Menuju PRJ posts

Sari Sarinengsih Selamat Pagi H +6 menuju bascam
105 months ago
Yosua Sanamuri Ziraluo Check link down below see Indonesian one of the most beautiful destination:
SAILING FLORES (JKT-Jogja-SBY-Lombok-LBJ-Komodo) Lived on Board
youtube.com
Bersama-sama dengan teman-teman melakukan perjalanan jauh dengan satu tujuan yaitu LABUAN BAJO !!! Mulai dari Jakarta (Pasar senen) menuju Jogja (Lempuyangan...
115 months ago
Thống Pu
VIDEO – Heboh Kyai Haji Nizam Mengucap Puji Tuhan saat Ceramah di Gereja Katolik
bacakabar.com
Bacakabar.com - Usai mengisi pengajian di lapangan parkir Gereja Katolik Redemptor, Surabaya, bersama ratusan jemaah menyanyikan Syi'ir Tanpo Waton, Kyai Haji (KH) M Nizam As Shofa menuju masjid terdekat menjalankan ibadah salat Maghrib, Sabtu (27/8/ Read more ... 2016). Nizam
115 months ago
Thống Pu
VIDEO – Heboh Kyai Haji Nizam Mengucap Puji Tuhan saat Ceramah di Gereja Katolik
bacakabar.com
Bacakabar.com - Usai mengisi pengajian di lapangan parkir Gereja Katolik Redemptor, Surabaya, bersama ratusan jemaah menyanyikan Syi'ir Tanpo Waton, Kyai Haji (KH) M Nizam As Shofa menuju masjid terdekat menjalankan ibadah salat Maghrib, Sabtu (27/8/ Read more ... 2016). Nizam
115 months ago
Junaidi PayTren adalah aksi nyata membangun negeri, mempersiapkan pemimpin masa depan negeri ini, yg berkarakter lewat program 1000 pesantren diseluruh Indonesia... Pembukaan 1.000 hektar lahan pertanian, Kampus DAQU, RS DAQU, Sekolah DAQU, Masjid Tahfidz dl Read more ... l... Alhamdulillah berbagai program sudah berjalan, total member paytren sdh mencapai lebih dari 678 ribu org yang tersebar di 18 negara dan 5 benua, dan terus bertambah ratusan bahkan ribuan tiap harinya... Masa anda-anda, hanya jadi penonton, hanya jadi komentator... Toh semua pake pulsa, pake listrik, bayar berbagai tagihan, belum lagi keluarga anda, teman2 anda.... mau sampai kapan beli pulsa diluar, bayar tagihan kudu ngantri, belom lagi biaya admin lebih tinggi.... Pesan UYM : " Semua org tahu, jika kita bersatu yg berat jadi ringan, Semua orang tahu dan sadar betapa pentingnya bersatu dan patungan.. TAPI jika cuman sekedar tahu, cuman sekedar ngerti.... dan tdk dilakukan, tdk akan terjadi sesuatu.". Paytren mengundang siapa saja untuk turut ambil bagian, dalam satu VISI, satu MISI yaitu menuju One Billion Pengguna... Sahabat PayTren... terus semangat,,, pasarkan paytren... siapapun pasti butuhkan PayTren. Minat....? Inbox aja Telpon : ☎ 082213448833 SMS : 082213448833
118 months ago
Agus Dulang Dijual tanah cocok di kavling lokasi di jalan pantai nyanyi tabanan bali dekat Hotel pan fasific Nirwana Golf, luas 2300M2 hrg 250jt/100M2, NEGO ldp 25m posisi tanah di pinggir jalan menuju pantai nyanyi tabanan. Minat serius call:0817359353 BBM 2B42 Read more ... 166B.
126 months ago
Heru Cahyono https://www.facebook.com/720697814628014/photos/pb.720697814628014.-2207520000.1433767398./889016961129431/?type=3&theater
Tolak Jokowi
Kultus dan Pemberhalaan Para penyembah berhala selalu memiiki dalih yang sama. Mengapa mereka menuhankan sesuatu yang tidak patut dipertuhankan? Menjatuhkan diri pada belenggu. Mereka berujar, "Wajadna min abaina, kami temukan semua ini dari nenek Read more ... moyang kami." Sebuah jawaban khas kaum Paganist yang dungu dan berkepala batu. Berhala adalah simbol segala ketergantungan dan pembelengguan hidup manusia pada sesuatu yang tak semestinya mengerangkeng dirinya. Penyekutu Tuhan itu melakukan penuhanan pada berbagai illah selain Allah. Patung yang dibuat sendiri pun disembah, semisal rezim yang dikeramatkan pendukungnya dengan segala puja-puji. Sungguh betapa sesat jalan anak cucu Adam yang terjangkiti virus pemberhalaan. Berhala itu dikultuskan dan berwajah dasa muka. Kekuasaan, harta, hawa nafsu, isme, dan segala permata dunia yang dicintai melebihi takaran dapat menjelma menjadi berhala-berhala baru. Sejarah daur ulang paganisme seolah niscaya. Pengultusan pun diproduksi menjadi budaya baru yang dimasifkan dan menciptakan atmosfer kolektif sarat pesona simbolis yang memerkosa fitrah kesejatian hidup. Peluruhan kemanusiaan Kultus dan pemberhalaan itu membenamkan manusia pada sikap membudakkan diri. Keduanya melumpuhkan akal sehat. Nalar cerdas menjadi mati suri. Daya kritik pun dianggap negative thinking. Ketika terjadi rentetan kesalahan di ruang publik, terjadi pembenaran dan pembiaran yang sesungguhnya sama dengan menanam benih kehancuran bangsa. Insan berilmu dan figur-figur kritis pun ikut berbelok arah jalan. Para begawan kehilangan kebegawanannya karena turun gunung ke lembah politik partisan. Mereka jadi pembebek yang alim karena harus menopang rezim. Akal sehat sekadar jadi wacana utopis dan komoditas akademik. Sebagian terjangkiti penyakit rabun ayam dalam mencandra kebenaran dan ketakbenaran. Ilmunya kehilangan hikmah hingga tak lagi memercikkan sinar pencerahan. Kebenaran dibuat serba abu- abu, kalah pamor oleh tampilan luar. Nalar publik disilaukan oleh beragam perilaku teatrikal yang indah dipandang sesaat, tetapi sesungguhnya laksana buih. Ibarat warna serbaputih untuk mengesankan pesona bersih dan jernih meski di dalamnya kusam. Panorama masif seperti ini lama-kelamaan akan melahirkan budaya instan yang mematikan proses, kerja keras, dan kebenaran substansi. Kultus dan pemberhalaan yang melemahkan potensi kemanusiaan sejati itu biasanya tumbuh kembang sering bukan karena sistem tirani belaka, tetapi oleh minda atau sistem kognisi yang dikonstruksi salah kaprah. Antonio Gramsci menyebutnya sebagai ideologi Hegemony. Mereka yang terkena penyakit pembudakan diri bukan karena dipaksa rezim, melainkan karena menikmatinya. Nikmat ditindas, ditelikung, dibodohi, dimanipulasi, dan dihegemoni oleh sistem dan budaya yang mampu menciptakan kenyamanan semu. Fir'aun dengan takabur mengklaim diri sebagai Tuhan. Karena kedigdayaan yang dibangun secara hegemoni, banyak rakyat menjadi lemah dan membudakkan diri. Sikap rakyat yang takut, lemah, membebek, dan menaruh kepentingan-kepentingan sesaat sering menggiring mereka pada pemberhalaan dan pengultusan terhadap para penguasa. Akibatnya, para penguasa itu menjadi sewenang-wenang karena dimanjakan oleh elite dan rakyatnya. Kultus dan pemberhalaan dalam bentuk apa pun sesungguhnya musuh utama kaum beriman yang bertauhid. Manusia yang dianugerahi fitrah bertuhan dan akal murni pun dibuat tak berdaya. Jika nikmat Tuhan yang sangat berharga itu tidak digunakan dengan baik dan lumpuh karena manusia terjebak pada penuhanan dan pembudakan sesuatu, manusia menjadi kehilangan kemanusiaan nya yang sejati. Kalbu, pendengaran, penglihatan, dan akal sehat insan beriman mati dan akhirnya terjerembap pada perangai hewani (QS al-'Araf [7]: 179). Peran kaum berilmu Kaum beriman dan bertauhid wajib menggunakan akal yang fitri agar tidak terjebak pada praktik pemberhalaan dan pengultusan yang membelenggu kehidupan. Allah memerintahkan insan beriman agar tafakur, ta'aqul, ta'abbur, tazakkur, dan tadabur. Pelakunya disebut uli-nuha, ulil- abshar, ulil-albab, al-alim, ulama, dan yang semakna dengannya. Tuhan meninggikan derajat kaum berilmu bersama orang beriman yang menggunakan akal dan kalbunya dengan segala kegiatan berpikir atas segala kekuasaan dan hasil ciptaan-Nya. Rasulullah bersabda, "Berpikir sesaat lebih baik dari ibadah setahun." Pada hadis lain, Nabi bersabda, "Tiga waktu bagi orang berakal. Pertama, untuk bermunajat kepada Tuhannya. Kedua, untuk menghisab dirinya. Ketiga, untuk memikirkan ciptaan Allah SWT." Rasulullah bersabda, "Seseorang tidak akan memperoleh sesuatu yang sebaik akal. Akal membimbing pemiliknya kepada petunjuk dan menghindarkannya dari kesesatan." (Muttafaq`alaih). Ketaknalaran dan hilangnya akal kritis disamakan dengan kebutaan. Allah SWT berfirman, "Perbandingan antara dua golongan (orang kafir dan orang beriman) seperti keadaan orang yang buta dan pekak dengan orang yang melihat dan mendengar, adakah sama kedua-duanya? Adakah kamu tidak mengambil pengajaran?"(QS Hud [11]: 24). Tuhan menisbahkan orang yang tak menggunakan akalnya sebagai hewan melata di muka bumi untuk menunjukkan betapa rendahnya manusia jika mati akal sehatnya atas kebenaran. Kaum berilmu lagi beriman yang hadir di muka bumi untuk membebaskan umat manusia dari segala bentuk pemberhalaan dan pengultusan yang merusak tauhid, mereka disebut para pewaris Nabi karena membawa obor pencerahan. Mereka bermisi membebaskan, memberdayakan, dan memajukan umat manusia dari segala bentuk pembelengguan, penindasan menuju kehidupan yang bercahaya lahir dan batin. Karena itu, siapa pun yang berilmu hendaklah dalam dirinya melekat jiwa pencerahan yang bebas dari segala belenggu dunia demi kebenaran dan kebaikan. Betapa berat, tetapi mulia tugas ulama, intelektual, intelegensia, dan kaum berilmu dalam kehidupan di muka bumi ini. Lebih-lebih ketika orang-orang berilmu itu menjadi pemimpin dan begawan bangsa. Mereka dengan ilmunya harus menyinari alam pikiran rakyat dan para elitenya. Mereka harus menjadi penyebar nilai-nilai kebenaran meski harus berhadapan dengan penguasa yang didukungnya. Apalagi, jika penguasa itu bertindak zalim dan bertentangan dengan kebenaran. Para pemilik ilmu itu bahkan harus berani meluruskan kesalahan rakyatnya dengan risiko dijauhi dan dimusuhi. Sungguh akan menjadi ben cana manakala kaum berilmu justru bertaklid buta dan hanya menjadi stempel pembenar para penguasa ataupun rakyatnya. Jika hal itu terjadi, selain meluruhkan keberadaan dirinya selaku pembawa obor pencerahan, akibatnya pun sangat fatal. Para penguasa akan semakin sewenang-wenang, rakyatnya pun akan kehilangan arah kehidupan. Mungkinkah kaum berilmu salah jalan? Banyak bukti menunjukkan kaum berilmu menempuh jalan bengkok yang oleh Imam al-Ghazali disebut ulama asy-syuu alias ulama buruk. Meminjam nalar Julien Benda, ketika insan berilmu bersekutu dengan penguasa yang salah jalan, itulah ben tuk pelacuran kaum intelektual. Sumber: http://www.republika.co.id/berita/koran/halaman-1/15/01/25/nipx0p-kultus-dan-pemberhalaan
130 months ago
Heru Cahyono https://www.facebook.com/RatonoEfendi/photos/pb.265635216879397.-2207520000.1433577028./566959203413662/?type=3&theater
Ratono Efendi
MAKLUMAT FPI TENTANG ISIS Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sehubungan dengan polemik tentang ISIS (Islamic State of Iraq and Sham) yang telah mendeklarasikan KHILAFAH ISLAMIYYAH dan telah menimbulkan pro kontra di seluruh belahan duni Read more ... a, tak terkecuali Indonesia, maka Dewan Pimpinan Pusat - Front Pembela Islam di Jakarta telah melakukan Kajian Komprehensif terhadap semua Data Primer dan Sekunder terkait ISIS, baik data yang positif maupun negatif, agar bisa mengambil kesimpulan yang objektif, jujur dan adil. Demi mencari Ridho Allah SWT dan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam, serta memelihara keutuhan NKRI, maka FPI menyerukan seluruh komponen bangsa, khususnya MPR RI dan DPR RI serta DPD RI, teristimewanya Pemerintah RI dan segenap jajaran penegak hukumnya, Sipil dan TNI / POLRI, agar cerdas, cermat dan teliti, serta waspada dan hati-hati, dalam menyerap dan menyikapi setiap issue TERORISME dan TERORISASI, serta propaganda ANTI ISLAM yang dilancarkan oleh Media Global mau pun Lokal, sehingga tidak terjebak ataupun terperangkap permainan intelejen internasional dalam politik adu domba yang menyebabkan DISINTEGRASI bangsa. Karenanya, mengacu kepada VISI MISI FPI sejak didirikan pada 17 Agustus 1998, yaitu Penerapan Syariah Islam dan Penegakan Khilafah Islamiyah melalui jalan Da’wah, Hisbah dan Jihad sesuai Manhaj Nubuwwah, maka dengan ini FPI menyatakan sikap sebagai berikut: 1. FPI tetap ISTIQOMAH dalam perjuangan Penerapan Syariat Islam secara Kaaffah di NKRI melalui koridor syar’i dan konstitusi. 2. FPI tetap SETIA mendukung Gerakan Jihad Islam di seluruh dunia dalam melawan segala bentuk KEZALIMAN Hegemony Global (NEW IMPERIALISME) untuk menuju terbentuknya Khilafah Islamiyah ‘Alamiyyah sesuai manhaj Nubuwwah. 3. FPI menolak keras segala bentuk peperangan dan kekerasan SEKTARIAN antar sesama muslim yang disebabkan karena perbedaan madzhab yang tidak berakar pada masalah USHULUDDIN dengan mengatas-namakan JIHAD. 4. FPI menyerukan SELURUH Gerakan Jihad Islam agar bersatu dan bahu membahu dalam melaksanakan JIHAD yang SYAR’I tanpa membunuh atau menganiaya WARGA SIPIL yang tidak terlibat dalam peperangan, apapun madzhab dan agamanya. 5. FPI mendukung SERUAN dan NASIHAT Pimpinan Al-Qaidah Syeikh Aiman Az-Zhowahiri bahwa seluruh komponen Jihad Al-Qaidah baik Pasukan Syeikh Muhammad Al-Jaulani di Syria maupun Pasukan Syeikh Abu Bakar Al-Baghdadi di Iraq, serta komponen Jihad Al-Qaidah lainnya agar bersatu dan bersaudara dengan segenap Muhajidin Islam di seluruh Dunia untuk melanjutkan Jihad di Syria, Iraq, Palestina, dan negeri-negeri Islam lainnya yang tertindas. Demikian Maklumat FPI ini dibuat untuk menjadi pegangan bagi seluruh pengurus, aktivis, laskar, anggota dan simpatisan FPI diseluruh Dunia. Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’mannashir La Hawla wa la Quwwata illa billah Jakarta, 11 Syawal 1435 H / 8 Agustus 2014 M Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam Al-Habib Muhsin bin Ahmad Alattos Ketua Umum KH. Ja’far Shiddiq, SE Sekretaris Umum Mengetahui Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA Imam Besar. Twitter : http://twitter.com/Ratonoefendi Web : www.HabibRizieq.com / www.fpi.or.id Blog : http://mozaikharokahfpi.blogspot.com/
130 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Sabtu, 31 Januari 2015 -------------------------------- Ikuti Bagaimana KEBIJAKAN JOKOWI “Menangani” . . . . Kemelut Perpolitikan . . . * * * “ALOTNYA” MELAKSANAKAN “PERUBAHAN” . . . Sejak periode Presiden BJ Habibi Read more ... e, Indonesia memasuki periode Reformasi dan Demokratisasi. Jatuhnya Suharto menunjukkan, bahwa proses Reformasi dan Demokratisasi itu tidak berlangsung dengan aman, damai dan tenteram. “Perubahan mendadak dan bergejolak”, menuju pada penjungkir-balikkan politik dan birokrasi yang puluhan tahun lamanya bergelimang dan berkubang di lumpur kekerasan dan ketiadaan hukum. Rezim Orde Baru telah menghancur-luluhkan tradisi pemerintah Republik Indonesia, yang didasarkan pada UUD dan hukum. Sejak dibangunnya, --- rezim Orde Baru, --- 32 tahun lamanya, penguasa menjalankan pemerintahannya, dengan menginjak-injak UUD, hukum dan rasa keadilan. Segala plosok kekuasaan negara: --- eksekutif, legeslatif, dan yudikatif . .,., dicengkam disatu tangan besi yang TUNGGAL : Tangan besi Presiden Jendral Suharto. Satu-satunya lembaga negara yang berfungsi, yang maha kuasa, adalah Tentara. Melalui pemberlakuan sistim kekuasaan menuruti logika dan falsafah fasis DWIFUNGSI ABRI, rezim Orde Baru menjadikan pemerinth sebagai kekuasaan amgkara murka. * * * Itulah sebabnya, -- proses Reformasi dan Demokrtisasi berlangsung BUKAN TANPA KEKERASAN. Sebut saja gerakan massa unjuk rasa protes yang meluas secara nasional --menuntut perubahan kebijakan ekonomi pemerintah yang menggantungkan nasib negeri pada kekuasaan asing, yang kemudian bermuara pada tuntutan turunnya Presiden Suharto. Gerakan ini ditindas penguasa dengan kekerasan. Telah juga minta korban beberapa mahasiswa Trisakti. Lalu “Perisiwa Mei 1998”, dimana warga etnis Tionghoa menjadi korban kekerasan, pembunuhan, pembakaran, perampokan, pemerkosaan. Yang semua itu direkayasa oleh penguasa. Peristiwa berdarah yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Kemudian peristiwa penangkapan, penyiksaan, dan pembunuhan/penghilangan aktivis-aktivis Demokrasi dan Reformasi dari PRD, yang sampai detik ini masih merupakan kasus misterius. * * * Bangsa ini punya daya hidup dan berkembang yang luar biasa. Buktinya: suatu pertumpahan darah yang dicetuskan penguasa – terkenal dengan Pembantaian dan Persekusi Masal 1965/66/67; dimana kaum Kiri dan pendukung Presiden Sukarno Pernah disinggung oleh salah seorang tokoh PDI-P, --- Rieke Pitalongga, bahwa situasi politik yang 'kemelut' ini, ada baiknya. Transparansi memperoleh kesempatan diberlakukan dan berkembang. Transparansi pemerintahan dan lembaga negeri lainnya, --- bila digalakkan, dijadikan kegiatan penting media dan kehidupan politik sehari-hari, akan lebih banyak lagi mengikut-sertakan publik dalam mengontrol penguasa. Rakyat pasti gairah menyambut usaha mengawasi, mengontrol, mengungkap, mengkoreksi dan menciptakan kekuatan pendorong positif, --- dalam kehidupan berdemokrasi di zaman Reformasi ini. Muncul dan berkembangnya TRANSPARANSI -- biasanya terjadi dan tumbuh di kala fihak-fihak yang berkonflik itu, terutama yang ngeloni kedudukan kekuasaan, semakin gairah dan bersemangat dalam kegiatan 'saling bongkar' . Situasi seperti itu sering terjadi pada periode pra dan selama kampanye pemilihan daerah, apalagi pemilihan presiden. * * * Bagaimana Presiden Jokowi – Menghadapi pelbagai konflik-politik dan 'conflict of interest' sekitar pengangkatan Kapolri baru Budi Gunawan; penetapan BG sebagai tersangka kasus korupi oleh KPK; dan ditangkapnya untuk beberapa saat, Wakil Ketua KPK, serta pergesekan yang semakin meningkat antara yang pro “KPK” dan lawannya -- yang “pro-Polri”. Setelah menghentikan Kepala Polri yang lama dan mengangkat pelaksana tugas Kapolri , --- Jokowi “menunda” pelantikan kepala Polri yang baru Budi Gunawan. Selanjutnya Jokowi memanggil pemimpin-pemimpin KPK dan Polri yang melakukan tugas masing-masing agar bertindak sesuai aturan dan hukum. Tidak boleh melakukan tindakan 'kriminalisasi'. --- Jokowi selanjutnya membentuk 'tim atau panitia independen' terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat yang kredibel, diketuai oleh mantan Ketua Muhammadiyah, Syafei Maarif. Panitia Independen telah mengajukan sarannya agar Presiden Jokowi mengangkat KaPolri yang baru. Karena adalah tidak etis dan merusak kepercayaan publik bila Presiden melantik Kapolri yang 'bermasaalah'. * * * Sebegitu jauh duduk perkaranya sudah jelas bagi publik, bagi masyarakat dan bagi siapa saja. Sebuah panitia independen, yang dibentuk Presiden, telah mengajukan saran solusinya. Budi Gunawan harus mundur, sebaiknya atas inisiatif sendiri, kalau tidak, Presiden yang membatalkan pencalonannya sebagai Kapolri. Sebelumnya Syafii Maarif --- Ketua tim independen Konflik KPK dan Kepolisian RI, -- menegaskan a.l: “Pokoknya kami ingin selamatkan KPK dan Polri. Jangan dibiarkan negara rusak oleh oknum-oknum yang meng-atas-namakan institusi” (27/1/2015). * * * Dalam pada itu, Jokowi mengambil langkah “surprise” -- yang strategis, yaitu mengadakan pertemuan, berkonsultasi dengan mantan saingannya dalam Pilpres 2014, Prabowo Subianto. (mungkin juga sampai sekarang Prabowo merupakan saingan Jokowi yang paling serius). - Hasil pertemuan, tidak banyak yang meramalkan sebelumnya: Prabowo Subianto, Ketua Gerindra dan tokoh KMP yang selama ini, mengambil sikap oposisi – tapi dalam DPR bermanuver mendukung pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri --- , kini mengambil MENDUKUNG SIKAP APAPUN YANG AKAN DIAMBIL OLEH PRESIDEN JOKOWI DALAM MENANGANI KONFLIK KPK – POLRI. Sungguh menarik dan mempesonakan perkembangan baru ini, yang disebabkan oleh kebijakan Presiden Jokowi. Ternyata langkah-langkah Jokowi, diambil secara hati-hati. Dengan memperimbangkan situasi keseluruhan, serta menomor-satukan kepentingan bangsa dan negara secra nasional . . untuk masa kini dan di hari depan. * * * Bukankah perkembangan situasi politik Indonesia belakangan ini, merupakan pengungkapan gamblang di muka umum, untuk lebih mengenal, siapa-siapa, yang terlibat dalan konflik, bagaimana sikap masing-masing. Dan -- APA . . . . SESUNGGUHNYA YANG DIRIBUTKAN SELAMA INI. * * * Seruan menggelédeék Relawan Jokowi -- – “KAMI TIDAK AKAN MEMBIARKAN JOKOWI SENDIRIAN” , a.l menunjukkan bahwa kebangkitan kekuatan masyarakat, khususnya para Relawan Jokowi, tidak akan berhenti. Ia bahkan akan berkembang dan bertambah besar dan kokoh. Proses ini akan berlangsung terus --- justru dalam pergolakan politik serta berkembangnya TRANSPARANSI dalam kehidupan berbangsa. * * *
134 months ago
More Menuju PRJ posts »

Menuju PRJ news

No news about Menuju PRJ

Menuju PRJ videos

No videos about Menuju PRJ