Biss key kompas frekuensi 4051 posts

Mother Nature Network A camera, a microscope and a lot of patience results in these surprisingly beautiful images.
Where you see a bug, Levon Biss sees a portrait
mnn.com
Incredible bug photos by Levon Biss are not only beautiful, they allow entomologists to see insects in a new way.
114 months ago
CNNMoney Photographer Levon Biss zooms allllllll the way in on insects from around the world. http://cnnmon.ie/1sxSdfM via WIRED
118 months ago
Slate.com The publisher’s very good 2014 wasn’t a fluke, but a culmination.
How the Tiny Graywolf Press Became a Big Player in Book Publishing
slate.me
This article originally appeared in New York magazine. Before she won multiple awards and wrote one of the Times Book Review’s top-ten books of 2014, the young poet Eula Biss tried to sell a book of essays to major publishing houses. “They were l Read more ... ooking to push her into a more polemical voice,” says her literary...
127 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Sabtu Siang, 27 Juni 2015 -------------------------------- BACA URAIAN ABDILLAH TOHA -- "MELAWAN MAFIA BISNIS" Tanpa seizin penulisnya, Pemerhati Politik ABDILLAH TOHA, tulisannya berjudul "MELAWAN MAFIA BISNIS", dimuat lengkap Read more ... dibawah ini. Merupakan tema pokok kolom hari ini: BACA URAIAN ABDILLAH TOHA – “MELAWAN MAFIA BISNIS” * * * Kita sering sekali membaca, mendengar, nonton film melihat di TV sekitar MAFIA . . . . Mafia ini . . . mafia itu. Barangkali tanpa disadari selama ini, bahwa (mungkin sekali) orang yang dikenal sebagai 'orang baik-baik', terhormat, dan elite --- adalah bagian dari mafia yang ditakuti itu. Kiranya baru kali ini ada uraian yang cekak-aos . . apa sebenarnya MAFIA ITU? Disinilah arti pentingnya uraian ABDILLAH TOHA. Adillah Toha -- memberikan penjelasan dan pencerahan APA ITU MAFIA, EKSISTENSINYA, KEBERADAANNYA, LEGITIMITASNYA, BAHAYANYA -- PENGARUH DAN KEKUASAANNYA. * * * Berawal dari ucapan Presiden Joko Widodo baru-baru ini - - - bahwa negeri ini sedang menghadapi berbagai mafia. Mafia pangan, mafia ikan, mafia migas, dan lainnya (Kompas, 15/6/2015). . . Abdillah Toha menambahkan: "Kalau mau ditambah masih ada lagi: mafia tanah, mafia bioskop, mafia saham, mafia TV, mafia pengecer, dan banyak lagi." Mafia yang beroperasi di masyarakat, dalam kehidupan politik dan ekonomi, budaya sehari-hari -- Indonesia sekarang ini -- bukanlah suatu 'organized crime' (krimininal terorganisasi), seperti pengertian umumnya apa itu mafia -- Yang dimaksud disini, menurut Abdillah Tohga, adalah: MAFIA BISNIS (seperti dikatakan Jokowi) -- ". Kelompok ini legitimate. Bukan kriminal, melainkan bisa menabrak aturan main yang ditetapkan oleh peraturan dan undang-undang melalui cara yang lihai dengan memanfaatkan berbagai lubang dari aturan hukum. Kelompok ini biasanya punya kekuatan keuangan yang besar. Koneksi mereka kuat dengan penguasa di bidangnya, intimidatif apabila ada yang mengganggunya, cenderung monopolistik dan menguasai pasar, serta ikut memengaruhi kebijakan pemerintah agar menguntungkan kelompoknya. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, kelompok mafia memberikan imbal balik kepada penguasa dan politisi dalam bentuk uang, saham, dana pemilu, atau bentuk-bentuk lain yang sulit dilacak. * * * Renungkan sedikit lagi makna tulisan Abdillah Toha mengenai sifat dan cara-kerja MAFIA BISNIS INDONESIA, . . maka tibalah kita pada kesimpulan bahwa MAFIA BISNIS YANG 'EGITIMATE' di Indonesia dewasa ini, SESUNGGUHNYA SUDAH BEOPERASI SEJAK BERDIRINYA REZIM ORDE BARU. Yang membesarkan dan meneruskan serta melindungi budaya korupsi – KKN di segenap jajaran birokrasi, -- sipil dan militer, baik di bidang ekskutif, legeslatif maupun yudikatif. Seluruh sumber hidup dan eksistensi serta tindak tanduk rezim Orde Baru, sesungguhnya adalah -- seperti apa yang diuraikan oleh Abdillah Toha dalam tulisannya mengenai MAFIA BISNIS INDONESIA. Dan yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Abdillah Toha mengingatkan bahwa pemerintah harus , membersihkan aparat hukum dan pejabat dari unsur-unsur kotor yang memperkaya diri sendiri. Jika ada kemauan politik, tidak sulit mengidentifikasi mereka dan menggantikannya dengan orang-orang yang bersih dan berani. Selama masih ada pejabat yang bisa dibeli, selama itu pula berbagai mafia akan meraja lela. Lalu menyarankan agar menjaga wibawa pemerintah dengan pelaksanaan hukum yang tegas, disiplin aparat, dan konsistensi dalam menetapkan kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat. * * * Silakan baca selengkapnya uraian Adillah Toha yang dimaksud: Abdillah Toha “Melawan Mafia Bisnis” -- Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengatakan bahwa negeri ini sedang menghadapi berbagai mafia. Mafia pangan, mafia ikan, mafia migas, dan lainnya (Kompas, 15/6/2015). Kalau mau ditambah masih ada lagi: mafia tanah, mafia bioskop, mafia saham, mafia TV, mafia pengecer, dan banyak lagi. Istilah mafia yang berasal dari Sicilia, menurut Reader's Digest, berasal dari bahasa Arab "ma'siyah" yang berarti maksiat. Sicilia pernah diduduki oleh penguasa Arab. Namun, arti umum mafia adalah kelompok kriminal yang terorganisasi (organized crime). Sementara mafia yang dimaksud Jokowi adalah mafia bisnis. Kelompok ini legitimate. Bukan kriminal, melainkan bisa menabrak aturan main yang ditetapkan oleh peraturan dan undang-undang melalui cara yang lihai dengan memanfaatkan berbagai lubang dari aturan hukum. Kelompok ini biasanya punya kekuatan keuangan yang besar. Koneksi mereka kuat dengan penguasa di bidangnya, intimidatif apabila ada yang mengganggunya, cenderung monopolistik dan menguasai pasar, serta ikut memengaruhi kebijakan pemerintah agar menguntungkan kelompoknya. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, kelompok mafia memberikan imbal balik kepada penguasa dan politisi dalam bentuk uang, saham, dana pemilu, atau bentuk-bentuk lain yang sulit dilacak. Informasi adalah bagian penting dari kerja mafia. Mereka bisa memperoleh informasi penting jauh sebelum diketahui publik melalui kontak-kontak bayaran mereka di pemerintahan. Hasil keuntungan mereka umumnya disimpan di negeri-negeri yang "aman", seperti Singapura dan kawasan bebas pajak, atau diinvestasikan dalam surat-surat berharga di luar negeri atau investasi lain. Belakangan para mafia ini sedikit terbuka kedoknya setelah pemerintah menunjuk tim migas yang diketuai Faisal Basri dan setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan gebrakan menenggelamkan kapal-kapal "asing" pencuri ikan. Mafia tanah yang menguasai bank tanah dan menentukan harga tanah di kota-kota besar sejauh ini belum tersentuh. Mafia beras mempermainkan harga beras dengan menimbun dan menekan pembelian dari petani. Memberantas mafia Melawan mafia tidak mudah karena mereka kuat dan tidak akan tinggal diam. Selama bertahun-tahun mereka justru dipelihara dan dibesarkan oleh kekuatan politik tertentu guna menjamin kelangsungan kekuasaan mereka. Mereka akan melawan menggunakan kekuatan uang, lobi politik, media, dan apabila perlu dengan teror. Politisi, anggota DPR, aparat hukum, dan pejabat yang dipelihara dan banyak menikmati keuntungan materi dari mereka tidak akan tinggal diam melihat sumber penghasilannya dihancurkan. Namun, dengan tekad yang bulat, pemerintah yang bersih dan berkemauan politik dapat meminimalkan kerusakan yang diakibatkan oleh berbagai mafia ekonomi ini sebagai berikut. Pertama, membersihkan aparat hukum dan pejabat dari unsur-unsur kotor yang memperkaya diri sendiri. Jika ada kemauan politik, tidak sulit mengidentifikasi mereka dan menggantikannya dengan orang-orang yang bersih dan berani. Selama masih ada pejabat yang bisa dibeli, selama itu pula berbagai mafia akan meraja lela. Kedua, memaksakan transparansi dalam setiap transaksi oleh pengusaha. Salah satu trik mafia adalah menutupi pemilik sebenarnya dari usaha mereka. Saham PT dimiliki oleh PT yang dimiliki oleh PT lain, seterusnya bertingkat-tingkat sehingga sulit diketahui orang kuat sebenarnya di belakang usaha itu. Trik lain adalah dengan melakukan transaksi bertingkat kepada perusahaan milik sendiri di luar negeri. Perlu ada undang-undang membatasi kepemilikan bertingkat sampai maksimum dua tingkat. Ketiga, memberantas praktik transfer pricing dengan audit khusus terhadap transaksi yang mencurigakan. Mafia sering menyewa atau melakukan pembelian bahan baku dari perusahaan milik sendiri di luar negeri dengan harga jauh di atas harga pasar (over price) atau menjual hasil produksi dengan harga di bawah pasar (under price). Dengan demikian, dia akan membatasi laba di dalam negeri atau bahkan merugi guna menghindari pajak di dalam negeri. Keempat, menjaga ketat agar kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi pasar tidak bocor sebelum diumumkan dengan membatasi jumlah pejabat yang diikutsertakan dalam merumuskan kebijakan penting. Kelima, melaksanakan dengan konsekuen Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Persaingan Usaha, mengefektifkan kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang belakangan tumpul, serta memberantas monopoli dan persekongkolan dalam tender. Keenam, mengintensifkan pemeriksaan pajak pada usaha-usaha yang ditengarai menggelapkan pajak, baik dengan melanggar hukum maupun dengan memanfaatkan lubang-lubang dalam peraturan pajak. Perlu tekad politik Ketujuh, menggunakan kekuatan ekonomi pemerintah untuk membangkrutkan mereka yang mencari keuntungan besar dengan cara menimbun, bukan dengan menggunakan polisi ekonomi atau sejenisnya, melainkan dengan membanjiri pasar dengan barang yang diperdagangkan. Mafia tanah dapat dihentikan dengan peraturan mengenakan pajak bertingkat atas kepemilikan lahan kosong untuk waktu lama, membatasi areal tanah yang dimiliki pada setiap saat, dan pemerintah memiliki sendiri bank tanah untuk mengimbangi kepemilikan swasta. Kedelapan, menghilangkan segala bentuk subsidi yang tidak tepat sasaran dan hanya akan menciptakan dua harga yang mendorong penyelundupan. Sebaliknya, pemerintah melakukan kebijakan afirmatif dan memberi insentif kepada usaha-usaha yang menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja bagi khalayak. Kesembilan, menghindari sejauh mungkin perangkapan jabatan (dwifungsi) pengusaha dengan pejabat atau politisi dengan peraturan yang jelas tentang benturan kepentingan (conflict of interest). Kesepuluh, menjaga wibawa pemerintah dengan pelaksanaan hukum yang tegas, disiplin aparat, dan konsistensi dalam menetapkan kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat. Memang tidak mudah melawan berbagai kekuatan bisnis mafia ini. Akan tetapi, dengan tekad bulat politik, komunikasi publik yang jelas, dan niat yang tulus, rakyat akan mendukung dan perlahan, tetapi pasti mafia bisnis di Tanah Air akan dapat dikendalikan. Abdillah Toha Pemerhati Politik 26 Juni 2015 -- http://print.kompas.com/baca/2015/06/26/Melawan-Mafia-Bisnis * * *
Melawan Mafia Bisnis
print.kompas.com
Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengatakan bahwa negeri ini sedang menghadapi berbagai mafia. Mafia pangan, mafia ikan, mafia migas, dan lainnya (Kompas, 15/6/2015). Kalau mau ditambah masih ada lagi: mafia tanah, mafia bioskop, mafia saham, mafia Read more ... TV, mafia pengecer, dan banyak lagi. Istilah mafi…
129 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Selasa Malam , 17 Juni 2015 ------------------------------------ Menurut Faisal Basri --- JOKOWI LEBIH NEOLIBERAL DIBANDING SBY, ---- APA TUDUHAN INI SERIUS??? ---- KITA INGIN MENDENGAR KETERANGAN LEBIH LENGKAP * * * Ka Read more ... rena mencabut subsidi BBM dengan penjelasan (yang rasionil) i.e. – agar Mata Anggaran tsb. bisa digunakan dan dimanfaatkan guna kepentingan masyarakat yang lebih penting -- sperti pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan rakyat --- maka Jokowi dicap 'lebih neo-liberal dibanding SBY'. Kita ingin mendengar lebih lanjut keterangan yang lebih lengkap dari Faisal Bakri (atau siapa saja yang bisa menjelaskan) --- persisnya bagaimana --- : Jokowi yang hendak melaksanakan kebijakan BERDIKARI DI BIDANG EKONOMI-- Yang merupakan salah satu point "TRISAKTI" selain BERDAULAT DI BIDANG POLITIK dan BERKEPRIBADIAN DI BIDANG BUDAYA -- sampai dikatakan lebih neo-liberal !! --dibanding SBY dan presiden-presiden sebelumnya. * * * Lampiran: Faisal Basri: Jokowi Lebih Neolib Dibanding SBY – Selasa 16 Juni 2015. JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganut paham neoliberalisme yang lebih parah daripada Presiden RI sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pasalnya, menurut dia, pada era pemerintahan Presiden Jokowi, harga BBM bersubsidi diserahkan pada mekanisme pasar yang berdampak gonjang-ganjing terhadap perekonomian dan komoditas lainnya. "Enggak salah Pak Jokowi disebut neolib, lebih neolib daripada SBY," ujar Faisal Basri di Habibie Center, Senin (15/6/2015). Faisal Basri pun tidak percaya dengan jargon yang dikumandangkan Kabinet Kerja mengenai Nawacita saat ini. Sebab, Faisal menilai pemerintah yang bertanggung jawab tidak akan melemparkan harga BBM mengikuti fluktuasi. "Nawacita apa kalau gitu? Negara harus terus hadir," ungkap Faisal. Faisal menyarankan pada saat harga BBM turun, pemerintah harus mengambil ruang fiskal yang ada untuk tabungan. Alhasil, saat harga BBM naik, ada tabungan anggaran fiskal yang menahan peningkatan harga. "Tabungan dipakai waktu harga naik secara otomatis," papar Faisal. Faisal menambahkan, saat ini pemerintah semena-mena mengambil kebijakan dan keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi. Akibatnya, masyarakat dan pelaku industri khawatir sewaktu-waktu akan terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi. "Kalau diserahkan pasar jadi kayak roller cosster (harga BBM bersubsidi). Pemerintah bukan model ugal-ugalan seperti ini," kata Faisal. (Adiatmaputra Fajar Pratama) * * *
129 months ago
Graywolf Press ON IMMUNITY (http://bit.ly/1GphfPW), The Most Mom-Friendly Vaccine Book! Thanks, The Daily Beast!
The Most Mom-Friendly Vaccine Book
thedailybeast.com
An elegant history of vaccination—from female healers and 19th-century vampires to modern epidemics—and a ringing defense of women trying to make the best decisions for their families, Eula Biss’s “On Immunity” is a must-read.
131 months ago
The Daily Beast "If she doesn’t want to vaccinate her child, the rest of us can offer that child the protection from disease afforded by herd immunity."
The Most Mom-Friendly Vaccine Book
thebea.st
An elegant history of vaccination—from female healers and 19th-century vampires to modern epidemics—and a ringing defense of women trying to make the best decisions for their families, Eula Biss’s “On Immunity” is a must-read.
131 months ago
Graywolf Press “'Our fears are dear to us,' writes Eula Biss in her powerful and important book, ON IMMUNITY. Biss notes that a lot of the parents who are skeptical of vaccinations, like we were, are the same people who worry about hormones in meat and pesticides Read more ... on vegetables. We’ve been told by our industry-cozy government that these things aren’t toxic, but we suspect that’s not right. We seek out farm-to-table food and even organic baby wipes as a prudent expression of that caution and care." The Daily Beast explores vaccinations below!
I Didn’t Vaccinate My Child—And I Regret It
www.thedailybeast.com
How I finally discovered that vaccinating your kids is the right thing to do.
134 months ago
Mojca Čebul Have you heard about killing all the Bali stray dogs? All 500.000 of them? http://regional.kompas.com/read/2015/01/31/17073091/Gubernur.Bali.Tolonglah.Kalau.Lihat.Anjing.Liar.Dimatiin.Saja BALI GOVERNOR: “PLEASE, IF YOU SEE A STRAY DOG, JUST KIL Read more ... L IT” Help if you can! More information on https://www.facebook.com/bawabali
Bali Animal Welfare Association
BAWA is a non-profit organisation registered in Indonesia and the USA. BAWA works every day to save and protect animals in Bali and beyond.
134 months ago
Salon "Fear is celebrated and used as a justification for all types of violent actions..."
“We seem to be more frightened than we’ve ever been”: Eula Biss on anti-vaxxers, white privilege and
slnm.us
The essayist Eula Biss tells Salon how she got to know the anti-vaccine crowd -- and how she learned real empathy
134 months ago
More biss key kompas frekuensi 4051 posts »

Biss key kompas frekuensi 4051 news

No news about biss key kompas frekuensi 4051

Biss key kompas frekuensi 4051 videos

No videos about biss key kompas frekuensi 4051