Kurban İbadettir posts

Reuters Kurban, a 55-year-old long-distance truck driver on a family visit to Xinjiang was grilled by China’s pervasive security police on his activities in Canada and the United States. His interrogators urged him to send reports on fellow Uighur exiles w Read more ... hen he went back, leaving him with a stark choice: Spy for China or never come back to see his family again. Find out more: http://reut.rs/1mje07Q
China controls dissidents abroad through relatives back home
reut.rs
How Beijing is infiltrating and intimidating Uighur exile communities from the Americas to Europe to Australia
123 months ago
Reuters Even minor figures in the Uighur exile community feel the pressure from China. When truck driver Kurban returned in 2013 to Urumqi, the regional capital of Xinjiang, he says his interrogators had a file on him. They knew he’d been in Montreal for 1 Read more ... 3 years. And they knew the names of many Uighurs living in Canada. Read more from Special Reports: http://reut.rs/22yo7WV
China controls dissidents abroad through relatives back home
reut.rs
How Beijing is infiltrating and intimidating Uighur exile communities from the Americas to Europe to Australia
123 months ago
Bored Panda Moving statues of a man and woman pass through each other daily, symbolizing tragic love story:
Moving Statues Of A Man And Woman Pass Through Each Other Daily, Symbolizing Tragic Love Story
boredpanda.com
“Man and Woman” is a 8 meter (26 foot) tall moving steel sculptor by Georgian sculpture Tamara Kvesitadze. Located in the seaside city of Batumi, Georgia, the two figures represent a Muslim boy, Ali, and a Georgian princess, Nino, from a famous 1 Read more ... 937 novel by Azerbaijani author Kurban Said. The tragi…
126 months ago
Aling Martins Misa Ulang Tahun Kemerdekaan Tak lama lagi Bangsa Indonesia memperingati Ulang Tahun Kemerdekaannya. Umat Katolik Indonesia pun mensyukurinya dengan merayakan Misa khusus. Untuk apa dan bagaimana Misa khusus ini dirayakan? Saya akan coba mengupas se Read more ... cara singkat di bawah ini. Dalam Penanggalan Liturgi 2015, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) telah mencantumkan 17 Agustus sebagai suatu "Hari Raya" atau "Solemnitas" dalam Bahasa Latinnya. Apa artinya? Artinya, pada tanggal 17 Agustus seluruh umat Katolik di Indonesia wajib mengikuti Misa Kudus yang dirayakan dengan kemeriahan yang setingkat dengan "Hari Raya" yang lain. Di tahun 2015, 17 Agustus jatuh pada hari Senin; haruskah kita pergi ke gereja? Iya! Bukankah sebagian dari kita harus ikut upacara bendera di kantor, di sekolah/kampus atau di tempat lain? Seperti kata Yesus dalam bacaan Injil hari itu, "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Tapi, pertama-tama, kenapa kita merayakan Ekaristi pada Peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan? Jawabnya, sama seperti ketika kita merayakan Ekaristi pada hari-hari yang lain. "Ekaristi adalah kurban syukur kepada Bapa. Ia adalah pujian, yang olehnya Gereja menyatakan terima kasihnya kepada Allah untuk segala kebaikan-Nya ..." (Katekismus Gereja Katolik 1360) Jadi, merayakan Ekaristi di Hari Raya Kemerdekaan RI adalah ungkapan syukur dan pujian kita umat Katolik Indonesia kepada Bapa atas anugerah kemerdekaan bagi kita. Berikutnya, bagaimana Misa di hari itu dirayakan? Ya sama dengan Misa di hari-hari raya yang lain. Pada suatu Misa di "Hari Raya" ada dua bacaan plus Injil; Kemuliaan diucapkan; Aku Percaya diucapkan; bisa digunakan lilin altar sebanyak 6 buah; bisa pula digunakan dupa; gedung gereja pun bisa dihiasi dengan bunga secara lebih indah dari biasanya; dan lain sebagainya, yang kesemuanya menunjukkan bahwa hari itu bukanlah suatu hari yang biasa. Di beberapa tempat, ada yang memasukkan penghormatan bendera merah putih di dalam Misa. Pertanyaannya, untuk apa? Misa kan ungkapan syukur dan pujian kepada Bapa? Apa relevansi menghormati bendera dalam ritual syukur dan pujian kepada Bapa? Ada pula yang memasukkan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Hmmm. Ini kan bukan upacara bendera? Tentang hal ini, Vatikan sudah memberikan wejangan, "... perlu dihindarkan suatu Perayaan Ekaristi yang hanya dilangsungkan sebagai pertunjukan atau menurut gaya upacara-upacara lain, termasuk upacara-upacara profan: agar Ekaristi tidak akan kehilangan artinya yang otentik." (Redemptionis Sacramentum 78) Jadi, hindarkanlah merayakan Ekaristi seperti merayakan upacara bendera, agar Ekaristi tidak kehilangan artinya yang otentik, yang di antaranya adalah kurban syukur dan pujian kepada Bapa. Bagaimana dengan lagu-lagunya? Ada beberapa lagu liturgis untuk Nusa dan Bangsa di Puji Syukur nomor 704-707. Bisa juga digunakan lagu-lagu lain bertemakan pujian dan syukur di nomor 664-681. Bolehkan kita menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu perjuangan lainnya? Pertanyaannya, apakah itu lagu-lagu yang liturgis dan sesuai untuk ritual suci melambungkan syukur dan pujian kepada Allah? Kalau jawabnya tidak, maka tidak ada manfaatnya menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam Misa dan malahan bisa mengaburkan makna Ekaristi. Silakan baca ulang kutipan dokumen Vatikan di paragraf di atas. Kreativitas dalam merayakan Ekaristi pada Peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan bukan sama sekali ditabukan. Silakan direncanakan dengan baik dan cermat, dalam koridor norma-norma yang berlaku. Perlu diingat kembali hakikat perayaan suci ini dan jangan sampai pernak-pernik atau tambahan-tambahan kreativitas di dalamnya malahan mengaburkan makna dan tujuan perayaan ini dan/atau mengalihkan perhatian kita dari Kristus, yang harusnya menjadi pusat perayaan suci ini. Selamat memperingati Ulang Tahun Kemerdekaan RI. Jangan lupa ikut Misa. Mari kita panjatkan syukur dan pujian kepada Allah Bapa yang mahabaik, yang telah menganugerahkan kemerdekaan dan kebebasan kepada bangsa kita. Tambahan: Untuk Misa di Hari Raya Kemerdekaan RI digunakan bacaan-bacaan seturut penanggalan liturgi. Baik juga jika digunakan Prefasi Tanah Air (TPE Imam, hal 104-106) dan Doa Pembuka seperti di bawah ini (Sumber: Misale Romawi - Untuk Nusa dan Bangsa): Doa Pembuka Ya Allah, Engkau mengatur alam semesta menurut rencana yang mengagumkan. Dengarkanlah dengan rela doa-doa kami untuk tanah air kami. Semoga berkat kebijaksanaan para pemimpin dan keluhuran pribadi para warga kerukunan dan keadilan diteguhkan dan terwujudlah kesejahteraan dalam damai. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Aling Martins
127 months ago
Cansu Kaya https://www.facebook.com/811984925563583/photos/a.811987095563366.1073741828.811984925563583/811990198896389/?type=1&theater
Cansu Kaya
#CansuKaya 18 years old woman was raped and killed, then thrown to creek in Turkey...// Kaç annenin daha canı yanacak? Daha kaç kız vahşi bi saldırıya kurban gidecek !!! Yeter artık Ozgecan ın acısını unutmadan şimdi de Cansu Kaya Nereye Read more ... kadar böyle gidecek.!!???
129 months ago
More Kurban İbadettir posts »

Kurban İbadettir news

No news about Kurban İbadettir

Kurban İbadettir videos

No videos about Kurban İbadettir