Fakultas dakwah dan komunikasi posts

Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Sabtu Siang, 27 Juni 2015 -------------------------------- BACA URAIAN ABDILLAH TOHA -- "MELAWAN MAFIA BISNIS" Tanpa seizin penulisnya, Pemerhati Politik ABDILLAH TOHA, tulisannya berjudul "MELAWAN MAFIA BISNIS", dimuat lengkap Read more ... dibawah ini. Merupakan tema pokok kolom hari ini: BACA URAIAN ABDILLAH TOHA – “MELAWAN MAFIA BISNIS” * * * Kita sering sekali membaca, mendengar, nonton film melihat di TV sekitar MAFIA . . . . Mafia ini . . . mafia itu. Barangkali tanpa disadari selama ini, bahwa (mungkin sekali) orang yang dikenal sebagai 'orang baik-baik', terhormat, dan elite --- adalah bagian dari mafia yang ditakuti itu. Kiranya baru kali ini ada uraian yang cekak-aos . . apa sebenarnya MAFIA ITU? Disinilah arti pentingnya uraian ABDILLAH TOHA. Adillah Toha -- memberikan penjelasan dan pencerahan APA ITU MAFIA, EKSISTENSINYA, KEBERADAANNYA, LEGITIMITASNYA, BAHAYANYA -- PENGARUH DAN KEKUASAANNYA. * * * Berawal dari ucapan Presiden Joko Widodo baru-baru ini - - - bahwa negeri ini sedang menghadapi berbagai mafia. Mafia pangan, mafia ikan, mafia migas, dan lainnya (Kompas, 15/6/2015). . . Abdillah Toha menambahkan: "Kalau mau ditambah masih ada lagi: mafia tanah, mafia bioskop, mafia saham, mafia TV, mafia pengecer, dan banyak lagi." Mafia yang beroperasi di masyarakat, dalam kehidupan politik dan ekonomi, budaya sehari-hari -- Indonesia sekarang ini -- bukanlah suatu 'organized crime' (krimininal terorganisasi), seperti pengertian umumnya apa itu mafia -- Yang dimaksud disini, menurut Abdillah Tohga, adalah: MAFIA BISNIS (seperti dikatakan Jokowi) -- ". Kelompok ini legitimate. Bukan kriminal, melainkan bisa menabrak aturan main yang ditetapkan oleh peraturan dan undang-undang melalui cara yang lihai dengan memanfaatkan berbagai lubang dari aturan hukum. Kelompok ini biasanya punya kekuatan keuangan yang besar. Koneksi mereka kuat dengan penguasa di bidangnya, intimidatif apabila ada yang mengganggunya, cenderung monopolistik dan menguasai pasar, serta ikut memengaruhi kebijakan pemerintah agar menguntungkan kelompoknya. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, kelompok mafia memberikan imbal balik kepada penguasa dan politisi dalam bentuk uang, saham, dana pemilu, atau bentuk-bentuk lain yang sulit dilacak. * * * Renungkan sedikit lagi makna tulisan Abdillah Toha mengenai sifat dan cara-kerja MAFIA BISNIS INDONESIA, . . maka tibalah kita pada kesimpulan bahwa MAFIA BISNIS YANG 'EGITIMATE' di Indonesia dewasa ini, SESUNGGUHNYA SUDAH BEOPERASI SEJAK BERDIRINYA REZIM ORDE BARU. Yang membesarkan dan meneruskan serta melindungi budaya korupsi – KKN di segenap jajaran birokrasi, -- sipil dan militer, baik di bidang ekskutif, legeslatif maupun yudikatif. Seluruh sumber hidup dan eksistensi serta tindak tanduk rezim Orde Baru, sesungguhnya adalah -- seperti apa yang diuraikan oleh Abdillah Toha dalam tulisannya mengenai MAFIA BISNIS INDONESIA. Dan yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Abdillah Toha mengingatkan bahwa pemerintah harus , membersihkan aparat hukum dan pejabat dari unsur-unsur kotor yang memperkaya diri sendiri. Jika ada kemauan politik, tidak sulit mengidentifikasi mereka dan menggantikannya dengan orang-orang yang bersih dan berani. Selama masih ada pejabat yang bisa dibeli, selama itu pula berbagai mafia akan meraja lela. Lalu menyarankan agar menjaga wibawa pemerintah dengan pelaksanaan hukum yang tegas, disiplin aparat, dan konsistensi dalam menetapkan kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat. * * * Silakan baca selengkapnya uraian Adillah Toha yang dimaksud: Abdillah Toha “Melawan Mafia Bisnis” -- Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengatakan bahwa negeri ini sedang menghadapi berbagai mafia. Mafia pangan, mafia ikan, mafia migas, dan lainnya (Kompas, 15/6/2015). Kalau mau ditambah masih ada lagi: mafia tanah, mafia bioskop, mafia saham, mafia TV, mafia pengecer, dan banyak lagi. Istilah mafia yang berasal dari Sicilia, menurut Reader's Digest, berasal dari bahasa Arab "ma'siyah" yang berarti maksiat. Sicilia pernah diduduki oleh penguasa Arab. Namun, arti umum mafia adalah kelompok kriminal yang terorganisasi (organized crime). Sementara mafia yang dimaksud Jokowi adalah mafia bisnis. Kelompok ini legitimate. Bukan kriminal, melainkan bisa menabrak aturan main yang ditetapkan oleh peraturan dan undang-undang melalui cara yang lihai dengan memanfaatkan berbagai lubang dari aturan hukum. Kelompok ini biasanya punya kekuatan keuangan yang besar. Koneksi mereka kuat dengan penguasa di bidangnya, intimidatif apabila ada yang mengganggunya, cenderung monopolistik dan menguasai pasar, serta ikut memengaruhi kebijakan pemerintah agar menguntungkan kelompoknya. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, kelompok mafia memberikan imbal balik kepada penguasa dan politisi dalam bentuk uang, saham, dana pemilu, atau bentuk-bentuk lain yang sulit dilacak. Informasi adalah bagian penting dari kerja mafia. Mereka bisa memperoleh informasi penting jauh sebelum diketahui publik melalui kontak-kontak bayaran mereka di pemerintahan. Hasil keuntungan mereka umumnya disimpan di negeri-negeri yang "aman", seperti Singapura dan kawasan bebas pajak, atau diinvestasikan dalam surat-surat berharga di luar negeri atau investasi lain. Belakangan para mafia ini sedikit terbuka kedoknya setelah pemerintah menunjuk tim migas yang diketuai Faisal Basri dan setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan gebrakan menenggelamkan kapal-kapal "asing" pencuri ikan. Mafia tanah yang menguasai bank tanah dan menentukan harga tanah di kota-kota besar sejauh ini belum tersentuh. Mafia beras mempermainkan harga beras dengan menimbun dan menekan pembelian dari petani. Memberantas mafia Melawan mafia tidak mudah karena mereka kuat dan tidak akan tinggal diam. Selama bertahun-tahun mereka justru dipelihara dan dibesarkan oleh kekuatan politik tertentu guna menjamin kelangsungan kekuasaan mereka. Mereka akan melawan menggunakan kekuatan uang, lobi politik, media, dan apabila perlu dengan teror. Politisi, anggota DPR, aparat hukum, dan pejabat yang dipelihara dan banyak menikmati keuntungan materi dari mereka tidak akan tinggal diam melihat sumber penghasilannya dihancurkan. Namun, dengan tekad yang bulat, pemerintah yang bersih dan berkemauan politik dapat meminimalkan kerusakan yang diakibatkan oleh berbagai mafia ekonomi ini sebagai berikut. Pertama, membersihkan aparat hukum dan pejabat dari unsur-unsur kotor yang memperkaya diri sendiri. Jika ada kemauan politik, tidak sulit mengidentifikasi mereka dan menggantikannya dengan orang-orang yang bersih dan berani. Selama masih ada pejabat yang bisa dibeli, selama itu pula berbagai mafia akan meraja lela. Kedua, memaksakan transparansi dalam setiap transaksi oleh pengusaha. Salah satu trik mafia adalah menutupi pemilik sebenarnya dari usaha mereka. Saham PT dimiliki oleh PT yang dimiliki oleh PT lain, seterusnya bertingkat-tingkat sehingga sulit diketahui orang kuat sebenarnya di belakang usaha itu. Trik lain adalah dengan melakukan transaksi bertingkat kepada perusahaan milik sendiri di luar negeri. Perlu ada undang-undang membatasi kepemilikan bertingkat sampai maksimum dua tingkat. Ketiga, memberantas praktik transfer pricing dengan audit khusus terhadap transaksi yang mencurigakan. Mafia sering menyewa atau melakukan pembelian bahan baku dari perusahaan milik sendiri di luar negeri dengan harga jauh di atas harga pasar (over price) atau menjual hasil produksi dengan harga di bawah pasar (under price). Dengan demikian, dia akan membatasi laba di dalam negeri atau bahkan merugi guna menghindari pajak di dalam negeri. Keempat, menjaga ketat agar kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi pasar tidak bocor sebelum diumumkan dengan membatasi jumlah pejabat yang diikutsertakan dalam merumuskan kebijakan penting. Kelima, melaksanakan dengan konsekuen Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Persaingan Usaha, mengefektifkan kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang belakangan tumpul, serta memberantas monopoli dan persekongkolan dalam tender. Keenam, mengintensifkan pemeriksaan pajak pada usaha-usaha yang ditengarai menggelapkan pajak, baik dengan melanggar hukum maupun dengan memanfaatkan lubang-lubang dalam peraturan pajak. Perlu tekad politik Ketujuh, menggunakan kekuatan ekonomi pemerintah untuk membangkrutkan mereka yang mencari keuntungan besar dengan cara menimbun, bukan dengan menggunakan polisi ekonomi atau sejenisnya, melainkan dengan membanjiri pasar dengan barang yang diperdagangkan. Mafia tanah dapat dihentikan dengan peraturan mengenakan pajak bertingkat atas kepemilikan lahan kosong untuk waktu lama, membatasi areal tanah yang dimiliki pada setiap saat, dan pemerintah memiliki sendiri bank tanah untuk mengimbangi kepemilikan swasta. Kedelapan, menghilangkan segala bentuk subsidi yang tidak tepat sasaran dan hanya akan menciptakan dua harga yang mendorong penyelundupan. Sebaliknya, pemerintah melakukan kebijakan afirmatif dan memberi insentif kepada usaha-usaha yang menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja bagi khalayak. Kesembilan, menghindari sejauh mungkin perangkapan jabatan (dwifungsi) pengusaha dengan pejabat atau politisi dengan peraturan yang jelas tentang benturan kepentingan (conflict of interest). Kesepuluh, menjaga wibawa pemerintah dengan pelaksanaan hukum yang tegas, disiplin aparat, dan konsistensi dalam menetapkan kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat. Memang tidak mudah melawan berbagai kekuatan bisnis mafia ini. Akan tetapi, dengan tekad bulat politik, komunikasi publik yang jelas, dan niat yang tulus, rakyat akan mendukung dan perlahan, tetapi pasti mafia bisnis di Tanah Air akan dapat dikendalikan. Abdillah Toha Pemerhati Politik 26 Juni 2015 -- http://print.kompas.com/baca/2015/06/26/Melawan-Mafia-Bisnis * * *
Melawan Mafia Bisnis
print.kompas.com
Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengatakan bahwa negeri ini sedang menghadapi berbagai mafia. Mafia pangan, mafia ikan, mafia migas, dan lainnya (Kompas, 15/6/2015). Kalau mau ditambah masih ada lagi: mafia tanah, mafia bioskop, mafia saham, mafia Read more ... TV, mafia pengecer, dan banyak lagi. Istilah mafi…
129 months ago
Muslim Sa-ud Independent’s action of Patani nation Bandung, Indonesia 8 April 2015 The chairman of BEM (Badan Eksikutif Mahasiswa) or Student Executives Board UIN, Sunan Jati Bangung, Delivering a speech independence of Patani Nations support from indonisia yo Read more ... uth. At the forum “International dakwah dialogue” that has been held on 8 April 2015 in UIN Campus, Sunan Gunung Jati Bandung said that, the freedom is the right of every nation As well as Patani’s supporters becouse of the background of conflicks during this time began from historical factors, social, political etc.
Dukungan kemerdekaan bagi Bangsa PATANI dari putra Indonesia
youtube.com
Wahai Bangsaku, Kembalikanlah maruah Bangsa kita ini, merebut dan mempertahankanlah kemerdekaan negara PATANI.
129 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Rabu, 22 April 2015 ----------------------------- PERHATIKAN! – WASPADA ! Terhadap KRIMINALITAS LEWAT “FACEBOOK” Dan INTERNET ! * * * Perkembangan dan kemajuan pesat ilmu dan teknologi komunikasi yang sungguh pesat p Read more ... ada akhir abad lalu dan awal abad ini, -- telah mendorong maju transparansi dan kegiatan komunkasi secara umum dan keseluruhan. Mendorong maju kegiatan ilmiah, seperti riset dan studi. Serta kegiatan-kegiatan manusiawi banyak lainnya. Telah memajukan perjuangan pemberlakuan 'freedom of speech', 'kebebasan menyatakan pendapat'. Dalam arti tertentu, -- juga telah mendorong maju proses perkembangan perjuangn untuk hak-hak demokrasi dan HAM. Merupakan juga dorongan pada kegiatan dan perjuangan mengungkap dan melawan birokrasi, penyalahgunaan kedudukan, kolusi dan KORUPSI. * * * Di segi lain: Perkembangan canggih dunia komunikasi, telah disalahgunakan oleh para kriminil, untuk melakukan kegiatannya. Seperti melakukan penipuan (dengan menggunakan identitas seseorng yang dikenal, mencoba untuk 'minta bantuan uang', karena sedang kesulitan dsb. Juga pemerintah negeri-negeri tertentu, melalui badan intel mereka, terbukti -- telah membajak pembicaraan tilpun antara pemimpin-pemimpin beberapa negeri, guna kepentingan intel mereka. Suatu tindakan melanggar hukum yang juga dilakukan oleh sementara negeri. |Namun, bila ditimbang-timbang plus-minusnya, baik-buruknya perkembangan dan kemajuan di bidang komunikasi dewasa ini, jelas, lebih banyak positifnya ketimbang negatifnya bagi kehidupan masyarakat manusia sekarang dan selanjutnya. Menarik pelajaran dari pengalaman selama ini, maka, pada setiap pengguna alat komunikasi, dituntut KEWASPADAAN, agar tidak menjadi korban kegiatan kriminil yang menyalahgunakan alat komunikasi modern demi kegiatan pelanggaran hukum. * * * Masaalah KWASPADAAN dalam penggunaan alat komunikasi internet kali ini disoroti dalam tulisan ini. Penyebabnya: -- Pagi ini kuterima tilpun yang memberitakan bahwa nama dan “identitasku” telah disalah gunakan untuk keperluan kriminil. Selanjutnya, kuterima email dari pembaca yang budiman sbb: Pak Ibrahim Isa yth, Perkenankan saya menyampaikan bahwa akun facebook pak Isa rupanya telah dibajak oleh seseorang, dan dipergunakannya untuk melakukan penipuan dengan cara memohon peminjaman uang bagi sanak keluarganya yang sakit. Semoga menjadi perhatian pak Isa untuk menindaklanjutinya, terima kasih. Juga Facebook menyampaikan kepadaku bahwa 'ada orang' yang telah membajak akun Facebook-ku. Untuk mengatasi problim ini Facebook lalu mengambil tindakan bersama yang diperlukan. * * * Banyak terima kasih kepada relasi yang telah menyampaikan berita sekitar kegiatan kriminil melalui internet. * * *
131 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Jum'at Sore, 03 April 2015 --------------------------------- - Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Dikatagorikan Pemimpin Terbesar Dunia Sebuah majalah terkenal Dunia Bisnis mancanegara (AS), “FORTUNE”, dalam edisi Eropah, 05 Ap Read more ... ril 2015, “Fortune.com” Number 5, memfokuskan 'cover-story-nya', pada - “Limapuluh Pemimpin Terbesar Dunia” -- “THE WORLD'S 50 GREATEST LEADERS”. Yang terpilih masuk katagori 50 pemimpin terbesar dunia, a.l tokoh-tokoh seperti Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping (karena berhasil memimpin Tiongkok maju, stabil dan konsisten dalam usaha menangani masalah korupsi - di bawah pimpinannya bukan saja koruptor klas 'nyamuk 'yang ditindak, --- tetapi juga koruptor klas 'harimau', sepert Zhou Yungkang); --- Pemenang Hadiah Nobel Kailash Sayarthi, pemimpin perjuangan melawan pekerja kanak-kanak sedunia; --- Joanne Liu, Presiden International Medecine Sans Frontiers; Mark Zuckerberg – CEO Facebook, dan CEO APPLE, Tim Cook . . Dan 45 tokoh-tokoh selebriti mancanegara lainnya dari dunia politik, ekonomi, finans, sosial, ilmu, kemanuiaan, religi, dan bisnis. * * * Namun, yang membikin tergerak dibuatnya tulisan ini adalah,--- dimasukkannya nama Walikota Surabaya TRI RISMAHARINI - (54th), yang dinilai oleh “FORTUNE” sejajar dengan nama-nama selebriti seperti Kailash Sayarthi, Xi Jinping, Paus Frnciscus, Putin, Presiden Liberia, dll, sebagai tokoh-tokoh dunia tergolong LIMA PULUH PEMIMPIN TERBESAR DUNIA dewasa ini. Setiap warga Indonesia yang punya rasa KEBANGSAAN PATRIOTIK tidak-bisa-tidak akan bangga. Bangga bahwa di kalangan pengelola pemerintahan (daerah) di Indonesia juga terdapat pegawai negeri – birokrat – yang baik, bersih, yang dengan sepenuh hati mengabdi warga yang memilihnya sebagai pejabat walikota yang baik. SIAPA TRI RISMAHARINI? Pada tanggal 30 Desember 2013, kutulis di kolomku, a.l sbb: “Pada penghujung tahun 2013 ini, seyogianya bahagia kita membaca berita baik sekitar prestasi yang dicapai oleh warga kota Surabaya. Warga Surabaya, di bawah asuhan Walikota Bu Risma, berhasil meraih penghargaan nasional dan internasional dalam mengelola dan memperindah kota Surbaya. Prestasi ini untuk kesekian kalinya mendesak ke belakang segala keluhan dan rintihan fihak-fihak yang hanya bisa melihat segi-segi negatif bangsa ini. Melihat gejala-gejala negatif dalam kehidupan bangsa, seperti belum tegaknya hukum, membudayanya birokrasi, nepotisme, manipulasi, korupsi dengan mencuatnya a.l kasus korupsi mantan Ketua MK dan kasus korupsi Gubernur Banten, dll . . . lalu . . . menjadi pesimis mengenai haridepan bangsa dan negeri ini. Selanjutnya berkembanglah fikiran masa-bodoh dan pasrah. Tidak punya kepercayaan pada kemampuan berjuang dan sukses dari bangsa Indonesia. Sesungguhnya mereka seolah-olah lupa bahwa berdirinya negara REPUBLIK INDONESIA, TEGAKNYA BANGSA INDONESIA. . . . menunjukkan WATAK NASION INDONESIA, yang sessungguhnya. Pandangan pesimis demikian itu, tidak mampu mengkhayati sejarah bangsa kita. Bukankah para pejuang-bangsa para pendahulu kita telah membuktikan bahwa mereka adalah insan-insan yang berkarakter! Yang telah memberikan sumbangan besar? Yang paling fatal ialah munculnya suara yang minta dikasihani seperti celetukan : “SAYA MALU JADI ORANG INDONESIA” * * * Rakyat Surabaya, . . . . bukan saja pada periode Awal Perang Kemerdekaan, tetapi juga dalam periode damai dan pembangunan dewasa ini menunjukkan bahwa bangsa ini, di bawah pimpinan seorang "jurumudi" yang benar-benar punya visi. . . dan yang tujuan utamanya adalah mengabdi rakyat yang dipimpinnya, PUNYA KEMAMPUAN TINGGI DAN SANGGUP BERPRESTASI TIDAK KALAH DARI BANGSA-BANGSA LAINNYA. * * * Apa yang ditunjukkan oleh Walikota Bu Risma dan warga Surabaya, bukanlah sesuatu yang luar biasa. Tetapi, . . . dalam situasi dimana sebagian masyarakat meragukan apakah bangsa dan negeri ini bisa survive, mampu menghadapi tantangan dan maju, menjadi bangsa dan negeri yang kuat, adil dan makmur, – – yang disebabkan begitu merajalelanya kultur korupsi dan nepotisme, berlanjutmya suasana was-was terhadap pemberlakuan hukum, . . . maka semangat dan prestasi warga Surabaya, pasti punya arti besar! Perkembangan tsb menunjukkan satu hal kongkrit: -- Walikota Surabaya dan rakyat yang dipimpinnya, dengan perbuatan nyata, telah membuktikan kesekian kalinya, bahwa dikalangan bangsa ini tidak sedikit abdi-abdi rakyat yang sejati. Asal saja ada kesempatan yang wajar untuk tercapainya PRESTASI yang memajukan bangsa ini. * * * Ketika mengakatagoprikan TRI HISMARINI sebagai salah seorang dari tokoh PEMIMPIN DUNIA TERBESAR, majalah FPRTUNE, menulis: “Terpilih sebagai Walikota Surabaya pada tahun 2010 Rismaharini telah mentransformasi kota berpenduduk 2,7 juta tswb menjadi sebuah kota metropolis Indonesia, yang kaya dengan ruang hijau dan lingkugan yang bagus. Kota Surabaya yang dikenal lama kaena polusinya dan lalu-lintas yang macet, dewasa ini bangg dengan 11 lokasi daerah taman yang indah subur dan daerh-darah hijau lainnya.” * * * Penilaian lainnya yang bisa dibaca di media a.l sbb: “Ia adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Walikota Surabaya sepanjang sejarah. Risma adalah perempuan pertama Indonesia yang berulang kali masuk daftar walikota terbaik dunia. “Risma adalah insinyur lulusan Arsitektur dan pasca sarjana Manajemen Pembangunan Kota. . . Ia tercatat sebagai wanita pertama yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi di Indonesia pasca Reformasi 98. “Pada 4 Maret 2015, ia mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Insitut Teknologi Spuluh Nopember Surbaya (ITS]. Gelar kehormatan tersebut diberikan dalam bidang Manajemen Pembangunan Kota di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. * * * “Belum setahun menjabat, pada tanggal 31 Januari 2011, Ketua DPRD Surabaya Whisnu Wardhana menurunkan Risma dengan hak angketnya. Alasannya adalah karena adanya Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) Nomor 56 tahun 2010 tentang Perhitungan nilai sewa reklame dan Peraturan wali kota Surabaya Nomor 57 tentang perhitungan nilai sewa reklame terbatas di kawasan khusus kota Surabaya yang menaikkan pajak reklame menjadi 25%. Risma dianggap telah melanggar undang-undang, yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 16/2006 tentang prosedur penyusunan hukum daerah dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008. Sebab Walikota tidak melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dalam membahas maupun menyusun Perwali. Keputusan ini didukung oleh 6 dari 7 fraksi politik yang ada di dewan, termasuk PDI-P; - - - - - (Catat ini: Tri Hismaharini adalah kader parpol PDI-P. Namun, wakil PDI-P di DPRD, ikut-ikut rencana 'memecat' kader parpolnya sendiri -- Fikiran orang tiba-tiba teringat pada Gubernur Jakarta Ahok, yang sedang bernafsunya digembosi oleh DPRD, dimana terdapat wakil PDI-P) * * * Tentang Perwali nomor 57 yang diterbitkannya itu, Risma beralasan, pajak di kawasan khusus perlu dinaikkan agar pengusaha tidak seenaknya memasang iklan di jalan umum, dan agar kota tak menjadi belantara iklan. Dengan pajak yang tinggi itu, pemerintah berharap, pengusaha iklan beralih memasang iklan di media massa, ketimbang memasang baliho di jalan-jalan kota.[9] Akhirnya, Mendagri Gamawan Fauzi angkat bicara akan hal ini dan menegaskan bahwa Tri Risma tetap menjabat sebagai Wali Kota Surabaya dan menilai alasan pemakzulan Risma adalah hal yang mengada-ada. Belakangan kemudian beredar kabar bahwa hal ini disebabkan banyaknya kalangan DPRD Kota Surabaya yang tidak senang dengan sepak terjang politik Tri Risma yang terkenal tidak kompromi dan terus maju berjuang membangun Kota Surabaya, termasuk menolak keras pembangunan tol tengah Kota Surabaya yang dinilai tidak akan bermanfaat untuk mengurai kemacetan dan lebih memilih meneruskan proyek frontage road dan MERR-IIC (Middle East Ring Road) yang akan menghubungkan area industri Rungkut hingga ke Jembatan Suramadu via area timur Surabaya yang juga akan bermanfaat untuk pemerataan pembangunan kota. (Narasumber: Wikipedia). * * *
132 months ago
More fakultas dakwah dan komunikasi posts »

Fakultas dakwah dan komunikasi news

No news about fakultas dakwah dan komunikasi

Fakultas dakwah dan komunikasi videos

No videos about fakultas dakwah dan komunikasi

Related searches