« permainan beda perut orang hamil

Permainan beda perut orang hamil posts

ADIB KAU hanya perlu menangis dan selebihnya sesenggukan. Tidak perlu kau takut, dan jangan coba-coba untuk menggigiti kuku! Tidak di depan orang-orang itu. Katakan saja ide itu merupakan kesepakatan bersama, pekik sebuah suara yang membuat pipi Nurlida p Read more ... enuh dengan linangan air mata. Ruang tanpa jendela itu sebenarnya cukup luas, tetapi terkesan sempit dengan keberadaan 10 orang menjejali setiap sudut ruangan. Walau AC telah dipasang pada suhu terendah, peluh yang berleleran di dahi Nurlida pun tidak bisa dicegah. Titik-titik air itu berlomba menuruni pipinya, hingga tak lagi kentara beda antara air keringat dengan air mata. Sering mata basah itu melirik pintu yang tertutup sempurna dengan bayangan-bayangan kamera yang menyembul pada kisi-kisi ventilasi di atasnya. Para kuli tinta itu sepertinya tidak mau menyerah sebelum mendapat keterangan atas apa yang terjadi di dalam ruang penyidikan, dan jelas Nurlida tidak ingin memberi mereka sebuah berita pembunuhan. Lebih-lebih bagi petugas-petugas berseragam cokelat, yang duduk begitu tegak mencatat keterangandari para saksi yang diundang, dan kebetulan Nurlida merupakan satu di antaranya. “Di mana Anda antara pukul 02.00 dini hari sampai pukul 06.00 pagi tanggal 17 Juni kemarin?” Begitu selalu tanya petugas-petugas itu, kepada setiap saksi yang hadir memberikan ucapan selamat ulang tahun, pada korban. Giliran Nurlida tiba beberapa belas menit kemudian. Petugas yang menanyainya bertampang seram, ditambah pula dengan kumisnya yang lebat menantang seolah ingin memperingatkan: Jika jawabanmu tidak memuaskan, tunggu saja pembalasan! Seiring kepala Nurlida membayangkan sebuah ilustrasi percakapan diikuti isyarat kepalan tangan di ujung ucapan. Perempuan itu duduk tidak kalah kaku dengan petugas di hadapannya. Petugas berseragam cokelat yang berdeham-deham sebelum mengajukan pertanyaan. Sekali dua Nurlida bisa menghindari kecurigaannya dengan balutan air mata. Sengguk-sengguk menemaninya mengucap kata-kata. Hingga polisi sok pintar itu tidak berani menduga bahwa sebenarnya ia terbata-bata. “S-s-sa-sa-say-saya … huhu … be-be-benar-benar ti-ti-tidak menyangka … huhu … jika Maya akan … huhuhu ….” Sore itu berakhir tanpa sisa curiga dan prasangka. Dan siapa pula yang akan menduga bahwa sepulang dari sana Nurlida hendak pergi berpesta. ***** Suara berkecipak kembali menyeruak dari kamar di dekat tangga. Namun, tidak ada satu pun orang di hotel itu yang akan mencuri dengar desahan-desahan panjang dari penghuninya. Senyap …! Malam telah melewati puncak, tapi dua orang itu, lelaki dan perempuan, belum juga diserang kuap. Asap tipis rokok, yang terembus di tengah kesunyian yang kini menjarak sejengkal badan, makin menjadikan miring tubuh perempuan di sisi lain ranjang. Membiarkan garis punggungnya diisap bersama asap rokok yang dihela pelan. Lamat-lamat di antara detak jarum jam pukul dua malam, perempuan itu berbisik perlahan. “Kapan kau akan melamarku?” “Bukankah tadi sudah kita bicarakan … tunggu hingga aku selesai kuliah semester depan,” jawab lelaki itu begitu tenang. “Tidak mungkin aku menunggu selama itu,” kata perempuan tadi sambil membalikkan badan. Menghadap lelaki yang masih asyik mengisap rokok. “Kau boleh tidak menunggu,” kata lelaki itu begitu mengembuskan asap rokok lagi. “Apa maksudmu? Perutku makin hari makin membesar tidak mungkin lagi ditutupi hingga enam bulan ke depan. Kita harus segera melangsungkan pernikahan.” “Hei, apa yang barusan kau katakan? Perut? Membesar? Apa maksudmu?” tanya lelaki itu mendadak gusar. Membuat nyalang matanya terpancar, mengerikan. “Aku hamil. Aku mengandung anakmu, Win …,” kata perempuan itu dengan wajah terpaling, takut bersitatap. Ruangan seketika senyap. Sekejap! Asap rokok yang membayang ikut menghilang seiring puntung yang disudut ke dasar asbak. Suara berikutnya yang terdengar berasal dari lelaki itu yang bangkit dari kasur. Bertelanjang ia menghambur pada celana panjangnya, yang tercampakkan di atas sofa. Lantas memakainya. “Kau mau ke mana?” rajuk perempuan itu ketakutan. Matanya menyiratkan kekecewaan melepas detik-detik yang terlewat dalam diam, sementara sang waktu terus berjalan. Seketika tubuh telanjang itu menggelayut pada tangan lelaki yang berusaha melepaskan diri. Di antara pikuk yang terjadi dalam kamar tidur itu, hanya satu yang perlu diketahui; otot perut perempuan yang terlihat buncit itu tidaklah kendur. “Lepaskan! Dasar perempuan edan! Mana mungkin kau hamil, padahal setiap kali kita melakukannya selalu menggunakan pengaman!” “Tetapi tidak di waktu-wak …. Ah!” Dan aksi saling melepas-memegang itu berakhir dengan tubuh yang terjerembab di atas ranjang. Disusul debum dari arah pintu depan. Disusul derum motor yang menggiring turunnya hujan di mata seorang perempuan yang ditinggalkan. ***** “Dasar bodoh! Sudah sering kuingatkan jangan lagi main perempuan …,” sesaat kerongkonganku tercekat oleh jemari yang menggenggam erat. “Jangan mulai lagi. Kali ini apa yang harus kulakukan?” tanyanya sebelum mengendurkan pegangan. Terbatuk diriku sesaat, sebelum kembali terhenyak mendapati Erwin kembali melingkarkan tangan dari arah belakang. Namun, tidak untuk mencekikku …. “Bantu aku, bukankah kau pernah berjanji akan selalu berada di sisiku?” Sudut bibir lelaki itu membuka-menutup di telingaku. Membuatku sedikit pusing lantaran aku tidak suka bau rokok yang terbit dari situ. Namun, lelaki itu seolah tak mau tahu dan malah mendekatkan bibirnya menelusuri pipiku, hingga bibir kami bertemu. Dan malam yang tak lagi senyap menyalakan lampu di dalam kepalaku. *** Nurlida masih menguntitku, bahkan ia rela berdiri menunggu di kejauhan sambil memandang ke arah pintu toilet mal. Sekali dua kali aku coba menghindarinya, tapi apa daya perempuan itu lebih gesit dari yang kukira. Sungguh mengecoh kerudung yang membungkus rambutnya. Memang berbeda gelagat perempuan, yang kepalanya hanya berisikan uang. Di tempat parkir yang sepi itu aku berhasil menyudutkannya. Namun, entah mengapa malah diriku yang merasa terancam oleh keberadaannya. “Aku sedang butuh uang,” katanya singkat. Dahiku berkerut, alisku bertaut. Menatap Nurlida yang tampak seperti perempuan kesurupan. “Uang? Uang apa lagi?” tanyaku berang. “Aku mau sepuluh juta, sekarang juga. Atau…,” perempuan itu terdiam, tidak meneruskan. “Atau apa?” bentakku. Perempuan itu menatap sinis. Matanya yang nyalang menambah sangar seringaian di bibirnya. Ada sesuatu darinya yang menguar ke udara. Membuat sesak! “Atau … kubongkar permainan busuk kalian pada polisi,” bisiknya perlahan. Kesunyian, makin meradang. Membayang, menyesakkan dada! Jarak antara diriku dan dirinya semakin tidak ada. Sehingga mudah bibirku membeku di sebelah telinganya, yang tertutup jilbab biru muda. “Katakan saja! Ceritakan bahwa kaulah yang selama ini mencekokinya dengan pil penenang. Setiap hari …. Dan akibatnya jalang itu keguguran. Ah, jangan lupa juga menceritakan bahwa selama ini … kaulah yang membisiki telinga jalang itu dengan gosip-gosip murahan tentang perselingkuhan Erwin dengan perempuan lain. “O, sungguh diriku tidak sabar mendapati polisi-polisi itu tertawa girang saat mendengar bualan dari seorang pemadat, yang beberapa hari lalu terlihat membeli sebotol racun tikus… sebagai perangkap.” “Tapi semua itu idemu, Jas…” “Dan kau yang mewujudkan!” selaku penuh senyum kemenangan. Kesunyian itu belum juga terpecahkan, bahkan ketika Nurlida kutinggalkan. **** Maya terbangun diiringi jeritan panjang. Keterkejutan, yang sama-sama membayang di wajah sekalian orang yang bertumpu di sisi ranjang. Nyala lilin yang bergoyang mencabik-cabik diam. “Kau kenapa May, mimpi buruk ya?” tanya Nurlida mendekat. “Jas, tolong pegang kue ini.” Nurlida mengambil tisu dan mengelap peluh yang membanjir di dahi Maya. Sementara sisa-sisa manusia di sisi ranjang sekadar menjauh, memberi ruang bagi perempuan itu untuk bernapas. Maya mengalihkan keterkejutannya pada seorang lelaki, pada diriku, yang berdiri canggung dengan kue tart di tangan. Kue tart berhiaskan krim berbentuk mawar putih bertuliskan ucapan selamat ulang tahun. Hari itu, tengah malam itu dirinya makin bertambah tua. Hampir Maya lupa hari kelahirannya. Dan ketika segalanya emosi dirasa bisa diendapkannya, teman lelaki dan perempuan dalam ruangan itu bergantian menyalaminya. Ritual tiup lilin diiringi lagu yang riuh dari sekalian orang. Keriuhan yang kembali menghadirkan senyuman di bibir merah Maya. Bibir yang lamat-lamat makin sering tersungging bahagia, bahkan tertawa-tawa saat perang kue tart dengan teman-temannya. Nurlida yang berlepotan wajahnya tiba-tiba mendekapnya dengan tanya, “Duh, senengnya yang lagi berulang tahun. Sayang ya Mas Erwinnya lagi keluar kota!?” Bagai disambar petir Maya mendengar lawakan Nurlida. Menghadirkan pasi bersarang di wajahnya. Lantaran diingatkan pada lelaki yang memutuskan hubungan. Dan tanpa disadarinya, ada banyak pasang mata mengerling isyarat kedipan mata Nurlida. “Aku telepon ya,” kata Nurlida tiba-tiba. Nomor itu sudah tersambung, bahkan sebelum Maya menyuarakan penolakannya. “Halo… halo? Win?” Nurlida menatap Maya penuh tanya, sebelum mengecek layar ponsel, memastikan teleponnya benar-benar tersambung. Dan lantaran tidak jelas apa yang bersuara di sisi lain nomor yang ditujunya, dinyalakannyalah pengeras suara. Terdengar jelas, desah napas, dua desah napas sebelum ada yang berkata, “Nur, ngapain kamu telepon malam-malam?” *** “Wah, kamu lihat tadi wajah si Maya… sampai pucat pasi gitu. Lucu ya?” celetukku, yang disambut kekeh geli teman-temannya sesaat setelah meninggalkan kamar kos Maya. Malam yang bising, benar-benar bising sampai tidak ada lagi yang bertanya mengapa sunyi mengiringi terbitnya sang surya. Dan mengapa pula sunyi menyimpan tubuh perempuan di kamar mandi, dengan mulut berbusa. (*) Blitar, 23 Juni 2012 3:31 AM Oleh W. N. Rahman
7 months ago
Cerdes
Anak Petani - BAB V: PERTAMA KALINYA
Lanjutan dari Anak Petani - BAB IV: PERKEMBANGAN BIRAHI Like dulu baru baca. Lima menit kemudian Dewimerasakan seseorang menarik kainnya yang melingkari pinggangnya. DilihatnyaArjuna yang sekaran
7 months ago
Hendra
Threesome Dengan Cewek Cewek Cantik
Kisah Cerita Sex : ku dengan Anna dan suaminya masih berlanjut. Sekali-sekali aku masih main ke rumah mereka dan melayani permintaan mereka untuk melakukan threesome. Cerita Sex : Uniknya, pernah
7 months ago
Tanteamel
Hasrat Tak Tertahan 1
Udara dingin dalam cuaca mendung gelap yang menyesakkan. Sudah dua hari ini matahari enggan untuk menampakkan sinarnya. Angin kencang menggoyang daun-daun kering yang tampak ringkih bertahan di dahan.
7 months ago
Hendra
CNB : Pengalaman Waktu Kecil
Ini pengalamanku ketika masih kecil. Aku adalah anak-satu-satunya dan kami tinggal di rumah susun di lantai paling atas. Kedua orang tuaku kerja, sehingga sepulang sekolah aku selalu sendirian di ru
7 months ago
Qu-ita
Titisan Cinta *Epilog
Diatas ayunan kenangan bersama sang istri dulu. Rio tertidur disana,tidak ! Dia tidak tidur hanya saja matanya terpejam. Dan sesekali air matanya merembas jatuh di kedua pipinya. Kepiluan yang sampai detik ini ia rasakan tak juga memberinya ruang un Read more ... tuk bergerak bebas . Semua rasa semangatnya hampir pupus disetiap jam yang ia lalui sendiri. Terlebih jika dia mengingat seorang gadis yang sangat ia cintai dari dulu hingga detik ini. Kembali ia memeluk erat bingkai foto itu,seakan ia menyalurkan semua rasa rindunya. Sebuah rasa yang sampai sekarang belum juga bisa padam. Perlahan dia mencoba untuk tenang. Tapi gagal ! Semakin itu ia paksakan semakin pula wajah istrinya itu muncul begitu saja. Tawanya, wajah lugunya, semua teramat begitu manis. Manis yang membuat rasa rindunya menjadi semakin tidak terkendali. Membongkar luka yang tak pernah bisa mengering. Menjadikannya pria rapuh dan tak berdaya. Kembali dia menangis jika mengingat apa yang telah ditakdirkan oleh Tuhan kepdanya. Takkan pernah habis air mataku Bila kuingat tentang dirimu Mungkin hanya kau yang tahu Mengapa sampai saat ini Kumasih sendiri ««««««««« Langit masih berkabut dengan sisa gumpalan hitam yang sedari tadi menyerukan tetesan kecil. Berorasi pada pijakan bumi yang ada. Masih terasa pula udara dingin itu menyerbak diseluruh penjuru kota. Masih terlihat beberapa tetesan kecil dari ujung-ujung daun yang menggelayut tenang di tangkainya. Hujan telah reda dari lima belas menit yang lalu. Tak beranjak tidak pula berkeinginan mengubah posisinya. Yang sampai saat ini masih setia pada ayunan berwarna coklat tua tersebut. Bersender manis memandang langit yang kian lama mulai sedikit menandakan bahwa masih ada sepercik cahaya di balik awan yang sempat menghadangnya. Alyssa nampak begitu tenang sekali melihat itu,tubuhnya begitu hangat dalam pelukan seorang pemuda. Pemuda yang telah beberapa bulan ini menyandang status sebagai suaminya. Sekalipun ini bukan pertama kalinya Rio mendekap Ify seperti ini namun, ia masih merasakan getaran lembut nan menyengat tepat didasar hatinya. Menikmati sensasi irama yang begitu merdu dari detakan jantung masing-masing. Tak sedikitpun pemuda ini berusaha melepas rengkuhannya. Justru semakin ia eratkan agar sang istri sedikitpun tidak tersentuh oleh angin. "Kamu kenapa?" Suara itu tercetus dengan lembut dari bibir mungil milik Alyssa. Dapat Rio rasakan ketenangan ada disetiap kata yang ia dengar dari istrinya ini. Ketenangan yang sempat tak ia rasakan beberapa bulan kebelakang. "Kangen," bisiknya seraya mengeratkan lingkaran tangannya pada perut gadis mungil itu. Menyalurkan rasa lelahnya karena seharian sibuk bekerja. "Salah sendiri kamu selalu menyibukkan diri dikantor," sindir sang istri yang lebih mengarah pada sebuah protes. Sudah hampir empat bulan ini. Ia dianggurkan oleh suaminya sendiri. Bahkan bisa dibilang Rio tidak pernah tidur dirumah. Kegiatannya pun semakin membosankan karena setiap hari harus belajar dan menunggu sang suami yang tak juga pulang. Rio terkekeh dengan reaksi istrinya ini. Ternyata sudah lama dia tak melihat tingkah Ify. Karena memang ada hal yang membuatnya harus menyibukkan diri dengan pekerjaannya. "Maaf," bisiknya lagi,terdengar bergetar karena angin yang begitu dingin mulai berhembus lagi. "Tapi malam ini bisakan ? kamu tidur bersamaku," Rio menegang ia tak mungkin mengiyakan hal yang sudah ia hindari selama ini. "Rio kamu dengerin aku gak?" Gertak Ify lagi lebih kesal dari sebelumnya. Rio masih diam dan belum ada tanda-tanda untuk menjawab. Sepertinya dia sedang merangkai atau menyusun kalimat yang tepat untuk menjawab. "Kamu mikirin apa sih ?" Tanya Ify lagi berusaha melepaskan diri. Rio yang sempat lengah kembali menarik Ify agar tetap diam. "Gak bisa sayang,malam ini aku harus menyelesaikan pekerjaanku dikantor. Gak apa-apa kan ?" "Aku bosen denger jawabanmu," tukas Ify semakin kesal. Rio menghela berat. "Sebagai gantinya aku akan menemanimu sampai tertidur." Ify tak menjawab. Bukan itu yang dia inginkan. Entah kenapa ? dia merasa belum menjadi seorang istri yang seutuhnya. Terlalu banyak hal yang Rio sembunyikan darinya setelah pernikahan ini. Kadang diapun berfikir apa Rio menikahinya hanya untuk pajangan. Untuk pertama dulu mungkin dia belum mengerti. Tapi ? Melihat Shilla Agni sudah memiliki buah hati. Dia begitu ingin menjadi seorang ibu. Dan sekarang Sivia juga tengah mengandung satu bulan calon buah hatinya. »»»»»»»»» "Delapan tahun berjalan, aku masih belum bisa melepasmu seutuhnya." Gumam Rio air matanya kembali menetes. Tak kuasa ia menahan semua ini sendiri. "Aku merindukanmu sangat menrindukanmu." Apakah disana kau rindu padaku Meski kita kini ada didunia berbeda Bila masih mungkin waktu kuputar Kanku tunggu dirimu ««««««««« "Ify," gumam Rio terkejut. Bagaimana tidak? Istrinya tengah berdiri diambang pintu ruangannya. Dan dirinya kini sedang bersama sekertarisnya untuk menyelesaikan pekerjaan. Pasti Ify berfikir negatif tentang ini. Pasti ! Pasalnya ini sudah larut sekali. Dan sudah beberapa hari ini ia memang selalu menyibukkan diri dikantor. Sampai tak pernah menganggap bahwa dia sudah mempunyai seorang istri yang selalu mununggunya. "Tunggu sayang," cegah Rio panik seraya menggapai tangan Ify yang hendak pergi. "Cukup! Jangan panggil aku seperti itu lagi, semua udah jelas," gertak Ify bergetar, sekuat-kuatnya ia menghentakan tangannya. Setelah benar-benar lepas ia kemudian menghapus cepat air matanya yang mulai mengalir "Dengerin aku dulu kamu salah paham," ujar Rio semakin panik "Salah paham kamu bilang ?" Tanya Ify tertahan. Hatinya begitu nyeri dengan semua ini. Rio tak mampu mengatakan apapun hati dan pikirannya sudah kacau sekarang. "Setiap hari kamu gak pernah tidur di rumah rio, kamu selalu menghindar dari aku. Bilang aja kalau kamu memang udah bosen sama aku. Dengan ikhlas aku akan pergi." Rio gusar dan langsung memeluk sang istri. Itu semua tidak benar ify tidak benar. Gelengnya cepat,ia benar-benar tak bisa berkata apapun. Bagaimana menjelaskan semuanya. "Lepasin Rio," geram Ify disela-sela tanginya. Rio menggeleng dan semakin mngeratkan pelukannya. "Maaf bu, kami memang tidak melakukan apa-apa,ini semua hanya sebatas pekerjaaan," jelas sang sekertaris merasa tidak enak. Ify berusaha meronta,setelah Rio melepaskan pelukannya. Kemudian ia menatap satu persatu makhluk di hadapannya. "Kamu pikir aku percaya ?" Tandas Ify "aku bukan gadis lugu lagi Rio,berhentilah bersandiwara" DEG Rio tak menyangka Ify akan marah seperti ini. Dia benar-benar frutasi melihat istrinya. "Pantas aja kamu menemaniku sampai tertidur. Sekarang aku tahu ternyata ini semua alasanmu kan?" "Bukan Ify kamu salah !" "Oh ya ?" Ify menyerah. "Apa alasan yang benar ?" Tanyanya kemudian. Ini bukan permainan dalam sebuah drama melainkan realita hidupnya. Jadi,tidak ada salahnya jika dia mendengar apapun yang ingin dijelaskan oleh Rio. "Aku aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu," katanya berat. "Maksud kamu ?" "Kamu pasti tahu maksud aku Ify," Ify membekap mulutnya sendiri,air matanya kembali menetes. Tak pernah terfikir olehnya. Jika Rio menahan semua keinginnanya itu hanya untuk melindungi dirinya. "Kamu aja menganggap aku lemah Rio, kamu pernah janji sama aku akan memperlakukanku layaknya istri pada umumnya. Kalau kamu menyiksa dirimu sendiri kayak gini. Aku juga sama tersiksanya. Terus untuk apa pernikahan kita ? Heh ? Sama sekali gak ada gunanya." Semua itu keluar dari bibir Ify,dan terdengar di telinga Rio begitu tegas sekali. "Mengertilah Ify aku mohon," lirih Rio berusaha menyentuh kedua pipi istrinya. Sekertaris itu menunduk lesu kemudian beranjak pergi dari ruangan ini. "Gak ! Aku gak akan pernah mau untuk mengerti. Setidaknya kamu beri aku kesempatan untuk menjadi seorang wanita seutuhnya Rio." "Fy," tak ada kalimat lagi yang bisa Rio ucapkan. Ify menatapnya sayu,dengan lembut tangannya digenggam istrinya ini. "Apapun yang terjadi nanti biar tuhan yang menentukan. Sebelum takdir itu ada untuk aku. Ijinkan aku memberimu kebahagiaan." "Kamu kebahagiaan aku Ify. Kamu cuma kamu aku tidak butuh apapun." "Akan lebih indah kebahagiaan kita jika ada buah hati Yo," "Kita bisa mengadopsi," "Aku mohon berhentilah menganggapku ini lemah Rio. Apa aku sama sekali gak ada gunanya menjadi istrimu." "Ify jangan buat aku takut dengan apa yang aku lakukan nanti." Ucap Rio mulai kacau dan memeluk Ify dengan erat. Dia belum siap untuk apapun itu. "Hanya itu kan Rio tugas aku sebagai istrimu. Memberi buah hati sebagai pelengkap kebahagiaan kita." Rio menggeleng lemah dengan air mata yang terus mengucur. Ia semakin mendekap istrinya erat. Jujur dia begitu takut sekarang. Jalan apa yang harus ia lalui. »»»»»»»»»» "Sekarang kamu pergi. Meninggalkan aku sendiri. Apa kamu bisa kembali." Biarlah kusimpan sampai nanti aku Kan ada disana tenanglah dirimu Dalam kedamaian Ingatlah cintaku kau tak terlihat lagi Namu cintamu abadi ««««««««« Perasaan haru dan senang telah menyelimuti keluarga ini. Tuan dan nyonya besar Haling tak henti-hentinya mengucap syukur atas kelahiran cucu pertama mereka. Tuan Umari yang tak luput juga tengah menitikan air mata. Tak menyangka jika sekarang gadis kecilnya sudah menjadi seorang ibu. Diantara itu semua. Rio, meringkuk sendiri di sudut ruang tunggu. Pikirannya kacau entah ia harus bahagia atau bersedih,yang jelas dia begitu khawatir. Dengan keadaan sang istri sekarang. Tak henti-hentinya ia memohon kepada Tuhan agar istrinya senantiasa baik-baik saja. Dia hampir tidak kuasa menahan semua rasa takutnya selama ini. Dan mungkin ini adalah puncaknya. Saat ini keadaannya sudah cukup memprihatinkan,bahkan lebih parah ketika dulu ia mengetahui bahwa gadis itu tidak sadarkan diri. Namun, sekarang ia berusaha untuk berdiri. Suara tangisan bayi kini mulai tidak terdengar lagi. Sedikit tertatih Rio melangkahkan kakinya mendekat ke depan pintu. Dari kaca ia bisa melihat,putri kecilnya telah mendapat ASI pertama dari istrinya. Terbesit rasa bangga pada sosok wanita yang ia cintai selama ini. Sungguh, ia sangat beruntung mendapat wanita itu. Kuat sangat kuat ! "Bertahanlah sayang," lirihnya,ia tahu dan melihat dengan jelas wajah Ify yang nampak pucat karena letih. Tak menyangka jika dirinya sudah menjadi seorang ayah. Sebentar lagi ia akan mempunyai keluarga kecil yang bahagia. Iya, dia tidak sabar merawat putrinya bersama sang istri pasti itu hal yang membahagiakan untuknya. Semoga ! Begitu seorang suster keluar dari ruangan. Lantas Tuan dan Nyonta Haling beserta papa Ify berhambur memasuki ruangan. Tidak sabar ingin melihat sang cucu yang sudah tertidur pulas di samping bundanya. "Yo," tepukan pelan dibahu sang ayah baru ini cukup membuatnya telonjak kaget dan menoleh kebelakang. Didapatinya dokter Danu yang sepertinya ingin menyampaikan suatu hal kepadanya. Dari raut yang Rio tangkap nampak sekali hal itu penting untuk ia ketahui. Rio memantapkan hatinya untuk menerima apapun berita itu. Walaupun jauh dalam dasar hatinya ia tidak siap ! "Kita bicara di ruangan saya." Ujar dokter Danu mendahului Rio,agar pemuda itu mengikutinya. Ada hawa yang sedikit menyengat hati Rio. Dan membuatnya berat untuk mengikuti dokter Danu. Sudah tak asing lagi bagi Rio memasuki ruangan ini. Dan setiap kali ia berada didalam ruangan ini,selalu saja berita tak begitu ia sukai,bukan ! Lebih dari tidak suka tepatnya. Iya tanpa sadar Rio mengutuk ruangan ini. Terdengar helaan dari dokter Danu, membuat pernafasan Rio semakin tercekat dan susah sekali untuk ia fungsikan. "Kamu tahu Rio sejak awal resiko Ify jika dia hamil," terang Danu mulai berbicara, Rio hanya mengangguk tanpa berupaya untuk membuka mulut sedikitpun. "Dan, kekuatan Ify sudah dalam batas akhir." DEG Rio mendongak,menatap dokter Danu dengan penuh kedataran. Ia ingin menunjukkan bahwa lawakan dokter itu tidaklah lucu. Bukan Ify, istrinya tadi dalam keadaan baik-baik saja. "Dia baik-baik saja hanya berusaha untuk menguatkan diri. Saya cukup kagum karena dia begitu kuat. Untuk seorang dalam kondisi seperti itu mungkin tak akan pernah bisa melahirkan secara normal. Tapi,dia berhasil meskipun itu menguras seluruh oksigen dalam jantungnya. Ify tidak akan bertahan lama dengan jantungnya yang sekarang." "Lakukan sesuatu dok," ujar Rio tenang. Namun,dapat dokter Danu lihat jika seluruh tubuh Rio sedang gemetar. Tak tega melihat Rio yang sepertinya sangat ketakutan saat ini. "Lakukan dok apapun jangan biarkan dia pergi dari hidup saya." Pinta Rio lagi suaranya terdengar parau dan memilukan di hati dokter ini. Ia sampai tak sanggup menyampaikan berita selanjutnya. "Tidak ada Rio,transplantasi pun tidak akan bisa menolong. Jika mengingat kondisi Ify yang sekarang justru akan sangat berbahaya untuknya. Berusahalah untuk ikhlas." Lunglai , tak tahu harus berbuat apa dan bagaimana lagi. Tubuh lemas Rio merosot begitu saja dari kursi. Pandangannya kabur dan kosong. Hampa,hening, betapa bodohnya dia karena tidak bisa menjaga sang permaisuri. Betapa bodohnya dia telah membuat istrinya seperti ini. Seharusnya dia tidak mengikuti apa yang Ify inginkan dulu. Seharusnya ia lebih bisa menahan diri , seharusnya ia tidak membenamkan benih dalam rahim Ify. Istrinya yang sangat ia cintai. Tidak mungkin ini terjadi ? Bagaimana bisa ini terjadi ? apa secepat ini dia harus melepas Ify pergi ? Ya tuhan tidak akan sanggup itu ia lakukan sekarang. Apakah dia tidak bisa mersakan kebahagiaan bersama keluarga kecil yang baru saja tercipta. "Apa dok ? Bilaaaaang sama saya apapun itu akan saya lakukan. Jangan sampaikan jika istri saya tidak akan bertahan lagi. Katakan jika dia sekarang baik-baik saja. Katakan dok," racau Rio meremas-remas kepalanya sendiri. "Dia nyawa saya dok, saya tidak akan sanggup," Tak menanggapi apapun dokter Danu hanya mampu menemani Rio yang sudah tertunduk lesu di ruang kerjanya. Mengikuti Rio duduk dengan menekukkan kedua kakinya. Menemani ayah baru inu menangis dalam diam. Ia tahu betapa hancurnya hati pemuda ini. Sangat tahu ! Terlebih jika dia mengingat dulu, betapa terpuruknya dia saat gadis itu terbaring lemah disana. Dokter Danu saja tak mampu membayangkan kehidupan Rio kelak tanpa Ify disisinya lagi. "Temui dia,temani dia di saat terakhir." Kembali tubuh Rio terguncang hebat. Rasanya dia belum sanggup untuk mendengarkan itu. Tapi kenapa dokter Danu dengan mudah mengatakannya. Tak ada yang lebih menakutkan lagi saat kita harus menyaksikan sendiri kematian itu ada. Ingin menyangkal,ingin membatah,ingni mencegah semua itu tidak akan ada gunanya. Tidak ada Rio... "Dia berusaha kuat untuk memberimu buah hati yo, jangan kecewakan itu," "Berapa lama dok?" "Tidak sampai satu hari," jawab dokter Danu berat. Air mata Rio kembali mengalir. Secepat itu ? Tak bisa ia bayangkan bagaimana kehidupannya nanti. Benarkah ? Ini terjadi ? Jika ini mimpi lekaslah pagi. Tidak ingin membuang waktu lagu. Rio beranjak dan berlari menuju ruangan istrimya. Perasaannya takn menentu. Jangan pernah tanya bagaimana hatinya sekarang. Tentu hancur ! Berusaha menepis segala yang terjadi,berusaha egois untuk dirinya sendiri. Tetap saja itu tidak akan mampu menyurutkan rasa takutnya sekarang. Baru ia rasakan betapa mahalnya oksigen untuknya sekarang. Semya tentangnya bersama Ify perlahan memenuhi memorinya. Tawa gadis itu, senyum gadis itu pukulan semuanya akankah itu hilang darinya. Tak bisakah waktu berbaik hati padanya agar ia bisa hidup lebih lama lagi dengan permaisuri itu ? ««««««««« " Fy kalau lo masih diem gue bakal gendong lo keliling sekolah " ancam Rio yang memang tak pernah main-main. Ify mendelik sebal ke arah kekasihnya itu. Apa tidak ada kata lain yang lebih manis untuk merayu. " Abisnya kamu ngeselin " " Ngeselin gimana to sayang " " Pikir aja sendiri " " Gak usah main teka teki gitu donk, beneran gue gendong ni " " Tu kan ngeselin , ngancem lagi kerjaannya " " Aahhhh sakit kak Rioo " pekik Ify memukul tangan Rio agar melepaskan hidungnya. " Gak sebelum lo bilang , kenapa lo marah-marah gak jelas gini " " Iya lepasin dulu , gak bisa nafas ni " gerutunya. Rio lantas menurunkan tangannya dari hidung Ify, tapi sebelumnya ia sempat menyentuh hidung ify dengan pelan, guna menghilangkan sedikit nyeri yang timbul karenanya. " Nih ya pertama kamu masih suka marah-marah , kedua kamu masih suka bolos pelajaran , ketiga kamu masih suka ngerjain teman-teman angkatanku , terus . . . . " Ify berhenti tak melanjutkan kalimatnya. Ia manyun melihat Rio malah menertawakannya sekarang . " Kok ketawa si " protes Ify . Rio berhenti sejenak lalu mengapit hidung Ify gemas. Lagi ! " Gue seneng lihat lo gini . Gak kayak waktu itu cuma bisa hah heh hoh. . . " Dengan gesit Ify langsung melayangkan cubitannya di perut Rio. " Adaw sakit sayang . . " Rio meringis sambil mengusap perutnya. Terus tertawa melihat tingkah kekasihnya ini. Jadi gemes !! Heran juga dengan gadis ini. Beda sekali saat beberapa hari yang lalu. Sekarang lebih keliatan manja di depannya. Efek nyaman mungkin? Perlahan tawanya mereda, beralih menggaruk-garuk tengkuknya. Tepatnya bingung melihat Ify sekarang sedang memangku tangannya . Sepertinya gadis itu benar-benar kesal. Cup Jahil Rio , seenaknya langsung mencium pipi kiri Ify. " iihh . . . " Belum sempat Ify membuka seruannya . Rio kembali mencium pipi kanan gadis itu saat menolehnya. " Kalau masih marah di tengahnya bakalan jadi sasaran terakhir lho " ancam Rio dengan senyuman tengilnya. Ify langsung membekap mulutnya. Takut-takut kalau Rio beneran nekat . Dan sayang sekali. . . . Cup Secepat kilat Rio kembali mengecup kening Ify. Mata hazel itu membulat sempurna menatap sang kekasih, pertanda ia sangat kesal dengan tingkah kekasihnya ini. " Ih ngeselin ngeselin nyebelin nyebeli nyebelin ih huh . . . Nyebeliiiiinnnnnn. Nyebeliin " racau Ify tak karuan sambil terus memukul lengan Rio. Pemuda itu sama sekali tak melawan ia menikmati . Sangat menikmati, tawanya begitu renyah terdengar. Dan seolah baru pertama kali ini , ia bisa tertawa lepas. Semakin gemas melihat kekasihnya yang lucu ini. " Hu curang " lelah Ify mengakhiri pukulannya. Rio terkekeh melihat pemandangan itu . Selalu saja membuatnya bahagia. " Iya deh gue nyerah, sekarang lo bilang sama gue , lo mau apa? " Tuturnya lembut , mengangkat kedua alisnya. " Tiga permintaan , boleh ? " Rio mengangguk tenang. Apapun asal bisa membuat gadis itu bahagia akan Rio lakukan ! " Pertama kamu harus minta maaf. sama semua anak-anak disini yang pernah kamu kerjain, kedua kamu harus minta maaf juga sama semua guru disini , dan ketiga masih rahasia" " Cuma gitu doank ? " Tanya Rio tak percaya, ia pikir Ify akan meminta apa gitu. Dia memang benar-benar gadis yang unik. Ify mengangguk lucu. »»»»»»»»» Ingin sekali Rio melihat wajah Ify saat dulu begitu ceria dan selalu membuatnya tenang. Tidak seperti sekarang yang secara perlahan menguras seluruh energinya karena takut. Rio terus berlari menahan segala sesuatu yang membuatnya semakin takut untuk menerima kenyataan. Ini mimpi ! Iya ini pasti hanya mimpi buruk baginya. Tidak mungkin tidak mungkin istrinya,ah membayangkannya saja Rio tidak kuat bagaimana jika ini benar-benar terjadi dihadapannya nanti. Ify sudah dipindah di ruang rawat. Sebelum memasuki ruangan itu, Rio menyeka semua air matanya, berusaha seolah tidak akan terjadi apa-apa. Kutlah miliki rasa indahnya perihku Rasa hancurnya harapku Kau lepas cintaku Masih terlihat pucat Ify mencoba tersenyum menyambut sang suami. Itu istrinya ? Bagaimana mungkin Rio, oh tuhan tak bisakah engkau berbaik kepada mereka berdua. Tak bisakah engkau tetap membiarkan mereka bersama. Keadaan didalam menjadi hening seketika saat Rio masuk. Dapat Rio rasakan aroma khas obat-obatan dan berbagai alat medis disini. Sekarang bukan hanya sang istri yang memandangnya. Melainkan ketiga orang yang sangat berperan penting juga dalam hidup mereka. Seakan mengerti dengan aura yang Rio ciptakan. Semua pun mengerti untuk meninggalkan Rio bersama istrinya disini. Jangan tuhan jangan sekarang kumohon lirih Rio dalam hati. Berat sekali mangayunkan tungkainya menuju lebih dekat pada istrinya yang kini masih setia tersenyum manis untuknya. Rasakan abadi sekalipun Kau mengerti sekalipun kau pahami Terfikirku salah mengertimu Tidak ! tidak akan bisa aku kehilangan senyum itu tuhan tidak akan bisa racaunya sendiri,semakin membuatnya berat melangkah,semakin membuatnya susah untuk bicara. Semakin terasa pula hatinya terhimpit . Belum percaya bahkan tidak akan pernah percaya. "Terima kasih sayang," tutur Rio lembut dan langsung mendekap Ify. Dapat Ify rasakan tubuh Rio bergetar . Berusaha kuat, Ify menengadahkan kepalanya dari bahu suaminya. Menahan agar dirinya tidak ikut menangis. "Aku sayang sama kamu, sampai kapanpun aku tidak akan lelah merindukanmu. I love you I love you I love you I lov ... " Perlahan suara Rio meleah karena isakannya semakin menjadi . Ify hanya diam dan mengurut lembut punggung suaminya. Ia tak bisa berjanji apapun sekarang. "Jangan menangis ayah," "Ayah takut bunda," Ify menghela entah sejak kapan air matanya mulai turun juga dari matanya. "Bunda lebih takut jika ayah seperti ini," Rio memejamkan matanya kuat. Ia semakin tak kuasa membendung tangisannya sendiri. Tak ada cara lain,ia hanya mampu memeluk istrinya lebih erat. Mereka menangis bersama melepas rasa rindu yang sebentar lagi tak bisa tersalurkan. Houwo aku hanya ingin kau tahu Besarnya cintaku tingginya Khayalku bersamamu Tuk lalui waktu yang tersisa kini Disetiap hariku,disisa akhir nafas hidupku "Kita udah menjadi orang tua gak tau pantas jika menangis seperti ini," sela Ify saat dirinya sudah lebih tenang. "Aku ingin sekali putri kita memanggilku bunda," pinta Ify seraya melepaskan diri dari pelukan suaminya. Rio tersenyum getir mendengar itu. "Iya, setiap hari aku dan putri kita akan memanggilmu bunda," jawabnya berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa itulah yang pasti terjadi. Istrinya tidak mungkin pergi. Iya itu tidak akan mungkin. Berat sekali rasanya untuk tetap tegar disaat seperti ini. Rio tak henti-hentinya memandangi setiap inci dari wajah istrinya. Sama sekali tidak berubah,tetap cantik bahkan lebih. Rasanya tidak akan sanggup jika ia harus hidup tanpa menatap gadis ini. "Ayah," lirih Ify berusaha menyeka air mata Rio yang tak kunjung mereda. Hatinya perih melihat itu. Tak bisa berbohong dia sendiri juga takut jika harus meninggalkan pangerannya. "Bunda mau kemana sekarang ?" Tanya Rio lembut "Rumah kita," tak perlu berfikir apa-apa lagi,karena memang itulah tempat yang ingin Ify kunjungi. Jikalau harus pergi,Ify ingin tempat itu menjadi saksi kisah cinta terakhir untuknya dan Rio. Perlahan Rio mengangkat tubuh Ify dalam gendongannya. Layaknya sang putri seperti itulah Rio berusaha memperlakukan istrinya. Tanpa perintah lagi, tangan Ify bergerak melingkari leher Rio. Dengan begini tak akan ada jarak atau pengganggu agar ia tetap bisa memandangi wajah indah itu. Milik Alyssa,Istrinya. Keharuan kembali terjadi saat Rio melangkahkan kakinya menuju keluar ruangan. Tanpa sedikitpun mengalihkan diri dari wajah Ify. Hanya itu yang bisa membuatnya tenang. Lelah, Ify menyenderkan kepalanya di dada Rio. Mungkin karena parno (?) Rio sedikit tegang karena ulah Ify. "Bunda masih ada ayah," tutur Ify pelan,mengerti akan gelagat suamninya. Rio berharap itu akan menjadikan kalimat yang setiap saat bisa ia dengar dari mulut Ify sendiri. Saat diluar ternyata sudah ada Gabriel,Alvin dan Cakka beserta istri mereka. Secara khusus Gabriel bersama Shilla terbang dari Jerman menuju Indonesia untuk mengunjungi Ify tentu mereka ingin melihat mahkota muda dari Mario. Mereka semua terkejut dengan Rio yang sepertinya nampak tidak bahagia sekali dihari lahir putri pertamanya. "Bawa anak kami kerumah," ucap Rio datar sedikitpun tanpa ekspresi saat berkata seperti itu. Pandangannya tetap tertuju pada lorong rumah sakit. Perasaan yang tak menentu semakin menggrogoti hatinya. Tanpa sedikitpun memberinya kesempatan untuk merasakan ketenangan. Ketakutan itu semakin menyerbunya tanpa ampun. Jika ia tidak ingat siapa yang tengah ia gendong sekarang mungkin sudah jatuh terkulai tak berdaya. Tak ada yang lebih menyakitkan lagi dari yang ia alami. Menjadi saksi detik demi detik untuk istrinya itu akan pergi. Bukankah itu mengerikan ? Mau tidak mau ia harus melepas. Kembali dengan berat Rio mengayunkan tungkainya. Melintasi selurug yang ada tanpa ekspresi sedikitpun seperti robot. Iya, itu hanya Rio perlihatkan guna menyembunyikan segala rasa cemas dan ketakutannya. "Tanpa air mata ayah," pinta Ify seraya berusaha mengusap beberapa air yang mulai membanjiri wajah suaminya. Tanpa sadar dirinya pun demikia. "Ini air mata kebanggaan bunda. Ayah bangga sekali punya istri seperti bunda," tanggap Rio mencoba tersenyum. "Bunda sayang sama Ayah," Rio berhenti sebentar lalu mengecup lembut kening istrinya. Ify hanya memejamkan matanya dalam. Lebih dalam merasakan kecupan itu yang sebentar lagi tak dapa ia rasakan. Bahkan keduanya tak peduli dengan beberapa cibiran dari pengunjung di rumah sakit ini. Rio kembali melangkahkan kakinya yang semakin terasa lemah. Masih menggenggam erat tangan sang istri. Masih memeluk tubuh sang istri, disini. Diatas sebuah ayunan milik Ify yang sejak awal menikah sudah ia pindahkan di rumahnya. Di depan kamarnya,tepat di balkon yang menghadap keutara. Dapat dengan jelas ia melihat beberapa kilau bintang yang sudah mulai berhamburan. Dapat Rio rasakan tubuh Ify begitu lemah dalam pangkuannya. Sama sekali tak ada energi, nafasnya pun kian melemah. Sekuat tenaga Rio tetap menahan diri untuk tetap diam. "Ayah janji ya tanpa air mata," lirih Ify terdengar serak dan berat sekali ditelinga Rio. Tanpa bisa menjawab apapun Rio justru mengeluarkan lagi air matanya. Dia begitu lemah hari ini. "Ayah, bunda takut," di akhir Ify mulai menumpahkan semuanya. Ia menangis,menangis dan menangis dihadapan sang suami yang semakin mengeratkan pelukannya. Dalam hati mereka berharap ada sebuah keajaiban yang bisa membuat mereka terus bersama. "Ayah," "Ssstt..." Kata Rio bergetar,ia melonggarkan sedikit rengkuhannya. "Dimanapun Bunda nanti Ayah jamin Bunda tidak akan sendiri, ada ayah disini kan ?" Rio menunjuk dada Ify. Ia hanya mampun mengangguk menatap suaminya. "Dan ada Bunda disini," lanjut Rio menyentuh dadanya sendiri mantap. Dia hanya berusaha Ikhlas dengan apapun yang terjadi. Tidak ingin membuat Ify semakin berat karena dirinya yang belum bisa menerima jika hal itu sampai terjadi. "Jaga putri kita ayah," Rio mengangguk,lantas kembali memeluk istrinya. Tak sedikitpun Rio menyia-nyiakan waktu. Bibirnya tak lepas mengecup ujung kepala Ify. Tangan kananya tak berniat ia lepaskan. Menggenggam lembut jemari sang istri. Yang sekarang tak mampu Rio sadari tangan itu mulai dingin dan hampir terjatuh jika tidak ia genggeam dengan erat. Tak ada udara yang keluar lagu dari permaisuri ini. Masih belum ingin menyadaro jika sang istri telah tertidur panjang. Rio terus memeluk tubuh kaku istrinya lebih erat. "Ify," panggil Rio kembali mengeratkan pelukannya. "Sayang," tak kuat lagi Rio kembali menangis menumpahkan sejumlah kesakitan yang tak pernah ia tahu bagaimana cara mengobatinya. Semakin tak menentu antara sadar dan tidak untuknya sekarang. Bahkan tangisan sang putri kecil sama sekali tak mengusik Rio yang masih senantiasa memeluk istrinya. Sampai-sampai mama harus berlari untuk menyusul mereka. "Bunda tertidur ya ?" Tanyanya lagi pelan "Besok kita jalan-jalan, jad Bunda harus bangun pagi besok. Iya kan ?" "Rio bisa mama pinjam Ify sebentar. Lihat putri kalian dia but...." Mama tak mampu melanjutkan kalimatnya. Ia hanya bisa terus menyadarkan diri bahwa kini tengah menggendong seorang bayi. Jika tidak ! Jatuh sudah. Mulutnya menganga dengan bulir air mata yang mulai berjatuhan. Sama halnya dengan Rio antara percaya dan tidak. Tapi mama lebih tak kuat melihat sang putra seperti mayat hidup memeluk tubuh istrinya yang sudah tidak bernyawa. Siputri kecil yang belum di beri nama terus menangis tanpa henti. Jika ia bisa bicara mungkin ia akan mengatakan. "Jangan pergi Bunda," "Rio Ify," gumam mama panik "Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh," teriak Rio sekencang-kencangnya. Meluapkan segala rasa sakit yang tak kunjung reda. Semakin dan semakin sakit,hancur, tanpa sedikitpun ada celah untuk bisa ia tembus agar semua bisa lepas darinya.tubuhnya kembali bergetar hebat. Tak ada yang bisa ia lakukan selain ikhlas. Tak ada kata lain lagi selain melepas. Meski sulit,itulah hal mutlak yang harus ia lakukan. Meskipun berat,itulah hal yang harus ia relakan. "Rio sadar nak," lirih mama penuh khawatir. Teriakan Rio membuat semua yang ada di ruang keluarga berbondong-bondong menuju tempat itu. Semua hampir saja jatuh melihat apa yang telah terjadi. Shilla tak kuat menyembunyika dalam dekapan Gabriel. Suaminya. Alvin dengan sigap menahan Sivia yang hampir terjatuh. Cakka dan Agni saling mengeratkan genggaman mereka. Papa Ify mematung ! "Lihat bunda anak kita menangis,dia butuh kamu sayang," lagi-lagi Rio menyangkal "Jangan pergi Ify kumohon, aku gak bisa tanpa kamu sayang. Gak akan bisa. Aaahhhhhhhh banguunlaaaaahhh." Erang Rio semakin mengeratkan pelukannya. Hatinya begitu terluka. Sudah tak ada tenaga lagi baginya untuk meneruskan hidup. "Rio," lirih semua tak tega melihat keadaan Rio yang begitu hancur melepas kepergian istrinya. Istri Rio telah pergi dan benar-benar pergi. "Ma lihat ma Ify jahat ma, dia ninggalin Rio ma, dia pergi ma ." Racau Rio yang semakin mengeratkan pelukannya. Masih belum percaya ini bisa terjadi belum bisa ! Sulit baginya sangat sulit. »»»»»»»»» Biarlah kusimpan sampai nanti aku Kan ada disana tenanglah dirimu Dalam kedamaian Ingatlah cintaku kau tak terlihat lagi Namun cintamu abadi Lagi-lagi Rio menangis dalam jika mengingat hal itu. Disinilah terkahir kalinya ia bisa merasakan lembutnya kulit Ify. Terlalu sibuk dengan hatinya sendiri. Ia sampai tak sadar,sedari tadi putri kecilnya ikut menangis bersamanya. Bahkan ketika putri kecilnya itu berlari pun ia juga tidak sadar. Nngeeekk Alyssa, nama yang Rio sematkan untuk buah hatinya bersama sang istri. Perlahan gadis kecil ini memasuki kamarnya. Diraihnya sebuah bingkai foto di atas meja riasnya. "Bunda," gumamnya serak "Bunda lihatlah ayah menangis lagi, alyssa sedih bunda , gimana caranya buat ayah tersenyum , hampir setiap hari alyssa melihat ayah menangis di atas ayunan sambil peluk foto bunda, " ujar Alyssa serak. Hatinya ikut merasakan apa yang dirasakan oleh ayahnya. "Bunda," lirihnya lagi memeluk foto bundanya dengan lembut. Kakinya sudah lemas untuk berdiri sedari tadi. Ia pun duduk didepan kasurnya dengan memeluk kedua kakinya. "apa bunda bisa meminta ijin sama tuhan, untuk menjenguk kami disini. Ayah butuh bunda bukan alyssa" katanya lagi "Bunda apa lahirnya Alyssa tidak bisa buat ayah bahagia," lirihnya menutup semua wajahnya di balik kedua tangan. Dia terisak sendiri. Mama Rio melihat itu di ambang pintu. Hatinya terasa ngilu sekali. Cucunya menangis ? "Alyssa," panggilnya lembut. Mengikuti kegiatan cucunya untuk duduk. "Momi," rengek Alyssa menghambur kedalam pelukan neneknya. Panggilan yang unik darinya membuat perempuan tua ini sedikit geli. "Momi,alyssa pengen ketemu bunda, alyssa juga mau bilang sama tuhan, Alyssa mau kok gantiin posisi bunda. Biar bunda disini saja terus ayah bisa bahagia sama bunda. Bisa gak mom," "Sayang," "Alyssa sedih mom,kenapa Ayah belum pernah tersenyum melihat Alyssa, kenapa Ayah selalu sedih. Apa semua karena Alyssa . Karena Alyssa bunda pergi dan sekarang ayah sedih mom," "Jangan bicara seperti itu Alyssa,momi tidak suka mendengarnya. Dan itu sama sekali tidak benar sayang." "Tapi," "Maafkan ayah," suara itu mampu membuat gadis ini beranjak dan melepaskan diri dari pelukan neneknya. Ia tersenyum getir menatap Rio. Ayahnya berdiri diambang pintu. "Sini peluk ayah," ujar Rio menurunkan diri untuk menyambut putrinya. Sudah cukup ia merenungi semuanya. Sekarang dia tidak hanya Mario tapi,dia adalah seorang Ayah. "Ayah jangan menangis lagi," pinta Alyssa memeluk ayahnya hangat. Rio mengangguk meski hatinya masih terasa sakit. Ia tetap harus terlihat kuat didepan putri satu-satunya. "Ayah janji jangan nangis lagi yah, bilang sama alyssa ya ayah kalau mau nangis. Biar nanti alyssa temenin." Rio semakin ingin menangis mendengar itu. Ia memeluk Alyssa lebih erat lagi. Menganggap seolah putrinya ini adalah Ify istrinya yang telah lama pergi. Luka yang sampai kini belum juga sembuh. Dan tidak akan pernah sembuh. Semenjak itu Rio mulai lebih merasa hidup. Meski jika bisa dia jujur hatinya masih begitu rapuh. Bahkan mungkin sudah tak tersisa lagi. ********** Malam ini seperti halnya dengan beberapa hari lalu. Rio dan putri kecilnya menikmati malam dengan memandang satu tokoh yang sangat berarti untuk hidup mereka. Rasanya sepi sekali,mungkin kehidupannya akan jauh lebih sempurna jika tokoh dalam foto itu ikut serta duduk bersama mereka berdua disini. "Bunda cantik ya yah ?" Rio menoleh sejenak pada putrinya lalu beralih pada foto sang istri yang sudah lama pergi darinya. Sang putri terus menatap ayahnya. Dapat dia lihat kesenduan dimata itu. Seperti menahan suatu kerinduan yang juga tak kunjung padam. "Sama seperti denganmu. Ayah saja bingung membedakan kalian. " Putrinya hanya menyeringai seraya memeluk sang Ayah. "Bunda pasti lebih cantik, eum apa ayah sangat merindukan bunda ?" Tanyanya lagi. Dalam hatinya menyimpan kegetaran atas rasa cinta ayah kepada bunda. Dia begitu kagum pada sosok ayahnya sendiri. "Tak ada waktu sejengkalpun untuk ayah tidak memikirkan bundamu," "Ayah begitu mencintai bunda ternyata," gumamnya. Rio tersenyum miris. Andai saja ada istrinya disini. Tentu kebahagiaannya akan terasa sangat sempurna. Ia rindu sangat rindu ! Sampai kapan ia harus menahan semua kesakitan ini sendiri. "Ayah," lirih Alyssa cemas. "Cinta ayah untuk bunda sudah abadi sayang. Bagaimanapun sakitnya, Ayah akan tetap bertahan. Karena tidak ada satupun yang bisa menggantikan posisi bunda dihati Ayah." Alyssa memandang ayahnya takjub. "Bunda beruntung sekali mempunyai Ayah, Alyssa juga," Rio tersenyum seraya mencium puncak kepala putrinya. "Suatu saat nanti kamu akan bertemu dengan pangeranmu juga," godanya. "Ayah,Alyssa kan masih kecil," Rio tertawa kecil . Tak menyangka waktu berlalu dengan begitu cepat. Rasanya baru kemarin dia bertemu dengan ibu dari putrinya sendiri. Alyssa, sosok putrinya yang nyaris duplikat dari istrinya sendiri. Semuanya ! Bahkan sifatnya pun sama ? Nyaris tak ada Rio disana, mungkin hanya mata dari putrinya yang ia wariskan. Mawar putihnya kini telah berkembang ! Ify menitiskan semua rasa cintanya dalam diri putri pertama dan terkahir mereka. Siapa yang menyangka ? Tidak ada ! Karena ini semua adalah takdir Tuhan. Semua rintangan dan cobaan mungkin bisa kita lalui tapi hasilnya tetap Tuhan yang menentukan. Kita tidak bisa melampui takdir yang sudah Tuhan gariskan. *********** Semua alumni angkatan Rio dkk di SMA Bima. Tengah berkumpul sekarang. Banyak diantaranya yang sudah menggandeng seorang istri. Bahkan banyak dari mereka yang mengalami cinta lokasi. Contohnya bisa dilihat dari pasangan Gabriel dan Shilla. Tak lepas dari pandangan ketiga sahabat setianya itu tengah datang bersama keluarga kecil mereka. Keluarga kecil yang lebih dulu terbangun dibanding dirinya. Rio, terus menggandeng sang putri menyalami semua temannya dengan senyuman. Sepertinya acara reuni akbar malam ini terlihat sukses. "Putrimu yo, aku seperti melihat pasangan yang begitu fenomenal sekali di SMA Bima," sambut Cakka selalu dengan gurauannya. Dan masih mampu mengundang tawa kecil mereka. Agni sang istri masih setia disampingnya. Sengaja tidak membawa putra mereka takut menganggu keromantisan (-_-) TUK Seperti dulu, Alvin selalu menjitak kepalanya jika dia sudah ngelantur. Lagi-lagi mereka tertawa kecil. "Kamu Alyssa ?" Tanya Sivia. Ia begitu tenang melihat gadis kecil itu. Rasanya seperti melihat Ify kecil. "Iya tante," jawabnya tersenyum, Sivia langsung memeluknya sejenak. Menyalurkan rasa rindu kepada sahabatnya melalui gadis kecil ini. "Hai Alyssa aku bagas," Alvin dan Sivia saling pandang melihat tingkah putranya. "Hahahah," tawa yang lain "Pasti sewaktu hamil , sivia memikirkan Cakka Vin. Jadilah anakmu seperti itu. " Tanggap Gabriel yang merasa mempunyai masib serupa dengannya. Pasalnya putranya sendiri . Bukan seperti dirinya ! "Aw," Shilla langsung mencubit pinggang suaminya. "Ma...... Pa..... " Teriak seseorang dari pintu utama. Semua yang ada pun menatap kearah sana. "HAH ?" Mengangalah semua. Kecuali Alyssa dan Bagas yang merasa aneh dengan tingkah orang-orang tua ini. Lagi, kecuali Shilla dan Gabriel tentunya. Sudah bisa menebak pasti ini yang akan mereka reaksikan. "Itu karena istriku masih menggilaimu Yo, bahkan namanya saja diberi nama Mario Damanik !" "HAH?" Tak kalah kaget Rio. Namun,sedetik kemudian tawa mereka meledak! Rio benar-benar tidak percaya , melihat putra Gabriel hampir seperti berkaca sewaktu dia masih kecil. Ini benar-benar ajaib ! "Rio kamu darimana saja ?" Omel Shilla menyambut putranya. Rio (kecil) tersenyum menanggapi mamanya. Lantas menunjukkan sebuah mawar putih kepada Shilla. "Tadi sewaktu Rio mangikuti mama,ada perempuan cantik sekali memberi Rio ini mah. Katanya ini untuk Gadis cantik disini. Mama tahu siapa?" Merinding ! Semua tak ada yang bisa menjawab pertanyaan Rio (kecil), merasa dikucilkan iapun mengamati semua orang disini dengan jeli. Dia ingin mencari gadis kecil itu. Dan hanya satu yang mampu membuatnya terfokus , membuatnya tersenyum manis. Dan dia jadi teringat akan sesuatu. Tapi ia lupa ! "Hai aku Mario Damanik, panggil aja Rio, sepertinya hanya kamu gadis tercantik disini ini," ujar Rio seraya mengulurkan setangkai mawar putih yang sedari tadi ia bawa. Dia tersenyum begitu bunganya di terima oleh gadis itu. "Namamu siapa ?" "Alyssa," sambut Alyssa tersenyum manis sekali. Shoked !!!! Semua melongo parah ! Melihat itu kisah cinta Mario Alyssa tak akan pernah mati. Terus berlanjut sampai kapanpun seperti sebuah titisan yang akan terus menurun. #wkwkwkwkwk akhirnya cerbung gajeku selesai jugaaaaaaaaa Makasie semua minta like + comentnya donk di akhir ini. Sampai keettemu di cerbung selanjutnya
7 months ago
Hanzhany
25 JENIS SETAN/HANTU DI INDONESIA DAN DUNIA (PERCAYA...???)
25 JENIS SETAN HANTU DI DUNIA (JIN IPRIT) 1. Jenglot “Monster Kecil” yang Misterius Beberapa tahun lalu, sekitar akhir tahun 1997, tiba-tiba saja ada “makhluk” misterius yang jadi pembicaraan. Perawakannya kecil dengan tubuh tak lebi Read more ... h dari 12 cm dan rambutnya yang panjang, jarang dan kaku melewati kaki. Makhluk itu dinamakan jenglot. Kabarnya, jenglot itu bukan benda mati. Konon ia hidup, namun tak ada yang pernah tahu kapan bergerak. Konon, makhluk misterius itu selalu menghabiskan darah manusia yang dicampur minyak japaron. Namun, sekali lagi, tak ada yang tahu kapan ia menenggaknya. Menurut beberapa orang, dalam menyantap sajiannya itu, jenglot tak menggunakan cara seperti yang dilakukan manusia pada umumnya. Yang jelas, dalam setiap 18 jam, sebanyak 3 cc darah dan minyak wangi yang disajikan akan berkurang sekitar 50 persen sampai 60 persen. Jenglot pada masa ribuan tahun lalu adalah manusia (seorang pertapa) yang tengah mempelajari ilmu Bethara Karang. Ilmu Bethara Karang diyakini sebagai ilmu keabadian. Artinya, setiap orang yang memiliki ilmu tersebut akan hidup abadi di dunia. “Namun, akibat kutukan, jasad jenglot tidak diterima di dunia sedangkan rohnya tidak diterima di akherat. Maka roh tersebut seperti terpenjara dalam jasad kecil ini,” kata Hendra. Setelah itu, sang pertapa menjadi emosional dan merasa sebagai jawara. Tak pelak, tubuhnya pun menyusut, hingga akhirnya mengecil. Empat taring kemudian tumbuh memanjang, tak sebanding dengan lebar mulutnya. Katanya, itu sebagai lambang keganasan dan sifat liar sang “monster”. 2. Kuntilanak Kuntilanak (bahasa Melayu: puntianak, pontianak) adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir. Nama “kuntilanak” atau “pontianak” kemungkinan besar berasal dari gabungan kata “bunting” (hamil) dan “anak”. sebenarnya disamping kuntilanak itu kepercayaan orang melayu dan thailand kita dapat menemuinya dlm cerita2 rakyat yg ada di negara lain di dunia. misalnya: banshee di daratan eropa (kalo di inggris ada yang namanya Jenny Greenteeth. klo kita lihat ciri2nya, banshee dan kuntilanak sangat mirip: 1. tertawa melengking 2. menangis 3. suka puing2 bangunan ato yg setengah jadi 4. sering bertempat di muara sungai ato pinggiran danau ato kolam 5. menyukai daging anak2 (makanya sering dibilang mereka suka menculik bayi) Dalam folklor Melayu, sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik yang punggungnya berlubang. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kamboja. Konon laki- laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil. Dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir. Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat “bersemayam”, misalnya waru yang tumbuh condong ke samping (populer disebut “waru doyong”). Penangkal : Berdasarkan kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila bepergian ke mana saja. Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan meletakkan gunting, jarum dan pisau di dekat tempat tidur bayi. Menurut kepercayaan masyarakat Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak. Ketika kuntilanak menyerang, paku ditancapkan di lubang yang ada di belakang leher kuntilanak. Sementara dalam kepercayaan masyarakat Indonesia lainnya, lokasi untuk menancapkan paku bisa bergeser ke bagian atas ubun-ubun kuntilanak. 3. Buta/buto coba teman2 lihat ciri2nya dan bandingkan dgn Ogre, mereka bnyk memiliki kesamaan: 1. memiliki ukuran yg cukup tinggi (9-10 kaki) 2. warna hijau ato hijau keabu- abuan 3. pemakan daging Buto Ijo (Jawa ) = Ogre ( Inggris, Celt ) Ciri2: Bentuk: raksasa bertubuh hijau ( hijau tua ) Watak: beringas, memakan korban manusia. Tinggal: Buto Ijo di Pohon besar, kalo jadi peliharaan biasanya dibuatkan kamar khusus. Ogre di hutan ato rawa-rawa. Status: Buto Ijo adl bangsa jin yg bisa dipelihara utk pesugihan, tapi ada juga yg bebas n liar. Ogre adl jin liar. 4. Genderuwo Genderuwo adalah makhluk halus yang menyerupai kera tapi berbadan tinggi dan besar, makhluk ini suka tinggal di pepohonan, sepeti pohon beringin dan pohon-pohon besar lainnya karena wujudnya yang seperti kera raksasa. Genderuwo tidak dapat dilihat oleh orang biasa tapi pada saat tertentu dia mau menampakkan dirinya. Genderowo Mirip dgn Troll (bnyk orang yg beranggapan troll itu kecil, tp dalam legendanya troll itu cukup besar) (kita kesampingkan dulu troll dlm LOTR dan Harry Potter) 1. tinggi (7-8 kaki) 2. memiliki rambut lebat hampir di seluruh tubuhnya (makanya sering digambarkan berambut gondrong bgt) 3. biasanya berdiam di tempat yg pohon ato semak2nya lebat ato berbatu (seperti bagian bwh jembatan tempo dulu) 5. Tuyul Tuyul adalah makhluk yang sering ditampilkan dalam cerita fiksi Indonesia. Dalam berbagai film atau gambar tuyul digambarkan sebagai makhluk halus berwujud anak kecil yang kerdil, perawakannya gundul, dan suka mencuri. Tuyul juga kadang- kadang digambarkan bekerja pada seorang majikan manusia untuk alasan tertentu. Adapun tuyul digambarkan mempunyai sifat seperti anak-anak normal biasa dimana dia harus mencari induk semang sebagai ibu kandungnya.Dia digambarkan sebagai bayi yang mati baru beberapa bulan lalu dibangkitkan oleh dukun sebagai tuyul untuk tujuan-tujuan tertentu yang tidak baik.Tuyul adalah salah satu folklore dari pulau jawa disamping kuntilanak,genderuwo,banaspati, dsb.Tuyul mempunyai sifat yang sama dengan balita pada umumnya.Dalam berbagai macam film tuyul dijelaskan sebagai sebuah roh suruhan dari induknya guna mencari kekayaan dengan cara mencuri dari orang-orang kaya atau yang disuruh induk semangnya Tuyulmirip dengan Imp, sebenarnya makhluk ini tdk berbahaya tp yg berbahaya itu manusia yg memanfaatkan mereka. 1. kecil (sekitar 1-2 kaki) 2. jahil tp penakut 6.Mothman Indonesia “istilah org chinese Cui Kui a.k.a Hantu Air “ Ciri-ciri : - Tinggi & Gede berbulu2 - badan agak membongkok - Mata warna merah Sekilas klo dilihat ktnya mirip ama Manusia Kera tp kakinya pendek. Tinggalnya didalam air. Soalnya menurut org di Pontianak yg tinggal di pinggiran Sungai Kapuas mahluk ini sering banget kluar tengah malam. katanya mereka biasa klo kluar lbh dari 1 org. n org klo kita ketemu Mothman. harus cpt cepet kabur. karna klo dia dah tangkap kita raga / tubuh kita di pake mereka dan kita yg menjadi Mothman itu. 7.Kura- Kura Raksasa Ciri-ciri : - yg pasti yah mirip kura2. - Gede banget (ukurannya 1/3 dari sungai kapuas - Jarang muncul, klo muncul biasa cuman klihatan tempurungnya n ga smua org bisa lihat Nah klo yg ini gw ga gitu ngerti deh. katanya kura2 ini muncul pas klo air pasang. Munculnya juga tengah malam. kata org2 blg klo kita mancing ikan di pinggiran sungai Kapuas, klo umpanmu termakan ama kura2 itu, terasa beda ama kita dapet ikan. pokoknya panjingan kita lbh berat dari biasanya. kita ga boleh lawan ama pancingannya. talinya harus di potong. 8.setan Gundul Pringis merupakan setan yang berupa kepala orang yang lagi ketawa meringis, kepala orang itu nyambung ke usus dan jantungnya menurut orang-orang hantu ini jenis hantu yang ganas. Di kalangan masyarakat Jawa Tengah, terutama bagian selatan, nama hantu ini sudah lama dikenal. Wujudnya mirip buah kelapa. Kalau dipegang tiba-tiba menyeringai! Buah kelapa itu punya mata, hidung, mulut, dan telinga! Mirip kepala manusia! Kalau menggoda orang biasanya pada malam hari. Diawali dari bunyi jatuhnya buah kelapa, orang lalu tertarik untuk mencari di kebun yang gelap. Begitu ketemu dan diangkat… ya itu tadi~’buah’ tersebut tiba2 menyeringai! Seram sekali wujudnya. Orang yang menemukan jelas akan terbirit- birit. Begitu kisahnya. (NB : Dalam bahasa Jawa, ‘gundul’ berarti ‘kepala’ & ‘pringis’ berarti ‘seringai’.) 9.Biyung Tulung (Jawa) = Poltergeist (Inggris-Amrik) Ciri2: Bentuk: tak berwujud, hanya suara, tapi diyakini ada hub-nya dgn roh2 org yg mati penasaran. Watak: suka menakut-nakuti, meneror, menyebabkan org yg diganggu mjd gila, sakit jiwa. Tinggal: di tempat2 yg pernah terjadi kematian tragis, spt area kecelakaan, tempat2 pembunuhan. Status: roh2 penasaran yg menjadi jahat krn masa lalu yg sangat tragis. 10. Lelepah (Jawa) = Troll (daerah Celt, Skandinavia) Ciri2: Wujud: mahluk besar dgn wajah buruk, suka bawa senjata sperti gada atau golok besar. Watak: agak lamban & tolol, tp sebenarnya ganas, jin karnivor yg doyan manusia. Tinggal: di pohon2 besar, hutan. Status: termasuk jin yg kebanyakan berada di hutan, liar, suka berburu apa saja termasuk manusia. 11. Wewe Gombel Wewe Gombel adalah sebuah istilah dalam tradisi Jawa yang berarti roh jahat atau hantu yang suka mencuri anak-anak, tapi tidak mencelakainya. Konon anak yang dicuri biasanya anak-anak yang ditelantarkan dan diabaikan oleh orang tuanya. Wewe Gombel biasanya akan menakut-nakuti orang tua si anak atas sikap dan perlakuannya kepada anaknya sampai mereka sadar. bila mereka telah sadar, Wewe Gombel akan mengembalikan anaknya. Menurut cerita, Wewe Gombel adalah roh dari seorang wanita yang meninggal bunuh diri lantaran dikejar masyarakat karena telah membunuh suaminya. Peristiwa itu terjadi setelah suami dari wanita itu berselingkuh dengan wanita lain. Sang suami melakukan hal itu karena istrinya tak bisa memberikan anak yang sangat diharapkannya. Akhirnya ia dijauhi dan dibenci suaminya lalu dikucilkan sampai menjadi gila dan gembel. Wewe (Jawa) = Nymph (daerah2 Eropa) Ciri2: Bentuk: perempuan yg berwajah buruk/kasar, rambut panjang, pakaian dari kain minimalis, payudara panjang sampe paha (Wewe), (mupeng g loh???) telinga panjang runcing (Nymph). Watak: liar, suka berisik, cekikikan, jahil, suka culik orang terutama anak kecil, tapi jrg bunuh. Tinggal: biasanya berkelompok, di pohon2 tinggi/ besar, di hutan2. Status: jenis jin liar, sering jahil, tapi kadang juga mau menolong manusia. 12. Onggo-Inggi Adl jin yg tinggal di perairan. Berwatak jahat karena suka memakan korban manusia. Jin ini tinggal di tempat seperti sungai besar atau danau. Secara kasat wujudnya berupa kepala tanpa badan, dan berambut sangat panjang, berkelana di dalam air. Onggo-Inggi sering memakan korban org yg sedang berenang di perairannya. Caranya menyerang adl dengan membelit korbannya dgn rambut panjangnya, lalu org itu dibawa ke tengah sampai kelelahan baru kemudian ditarik ke dalam air. Kalo sudah bgt, korban tak akan kembali lagi ke dunia. Org2 percaya Onggo-Inggi memakan korbannya. Dan jasad korban Onggo-Inggi jarang sekali bisa diketemukan. Selalu hilang. Apabila perairan kering, Onggo- Inggi juga tak akan bisa ditemukan krn pada dasarnya ia adl mahlik gaib. Air adl medianya utk masuk ke dunia manusia dan mencari mangsa. 13.Uwel Adl jin air yg hampir mirip dgn Onggo-Inggi. Hanya saja sejauh ini blm ada org yg bisa menggambarkan wujud kasat Uwel. Mahluk ini juga suka memangsa korban, tak hanya manusia tapi juga hewan yg berada di perairannya. Salah satu kesaksian ttg aksi Uwel, adl ketika mahluk ini memangsa kerbau yg sedang dimandikan di sungai. Tiba2 ada pusaran air di tengah sungai dan kerbau itu terseret ke tengah. Badan kerbau itu berputar2 mengikuti pusaran, dgn posisi kaki di atas dan kepala terbenam ke air. Setelah pusaran itu berhenti, kerbau itu sudah mati mengambang. Setelah bangkai kerbau itu dibawa ke pinggir sungai, kepala kerbau itu berlubang tepat di bagian ubun-ubun. Org2 mempercayai bahwa kerbau itu telah dibunuh Uwel, dan dihisap darahnya. 14.Wilwo Adl jin yg berwujud seperti manusia berwajah bopeng, tapi tangannya panjang hampir menyamai tinggi badannya. Jin ini suka menggoda anak2. Kalo ada anak2 yg bermain di luar rumah sampai melebihi maghrib, bisa2 didatangi mahluk ini. Anak itu diajak main, digendong, ditimang-timang, dsb. Tapi si bocah tak akan menangis krn pengaruh gaib mahluk ini. Meskipun sering membuat para org tua cemas, tp sebenarnya Wilwo tak pernah menyakiti. Dia tak sejahat Wewe atau Genderuwo yg kalo sudah menculik anak tak mau memulangkan. Wilwo selalu memulangkan anak yg diajaknya bermain. Kadang dia juga mendatangi anak2 pada waktu malam saat semua org sudah tidur, dan mengajak anak2 itu bermain. Wilwo katanya sering muncul di daerah lereng Gunung Merapi. Dan keberadaannya dimaklumi oleh penduduk sekitar. 15. Memedi Colok Adl jenis jin yg tujuannya cuma menakut-nakuti org. Wujudnya adl nyala api seperti lilin, bergerak mengambang di udara. Kadang juga mengecoh org yg sedang keluar malam, dari kejauhan seperti rombongan org membawa obor tp bgt dekat ternyata cuma obor tanpa org yg membawa. Kadang juga mengejar org sampai ketakutan. Tapi tak ada kasus org sampai mati gara2 mahluk ini. 16. Bolosewu Adl jin dalam jumlah banyak.pernah suatu ketika seseorang hiking di gunung Lawu, dia membabati semak2 untuk mencari jalur baru. Ketika pulang dari gunung, dia baru kerasa gak bisa jalan, bahkan berdiri aja gak bisa. Dan kakinya terasa sangat sakit. Sebulan lebih dia sakit. Baru setelah didatangkan org pintar, diketahui ternyata kakinya itu dirasuki jin jenis Bolosewu. Gara2nya krn dia telah merusak tempat tinggal jin ini saat dia membabati semak di gunung. Setelah diobati scr magic, baru dia itu bisa sembuh. beberapa orang yg lain, seorang penganut ilmu Kejawen, malah memanfaatkan jin Bolosewu untuk beladiri. Caranya, jin ini diundang melalui sebuah mantra dan dirasukkan ke dalam tubuh. Efeknya, tubuh akan menjadi lebih kuat, kebal, dan serangan menjadi penuh tenaga. 17. Kuncung dan Gombak Adl dua jenis jin yg katanya berkerabat. Belum ada yg kasih tahu ttg wujud kasat dari mahluk ini. Tapi yg jelas mahluk ini tergolong jin yg nakal. Mereka hobby merasuki org, membuat org tiba2 meracau, teriak2, tidak senonoh, lalu sakit selama berhari- hari. untuk mengusir jin ini harus dgn berkomunikasi. Jin yg merasuki itu harus ditanyai apa maunya. Biasanya jin ini akan meminta makanan tertentu, salah satunya Gecok, makanan khas Jawa yg katanya juga disukai mahluk ini. jin jenis Kuncung & Gombak ini banyak tinggal di Hutan Roban. Mungkin mereka juga tinggal di hutan2 lain. 18. Kanthong Kiwil Adl jin yg wujudnya mirip manusia. Memakai pakaian kemeja Jawa hitam, memanggul buntelan besar dari kain. Dia suka muncul malam hari saat sudah sepi, lalu meminta kepada tukang ojek atau tukang becak untuk mengantar ke tempat tertentu. Tapi mahluk ini tak pernah bicara, cuma memakai isyarat tangan kalo berkomunikasi dgn manusia. Tapi hati2, mahluk ini dikenal cukup kejam. Kalo sampe org yg ditemuinya mengatakan atau menggumam hal yg buruk ttg mahluk itu, dia akan melakukan sesuatu yg berbahaya bagi keselamatan org tadi. Pernah ada sebuah kesaksian dr seorang tukang becak yg mengantar mahluk ini, krn si tkng becak ini ngomongin hal yg buruk ttg si Kanthong Kiwil, tiba2 mahluk gaib ini turun dr becak dan melemparkan becak itu ke sungai padahal si tukang becak masih duduk di sedel. Untung tukang becak itu tidak celaka maut, dan dia baru sadar siapa yg sedang dia hadapi. Tapi mahluk itu sudah menghilang entah kemana. Ada yg menyamakan Kanthong Kiwil dgn mahluk gaib Jawa lainnya yg disebut Kurcaca. Keduanya sama2membawa buntelan besar yg entah isinya apa. Tapi ada keyakinan bahwa barang siapa bisa merebut buntelan yg dibawa mahluk itu, akan menjadi kaya raya. Begitu mitosnya. 19. Engklek-Engklek Adl mahluk sangar yg ditakuti org Jawa sejak jaman dulu. Mahluk ini berwujud menyeramkan, menyerupai monster tinggi kurus, berkeliaran di daerah kuburan membawa bangkai. Ada yg bilang bangkai yg dibawa itu adl mayat yg diambil mahluk ini dari kuburan. Mahluk itu apabila muncul selalu bersuara, “Klek… klek… klek !” dengan nyaring memecah keheningan malam. Tapi sekarang sudah jarang orang yg bercerita ttg mahluk ini. Mahluk ini kisahnya sudah tertelan kemajuan jaman, seperti halnya dengan Lelepah. Tapi bukan tidak mungkin, mahluk ini masih menghantui daerah2 terpencil, dan tentu saja yg ada kuburannya. 20.Jelangkung “datang tak dijemput, pulang tak diantar” Jelangkung adalah salah satu permainan di Indonesia yang sebenarnya tabu untuk dilakukan. Hanya orang - orang nekatlah yang melakukannya, sekaligus orang - orang yang tak tahu resiko apa yang akan mereka petik setelah bermain Jelangkung. Melibatkan roh - roh penasaran, yang di dunianya sendiri kebingungan mencari jalan yang sesungguhnya, gelap dalam perjalanan, mendadak terseret oleh panggilan manusia yang berkumpul memanggil namanya. Yang akhirnya roh penasaran tersebut menginginkan lebih , karena manusia - manusia yang telah memanggilnya menyentakkanya dari perjalanannya menuju alam baka, meminta untuk pertanggungjawaban manusia. 21.Babi Ngepet Menurut urban legend yang pernah ada, Babi Ngepet itu sebetulnya adalah manusia biasa yang mempunyai “ilmu” untuk mengubah dirinya jadi siluman berwujud babi, tujuannya untuk mencuri uang atau benda-benda berharga milik orang lain. Babi Ngepet biasanya beoperasi pada malam hari, untuk jadi Babi Ngepet seseorang harus mempunyai partner yang tugasnya untuk menjaga lilin sebab konon katanya kalau lilinnya sampai padam si manusia yang menjelma jadi babi tersebut tidak bisa kembali kewujud aslinya. Jadi Babi Ngepet tidak bisa di pisahkan dari nyalanya lilin 22.Pocong Pocong adalah sejenis hantu yang berwujud pocong. Di Malaysia, hantu semacam ini dikenal pula sebagai hantu bungkus. Penggambaran pocong bervariasi. Dikatakan, pocong memiliki wajah berwarnah hijau dengan mata yang kosong. Penggambaran lain menyatakan, pocong berwajah rata dan memiliki lubang mata berongga atau tertutup kapas dengan wajah putih pucat. Mereka yang percaya akan adanya hantu ini beranggapan, pocong merupakan bentuk protes dari si mati yang terlupa dibuka ikatan kafannya sebelum kuburnya ditutup. Meskipun pocong dalam film sering digambarkan bergerak melompat-lompat, mitos tentang pocong malah menyatakan pocong bergerak melayang-layang. Hal ini bisa dimaklumi, sebab di film-film pemeran pocong tidak bisa menggerakkan kakinya sehingga berjalannya harus melompat- lompat. Keadaan ini pula yang menimbulkan suatu pernyataan yang biasa dipakai untuk membedakan pocong asli dan pocong palsu di masyarakat: Lihat saja cara berjalannya. Bila berjalannya melompat-lompat, lempar saja dengan batu, pasti akan teriak-teriak. Kepercayaan akan adanya hantu pocong hanya berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera. Walaupun penggambarannya mengikuti tradisi muslim, umat beragama lain pun ternyata dapat mengakui eksistensi hantu ini. 23.Bahu Laweyan Dalam perspektif Jawa dikenal istilah Bahu Laweyan. Yaitu, perempuan yang memiliki ciri-ciri khusus pembawa sial. Siapa saja yang melakukan hubungan intim dengan perempuan tersebut bakal mati dengan cara mengenaskan. Bagaimana asal muasalnya sampai lahir perawan Bahu Laweyan? Perempuan Bahu Laweyan adalah perempuan yang memiliki ciri khusus berupa toh (tompel) sebesar uang logam yang terletak pada bahu kiri. Ada kepercayaan bahwa kehidupan perempuan Bahu Laweyan berjalan tidak normal. Hal ini disebabkan perempuan Bahu Laweyan dipengaruhi oleh aura mahkluk halus yang sangat jahat. Mitos seperti ini mulai berkembang pada abad IX, seperti digambarkan dalam Serat Witaradya karya Raden Ngabehi Ronggowarsito yang dikutip ulang oleh Misteri: Perawan Bahu Laweyan itu sesunggunya memang ada, tetapi jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Keberadaannya mulai diperhitungkan sejak abad sembilan (921 M) saat kejayaan Keraton Pengging Witaradya. Kisah itu dimulai ketika kerajaan mengadakan upacara wilujengan (ulang tahun penobatan) sang raja. Ternyata sang raja memiliki sahabat yang sangat banyak, bukan hanya dari kalangan manusia tetapi juga dari para lelembut. Beliau memiliki sahabat seorang Raja Brahala ( raja setan) yang bernama Gandarwa Kurawa. Saat upacara dimulai Gandarwa Kurawa sangat tertarik dengan kecantikan putri raja yang bernama Dewi Citrasari. Meski teratrik, tetapi raja setan itu tidak dapat berbuat apa-apa karena sungkan dengan sang raja yang sekaligus sahabat karibnya. Sebagai pelampiasan, Gandarwa Kurawa berkeinginan memiliki seorang putri yang cantiknya seperti Dewi Citrasari. Segala kekuatan dan kesaktian dikerahkan saat ia berhubungan intim dengan sang permaisuri. Hasilnya, dua zat hidup, yaitu jiwa manusia dan jiwa iblis bersatu dalam sebuah benih. Dan ketika bayi tersebut lahir maka bayi itu memiliki tanda khusus yang oleh masyarakat disebut dengan nama perawan Bahu Laweyan. 24. Sundel Bolong Sundel bolong dalam mitos hantu Indonesia digambarkan dengan wanita berambut panjang dan bergaun panjang warna putih. Digambarkan pula terdapat bentukan bolong di bagian punggung yang sedikit tertutup rambut panjangnya sehingga organ-organ tubuh bagian perut terlihat. Dimitoskan hantu sundel bolong mati karena diperkosa dan melahirkan anaknya dari dalam kubur. Biasanya sundel bolong juga diceritakan suka mengambil bayi-bayi yang baru saja dilahirkan. Perwujudan ini sangat kuat digambarkan dalam film horor Indonesia tahun 80-an dimana banyak diperankan oleh aktris kawakan Suzanna. 25.Leak Dalam mitologi Bali, Leak adalah penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, sedangkan pada malam hari ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan sihir. Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau, kera, babi atau menjadi seperti Rangda. Bila perlu ia juga dapat mengambil organ dari orang hidup. Diceritakan juga bahwa Leak dapat berupa kepala manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepala tersebut. Leak dikatakan dapat terbang untuk mencari wanita hamil, untuk kemudian menghisap darah si bayi yang masih di kandungan. Ada tiga leak yang terkenal. Dua di antaranya perempuan dan satu laki-laki. Menurut kepercayaan orang Bali, Leak adalah manusia biasa yang mempraktekkan sihir jahat dan membutuhkan darah embrio agar dapat hidup. Dikatakan juga bahwa Leak dapat mengubah diri menjadi babi atau bola api, sedangkan bentuk Leyak yang sesungguhnya memiliki lidah yang panjang dan gigi yang tajam. Beberapa orang mengatakan bahwa sihir Leak hanya berfungsi di pulau Bali, sehingga Leak hanya ditemukan di Bali. Apabila seseorang menusuk leher Leak dari bawah ke arah kepala pada saat kepalanya terpisah dari tubuhnya, maka Leak tidak dapat bersatu kembali dengan tubuhnya. Jika kepala tersebut terpisah pada jangka waktu tertentu, maka Leak akan mati. Topeng leak dengan gigi yang tajam dan lidah yang panjang juga terkadang digunakan sebagai hiasan rumah. Rangda adalah ratu dari para leak dalam mitologi Bali. Makhluk yang menakutkan ini diceritakan sering menculik dan memakan anak kecil serta memimpin pasukan nenek sihir jahat melawan Barong, yang merupakan simbol kekuatan baik. Diceritakan bahwa kemungkinan besar Rangda berasal dari ratu Manendradatta yang hidup di pulau Jawa pada abad yang ke-11. Ia diasingkan oleh raja Dharmodayana karena dituduh melakukan perbuatan sihir terhadap permaisuri kedua raja tersebut. Menurut legenda ia membalas dendam dengan membunuh setengah kerajaan tersebut, yang kemudian menjadi miliknya serta milik putra Dharmodayana, Erlangga. Kemudian ia digantikan oleh seseorang yang bijak. Nama Rangda berarti juga janda. Rangda sangatlah penting bagi mitologi Bali. Pertempurannya melawan Barong atau melawan Erlangga sering ditampilkan dalam tari-tarian. Tari ini sangatlah populer dan merupakan warisan penting dalam tradisi Bali. Rangda digambarkan sebagai seorang wanita dengan rambut panjang yang acak-acakan serta memiliki kuku panjang. Wajahnya menakutkan dan memiliki gigi yang tajam.
7 months ago
Hendra
enaknya kontol papa
Enak Banget Kontol Papa Cerira sex – Menik adalah sepupuku. Gadis cantik yang penampilan sehari-harinya lincah lagi polos ini dari penampilan luarnya seolah-olah dia seperti seorang perawan lugu
8 months ago
Jodhy
Insex Ponsex
DI HAMILIN TEMEN SUAMI. (ayo ibu ibu muda,calon ibu besok minta benih tetangga ya) Aku dan Sintia telah bersahabat sejak masi duduk di bangku sekolah, kebetulan Sintia dan aku selalu sekolah di tempat yang sama sejak SD. Denmgan demikian perilaku se Read more ... x kami hampir sama, sama2 suka dengan lelaki yang usia yang jauh lebih tua. Malah Sintia setelah selesai sekolah, dinikahi oleh salah satu “penggemarnya”, om Roy. Aku memanggilnya om karena memang usia si om jaug lebi tua dari Sintia dan aku. Sintia sih hepi2 aja dinikahi oleh si om karena toh si om statusnya sudah bujang lagi ketika nikah dengan Sintia, sehingga tidak ada istilah ngerebut suami orang. Sintia kemudian diboyong suaminya ke Medan karena si om kerja di bidang agrobisnis dan sering berada di site bisnis agronya di daerah Rantau Prapat, 5-6 jam perjalanan darat dari Medan. Setelah Sintia ke medan aku jarang sekali kontak dengan dia. Sampe suatu ketika aku ditugaskan ke Medan area, kebetulan nomer hp Sintia masih ada di address book hp ku walaupun gak pernah aku kontak, demikian juga dia gak pernah ngontak aku. Aku ditugaskan dalam rangka membantu promosi produk baru perusahaan. Karena tugasku di Medan cuma 1 hari, aku mengajukan cuti sehari lagi supaya bisa bernostalgia dengan Sintia, sehingga aku pulangnya besok sorenya, flight terakhir. Aku kontak Sintia, mengabarkan bahwa aku lagi tugas di Medan. Dia antusias sekali mendengar kabar dariku. Kebetulan dia baru saja melahirkan anak pertamanya, sehingga sementara dia tinggal bersama mertua, katanya sih mo berguru ma ibu mertua bagaimana ngurus bayi. Kalo ngurus bapaknya si sudah ahli sejak masi sekolah. Dia bilang ke aku supaya mempercepat kerjaanku sehingga bisa ngumpul ma dia di rumah mertuanya. Karena baru melahirkan aku paham kalo Sintia gak bisa nemeni aku jalan2 menikmati dugem di Medan. Ya gak masalah, kebetulan kerjaanku selesai sekitar makan siang. Segera aku kontak Sintia minta alamat mertua. Kata temen2ku di kantor, letak rumah mertuanya gak jauh dari lokasi kantor, aku disuru temenku naek becak aja. Becak medan beda dengan becak yang pernah beroprasi di pulau Jawa, karena ditempel ke sepeda motor. Fun juga dah lama gak naek becak, trus becaknya unuk lagi. Wah seru juga ketemu ma Sintia, aku dijamu makan siang di rumahnya terus berceloteh tentang masa lalu kami berdua, tentu aja mertuanya tidak nguping, kalo gak ketauan semua belangnya Sintia sebelum nikah ma anaknya. Sampe menjelang sore, aku nanya ma Sintia hotel murah deket rumahnya. Dia bilang tidur ja di rumahknya semalem, cuma sendirian karena suaminya masi di Rantau prapat, besok baru pulang. aku ok ja, lumayan menghemat biaya hotel, lagian pasti maka malam dijamu lagi ma mertua Sintia. Demikian kami terus saja bercanda ria sambil membantu Sintia ngurus bayinya. “Kamu gak pengen punya anak Nes”, tanya Sintia. “Trus bikinnya ma siapa, gak da bapaknya tuh”. “Ya comot ja penggemar yang kamu paling suka buat dijadiin suami”. “Gengsi atuh, masak prempuan ngelamar lelaki. Kan kamu tau, tu om om maunya cuma nikmati aku aja, kaya kamu gak gitu dulu”. Sintia cima tertawa aja. Terus aku nanya tentang suaminya, dia bilang puas banget ma suaminya, kontolnya gede panjang dan maennya lama banget, sampe Sintia slalu terkapar duluan. Belum pernah dia ketemu lelaki sekuat suaminya. “asyik dong kamu, tiap malem dong”. “Sekarang ya enggaklah, puasa dia lah, udah sebulan lebih, kan aku dah hamil tua, dkarang baru ngelahirin, puasa lagi dialah sebulan lagi”. “wah bisa jadi odol tuh. Di rantauprapat apa gak turun mesin dianya”. “Gak tau deh, selama aku gak tau ya biar ajah. Aku si dah sms dia ngasi tau kamu ada di Medan dan besok pulang”. Demikianlah kami ngobrol dan becanda terus sampe waktunya di bayi tidur dan Sintia kudu nemeni bayinya tidur. Aku pamit untuk tidur di rumah Sintia, Aku dikasi kunci rumahnya. Dengan becak, aku menuju rumah Sintia. Rumahnya gak besar sih, tapi cukuplah buat keluarga baru, kamarnya ada 3, salah satu kamar tamu yang boleh aku tempati, letaknya paling depan berhadapan dengan ruang tamu. Kamar mandinya cuma ada diluar, ya gak apa. Setelah aku sampe segera aku mandi karena aku dah capek seharian kerja trus becanda ma Sintia dan bayinya, palagi perut dah kenyang, tinggal ngantuknya ja. Abis mandi, aku santai sebentar liat tv dan kembali kantuk menyerangku. Karena udahara rada panas, aku tidur hanya mengenakan cd aja, toh dirumah gak ada siapa2. Pintu kamar juga gak aku tutup supaya gak terlalu panas, gak ada ac nya sih. Segera aku terlelap. Tengah malam aku terbangun karena merasa ada yang meraba2 tubuhku, aku membuka mataku dan melihat si om, suami Sintia sedang duduk dipinggir ranjang dan mengelus2 toketku. Aku kaget, “Om, ngapain?” “Lagi ngelus kamu, kamu sexy banget deh Nes”. “Om jangan dong, om kan suami Sintia, masa napsu ma Ines juga”. “Siapa suru kamu tidur 3/4 tlanjang gini, ya napsulah aku, lagian aku dah sekian lama puasa. Layani napsuku ya Nes”. Dia mulai meremas toketku. “Janganlah om”, tapi dia menutup perlawananku denga mengulum bibirku sembari terus meremas2 tyoketku. Napsuku bangkit juga diremas kayak gitu, kebayang crita Sintia tentang kontolnya yang besar panjang dan maennya yang lama. Cuma masi inget bahwa dia suami Sintia, aku masi berusaha untuk menolak badanku. “Om janganlah”. Tapi si om gak perduli, dia malah menjilati telinga dan leherku, pentilku mulai di plintir2 dan mulai mengeraslah pentilku. “om, geliiii”, aku menggeliat. “Tapi suka kan”, katanya lagi, dia mengkombinasi meremes toketku dan memlintir pentilku. “Toket kamu lebi kenceng dari Sintia punya deh Nes, asik diremesnya”, katanya sembari menciumi leherku. aku makin menggelinjang karena ulahnya. “Ih, om kok jadi genit sih”, jawabku mulai manja karena napsuku mulai bangkit juga diremes kayak gitu. .Dia mulai mengelus pahaku, kubiarkannya mengelus makin ke atas dan berhenti di pangkal pahaku. Kakiku direnggangkannya sehingga dia bisa mengkases selangkanganku yang sudah basah karena cairan nonokku, merembes di cdku. “Dah basah gini Nes, dah napsun juga kan kamu”. “Om si nakal”, jawabku makin manja. aku sengaja merengangkan pahaku, jembutku yang lebat menyeruak di kiri dan kanan CD serta sedikit dibagian atas CDnya. “Jembut kamu lebat ya Nes, napsu kamu pasti besar ya. Aku suka ngen tot dengan cewek yang jembutnya lebat”, katanya dengan napas memburu. “Kenapa begitu om?” “Kalo cewek jembutnya lebat, minta nambah terus kalo dientot, binal dan gak puas”, jawabnya. “Itu bukan binal om, tapi menikmati”, jawabku. “itu sudah tau, kok tadi nanya”. Aku hanya tersenyum saja. Jarinya mulai mengelus pangkal pahaku dan daerah nonokku. Aku menggeliat, geli. Dia bangkit dan berlutut didepanku. Pahaku diciumi bergantian, sambil diremas2. Pahaku terbuka makin lebar sehingga dia makin mudah mengakses daerah nonokku. Dia langsung memelukku. Diciumi nya toketku sambil diremas2. Pentillu diemut, digencet dengan gigi dan lidahnya. Makin lama makin kuat emutannya dan makin luas daerah toketku yang diemut. Napsuku makin berkobar2. Aku sudah lupa bahwa dia suami Sintia, abis dianya si pinter banget ngerangsang napsuku, lagian aku jadi pengen ngerasain kontolnya yang gede panjang kluar masuk nonokku. Dia membenamkan wajahnya di belahan toketku, kemudian bergerak kebawah pelan2 mengarah ke perut. Puserku dijilati. Aku menggelinjang karena kegelian. napsuku terus makin berkobar saja. Dia memeluk pinggulku dengan gemas, kecupannya terus turun ke arah CDku, dia menjilati jembut yang keluar dari samping CDku, kemudian diciumnya daerah nonokku dengan kuat. CDku sudah basah sekali karena napsuku yang sudah berkobar. “Kamu udah napsu ya Nes, CD kamu sudah basah begini”, katanya sambil tersenyum. Dia kliatannya senang bisa merangsang napsuku sehingga aku jadi pasrah saja dengan tindakannya. Dia bangkit dan melepaskan semua yang melekat dibadannya. kontolnya sudah ngaceng dengan keras, besar dan panjang. Aku terbelalak melihatnya, “Gede banget om”. “Mangnya kamu blon pernah ngerasain kon tol gede ya” “Yang segede om punya belon om, pasti nikmat ya om. Sintia bilang dia sallu terkapar kalo om entotin”. “Trus kamu mau kan aku entotin? Aku hanya menggangguk napsu. Dia menjepitkan kontolnya di belahan toketku, dan digerakkan maju mundur. Aku membantu dengan mengepitkan kedua toketku menjepit kontolnya. Lama2 gerakan maju mundurnya makin cepat, dia jadi merem melek keenakan, “baru dijepit toket aja udah nikmat Nes, apalagi kalo dijepit nonokmu ya”. Napasku juga sudah memburu, selama ini aku menahan saja napsuku dan membiarkan dia menggeluti sekujur tubuhku. “Nes, enak banget deh”, katanya tersengal2. Kemudian dia berhenti, kontolnya terus saja digesek2kan di toketku sambil terus meremas2nya. Gesekan kontolnya terus kearah perut, sesekali digesekkan ke lubang pusarku. Kembali aku menggelinjang kegelian. Akhirnya, dia melepas CDku. Jembutku yang lebat menutupi sekitar nonokku Aku mengangkangkan pahaku makin lebar. Jembutku disingkapnya dan nampaklah nonokku yang sudah basah sekali. Dia menggenggam kontolnya dan digesek2kan ke jembutku, kemudian kuarahkan ke nonokku. kontolnya yang keras dan besar menyeruak diantara bibir nonokku. “Om, gede banget kontolnya, masukin semua om, Ines udah pengen dientot”, rengekku. Dia menggetarkan kontolnya sambil dimasukkan sedikit demi sedikit ke nonokku. Sekarang kepalanya sudah terjepit di nonokku. Aku menjadi belingsatan karena lambatnya proses memasukkan kontolnya, padahal aku udah pengen dienjot keluar masuk dengan keras. “Ayo dong om, masukin semua, enjot om, Ines udah gak tahan nih”, kembali aku merengek minta dienjot. Dia hanya tersenyum saja. Pelan tapi pasti kontolnya ambles ke dalam nonokku, sudah masuk separo. Aku menggerakkan otot nonokku meremas2 kontolnya, dia terpancing untuk menancapkan kontolnya semuanya ke dalam nonokku. “Duh om, nikmatnya, kon tol om udah gede panjang lagi, masuknya dalem banget. no nok Ines sampe sesek rasanya”, kataku. “Tapi enakkan”, jawabnya. “Banget, sekarang dienjot yang keras om, biar tambah nikmat?, kataku lagi. Masih dengan pelan2 dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk. Sewaktu keluar, yang tersisa di nonokku hanya tinggal kepalanya saja, kemudian dienjotkan kedalam sekaligus sehingga nancap di bagian nonokku yang paling dalam. “Enak om, kalo dienjot seperti itu, yang cepat om”, rengekku lagi sambil terus mengejang2kan otot nonokku. Dia pun menjadi belingsatan karena remasan otot nonokku sehingga enjotannya menjadi makin cepat dan makin keras. “Gitu om, aduh enak banget deh om, terus om, terasa banget gesekan kon tol pm kenonok Ines, nancepnya dalem banget lagi, terus om, yang cepat”, kataku terengah2 keenakan. Dia mempercepat enjotan kontolnya, caranya masih sama, ditarik tinggal kepalanya saja dan terus dienjotkan kembali kedalam dengan keras. itu membuat aku menjadi liar, pantatku menggelinjang saking nikmatnya dan aku terus merintih kenikmatan sampai akhirnya aku tidak dapat menahan lebih lama, “Om, Ines nyampe om”, jeritku. Dia masih bertahan juga dengan terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cara tadi. Nikmat sekali rasanya. Sampe akhirnya, dia menarik kontolnya keluar dari nonokku. Kembali dia menggeser dan menjepitkan kontolnya yang berlumuran dengan lendir dari nonokku di toketku. Aku menjepit kontolnya dengan toketku dan dia menggerakkan maju mundur. Karena panjangnya, ketika ketika dia mendorong kontolnya maju, kepalanya menyelip kedalam mulutku, diemut sebentar sebelum dia memundurkan kontolnya lagi, berulang2. “Nes, nikmat banget, aku mau ngecret dimulutmu ya Nes”, katanya sambil terus memaju mundurkan kontolnya. “Kenapa gak dingecretin dinonok Ines aja om, Ines lagi gak subur kok”, jawabku.”Nanti ronde kedua”, jawabnya sambil dengan cepet memaju mundurkan kontolnya. Toketku makin keras dijepitkan ke kontol. Akhirnya dia mendorong kontolnya masuk ke mulutku, segera kuemutnya dengan keras. “Nes, aku ngecret Nes”, teriaknya sambil mengecretkan pejumua kedalam mulutnya. Aku segera menggenggam kontolnya dengan tanganku, kukocok pelan sambil terus mengemut kepalanya. Pejunya nyemprot beberapa kali sampe habis, banyak banget ngecretnya sampe meleleh keluar dari mulutku. Aku menelan pejunya tanpa merasa jijik. “Aduh Nes, nikmat banget ya ngen tot sama kamu. Memekmu lebi berasa empotannya katimbang memeknya Sintia. Kamu nikmat kan”, katanya terengah. “Nikmat mas, Ines mau lagi dientot”, jawabku lemes. Aku sudah gak kepikiran bahwa tang ngentotin aku sekarang tu suaminya Sintia. Setelah nafsuku menurun, kontolnya mengecil. “Om, lemes aja kontolnya udah gede, gak heran kalo ngaceng jadi gede banget”, kataku. “Tapi kamu suka kan”, jawabnya. “Suka banget om. Ines suka kalo dientot kon tol yang besar panjang seperti punya om”. “Kamu udah sering dientot ya Nes, kayaknya kamu udah pengalaman”. “Ines cuma sering dientot cowok Ines aja om, kontolnya tapi gak segede kon tol om. Dientot 0m jauh lebih nikmat”, jawabku memuji. Dia memelukku dan mencium pipiku. “Kita istirahat dulu ya Nes, kalo udah seger kita ngen tot lagi”, karena lemes abis ngen tot akupun tertidur dipelukannya. Cukup lama aku tertidur. Ketika dia bangun, hari sudah agak terang. Aku keluar dari kamar, masih bertelanjang bulat. “Kamu tidur nyenyak sekali, cape ya. Kamu mau makan apa nanti aku buatin”, katanya. “Terserah om aja”, jawabku. “Ines mandi dulu ya om”. Aku kembali kekamar mandi, dia membuatkan aku sereal dan roti panggang. Selesai mandi, aku mengenakan bra dan CD yang lain lagi, tapi tetep minim dan ****** “Kok cepet om”a. “Cuma nyiapin sereal ma roti panggang ya cepetlah. Kalo rotinya kurang nanti aku buatin lagi sayang”. “Ih om genit, kalo ke Sintia pasti manggilnya sayang juga kan”. Dia tersenyum. aku melahap makanan yang dia sudah siapkan. Roti panggangnya cukup banyak sehingga aku bisa makan sampe kenyang. Polesan roti panggangnya selain mentega, juga ada selei, madu, peanut butter. “Kamu pagi2 gini sudahmerangsang banget, Nes. Memangnya daleman kamu seksi semua kaya begini ya. Asik dong cowok kamu. Tapi ngeliat caranya kamu ngempot, kamu gak cuma ngen tot dengan cowok kamu deh”, jawabnya. “Biar om napsu terus, katanya masih mau ronde kedua”, jawabku sambil mengambil sepotong roti panggang. Sambil makan, kita ngobrol ngalor ngidul. “Selain Sintia, om ngentotin siapa lagi?” “he he, ya adalah, abis kalo di rantau prapat kan sendirian, ada disana ttm ku”. “Bukan abege dong”. “Ya bukanlah, mana ada abege bispak disana, tetangga messku aja”. “Wah asik dong, berapa kali maennya ma ttm om”, tanyaku lagi. “Sampe 4 kali, sampe dia lemes banget”, jawabnya. “Wah om kuat banget, Ines dien tot 4 kali juga ya om”. “Iya, makan dululah sampe kenyang biar ada tenaga buat ngeladenin aku. Gak tau waktunya cukup gak buat maen 3 ronde lagi, kan aku bilang ke Sintia tengah ari pulang. Aku mandi dulu ya”, dia masuk kamar mandi. Gak apalah kalo gak nyampe 4 ronde, yang penting aku udah dibikin terkapar saking nikmatnya dienjot kon tol segede dam sepanjang kontolnya. Aku duduk disofa sambil nonton TV. Gak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi hanya mengenakan celana ******** Dia duduk disampingku dan memelukku. “Gak dingin Nes cuma pake daleman”, tanyanya. “Kan ada om yang ngangetin”, jawabku manja. Dia mempererat rangkulannya pada bahuku. Bibirku segera dilumat dengan penuh napsu. Aku meladeni ciumannya dengan penuh napsu juga, napsuku sudah mulai bangkit lagi. Dia makin erat memelukku, tangan kirinya meremas pinggangku. Kemudian ciumannya beralih ke leherku. “Geli om”, kataku sambil menengadahkan kepala sehingga dia makin leluasa menciumi leherku. Tangan kanannya mulai meremas toketku yang masih dibungkus dengan bra, tak lama kemudian braku dilepaskannya sehingga dia lebih leluasa meremas toket dan memlintir pentilku. Pentilku sudah menegang dengan keras, napsuku makin memuncak. Puas dengan leherku, dia turun lagi ke belahan toketku, ke2 toketku diremas2. Dia menciumi belahan toketku, kemudian ciumannya merembet ke pentilku dan diemut dengan gemas, sementara tangannya masih terus meremas2 toketku. “Geli om”, erangku keenakan. Emutannya makin keras, dan remasannya juga makin kuat. Pentil yang satu diplintir dengan jempol dan telunjuk. “Om, geli”, rengekku lagi. Tapi dia tidak memperdulikannya, terus saja diremas dan diplintir. Napsuku sudah memuncak, aku menggeliat2 keenakan, nonokku sudah basah dengan sendirinya dan menyerap di CD tipisku. aku tidak mau kalah. kontolnya kuremas dari luar celana pendeknya. Sudah ngaceng, keras sekali. Celana pendeknya kulepas dan kontolnya langsung tegak, besar, panjang dan keras sekali. “Om gedenya, pantes kalo sudah masuk no nok Ines jadi sesek banget rasanya”, kataku sambil meremas2 kontolnya. “Om, terusin diranjang yuk”, ajakku. “Udah napsu ya Nes”, jawabnya sambil bangkit kekamar bersamaku. Dikamar dia memelukku dari belakang, sambil menciumi leher dan telingaku sampai aku menggelinjang kegelian, toketku kembali diremas2. kontolnya keras menekan pantatku. Segera, CDku dipelorotin dan aku ditarik keranjang. Dia berbaring disebelahku yang sudah telentang. Kembali jempol dan telunjuknya memlintir2 pentilku yang sudah mengeras karena napsu sambil menciumi leherku lagi. aku menjadi menggeliat2 kegelian. Ciumannya kemudian pindah ke bibirku, dilumatnya bibirku dengan penuh napsu. Aku menyambut ciumannya dengan tak kalah napsunya. Dia menindihku, mencium kembali leherku, kontolnya yang keras menggesek2 pahaku. Puas dengan leher, dia kembali menyerang toketku. Dia menciumi belahan toketku dan kemudian mengemut pentilku. Pentilku dikulum2 dan dimainkan dengan lidah. “Om, geli”, kataku melenguh, tapi dia tidak perduli. Dia terus saja mengulum pentilku yang mengeras sambil meremas toketku. Dia melakukannya bergantian antara toket kiri dan kanan sementara kontolnya terus saja digesek2kan ke pahaku, aku mengangkangkan pahaku. Dia kembali menciumi leherku dan mengarahkan kepala kontolnya ke nonokku. Diputar2nya kepala kontolnya dijembutku yang lebat. Aku sudah gak tahan, segera kuraih kontolnya sambil mengangkangkan paha lebih lebar lagi. “Om, gedenya, keras banget”, kataku mengarahkan kepala kontolnya ke nonokku. Diapun menggetarkan kontolnya sehingga kepalanya mulai menyelinap masuk ke nonokku. Kepalanya sudah terbenam didalam nonokku. Terasa kontolnya yang besar mulai mengisi nonokku pelan2, nikmat banget rasanya. “Terus masukin om, enak banget deh”, erangku keenakan. Tapi dia melambatkan gerakan kontolnya, hanya digerakkan sangat pelan, sehingga hanya kepalanya saja yang menancap. “Om terusin dong, masukin semuanya biar sesek no nok Ines, ayo dong om”, protesku. Tapi dia tetep melakukan hal yang sama sambil menciumi ketekku. “Geli, om, ayo dong dimasukin semua kontolnya”, rengekku terus. Tiba2 dia menghentakkan kontolnya dengan keras sehingga kontolnya meluncur kedalam nonokku, amblas semuanya. “Akh, om” erangku kaget. Dia diam sesaat, membiarkan kontolnya yang besar dan panjang itu menancap semuanya di nonokku. Kemudian mulailah dienjot, mula2 perlahan, makin lama makin cepat kontolnya keluar masuk nonokku. “Enak Nes”, tanyanya sambil terus mengenjot nonokku. “banget om, kon tol om kan besar, panjang dan keras banget. no nok Ines sesek rasanya keisi kon tol om. Gesekannya terasa banget di no nok Ines. Untung banget ya Sintia tiap malem bisa ngerasain nikmat kaya gini”. dengan penuh semangat dia terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk. Kemudian dia merubah posisi tanpa mencabut kontolnya dari nonokku. Kakiku diangkat satu keatas dan dia merebahkan diri miring. Enjotan kon tol terus dilakukannya, dengan posisi itu terasa kontolnya masuk lebih dalem lagi dan gesekannya lebih hebat lagi ke nonokku. Dia terus mengenjotkan kontolnya, sementara kedua toketku diremas2 bergantian. Pentilku juga diplintir2 perlahan. Nikmat banget rasanya ngen tot seperti itu, “enak om”, erangku. Enjotannya makin lama makin cepet dan keras. “terus om, enak banget”, erangku untuk kesekian kalinya. “Om nikmat gak?” tanyanya. “banget juga Nes, empotan nonokmu kerasa sekali, kontolnya serasa diremes dan diisep, lebih nikmat dari emutan mulutmu”, jawabnya sambil terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk. “Terus om, lebih keras om, Ines hampir nyampe”, erangku lagi. Dia terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk, makin cepat. Aku merintih2 keenakan, akhirnya aku tidak bisa menahan lebih lama, “Om, Ines nyampe, akh”, terasa nonokku berkedut2 meremas kontolnya yang masih keras sekali itu. Tubuhku mengejang. Dia menghentikan enjotannya dan menurunkan kakikua. Aku terbaring mengangkang dengan kontolnya yang masih menancap di nonokku, dia kembali ke posisi semula: menelungkup diatasku. “Om, lemes banget deh”, lenguhku. “Tapi enak kan”, jawabnya. “Enak banget om, terusin aja om, kan om belum ngecret”, jawabku terengah2. “Om, hebat banget deh ngentotnya, belum pernah Ines dientot dengan gaya seperti tadi, enak banget om”, kataku lagi. Dia kembali mendekapku dan kontolnya mulai dienjotkan lagi keluar masuk nonokku, perlahan. Aku mulai mengedut2kan otot nonokku meremas kontolnya yang sedang bergerak keluar masuk nonokku. Dia melumat bibirku, satu tangannya meremas2 toketku sedang tangan satunya lagi menyangga badannya. Pentilku juga diplintir2, napsuku mulai bangkit lagi. “Enak om, terus yang kenceng ngenjotnya om”, erangku. Sambil terus melumat bibirku, enjotan kontolmya dipercepat. Dia menyelipkan kedua tangannya kepunggungku. Aku pun memeluk dan mengusap2 punggungnya yang basah karena keringat. kontolnya makin cepat dienjotkan. Setiap kali masuk kontolnya dienjotkan dengan keras sehingga nancep dalem sekali di nonokku, makin lama makin cepet. “Nes, nonokmu enak banget, empotan nonokmu kenceng banget Nes”, erangnya. “Om, terus om, hebat banget deh om ini, Ines sudah mau nyampe lagi, yang cepet om”, akhirnya kembali aku mengejang sambil melenguh “Om, Ines nyampe, om?” Dia terus saja mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat sampe akhirnya diapun mengejang sambil menancapkan kontolnya sedalam2nya di nonokku, “Nes, aku ngecret”, bersamaan dengan itu terasa pejunya nyemprot dengan dahsyatnya dalam nonokku. Nikmat banget rasanya walaupun sekarang lebih lemes katimbang tadi malem. Beberapa saat kami terdiam, saling berpelukan menikmati permainan yang baru usai. Dia menciumi leherku, dan aku mengusap2 punggungnya. Nikmat banget ngen tot dengan dia. “Om, nikmat ya om, coba Ines bisa tiap malem dientot om”, kataku pelan. “Kudu jadi istruku dong Nes, mau gak jadi istri kedua”. “Nanti nyakitin Sintia om, dia kan temenku sejak dulu”. Dia tidak menjawab, kemudian dia mencabut kontolnya yang sudah mengecil dari nonokku, kontolnya berlumuran peju dan cairan nonokku. “Aku ngantuk lagi Nes, tidur yuk”, katanya sambil berbaring disebelahku, tak lama kemudian akupun terlelap lagi. Lemes, cape tapi nikmat banget. Aku terbangun karena hp berdering, Sintia yang call, “Baru bangun ya, nyenyak amir bobonya”. “Iya nih, capek kali ya kemaren seharian kerja trus maen ma anak kamu”. Boong banget ya aku, padahal capek semaleman dienjot terus ma suaminya, terasa dikit guilty feeling sih. “Ya udah, mandi terus ketempatku, siang ini suamiku pulang, kita bisa makan bareng terus anter kamu ke airport deh”. Yup”, jawabku singkt. Terpaksa kenikmatan berakhir, padahal baru dientot 2 ronde, apa bole buat, yang punya suami dah kasi instruksi. Si om aku bangunkan, aku kasi tau kalo Sintia sudah call. “Kapan2 deh Nes, kalo ada kesempatan kita ngentot lagi, aku juga puas banget bisa ngecret di memekmu. Makasi ya kamu dah bantu aku nyalurin napsuku”. “NTar malem giliran ngentotin Sintia dong ya om”. Dia cuma tersenyum. aku beberes, kemudian meninggalkan si om, naik becak lagi kerumah Sintia. Si om bilang rada siangan dia baru ke rumah ibunya, seakan2 dia baru pulang dari Rantauprapat.
8 months ago
Hendra
CNB : Pengalaman Waktu Kecil
Ini pengalamanku ketika masih kecil. Aku adalah anak-satu-satunya dan kami tinggal di rumah susun di lantai paling atas. Kedua orang tuaku kerja, sehingga sepulang sekolah aku selalu sendirian di ru
8 months ago
Dheana
"Diantara Tiga Cinta"#part16
Ngaret yah? Demo-nya kurang mempan berarti..*hhe'xD ** "Ja, keluar aja yuk? Masa dirumah terus? Kan ga seru. Gimana kalau kita jalan-jalan keluar, buat refresh fikiran, mumpung Eja lagi enggak ke Rumah Sakit.."usulmu melirik ragu kearah Reza Read more ... "panas sayang kalau jam segini jalan-jalan, mending dirumah aja deh, lagian Eja males jalan kakinya, jadi mending dirumah aja deh ya?"jelas Reza menolak secara halus "tapi kan kita gak perlu jalan kaki juga Ja, kan ada mobil? Atau motor kamu juga ada, masa jalan kaki sih? yang bener aja kamunya, Aku juga gak mau kalau jalan kaki.."dumelmu kesal "oh iya yah? Hehe Eja fikir kamu ngajak jalan-jalan ngelilingin Kompleks, kalau itu Eja gak mau soalnya capek, tapi kalau jalan-jalannya pake mobil Eja mau deh, kebetulan Eja juga pengen jalan berdua sama istri Eja yang cantik ini.."Reza tertawa kecil merangkul pundakmu dengan tatapan teduhnya "yaudah berarti setuju yah? Kita jalan-jalan siang ini, Aku lagi pingin berduaan sama Eja, soalnya jarang banget Eja bisa ada waktu luang.. Aku ganti baju dulu, muach.."pamitmu beranjak dan mengecup pipi Reza sekilas Reza hanya tersenyum memegangi pipi kanannya "beruntung banget Eja bisa punya istri secantik dan sebaik kamu (namamu). udah lembut, pengertian lagi sama Eja, makasih ya sayang.. Maaf kalau selama ini Eja belum bisa menjadi suami yang baik, Eja sayang kamu.."gumam Reza tersenyum memandangi kepergianmu. ** "Yeee om menang Ais kalah lagi yeeaahh..."Bisma berteriak senang melihat mobil balapnya finish dan sampai lebih dulu dibanding Elfaris "yaahh om Ayah culang nih.. Masa menang telus sih? Om ngalah dong om sama Ais, kan Ais juga pengen menang.."protes Elfaris tidak terima. Ia menaruh stik Playstation yang dipegangnya karna kesal permainan terus dimenangkan oleh Bisma "ahaha makanya ikutin cara main om dong, masa cuma balapan mobil gini aja kalah terus, uuu cemen nih..."ledek Bisma tertawa renyah "tapi kan Ais udah belusaha om, om Ayah aja nih telalu jago, jadi Ais kalah telus.."Elfaris memanyunkan bibirnya kesal dan kembali meraih Stik Playstationnya kembali "yaudah kita ulang lagi yah? Pokoknya kalau Ais menang om bakal kasih Ais satu permintaan deh, tapi kalau Ais kalah lagi, om bakal pulang.. Jadi Ais harus menang oke? Biar om tetep disini"tawar Bisma memasang wajah serius "yaahh jangan pulang dong om, Ais ga mau main lagi kalau gitu, pokoknya om ga boleh pulang dulu, om halus nginep disini, om gak boleh pulang.."Elfaris langsung mematikan layar televisinya dan mengakhiri bermain plasytationnya bersama Bisma "Loh? Ko gitu sih? Berarti Ais takut kalah nih sama om? Uuh masa anak laki-laki penakut sih.. Cemen nih cemen..."ledek Bisma melirik Elfaris "abis Ais gak mau om pulang, pokoknya om gak boleh pulang dulu, om halus tetap disini sama Ais, Ais gak mau om pelgi.."Elfaris menundukkan kepalanya lirih Bisma malah tersenyum lalu mengangkat tubuh bocah yang sangat tampan dan mirip dengannya itu "yaudah om gak pulang dulu, tapi Ais harus tetep main lagi, gimana?"Bisma memandang dekat wajah Elfaris "Ais tetep gak mau, om main sama Bunda aja, Bunda Ais kan jago.. Gimana om?"tawar Elfaris balik "wah.. Ko perasaan Bunda jadi gak enak yah? Tadi kaya ada yang nyebut nama Bunda deh.."tiba-tiba Franda datang menghampiri dengan membawa cemilan ringan untuk Bisma dan Elfaris "ahaha bukan Ais Bunda, bukan Ais.."Elfaris tertawa kecil menutupi mulutnya "bohong tuh boong.. Tadi kayanya Ais justru bilang kalau Bundanya bisa ngalahin om nih, iya kan? Hayoo ngaku??.."goda Bisma menggelitik perut Elfaris "ahaha enggak om, ahh om pengaduan nih, kan tadi Ais cuma becanda, lagian Bunda Ais emang jago om, benelan deh Ais ga boong.."jelas Elfaris membela diri "jago apa sih maksudnya? Bunda gak ngerti, Ais gak bicara yang macem-macem kan?"bidik Franda curiga. Ia ikut duduk disamping Elfaris dan Bisma "jago itu Bun... Bunda kan hebat kalau main Game Playstationnya, jadi Ais suruh aja om Ayah buat ngelawan Bunda biar om Ayah kalah, soalnya dali tadi Ais kalah telus Bunda.."jelas Elfaris mengadu "Hah? Main Game?"Franda mengerutkan keningnya bingung menatap Bisma Bisma sendiri malah cengengesan sambil menggaruk belakang kepalanya "iya Bun, Bunda mau kan melawan om Ayah? tus kalahin om Ayah Bun bial Ais menang.."pinta Elfaris memaksa "engh~ mending Ais masuk kamar aja deh. Dan buat kamu Bis, mending kamu pulang, udah sore, gak baik kamu berlama-lama disini.."jelas Franda mengalihkan pembicaraan "yaah Bunda, tapi kan Ais..."ucapan Elfaris terpotong "gak ada tapi-tapian. Bunda gak suka kalau dibantah, sekarang Ais masuk kamar lalu tidur.."tegas Franda sedikit keras "yaah Bunda.."Elfaris menunduk lemas lalu beranjak menuju kamarnya menuruti perintah sang Bunda "kenapa harus disuruh masuk kamar sih? Kasian tau Nda, egois kamu. Bilang aja kalau takut Aku kalahin, gak usah ngalihin perhatian.."sindir Bisma membuat Franda menoleh kaget mendengarnya "terserah kamu mau bicara apa, Aku cuma mau kamu sekarang pulang, udah sore. Gak baik kamu berlama-lama disini, kamu gak kasihan apa sama istri kamu dirumah?"elak Franda ikut berlalu meninggalkan Bisma namun dengan segera Bisma menarik pergelangan tangan Franda dan menghentikan langkahnya "main dulu sebentar, Aku yakin kali ini Aku pasti bisa ngalahin kamu, kecuali kalau kamu memang seorang pengecut dan cement.."Bisma menatap wajah Franda dengan senyuman jahilnya "isshh lepas! Aku bukan pengecut yah? Kalau cuma main Playstation doang Aku gak pernah takut! Harusnya kamu nyadar kalau selama ini kamu selalu kalah melawan Aku!"tegas Franda menyingkirkan tangan Bisma dari tangannya "ohh oke kalau begitu tunjukkin sekarang. Kita main dan tetap pada taruhan awal seperti dulu, Gimana?"tawar Bisma dengan gaya tengilnya itu "taruhan awal? Berarti..."Franda menggantungkan ucapannya "iya berarti kalau kamu menang Aku bakalan gendong kamu menaiki anak tangga sampai 3x turun naik, karna kamu paling seneng kan lihat bengek Aku kumat? Tapi kalau Aku yang menang bibir kamu milik Aku. Gimana Nda? Masih ingat kan kejahilan kita dulu?"jelas Bisma tersenyum devil "e..enggak. Aku gak mau, Aku beneran gak bisa Bis.. Kamu.. Kamu yang dulu dan sekarang udah berbeda, Kita udah bukan sahabat dekat kaya dulu lagi, ja..jadi..."ucapan Franda terpotong "takut?"ledek Bisma mendekatkan wajahnya "isshh, Aku GAK TAKUT tuh! A..ada juga kamu yang perlu takut.."elak Franda mendorong wajah Bisma "haha, yaudah kalo gitu KITA MAIN!"tegas Bisma menantang. Ia pun menyalakan kembali Playstation didepannya. Satu stik berwarna putih diberikannya pada Franda sedangkan Ia sendiri memegang stik berwarna hitam "Aku yakin kali ini Aku pasti bisa menang Nda.. Siap-siap aja kamu.."batin Bisma tersenyum yakin seraya mengutak-atik stik Playstation yang dipegangnya "isshh gimana ini?.. Kalau dulu Aku emang suka ngalahin kamu Bis, digendong kamu naik turun tangga, Aku suka karna itu cara Aku buat ngejahilin kamu. Tapi sekarang kan situasinya udah beda. Kamu udah punya istri Bisma, masa gak ngerti sih.."wajah Franda terlihat ketakutan dan gelisah "udah SIAP?"Bisma melirik Franda dengan wajah evilnya "A..aku..."ucapan Franda terpotong "tinggal main aja Nda, anggap aja kaya dulu. Masa kamu takut? Biasanya kan kamu yang suka maksa main game kaya gini.."ujar Bisma enteng. Franda hanya diam menghela nafasnya "yaudah Aku siap"setuju Franda akhirnya "haha seneng ih bisa ngulang saat-saat kaya gini sama kamu Nda, dulu Aku memang selalu kalah dalam permainan ini, tapi sekarang... Kita lihat siapa yang akan menang..."batin Bisma tak henti-hentinya tersenyum memandang perempuan cantik disampingnya "waahhh kayaknya Ais halus lihat nih petandingan Bunda melawan Ayah, upss maksud Ais Bunda melawan om Ayah.. Hihii.."Elfaris tertawa kecil melihat apa yang dilakukan oleh Bunda dan Ayah kandungnya itu. Perlahan Ia pun berjalan menuruni anak tangga rumahnya untuk melihat Franda dan Bisma dari dekat "semoga Bunda bisa menang biar om Ayah tidur disini nanti malam, iya Bunda Ais halus menang.."batin Elfaris berharap. ** "wahh itu lucu Ja, Aku mau yang ituu..."tiba-tiba kamu berlari menuju toko boneka yang sangat lucu-lucu ditoko sebelah sana "aduhh Dari tadi dibilang lucu terus, bisa-bisa mobil Eja penuh nih sama barang-barang, masa hampir semua dibilang lucu sih? Kamu bener-bener deh sayang..."Reza menghela nafasnya berat, Ia pun segera membuntuti dirimu untuk membeli semua yang kamu sukai didalam mall yang sangat besar ini "Ja, yang ini boleh yah?"tanyamu menujuk boneka Panda berukuran cukup besar "iya boleh ko, ambil aja.."balas Reza setuju Tanpa ragu lagi kamu pun memilih beberapa boneka lagi, pakaian bahkan aksesoris yang kamu suka, kamu ambil dan Reza selalu bilang boleh, jadi tak heran kalau aksimu ini tidak bisa kamu kendalikan sendiri "huhf, gini yah rasanya nemenin istri belanja? Capek banget, kalau soal beli apa-apanya sih Aku gak peduli, tapi capeknya itu loh.. Huhf.."Reza menghembuskan nafasnya berat. Dilihatnya kamu yang masih saja asik berada didalam toko boneka, namun bibirnya tiba-tiba tersenyum menatapmu "tapi seneng juga akhirnya Eja bisa bahagiain kamu, meskit hanya dengan materi, tapi kasih sayang Eja akan selalu Eja curahkan buat kamu.."batin Reza tersenyum senang. ** "Huuhf akhirnya sampai juga, Aku gak sabar pengen lihat apa aja yang Aku beli di mall tadi.."kamu menghela nafasmu dan membuka satu persatu kantung belanjaan yang kamu dan Reza bawa "Eja capek..."keluh Reza menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur "nanti (namamu) pijitin Eja deh, tapi makasih yah buat semuanya (namamu) suka banget Ja, sukaa banget, makasih ya sayang?"ujarmu tersenyum menatap Reza "iya sama-sama, Eja juga seneng ko kalau kamunya seneng.."balas Reza ikut tersenyum Kamu mengurungkan niatmu untuk membuka belanjaan yang kamu beli, kamu duduk mendekati Reza dan menatap suamimu begitu teduh "mau (namamu) pijitin gak? Kayaknya Eja kelelahan banget.."tawarmu pelan diiringi senyum "mau sih, tapi emang kamu ga capek sayang?"Reza menoleh ragu "enggak ko, yaudah Aku pijitin Eja yah? Biar besok pagi badan Eja gak terlalu sakit pas kerjanya.."balasmu mantap. Jemari lentikmu pun mulai kamu taruh diatas punggung Reza, sementara Reza segera mengubah posisinya menjadi tengkurep diatas tempat tidur "ngh~ iya itu pundak Eja sakit banget, agak kenceng yah pijitnya.."Reza memejamkan matanya keenakan "iya ini juga udah cukup kuat ko, enak kan?"kamu terus memijat punggung Reza dengan kedua tanganmu "iya sayang enak banget, ternyata kamu mahir juga yah memijat kaya gini.."puji Reza membuatmu tersenyum "kalau cuma mijit aja sih Aku bisa, tapi Aku maunya cuma mijit suami Aku aja, kalau orang lain Aku gak mau.."jelasmu membuat Reza membalikkan badannya menatapmu "loh? Kenapa?"kamu mengerutkan keningmu bingung "enggak, Eja gak papa ko. Kamu sini deh tiduran disamping Eja. Mending kita tidur aja, Eja tahu kamu juga pasti capek kan? Sini sayang..."Reza menarik tubuhmu lembut agar ikut berbaring disampingnya Kamu hanya tersenyum dan mengikuti apa yang Reza inginkan "semalam Eja mimpi tidur bertiga sama kamu dan satu orang anak kecil. Dia lucu banget, pokoknya itu bener-bener indah dan membahagiakan.. Eja gak nyangka loh, apalagi pas anak kecil itu manggil Eja papah, rasanya kaya nyata, Indah banget.."Reza tersenyum mengingat mimpi indahnya semalam, matanya menerawang menatap atap kamarnya "jadi Eja pengen cepet-cepet punya baby?"tanyamu pelan "emang bisa?"tanya Reza balik dengan wajah polosnya "isshh ya bisa dong, kenapa enggak. Eja kan udah nikah, dan semalam Eja juga udah nyentuh Aku. Sekarang kita hanya perlu wak..."tiba-tiba ucapanmu terpotong "oh iya soal yang semalam Eja bener-bener minta maaf. Itu diluar kendali Eja, serius deh sayang. Maafin Eja yah? Gak sengaja.."ucap Reza tiba-tiba Kamu melotot kaget mendengar Reza meminta maaf lagi soal kejadian semalam "kenapa harus minta maaf terus sih Ja? Kan itu udah hak Eja. Lagian katanya Eja pengen punya baby, jadi gak papa Eja sentuh Aku juga, Aku seneng ko, itu udah hak Eja dan udah kewajiban Aku juga buat melayani Eja, jadi gak perlu minta maaf lagi.."jelasmu sedikit geram "tapi tetep aja Eja ngerasa bersalah, kalau nanti kamu hamil gima.."Reza menggantungkan ucapannya dan tersenyum memandangmu "hehe Eja lupa, kalau kamu hamil kan Eja pasti seneng. Kenapa gak kefikiran kesana yah? Kalau kamu hamil berarti Eja bakalan punya anak dong, jadi kenapa Eja harus takut.."pikir Reza ternyata baru menyadari dan mengerti semuanya "hufh.. Ko Eja jadi lemot gini sih? Ya Tuhan.. Gak kebayang kalau Aku beneran hamil nanti, hemz.."kamu menggelengkan kepalamu melihat sikap polos suamimu ini "yaudah kita tidur sekarang aja yah? Semoga kamu cepat hamil dan cepat kasih Eja bayi, Eja sayang kamu (namamu), muach.. Good nigh sayang muach.."Reza mengecup keningmu sekilas lalu sedikit membungkukkan kepalanya mengecup dan mengelus perut datarmu "belum hamil aja udah dikecup kaya gini perut Akunya, gimana kalau udah hamil, Aku jadi gak sabar Ja, pasti kamu bakalan terus perhatian sama Aku dan bayi kita nanti, Aku sayang kamu Reza..."batinmu tersenyum dan memeluk tubuh Reza erat, sedangkan kepalamu kamu senderkan didada bidang Reza.. Bersambung.. Uhhh so suittt.... Pengen juga meluk bang Jaeee*gigitGuling* walaupun polos dan sedikit lemot, tapi perhatian dan kasih sayangnya tulus luar binasa.. Ajib*ketokPalu* Aisssh tapi itu kira-kira siapa yg bakal menang yah? Bunda atau Ayah? Eh maksudnya om Ayah?*tanyaElfaris* hehe semoga Bunda panda deh yang menang, kalau om Ayah yang menang mah nanti saya Enpy*wkwkwkwkwk TONG jadi PEMBACA GELAP NAHA! Hargai yang negtik cooyy'xD @dheana92
14 months ago
Previous page >>