MPRS No XXV/1966, masih belum dicabut. Namun, -- setelah jatuhnya Presiden Suharto, ratusan bahkan ribuan literatur Marxis/Komunis memenuhi toko-toko buku. Beberapa tahun yang lalu telah terbit karya klasik Karl Marx dan Friederich Engels – DAS KAPITAL – Edisi Indonesia. Juga telah terbit lagi 'Manifes Partai Komunis', karya klasik Karl Marx. Telah terbit pula edisi bahasa Indonesia – Biografi TAN MALAKA, salah seorang pendiri dan pemimpin PKI ketika itu. Perkembangan ini menunjukkan bahwa tulisan-tulisan Marxis, yang mengandung ajaran faham Komunisme, bisa muncul kembali dan dibaca orang. Dan penguasa tidak berdaya mencegahnya. * * * Apakah yang membuat Paus Fransiskus; kaum buruh Itali -- bersimpati bahkan menganggap Marxisme menunjukkan jalan keluar dari kemiskinan dan penderitaan mereka? Apa yang menyebabkan Sukarno menganut Sosialisme yang mengandung ajaran Marxis – apa yang menyebabkan PDI-P mencantumkasn TRISAKTI – yang mengandung ajaran Marxis, didalam program partainya? Apa yang menyebabkan Bung Karno, keras membela PKI, menentang PKI dibubarkan? Dan hal ini berlangsung di saat propaganda anti-Komunis berlangsung tak henti-hentinya. Setelah sementara negeri yang menyatakan menganut Marxisme/Komunisme, seperti Uni Sovyet, - ternyata gagal membangun ekonomi negeri, kemudian ambruk sebagai negara sosialis dan Rusia kembali ke sistim kapitalisme. Setelah praktek sementara partai komunis mendapat kritik keras karena dinilai tidak demokratis dan melanggar HAM. * * * Sebabnya, ---- besar sekali,--- karena sebegitu jauh, Marxisme adalah satu-satunya ajaran, yang mengadakan analisa-kritis paling mendalam terhadap sistim kapitalisme ketika itu. Suatu karya hasil studi di lapangan serta ditimba dari pengalaman kongkrit gerakan buruh di beberapa negeri. Marxime meniai sistim kaspitlisme sebagai suatu sistim ekonomi yang melakukan penghisapan terhadap kaum pekerja, terhadap rakyat luas, serta yang telah menimbulkan krisis-krisis ekonomi ; dan peperangan-peperangan perampokan dan penguasaan dari satu atau beberapa negeri kapitalis terhadap negeri lainnya, di Asia-Afrika dan Latin Amerika. Bahwa, meskipun mengandung kekurangan-kekurngan Marxisme --- telah menunjukkan hari depan dunia ini: Bahwa untuk bebas dari penghisapan dan pemerasan, jalan keluarnya bagi kaum pekerja adalah SOSIALISME. * * *
130 months ago
Ibrahim Isa Kolom Ibrahim Isa Senin Pagi, 01 Juni 2015 -------------------------------- "BETER (te)LAAT DAN NOOIT"- LEBIH BAIK TERLAMBAT Daripada TIDAK SAMASEKALI! Kolom berjudul "MEGAWATI SUKARNOPUTRI . . . !!!,'PANDANGAN SEJARAH', DAN PENGUASAAN 'BAHASA IND Read more ... ONESIA' ANDA . . . . 'MEMRPIHATINKAN' ", memancing cukup banyak komentar. Seperti biasa. Ada yang setuju (banyak--- terutama di FB) Ada yang menambahkannya dengan kritik-sinis-emosionil, ada yang tambah kritik dengan argumentasi. Ada yang 'wait and see'. Dan (surprise-suprise) ada YANG MEMBELA MEGA. Respons yang beragam tsb semua ada. Media Indonesia sudah mulai biasa dengan suasana 'freedom of speech' - 'kebebasan menyatakan pendapat'. Ini wajar, sehat dan positif. Jangan di-rém -- TERUSKAN! Berguna sekali dalam menciptakan suasana serta syarat kerja yang sehat bagi Pemerintahan Presiden Jokowi, yang bertekad memberlakukan PERUBAHAN dan KEMAJUAN! Di antara beliau-beliau yang memberikan komentar itu, termasuk sahabat-sahabatku Prof Dr Syafruddin Bahar dan Prof Dr Salim Said. Salim Said merespons: "Tampaknya Pak Isa di Amsterdam terlambat Heran. Kita di Indonesia sudah terbiasa heran menghdapi Ibu Megawati". Responsku terhadap sikap sejarah dan pengetahuan serta penggunaan bahasa Indonesia Mega, masih sama. MEMPRIHATINKAN!. Ini adalah (katakanlah) 'teguran bersahabat dan membangun', yang 'bermaksud baik'. Perumusan kalimat-kalimat yang menyalahi tata-bahasa Indonesia --- dan penggunaan istilah-istilah yang sulit dimengerti, amat mencerminkan cara dan suasana berfikir yang bersangkutan. Semrawut, kata orang Jawa. Mencerminkan kemiskinan khazanah kata-kata Indonesia yang dimiliki. Bermaksud baik terhadap Megawati Sukarnoputri. Satu sebab pokok, karena 'mengenal' Mega sebagai seorang pejuang politik (satu-satunya) di periode masih jaya-jayanya Presiden Suharto, yang tampil dengan suara nyaring: "KALAU RAKYAT SETUJU- SAYA BERSEDIA JADI PRESIDEN". Artinya berani menggantikan Suharto kalau rakyat setuju. Pernyataan ini 'bukan main-main' di saat Suharto masih kuasa penuh. Dan Suharto tidak ayal bertindak. Segera saja dimulai kampanye untuk mendeskreditkan dan mendongkel Megawati dari PDI. Suharto dan Intelnya (biasalah) memulai 'opsus' untuk menghantam Mega. Suharto gagal . . Mega tidak mundur --- bahkan tambah berani dan bersemangat . Cerita ini bukan dongeng! Suharto jatuh, rezim Orde Baru (formalnya) gulung tikar. Mega bersama Gus Dur, Amin Rais dan Sri Sultan Yogya, aktif dalam kegiatan politik yang berani --- demi REFORMASI DAN DEMOKRATISASI di negeri ini. Ini juga fakta. Merupakan tambahan kekuatan politik dan masyarakat pada kekuatan utama Reformasi dan Demokratisasi, yang terdiri dari kaum muda mahasiswa, pelajar, cendekiawan dan pelbagai pekerja dari berbagai lapisan masyarakat. Ini juga fakta. Itulah sebab utama mengapa timbul penilaian positif terhadap Mega, yang punya peranan dalam penggulingan rezim Orde Baru, dan mendorong maju Reformasi dan Demokratisasi. Bisa ditambahkan pelbagai sikap politik dan kebijakan positif yang dilaksanakannya selama menjabat sebagai Presiden ke-V Republik Indonesia. Last but not least, Megawati sebagai Ketum PDI-P, -- adalah tokoh pimpinan parpol yang telah mengusung JOKOWI sampai jadi Presiden RI. Halmana merupakan suatu kemenangan bagi kekuatan politik PERUBAHAN demi KEMAJUAN, DEMI TRISAKTI. * * * Tetapi serentetan politik dan kegiatan Megawati Sukarnoputri, juga dapat digolongkan NEGATIF. Antara lain ketika beliau, aktif bersama Amin Rais, Akbar Tanjung dan Jendral Wiranto, mereka bersama mendongkel Gus Dur dari jabatn Presiden Ke-IV RI dan menggantikan kedudukan Gus Dur, sebagai Presiden Ke-V Republik Indonesia. Dan masih bisa ditambahkan sejumlah sikap politik dan kebijakannya yang, a.l, -- mengambil jarak dari para pemuda anggota gerakan pemuda (PRD), yang mati-matian membela Mega -sekitar Peristiwa Penyerbuan terhadap kantor PDI - Mega di Jl Diponegoro, Jakarta. ketika masih berkuasanya Presiden Suharto. Masyarakat juga kecewa besar, ketika Mega menjabat sebagai Presiden RI - praktis beliau tidak melakukan yang signifikan untuk merehabilitasi nama baik Presiden Sukarno. Bung Karno adalah salah seorang tokoh yang sesungguhnya patut dikatagorikan sebagai salah seorang "K O R B A N Peristiwa 1965". Dan Megawati dan keluarga Sukarno adalah KELUARGA KORBAN. Yang merupakan sasaran utama Jendral Suharto, ketika memulai proses kudeta merangkaknya. * * * Apakah penulis ini sudah cukup mengenal Megawati sebagai salah satu tokoh politik dan pimpinan partai penting dewasa ini? Jawabnya: Masih belum. . . maka sering (seperti kata Salim Said|) jadi HERAN. Sebagai ilustrasi yang bikin orng heran ialah: kaitannya dengan sikap beliau yang 'mengherankan' terhadap SBY. Terakhir SBY khusus, a.l mengirimkan putranya untuk mengundang beliau hadir di Kongres Ke-IV Partai Demokrat. Sebagai biasa, Mega tidak datang memenuhi undangan SBY itu. Heran kan?? * * * Megawati Sukarnoputri ---- tetap akan memainkan peranannya dalam perkembangan politik Indonesia mendatang. Lebih-lebih lagi -- PDI-P yang dipimpinnya adalah (seyogianya) salah satu sandaran utama bagi berlangsungnya PEMERINTAHAN JOKOWI. Ini sikap politik realis a.d. Realisme – satu-satunya – untuk melangsungkan dan mensukseskan jalannyua PERUBAHAN DAN KEMAJUAN DEWASA INI. * * *
130 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Selasa Pagi, 19 Mei 2015 --------------------------------- KRONIK “PULANG KAMPUNG” (1) * * * Buku-Buku Untuk “Universitas Gajah Mada” Yogyakarta, “Wertheim Collection Library” Buku-buku dari Penerbit “Gala Read more ... ngpress” dan dari Jaya Suprana * * * Setiap kunjungan ke Indonesia, ketika dilakukan setelah jatuhnya Presiden Suharto, --- selalu memberikan dampak positif. Teristimewa pada semangat dan jiwa warga Republik Indonesia, yang oleh rezim Orba, secara sewenang-wenang telah dicabut paspor dan kewarganegaraannya, tanpa proses hukum apapun. Suatu periode “lawlesness”, ketika hukum dan undang-undang, hak-hak wargnegara diinjak-injak semena-mena. Ketika kekereasan dan senjata menguasai segala. Suatu periode Hitam dan Gelap ketika dimulai berdirinya rezim Orde Baru (1965-66), di bawah Jendrál Suharto. Dalam suatu percakapan di rumahku beberapa waktu yg lalu, sahabat baru, Philip van Aalst terkait pogram Universsitas Amsterdam yang bertujuan membuat sebuah 'topografi sekitar orang-orang buangan di Amsterdam sejak 1950', bertanya: : --- “Apakah Anda, atau siapa saja dari kalangan orang-orang 'EKSIL' di Belanda atau negri lainnya -- masih bisa menyebut dirinya 'EKSIL' – ketika ia sudah bisa kembali lagi ke negerinya?” --- Sungguh -- Suatu pertanyaan yang tiba-tiba, tapi cerdik dan menarik. Yang keluar dari mulut seorang mahasiswa Belanda. Begini jawaban yang diberikan: Aku tak pernah menyebut diri sebagai seorang 'Eksil'. “Ya, tapi buku Anda yang pertama judulnya adalah: 'SUARA SEORANG EKSIL' ( Jakarta, 2002)”, sela teman Belanda itu. Nama buku itu, adalah sahabat-sahabatku dari penerbit Jakarta, yang memberikannya– tanpa konsultasi. Judul aslinya yang kuberikan ialah: Reformasi dan Demokratisasi di Indonesia setelah jatuhnya Suharto. Teman Belanda itu senyum geli. Kami-kami ini, --- bukan orang-orang 'EKSIL', kataku. Pada 'periode gejolak 65' itu kebetulan sedang berada di luar negeri. Banyak yang sedang mengemban tugas pemerintah atau urusan lainnya . Ada yang sedang studi. Ada yang bekerja di luar negeri. Mendadak sontak paspor dan kewarganegaraan kami dicabut fihak militer Indonesia. Militer sudah mulai merebut kekuasaan negara Indonesia pada tahun 1965-66. Penyebabnya paspor dan kewarganegaraan kami dicabut, ialah -- karena kami menolak mengutuk Presiden Sukarno dan tidak mau mendukung rezim militer Jendral Suharto. Maka, --- kami bukan orang-orang yang di-eksilkan oleh penguasa. Tapi yang tak bisa pulang karena tidak punya paspor dan sudah dibikin jadi 'stateless' oleh fihak militer. Kalau tokh bisa pulang, pasti di persekusi, ditangkap atau dibunuh, dengan alasan, tuduhan serta fitnah ini atau itu. Seperti nasib banyak korban '65 lainnya. Bagaimana penyelesaiannya, tanya temanku Philip van Aalst? Pemerintah Indonesia yang sekarang ini, pertama-tama harus minta maaf atas tindakan sewenang-wenang penguasa dulu, mencabut paspor dan kewarganegaraan kami, tanpa proses hukum apapun. Membuat kami, warganegara yang setia pada Republik Indonesia dan Presiden Sukarno, menjadi orang-orang yang 'stateless'. Hal itu juga disarankan oleh peneliti senior LIPI, Prof Dr Asvi Warman Adam. Asvi bahkan mendesak agar pemerintah minta maaf pada keluarga korban '65. Selanjutnya pemerintah wajib MEREHABILITASI HAK KEWARGANEGARAAN DAN NAMA BAIK mereka-mereka yang 'dicabut paspornya itu'. Demikian kunyatakan pada Philip van Aalst. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya! * * * Kali ini kunjungan 7 orang dari keluarga kami ke Indonesia (25 April – 15 Mei, 2015), sesungguhnya lebih banyak merupakan 'pulang kampung'. Meskipun asal etnisku adalah Sumatra, tapi aku dilahirkan dan dibesarkan di Jakarta. -- Betawi. Aku 'anak Betawi' yang cinta pada Jakarta. Jakarta adalah kampung halamanku. Di koper kami tersimpan baik-baik 6 jilid buku mengenai HUKUM ADAT INDONESIA dan “PRIANGAN, De Preanger-Regentschappen onder het Nederlandsch Bestuur tot 1811”. Buku-buku tsb adalah hasil studi sarjana ilmu sosial Belanda. Tadinya buku-buku milik pribadi perpustakaan Prof Dr W.F. Wertheim (alm), yang dihibahkan oleh keluarga beliau kepada “” Stichting Wertheim Amsterdam”. Masing-masing buku tsb sedikitnya berisi lebih dari 1000 halaman. Buku-buku tsb kami sumbangkan pada “Collection Wertheim Library” di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Bersama sahabatku Sutriyanto dari Jakarta, kami bawa sendiri buku-buku yang umurnya lebih dari 100 tahun itu. Selain itu ada beberapa jilid buku lainnya terbitan Indonesia mengenai masalah Indonesia yang disumbangkan pada Wertheim Collection Library. Sebelumnya, kami dari – Stichting Wertheim – sudah menyumbangkan buku-buku terbitan Indonesia lainnya, seperti a.l buku “BUNG KARNO PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT INDONESIA”, Edisi Revisi; dan beberapa buah buku lainnya. Dengan demikian Stichting Werteim Amsterdam secara reguler menghibahkan buku-buku untuk “Wertheim Collection Library”, UGM, Yogyakarta. * * * Pada kesempatan berkunjung ke kantor Redaksi Penerbit “Galangpress”, Yogyakarta, cakap-cakap dengan kawan baru redaktur Peter dan kawan lama, Romo Baskoro, aku beruntung dioleh-olehi beberapa jilid buku berharga dan bermutu sekitar masalah Papua dll. “Galangpress” adalah penerbit buku bermutu yang menerbitkan a.l buku Prof Dr Baskara Werdaya – “Luka Bangsa, Luka Kita”; dan buku berjudul “SUKARNO-HATTA BUKAN PROKLAMATOR PAKSAAN” , oleh penyunting Peter Kasenda. * * * Ketika berkunjung ke “MURIA”, Musium Rekor Indonesia yang dikelola oleh komponis/ pianis, budayawan terkenal Jaya Suprana, dan mendengarkan uraian menarik sekitar “Muria” dan “Jaya Suprana School of Performing Arts”- lagi-lagi aku beruntung dibekali buku-buku buah pena Jaya Suprana dan 7 set CD musik ciptaan dan yang dimainkannya di piano.. Masih ada dua buah buku lagi yang kubawa dari Jakarta. Yaitu buku-buku bermutu oleh-oleh dan kenangan dari penulis generasi baru LEILA S. CHUDORI. Berjudul “PULANG” dan bukunya terbaru “NADIRA”. * * * Buku-buku bermutu, -- adalah salah satu sumber penting pengetahuan, ilmu dan kebijakan umat manusia -- yang tak ternilai! Menyaksikan sendiri begitu banyaknya buku-buku baru yang terbit di negeri kita, hasil karya penulis-penulis dan peneliti Indonesia sendiri, dan penulis asing – serta ramainya pembeli – terutama dari kaum muda -- merupakan kepuasan. kebanggaan dan kebahagiaan, sebagai orang Indonesia yang “PULANG KAMPUNG”. Apalagi sesudah memilikinya dan akan membacanya sendiri! * * *
130 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Sabtu Malam, 07 Maret 2015 --------------------------------------- Buku “SUKARNO -- An Autobiography - As Told to CINDY ADAMS” < Apa Yang Direkayasa dan Dipalsukan?> * * * Judul diatas - "SUKARNO, An Autobio Read more ... graphy As Told to Cindy Adams", adalah buku OTOBIOGRAFI Sukarno, Sebagaimana Diceriterakan Kepada Cindy Adams (Edisi Asli Bahasa Inggris). Pertama diterbitkan oleh The Robbs-Merill Company, INC. New York. Cetakan pertama 1965. Copyright, 1965, By Cindy Adams. Di Indonesia terbit Edisi Revisi, berjudul "BUNG KARNO, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia". Cetakan pertama Agustus 2007; Cetakan Kedua, 2011. Edisi Revisi yang terbit di Indonesia TERAMAT PENTING. Karena yang direvisi adalah suatu PEMALSUAN yang dilakukan dalam Edisi Indonesia tahun 1966. Edisi ini dengan kata pengantar dari Suharto. Dr Asvi Warman Adam, Peneliti Senior LIPI. yang menulis kata pengantar untuk Edisi Revisi (2007), menjelaskan proses terungkapnya PEMALSUAN dalam penerbitan buku Bung Karno, selama periode Orba, a.l sbb: "Dalam diskusi yg diselenggarakan Yayasan Bung Karno di Gedung Pola tahun 2006, Safii Maarif mngutip buku Cindy Adams mengatakan bahwa Sukarno sangat melecehkan Hatta karena menganggp perananya tidak ada dalam sejarah Indonesia. Karena itu ketika buku ini akan diterbitkan ulang saya meminta kepada Yayasan Bung Karno untuk mengecek kembali terjemahan buku ini. Sebetulnya bagaimana bunyi asli dalam bahasa Inggris pernyataan yang merendahkan Hatta itu. Yayasan Bung Karno kemudian menugasi Syamsu Hadi untuk menerjemahkan ulang buku tersebut. Yang mengagetkan pada temuannya disamping ada beberapa kekeliruan terjemahan adalah dua alinea yang ditambahkan dalam edisi bahasa Indonesia sejak tahun 1966. Padahal kedua alinea itu tidak ada dalam edisi bahasa Inggris. "Pada halaman 341 tertullis: " . . Rakyat sudah berkumpul. Ucapkanlah Proklamasi".Badanku masih panas, akan tetapi aku masih dapat mengendalikan diriku. Dalam suasana di mana setiap orang mendesakku, anehnya aku masih dapat brpikir dengan tenang. "Hatta tidak ada", kataku. "Saya tidak mau mengucapkan proklamasi kalau Hatta tidak ada". Lanjutan teks ini kalau dicek teks asli bahasa Inggris: Dalam detik yang gawat dalam sejarah inilah Sukarno dan tanah air Indonesia menunggu kedatangqn Hatta. Namun di antara kedua kalimat ini ternyata disisipkan dua alinea yang tidak ada dalam teks Inggrisnya yaitu: Tidak ada yang berteriak, "kami menghendaki Bung Hatta". Aku tidak memerlukannya. Sama seperti aku tidak memerlukan Syahrir yang menolak untuk memperlihatkan diri di saat pembacaan Proklamasi. Sebenarnya aku dapat melakukannya seorang diri, dan memang aku melakukannya sendirian. Di dalam dua hari yang memecahkan urat syaraf itu maka peranan Hatta dalam sejarah tidak ada. Peranannya yang tersendiri selama masa perjuangqn kami tidak ada. Hanya Sukarnolah yang tetap mendorongnya ke depan. Aku memerlukan orang yang dinamakan "pemimpin" ini karena ada pertimbangan. Aku memerlukannya oleh karena aku orang Jawa dan dia orang Sumatra dan di hari-hari yang demikian itu aku memerlukan setiap orang denganku. Demi persatuan aku memerlukan seorang dari Sumatra. Dia adalah jalan yang paling baik untuk menjamin sokongan dari rakyat yang nomor dua terbesar di Indonesia. Lanjut Asvi Adam: -- Sukarno tidak memerlukan Hatta dan Syahrir bahkan "peranan Hatta dalam sejarah tidak ada". Demikain pernyataan Bung Karno dalam edisi bahasa Indonesia yang terbit sejak tahun 1966. Ternyata dua alinea itu tidak ada dalam naskah asli bahasa Ingris. Kalau demikian apakah ada seseorang yang merekayasa cerita tambahan ini? * * * Bisa timbul pertanyaan, mengapa aku 'tiba-tiba' menulis lagi sekitar "rekayasa" dan "pemalsuan" terhadap buku Bung Karno itu? Tidak ada alasan prinsipil. –- Mengungkapkan pemalsuan sejarah, dalam hal ini pemalsuan buku Bung Karno, -- yang tujuannya jelas untuk mengadu donba Sukarno dan Hatt-Syahrir. Terutama di kalangan pendukung Bung Karno dan pendukung Hatta dan Syahrir. -- Pemalsuan dan rekayasa yang dilakukan oleh Orba, adalah masalah PENTING. Maksud penulisan sejarah adalah mendidik generasi baru. Disini penting sekali mengungkap pemalsuan sejarah yang dilakukan Orde Baru, Rekayasa yang mereka lakukan itu, BUKAN ALANG KEPALANG! Hal mana menegaskan betapa perlunya dalam periode Reformasi dan Demokratisasi dewasa ini dan selanjutnya -- MELAKUKAN PELURUSAN SEJARAH YANG DIPALSUKAN ORDE BARU. Penyebab lain mengapa aku menulis kolomku hari ini, sbb: Ketika membaca ulang buku SUKARNO, An Autobiography As Told to Cindy Adams (1965), terbaca lagi catatanku dalam buku tsb, bahwa buku itu aku pesan dari The Book Bin-Pacifica - dan dikirimkan ke alamatku di Amsterdam, pada tgl 08 Maret 2009. Harganya in termasuk ongkos kirim, adalah USD 27, 11-- Artinya tepat 6 tahun yang lalu aku memiliki Edisi Asli buku Bung Karno yang teramt penting itu. Aku bilang kepada Murti, hari ini aku akan menulis lagi sekitar buku Bung Karno. Perlu mengangkat kembali pemalsuan Orba terhadap buku Bung Karno tsb yang diungkapkan oleh sejarawan Asvi Warman Adam. Kami membaca lagi, yang ditulis di kulit dalam (inside flap) buku, tentang buku Bung Karno itu, a.l. sbb: "Sebagaimana ia sendiri mengungkapkannya dalam sejarah pribadi yang penting dan mempesonakan itu -- krisis adalah sesuatu yang terus menerus terjadi dalam dirinya -- krisis yang sering disebabkan oleh diri sendiri -- " Adalah dalam momen-momen ini bahwa Sukarno, sebagaimana halnya tiap pemimpin besar dalam sejarah, berperanan paling efektif. Memang, adalah kemampuannya untuk melihat momen krisis, merebut momen itu, bersamaan dengan kepribadiannya yang karismatik, merupakan penyebab dari mencuatnya ia ke kekuasaan sebagai pemimpin dari negeri yang nomor 6 besarnya (wilayah) dan dengan penduduk terbesar ke-lima di dunia. Sebuah negeri yang barangkali seperti halnya Tiongkok, memegang kunci ke haridepan Asia" * * * Kami membaca kembali bagian tertentu dari buku tsb: Kata Bung Karno: "Janjiku telah kupenuhi. Kuliahku telah selesai. Sejak saat ini telah tidak ada yang akan dapat menghalang-halangiku untuk melakukan sesuatu yang menjadi kewajiban hidupku. Ketika aku berdiri di atas jembatan Surabaya itu dan mendengar jeritan rakyatku, aku menyadari bahwa akulah yang harus berjuang untuk mereka. Hasrat yang berkobar-kobar untuk membebaskan rakyatku bukanlah sekadar ambisi pribadi. Aku dipenuhi hasrat itu. Ia meresap ke sekujur tubuhku. Ia menjadi desah nafasku. Ia mengalir melalui urat nadiku. Untuk memenuhi hasrat itulah orang mengabdikan seluruh hidupnya. Itu lebih dari satu kewajiban. Lebih dari panggilan jiwa. Bagiku ia adalah satu agama.". . (Lihat buku BUNG KARNO Penyambung Lidah Rakyat Indonesia-- halaman 83, Edisi Revisi, 2011). * * * Suatu pernyataan Bung Karno yang selalu akan menginspirasi generasi penerus bangsa ini, untuk terus berjuang mengabdi tanah air dan rakyatnya . * * *
133 months ago
Yopi Lumintang 1. PT Adinda Putri Wahana Sejati Jl D Tempe 21-A Denpasar Denpasar 2. PT Adya Wisata Jl Buni Sari 26 Denpasar Denpasar 3. Travel Agung Jl Benesari Kompl Losmen Cempaka I Denpasar Denpasar 4. PT Alam Pesona Indonesia Kompl Sudirman Agung Bl B/6 Read more ... Denpasar Denpasar 5. PT Ambhara Dhiptya Jl Raya Kuta 88-R Ged Ambhara Denpasar Denpasar 6. Arema Jl Raya Kuta 115 Denpasar Denpasar 7. Arwana Tour Jl Raya Puputan 16 Denpasar Denpasar 8. PT Asia Koleksi Jl By Pass Ngurah Rai 9-C-D Denpasar Denpasar 9. PT Asian Trails Indonesia Jl By Pass Ngurah Rai 260 Denpasar Denpasar 10. Travel PT Avansa Bali Tour & Jl Nara Kusuma 25 Denpasar 11. Bali Bound Holiday Jl Padma 17 Denpasar Denpasar 12. PT Bali Butrim Jl Poppies II Denpasar Denpasar 13. Travel PT Bali Cahaya Tours & Jl Raya Kediri 101-X Denpasar Denpasar 14. Bali Daksina Wisata Tour Jl HOS Cokroaminoto 145 Denpasar Denpasar 15. PT Bali Discovery Tours Jl By Pass Ngurah Rai 27 Kompl Pert Sanur Raya Denpasar Denpasar 16. PT Bali Eksata Jl Ratna 113-B Denpasar Denpasar 17. Bali Ekspres Hotel Bualu Nusa Dua Denpasar Denpasar 18. Bali Go Jl Jend Gatot Subroto Brt 103-D Denpasar Denpasar 19. Bali Happy Tour Jl Poppies I 31 Denpasar Denpasar 20. Bali Hero Jl Padma Puspasari Denpasar 21. PT Bali Indah Cahaya Jl Wana Segara 12-B Denpasar Denpasar 22. PT Bali Indah Utama Tours Jl Kartika Plaza Gg Puspa Ayu Denpasar Denpasar 23. PT Bali Indonesia Murni Jl D Tamblingan 186 Denpasar Denpasar 24. PT Bali Jalan Jalan Jl WR Supratman 27-X Denpasar Denpasar 25. Bali Java Tours Jl Lebak Bena Camplung Mas Melasti 6-X Denpasar Denpasar 26. Bali Lahar Kencana Kompl Shopping Centre Bl D/15 Denpasar Denpasar 27. PT Bali Mara Wisata Jl Blambangan 63 Denpasar Denpasar 28. PT Bali Planet Biru Jl Jend Gatot Subroto Tmr 390-A Denpasar Denpasar 29. Bali Qantas Holiday Grand Bali Beach Hotel Denpasar Denpasar 30. Travel PT Bali Roa Mandiri Tours & Jl Dr Setiabudi Kompl Kuta Poleng Bl D/3 Denpasar 31. PT Bali Sasana Wisata Jl Pura Puseh 9 Denpasar Denpasar 32. Bali Save Jl Jend Gatot Subroto Tmr 369 Denpasar Denpasar 33. Travel PT Bali Sinar Mentari Tours & Jl Wanbira Sakti III 2 Denpasar Denpasar 34. Bali Tri Loka Candra Jl D Poso 4 Denpasar Denpasar 35. Bali Tropical Safaris Jl Raya Pemogan Gg Jenggala 5 Denpasar Denpasar 36. Bali Tropical Safaris Jl Raya Pemogan Gg Jenggala 5 Denpasar Denpasar 37. PT Bali Untukmu Jl Raya Kuta 88 R Denpasar Denpasar 38. Travel Bali Wisata Jl P Diponegoro Kompl Kerta Wijaya Bl C/12 Denpasar Denpasar 39. Travel Bali Wisata Jl P Diponegoro Kompl Kerta Wijaya Bl C/12 Denpasar Denpasar 40. PT Balichakra Buwana Agung Jl Imam Bonjol 533 Denpasar 41. PT Balimaesti Jl By Pass Ngurah Rai 29-X Denpasar Denpasar 42. PT Balimaesti Tours & Travel Services Jl By Pass Ngurah Rai 29 X Denpasar Denpasar 43. Travel PT Balimas Lestari Tour & Jl Gandapura III K/1 Denpasar Denpasar 44. Travel PT Balisoki Surya Indah Tours & Jl Keserangan 3 Denpasar Denpasar 45. PT Batur Agung Multitama Tours Jl Drupadi XIV 2 A Denpasar Denpasar 46. PT Bintang Holidays Pert Kuta Indah Permai Bl B/12 Denpasar Denpasar 47. PT Bintang Pulau Bali Shopping Arcade Putri Bali Hotel Denpasar Denpasar 48. Travel PT Bisonamas Safari Tour & Jl By Pass Ngurah Rai 81 Denpasar Denpasar 49. PT Blue Swan Tour Jl By Pass Ngurah Rai 354 Denpasar Denpasar 50. Travel PT Bramasia Tours & Jl Prof HM Yamin SH 17 Denpasar
134 months ago
Yopi Lumintang 1. PT Adinda Putri Wahana Sejati Jl D Tempe 21-A Denpasar Denpasar 2. PT Adya Wisata Jl Buni Sari 26 Denpasar Denpasar 3. Travel Agung Jl Benesari Kompl Losmen Cempaka I Denpasar Denpasar 4. PT Alam Pesona Indonesia Kompl Sudirman Agung Bl B/6 Read more ... Denpasar Denpasar 5. PT Ambhara Dhiptya Jl Raya Kuta 88-R Ged Ambhara Denpasar Denpasar 6. Arema Jl Raya Kuta 115 Denpasar Denpasar 7. Arwana Tour Jl Raya Puputan 16 Denpasar Denpasar 8. PT Asia Koleksi Jl By Pass Ngurah Rai 9-C-D Denpasar Denpasar 9. PT Asian Trails Indonesia Jl By Pass Ngurah Rai 260 Denpasar Denpasar 10. Travel PT Avansa Bali Tour & Jl Nara Kusuma 25 Denpasar 11. Bali Bound Holiday Jl Padma 17 Denpasar Denpasar 12. PT Bali Butrim Jl Poppies II Denpasar Denpasar 13. Travel PT Bali Cahaya Tours & Jl Raya Kediri 101-X Denpasar Denpasar 14. Bali Daksina Wisata Tour Jl HOS Cokroaminoto 145 Denpasar Denpasar 15. PT Bali Discovery Tours Jl By Pass Ngurah Rai 27 Kompl Pert Sanur Raya Denpasar Denpasar 16. PT Bali Eksata Jl Ratna 113-B Denpasar Denpasar 17. Bali Ekspres Hotel Bualu Nusa Dua Denpasar Denpasar 18. Bali Go Jl Jend Gatot Subroto Brt 103-D Denpasar Denpasar 19. Bali Happy Tour Jl Poppies I 31 Denpasar Denpasar 20. Bali Hero Jl Padma Puspasari Denpasar 21. PT Bali Indah Cahaya Jl Wana Segara 12-B Denpasar Denpasar 22. PT Bali Indah Utama Tours Jl Kartika Plaza Gg Puspa Ayu Denpasar Denpasar 23. PT Bali Indonesia Murni Jl D Tamblingan 186 Denpasar Denpasar 24. PT Bali Jalan Jalan Jl WR Supratman 27-X Denpasar Denpasar 25. Bali Java Tours Jl Lebak Bena Camplung Mas Melasti 6-X Denpasar Denpasar 26. Bali Lahar Kencana Kompl Shopping Centre Bl D/15 Denpasar Denpasar 27. PT Bali Mara Wisata Jl Blambangan 63 Denpasar Denpasar 28. PT Bali Planet Biru Jl Jend Gatot Subroto Tmr 390-A Denpasar Denpasar 29. Bali Qantas Holiday Grand Bali Beach Hotel Denpasar Denpasar 30. Travel PT Bali Roa Mandiri Tours & Jl Dr Setiabudi Kompl Kuta Poleng Bl D/3 Denpasar 31. PT Bali Sasana Wisata Jl Pura Puseh 9 Denpasar Denpasar 32. Bali Save Jl Jend Gatot Subroto Tmr 369 Denpasar Denpasar 33. Travel PT Bali Sinar Mentari Tours & Jl Wanbira Sakti III 2 Denpasar Denpasar 34. Bali Tri Loka Candra Jl D Poso 4 Denpasar Denpasar 35. Bali Tropical Safaris Jl Raya Pemogan Gg Jenggala 5 Denpasar Denpasar 36. Bali Tropical Safaris Jl Raya Pemogan Gg Jenggala 5 Denpasar Denpasar 37. PT Bali Untukmu Jl Raya Kuta 88 R Denpasar Denpasar 38. Travel Bali Wisata Jl P Diponegoro Kompl Kerta Wijaya Bl C/12 Denpasar Denpasar 39. Travel Bali Wisata Jl P Diponegoro Kompl Kerta Wijaya Bl C/12 Denpasar Denpasar 40. PT Balichakra Buwana Agung Jl Imam Bonjol 533 Denpasar 41. PT Balimaesti Jl By Pass Ngurah Rai 29-X Denpasar Denpasar 42. PT Balimaesti Tours & Travel Services Jl By Pass Ngurah Rai 29 X Denpasar Denpasar 43. Travel PT Balimas Lestari Tour & Jl Gandapura III K/1 Denpasar Denpasar 44. Travel PT Balisoki Surya Indah Tours & Jl Keserangan 3 Denpasar Denpasar 45. PT Batur Agung Multitama Tours Jl Drupadi XIV 2 A Denpasar Denpasar 46. PT Bintang Holidays Pert Kuta Indah Permai Bl B/12 Denpasar Denpasar 47. PT Bintang Pulau Bali Shopping Arcade Putri Bali Hotel Denpasar Denpasar 48. Travel PT Bisonamas Safari Tour & Jl By Pass Ngurah Rai 81 Denpasar Denpasar 49. PT Blue Swan Tour Jl By Pass Ngurah Rai 354 Denpasar Denpasar 50. Travel PT Bramasia Tours & Jl Prof HM Yamin SH 17 Denpasar
134 months ago
More bena karno posts »

Bena karno news

No news about bena karno

Bena karno videos

No videos about bena karno