Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA
Sabtu Siang, 27 Juni 2015
--------------------------------
BACA URAIAN ABDILLAH TOHA --
"MELAWAN MAFIA BISNIS"
Tanpa seizin penulisnya, Pemerhati Politik ABDILLAH TOHA, tulisannya berjudul "MELAWAN MAFIA BISNIS", dimuat lengkap Read more ... dibawah ini. Merupakan tema pokok kolom hari ini:
BACA URAIAN ABDILLAH TOHA – “MELAWAN MAFIA BISNIS”
* * *
Kita sering sekali membaca, mendengar, nonton film melihat di TV sekitar MAFIA . . . . Mafia ini . . . mafia itu. Barangkali tanpa disadari selama ini, bahwa (mungkin sekali) orang yang dikenal sebagai 'orang baik-baik', terhormat, dan elite --- adalah bagian dari mafia yang ditakuti itu.
Kiranya baru kali ini ada uraian yang cekak-aos . . apa sebenarnya MAFIA ITU? Disinilah arti pentingnya uraian ABDILLAH TOHA.
Adillah Toha -- memberikan penjelasan dan pencerahan APA ITU MAFIA, EKSISTENSINYA, KEBERADAANNYA, LEGITIMITASNYA,
BAHAYANYA -- PENGARUH DAN KEKUASAANNYA.
* * *
Berawal dari ucapan Presiden Joko Widodo baru-baru ini - - - bahwa negeri ini sedang menghadapi berbagai mafia. Mafia pangan, mafia ikan, mafia migas, dan lainnya (Kompas, 15/6/2015). . . Abdillah Toha menambahkan:
"Kalau mau ditambah masih ada lagi: mafia tanah, mafia bioskop, mafia saham, mafia TV, mafia pengecer, dan banyak lagi."
Mafia yang beroperasi di masyarakat, dalam kehidupan politik dan ekonomi, budaya sehari-hari -- Indonesia sekarang ini -- bukanlah suatu 'organized crime' (krimininal terorganisasi), seperti pengertian umumnya apa itu mafia -- Yang dimaksud disini, menurut Abdillah Tohga, adalah:
MAFIA BISNIS (seperti dikatakan Jokowi) --
". Kelompok ini legitimate. Bukan kriminal, melainkan bisa menabrak aturan main yang ditetapkan oleh peraturan dan undang-undang melalui cara yang lihai dengan memanfaatkan berbagai lubang dari aturan hukum. Kelompok ini biasanya punya kekuatan keuangan yang besar. Koneksi mereka kuat dengan penguasa di bidangnya, intimidatif apabila ada yang mengganggunya, cenderung monopolistik dan menguasai pasar, serta ikut memengaruhi kebijakan pemerintah agar menguntungkan kelompoknya. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, kelompok mafia memberikan imbal balik kepada penguasa dan politisi dalam bentuk uang, saham, dana pemilu, atau bentuk-bentuk lain yang sulit dilacak.
* * *
Renungkan sedikit lagi makna tulisan Abdillah Toha mengenai sifat dan cara-kerja MAFIA BISNIS INDONESIA, . . maka tibalah kita pada kesimpulan bahwa MAFIA BISNIS YANG 'EGITIMATE' di Indonesia dewasa ini, SESUNGGUHNYA SUDAH BEOPERASI SEJAK BERDIRINYA REZIM ORDE BARU.
Yang membesarkan dan meneruskan serta melindungi budaya korupsi – KKN di segenap jajaran birokrasi, -- sipil dan militer, baik di bidang ekskutif, legeslatif maupun yudikatif.
Seluruh sumber hidup dan eksistensi serta tindak tanduk rezim Orde Baru, sesungguhnya adalah -- seperti apa yang diuraikan oleh Abdillah Toha dalam tulisannya mengenai MAFIA BISNIS INDONESIA. Dan yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.
Abdillah Toha mengingatkan bahwa pemerintah harus , membersihkan aparat hukum dan pejabat dari unsur-unsur kotor yang memperkaya diri sendiri. Jika ada kemauan politik, tidak sulit mengidentifikasi mereka dan menggantikannya dengan orang-orang yang bersih dan berani. Selama masih ada pejabat yang bisa dibeli, selama itu pula berbagai mafia akan meraja lela.
Lalu menyarankan agar menjaga wibawa pemerintah dengan pelaksanaan hukum yang tegas, disiplin aparat, dan konsistensi dalam menetapkan kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat.
* * *
Silakan baca selengkapnya uraian Adillah Toha yang dimaksud:
Abdillah Toha
“Melawan Mafia Bisnis” -- Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengatakan bahwa negeri ini sedang menghadapi berbagai mafia. Mafia pangan, mafia ikan, mafia migas, dan lainnya (Kompas, 15/6/2015). Kalau mau ditambah masih ada lagi: mafia tanah, mafia bioskop, mafia saham, mafia TV, mafia pengecer, dan banyak lagi.
Istilah mafia yang berasal dari Sicilia, menurut Reader's Digest, berasal dari bahasa Arab "ma'siyah" yang berarti maksiat. Sicilia pernah diduduki oleh penguasa Arab. Namun, arti umum mafia adalah kelompok kriminal yang terorganisasi (organized crime). Sementara mafia yang dimaksud Jokowi adalah mafia bisnis. Kelompok ini legitimate. Bukan kriminal, melainkan bisa menabrak aturan main yang ditetapkan oleh peraturan dan undang-undang melalui cara yang lihai dengan memanfaatkan berbagai lubang dari aturan hukum.
Kelompok ini biasanya punya kekuatan keuangan yang besar. Koneksi mereka kuat dengan penguasa di bidangnya, intimidatif apabila ada yang mengganggunya, cenderung monopolistik dan menguasai pasar, serta ikut memengaruhi kebijakan pemerintah agar menguntungkan kelompoknya. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, kelompok mafia memberikan imbal balik kepada penguasa dan politisi dalam bentuk uang, saham, dana pemilu, atau bentuk-bentuk lain yang sulit dilacak.
Informasi adalah bagian penting dari kerja mafia. Mereka bisa memperoleh informasi penting jauh sebelum diketahui publik melalui kontak-kontak bayaran mereka di pemerintahan.
Hasil keuntungan mereka umumnya disimpan di negeri-negeri yang "aman", seperti Singapura dan kawasan bebas pajak, atau diinvestasikan dalam surat-surat berharga di luar negeri atau investasi lain.
Belakangan para mafia ini sedikit terbuka kedoknya setelah pemerintah menunjuk tim migas yang diketuai Faisal Basri dan setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan gebrakan menenggelamkan kapal-kapal "asing" pencuri ikan. Mafia tanah yang menguasai bank tanah dan menentukan harga tanah di kota-kota besar sejauh ini belum tersentuh. Mafia beras mempermainkan harga beras dengan menimbun dan menekan pembelian dari petani.
Memberantas mafia
Melawan mafia tidak mudah karena mereka kuat dan tidak akan tinggal diam. Selama bertahun-tahun mereka justru dipelihara dan dibesarkan oleh kekuatan politik tertentu guna menjamin kelangsungan kekuasaan mereka. Mereka akan melawan menggunakan kekuatan uang, lobi politik, media, dan apabila perlu dengan teror.
Politisi, anggota DPR, aparat hukum, dan pejabat yang dipelihara dan banyak menikmati keuntungan materi dari mereka tidak akan tinggal diam melihat sumber penghasilannya dihancurkan. Namun, dengan tekad yang bulat, pemerintah yang bersih dan berkemauan politik dapat meminimalkan kerusakan yang diakibatkan oleh berbagai mafia ekonomi ini sebagai berikut.
Pertama, membersihkan aparat hukum dan pejabat dari unsur-unsur kotor yang memperkaya diri sendiri. Jika ada kemauan politik, tidak sulit mengidentifikasi mereka dan menggantikannya dengan orang-orang yang bersih dan berani. Selama masih ada pejabat yang bisa dibeli, selama itu pula berbagai mafia akan meraja lela.
Kedua, memaksakan transparansi dalam setiap transaksi oleh pengusaha. Salah satu trik mafia adalah menutupi pemilik sebenarnya dari usaha mereka. Saham PT dimiliki oleh PT yang dimiliki oleh PT lain, seterusnya bertingkat-tingkat sehingga sulit diketahui orang kuat sebenarnya di belakang usaha itu. Trik lain adalah dengan melakukan transaksi bertingkat kepada perusahaan milik sendiri di luar negeri. Perlu ada undang-undang membatasi kepemilikan bertingkat sampai maksimum dua tingkat.
Ketiga, memberantas praktik transfer pricing dengan audit khusus terhadap transaksi yang mencurigakan. Mafia sering menyewa atau melakukan pembelian bahan baku dari perusahaan milik sendiri di luar negeri dengan harga jauh di atas harga pasar (over price) atau menjual hasil produksi dengan harga di bawah pasar (under price). Dengan demikian, dia akan membatasi laba di dalam negeri atau bahkan merugi guna menghindari pajak di dalam negeri.
Keempat, menjaga ketat agar kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi pasar tidak bocor sebelum diumumkan dengan membatasi jumlah pejabat yang diikutsertakan dalam merumuskan kebijakan penting.
Kelima, melaksanakan dengan konsekuen Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Persaingan Usaha, mengefektifkan kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang belakangan tumpul, serta memberantas monopoli dan persekongkolan dalam tender.
Keenam, mengintensifkan pemeriksaan pajak pada usaha-usaha yang ditengarai menggelapkan pajak, baik dengan melanggar hukum maupun dengan memanfaatkan lubang-lubang dalam peraturan pajak.
Perlu tekad politik
Ketujuh, menggunakan kekuatan ekonomi pemerintah untuk membangkrutkan mereka yang mencari keuntungan besar dengan cara menimbun, bukan dengan menggunakan polisi ekonomi atau sejenisnya, melainkan dengan membanjiri pasar dengan barang yang diperdagangkan. Mafia tanah dapat dihentikan dengan peraturan mengenakan pajak bertingkat atas kepemilikan lahan kosong untuk waktu lama, membatasi areal tanah yang dimiliki pada setiap saat, dan pemerintah memiliki sendiri bank tanah untuk mengimbangi kepemilikan swasta.
Kedelapan, menghilangkan segala bentuk subsidi yang tidak tepat sasaran dan hanya akan menciptakan dua harga yang mendorong penyelundupan. Sebaliknya, pemerintah melakukan kebijakan afirmatif dan memberi insentif kepada usaha-usaha yang menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja bagi khalayak.
Kesembilan, menghindari sejauh mungkin perangkapan jabatan (dwifungsi) pengusaha dengan pejabat atau politisi dengan peraturan yang jelas tentang benturan kepentingan (conflict of interest).
Kesepuluh, menjaga wibawa pemerintah dengan pelaksanaan hukum yang tegas, disiplin aparat, dan konsistensi dalam menetapkan kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat.
Memang tidak mudah melawan berbagai kekuatan bisnis mafia ini. Akan tetapi, dengan tekad bulat politik, komunikasi publik yang jelas, dan niat yang tulus, rakyat akan mendukung dan perlahan, tetapi pasti mafia bisnis di Tanah Air akan dapat dikendalikan.
Abdillah Toha
Pemerhati Politik
26 Juni 2015 -- http://print.kompas.com/baca/2015/06/26/Melawan-Mafia-Bisnis
* * *
Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengatakan bahwa negeri ini sedang menghadapi berbagai mafia. Mafia pangan, mafia ikan, mafia migas, dan lainnya (Kompas, 15/6/2015). Kalau mau ditambah masih ada lagi: mafia tanah, mafia bioskop, mafia saham, mafia Read more ... TV, mafia pengecer, dan banyak lagi. Istilah mafi…
129 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA
Rabu Sore, 25 Maret 2015
-----------------------
LEE KUAN YEW
BERAKHIRNYA HIDUP SEORANG DIKTATOR YG MENGHARAMKAN KRITIK Dan OPOSISI
* * *
Meskipun formalnya sudah lama Lee Kuan Yew ti Read more ...dak lagi perdana mentri Singapur, sudah digantikan oleh pilihannya sendiri, PUTRANYA, -- namun, ia masih terus memberikan 'pengarahan dari belakang layar' mengenai urusan bagaimana mengelola negeri dan penduduknya, sampai akhir hidupnya.
Matinya LEE KUAN YEW, membuka kesempatan baru bagi masyarakat mancanegara, dan bagi generasi muda Singapur, mempertanyakan, mempersoalkan . . . . menilai peranan kepemimpinan Lee Kuan Yew atas Singapur selama kurang lebih setengah abad. Berapa persen positifnya dan berapa persen negatifnya terhadap negeri dan warga Singapur. Berapa besar pengaruhnya terhadap negeri-negeri lain.
* * *
Pemimpin “Singapore Democratic Party” (SDP), ---- Dr Chee Soon Juan, mengecam keras sistim pemerintahan otoriter Lee Kuan Yew. Yang melalui fitnah dan tuduhan terhadap para pengkritisinya, kemudian menjebloskannya ke penjara.
“Kewajiban barisan oposisi, masyarakat dan gerakan buruh, telah dilumpuhkan, dalam kurun waktu 50 tahun y.l, melalui pemenjaraan tanpa proses pengadilan dan persekusi kriminil, dan hampir semua surat-kabar, siaran TV dan radio dimiliki dan dikelola oleh negara” tulis Dr Chee.
Dr Chee Soon Juan dewasa ini adalah Sekjen Singapore Demovrtic Party (SADP). Ia pemimpin oposisi. Oleh Amnesty International Dr Chee dinyatakan sebagai “prisoner of conscience”(tahanan politik). Dr Chee S.J dipenjarakan lebih dari duabelas kali, karena kegiatan oposisi yang dilakukannya. Sementara ini, -- ia 'bebas' setelah menunaikan pembayaran uang tebus untuk menckhiri keadaan 'bangkrut' seperti yang dinyatakan oleh pemerintah, mengenai dirinya. Halmana mencegah Dr Chee Soon Juan ambil bagian dalam pemilu yang lalu.
Namun, Ia akan ambil bagian dalam pemilu 2016 yad.
* * *
Tan Wah Piow, adalah Presiden dari Persatuan Mahasiswea Universitas Singpur (the University of Singapore Students’ Union (USSU). (1974). USSU dan Singapore Polytechnic Students’ Union. Pernah mengadakan kampanye untuk demokraswi dan keadilan sosial bagi kaum pekerja.
Ia pun pernah masuk penjara (setahun) atas tuduhan mengadakan 'kerusuhan'. Begitu keluar penjara (1975) ia 'tiarap' , kemudian dapat asilum di Inggris.
Tan Wah Piow dituduh pemerintah sebagi 'biang keladi' “konspirasi Marxis”. Ketika itu ia berumur 35th dan sedang memberikan kuliah di Oxford University. Ia membantah fitnahan dan tuduhan pemerintah Singapur itu. Setelah pada tahun 1987, ditngkap lagi -- kewarganegaraannya dicabut oleh pemerintah Singapur.
Dewasa ini Tan Wsah Piow praktek sebagai advokat di London, dan berharap kewarganegaraannya sebagai warga Singapur dipulihkan.
* * *
Tan Wah Piow , yang terpaksa tinggal sebagiai eksil di Inggris, memprediksi, bahwa kematian Lee Kusan Yew akan membebaskan rakyat Singapur dari otoriterisme. Dari tindakan supresi terhadap hak-hak demokrasi.
“Semasa hidupnya satu-satunya kepedulian Lee Kuan Yew adalah supaya ia ditakuti oleh rakyat. Ia begitu luar biasa sukses dalam ushanya itu, sehingga pada saat kematiannya, ia tidak meninggalkan satupun pengikut: --- hanyalah ANTÉK.”, demikian dinyatakan oleh disiden politik Singapur tsb.
“Ia akan dikenang sebagai seorang diktator yang sempurna yang mempertahankan semacam (a veneer of) demokrasi dan mengenai ilusi besar tentang supremasi hukum, hingga akhir hidupnya.
Demikianlkah hasil yang dicapainya, sehingga diktator dimana-mana memandang sistim-kontrolnya dengan rasa iri-hati”.
* * *
“Matinya Lee Kuan Yew pasti akan menghilangkan rintangan dan membebaskan rakyat dari suasana takut. Takut terhadap persekusi politik yang telah melumpuhkan warga dan penduduk Singapur- sehingga tak ada samanya di negeri manapun, yang telah berkembang, -- sedemikian parahnya, sehingga bahkan lapisan yang amat kaya sekalipun, yang amat pandai, dan mereka yang menjabat posisi tinggi di pemerintahan, takut memberikan pendapat yang berbeda (dengan pendapat resmi).
Dengan kematiannya, kebenaran tentang orang ini akan muncul. Untunglah yang sudah mati itu, tidak bisa lagi mengayunkan tongkat undang-undang yang mempersekusi siapa saja yang dianggap memfitnah, untuk menyumbat mulut pengkritisinya, Lee cepat sekali brtindak seperti itu, selama hidupnya. Demikian antara lain Tan Wah Piow.
* * *
Semasa hidupnya Lee Kuan Yew menolak kriitk-kritik terhadap sistim politik otoriter yang dijalankannya di Singapur.
“ Saya menghendaki kedamaian-sipil dan stabilitas di negeri ini, saya tidak mengikuti resep apapoun yang disodorkan pada saya oleh akhli teori manapun mengenai demokrasi”. Demikian tukas Lee Kuan Yew menangkis kritik-kritik dan membela sistim otoriter yang dipaksakannya di dalam negeri.
* * *
Seperti yang banyak dikomentari okeh pers mancanegar: Di satu fihak Lee Kuan Yew dikenang oleh banyak orang Singapur dengan rasa hormat dan bangga. Sementara tokoh politik elit negeri yang sedang berkembang, menganggp sistim otoriter/diktatorial Kee Kuan Yew – sebagai teladan bagi negeri yang sedang berkembang.
Tetapi bagi generasi muda ----- ia dikenang sebagai SEORANG DIKTATOR. Yang mewarisi KEMISKINAN DAN KEKERASAN pada periode lahirnya Singapur sebagai negeri dan bangsa.
Kaum muda mempersoalkan, pengontrolan dinasti Lee Kuan Yew atas politik Singapur . Kaum muda berjuang untuk demokrasi yang lebih luas.
* * *
Sebagai ilustrasi: -- Siapa Lee kuan Yew, baik baca a.l seleksi Kompas sekitar sejumlah ucapan Lee Kuan Yew ketika masih berjaya:
---- "Dicintai atau ditakuti, saya selalu percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Machiavelli adalah benar. Jika tidak ada yang menakuti saya sebagai pemimpin, maka saya tidak ada artinya."
---- "Saya harus memenjarakan lawan, tanpa pengadilan, baik komunis, sauvinis, atau ekstremis agama. Jika saya tidak melakukannya, negara ini akan hancur."
Terkadang saya harus melakukan sesuatu yang kejam, seperti memenjarakan orang tanpa pengadilan."
* * *
* * *