Susi posts

Laughing Squid
NYC Woman Fabulously Recreates Colorful Modern Art Paintings Onto Her Long Fingernails
laughingsquid.com
A photo posted by Nail Art History (@susikenna) on Oct 20, 2016 at 2:17pm PDT New York City social media director Susi Kenna has created “Nail Art History”, a fun series in which she de…
111 months ago
CNN International "I asked, 'why should I sign when you didn't give me the money?' Then, she hit me."
Asia's abuse of domestic workers laid bare
cnn.com
An Indonesian domestic worker, who now calls herself Susi, describes the start of the abuse cycle which shaped her life for nearly a year.
128 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Sabtu Siang, 27 Juni 2015 -------------------------------- BACA URAIAN ABDILLAH TOHA -- "MELAWAN MAFIA BISNIS" Tanpa seizin penulisnya, Pemerhati Politik ABDILLAH TOHA, tulisannya berjudul "MELAWAN MAFIA BISNIS", dimuat lengkap Read more ... dibawah ini. Merupakan tema pokok kolom hari ini: BACA URAIAN ABDILLAH TOHA – “MELAWAN MAFIA BISNIS” * * * Kita sering sekali membaca, mendengar, nonton film melihat di TV sekitar MAFIA . . . . Mafia ini . . . mafia itu. Barangkali tanpa disadari selama ini, bahwa (mungkin sekali) orang yang dikenal sebagai 'orang baik-baik', terhormat, dan elite --- adalah bagian dari mafia yang ditakuti itu. Kiranya baru kali ini ada uraian yang cekak-aos . . apa sebenarnya MAFIA ITU? Disinilah arti pentingnya uraian ABDILLAH TOHA. Adillah Toha -- memberikan penjelasan dan pencerahan APA ITU MAFIA, EKSISTENSINYA, KEBERADAANNYA, LEGITIMITASNYA, BAHAYANYA -- PENGARUH DAN KEKUASAANNYA. * * * Berawal dari ucapan Presiden Joko Widodo baru-baru ini - - - bahwa negeri ini sedang menghadapi berbagai mafia. Mafia pangan, mafia ikan, mafia migas, dan lainnya (Kompas, 15/6/2015). . . Abdillah Toha menambahkan: "Kalau mau ditambah masih ada lagi: mafia tanah, mafia bioskop, mafia saham, mafia TV, mafia pengecer, dan banyak lagi." Mafia yang beroperasi di masyarakat, dalam kehidupan politik dan ekonomi, budaya sehari-hari -- Indonesia sekarang ini -- bukanlah suatu 'organized crime' (krimininal terorganisasi), seperti pengertian umumnya apa itu mafia -- Yang dimaksud disini, menurut Abdillah Tohga, adalah: MAFIA BISNIS (seperti dikatakan Jokowi) -- ". Kelompok ini legitimate. Bukan kriminal, melainkan bisa menabrak aturan main yang ditetapkan oleh peraturan dan undang-undang melalui cara yang lihai dengan memanfaatkan berbagai lubang dari aturan hukum. Kelompok ini biasanya punya kekuatan keuangan yang besar. Koneksi mereka kuat dengan penguasa di bidangnya, intimidatif apabila ada yang mengganggunya, cenderung monopolistik dan menguasai pasar, serta ikut memengaruhi kebijakan pemerintah agar menguntungkan kelompoknya. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, kelompok mafia memberikan imbal balik kepada penguasa dan politisi dalam bentuk uang, saham, dana pemilu, atau bentuk-bentuk lain yang sulit dilacak. * * * Renungkan sedikit lagi makna tulisan Abdillah Toha mengenai sifat dan cara-kerja MAFIA BISNIS INDONESIA, . . maka tibalah kita pada kesimpulan bahwa MAFIA BISNIS YANG 'EGITIMATE' di Indonesia dewasa ini, SESUNGGUHNYA SUDAH BEOPERASI SEJAK BERDIRINYA REZIM ORDE BARU. Yang membesarkan dan meneruskan serta melindungi budaya korupsi – KKN di segenap jajaran birokrasi, -- sipil dan militer, baik di bidang ekskutif, legeslatif maupun yudikatif. Seluruh sumber hidup dan eksistensi serta tindak tanduk rezim Orde Baru, sesungguhnya adalah -- seperti apa yang diuraikan oleh Abdillah Toha dalam tulisannya mengenai MAFIA BISNIS INDONESIA. Dan yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Abdillah Toha mengingatkan bahwa pemerintah harus , membersihkan aparat hukum dan pejabat dari unsur-unsur kotor yang memperkaya diri sendiri. Jika ada kemauan politik, tidak sulit mengidentifikasi mereka dan menggantikannya dengan orang-orang yang bersih dan berani. Selama masih ada pejabat yang bisa dibeli, selama itu pula berbagai mafia akan meraja lela. Lalu menyarankan agar menjaga wibawa pemerintah dengan pelaksanaan hukum yang tegas, disiplin aparat, dan konsistensi dalam menetapkan kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat. * * * Silakan baca selengkapnya uraian Adillah Toha yang dimaksud: Abdillah Toha “Melawan Mafia Bisnis” -- Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengatakan bahwa negeri ini sedang menghadapi berbagai mafia. Mafia pangan, mafia ikan, mafia migas, dan lainnya (Kompas, 15/6/2015). Kalau mau ditambah masih ada lagi: mafia tanah, mafia bioskop, mafia saham, mafia TV, mafia pengecer, dan banyak lagi. Istilah mafia yang berasal dari Sicilia, menurut Reader's Digest, berasal dari bahasa Arab "ma'siyah" yang berarti maksiat. Sicilia pernah diduduki oleh penguasa Arab. Namun, arti umum mafia adalah kelompok kriminal yang terorganisasi (organized crime). Sementara mafia yang dimaksud Jokowi adalah mafia bisnis. Kelompok ini legitimate. Bukan kriminal, melainkan bisa menabrak aturan main yang ditetapkan oleh peraturan dan undang-undang melalui cara yang lihai dengan memanfaatkan berbagai lubang dari aturan hukum. Kelompok ini biasanya punya kekuatan keuangan yang besar. Koneksi mereka kuat dengan penguasa di bidangnya, intimidatif apabila ada yang mengganggunya, cenderung monopolistik dan menguasai pasar, serta ikut memengaruhi kebijakan pemerintah agar menguntungkan kelompoknya. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, kelompok mafia memberikan imbal balik kepada penguasa dan politisi dalam bentuk uang, saham, dana pemilu, atau bentuk-bentuk lain yang sulit dilacak. Informasi adalah bagian penting dari kerja mafia. Mereka bisa memperoleh informasi penting jauh sebelum diketahui publik melalui kontak-kontak bayaran mereka di pemerintahan. Hasil keuntungan mereka umumnya disimpan di negeri-negeri yang "aman", seperti Singapura dan kawasan bebas pajak, atau diinvestasikan dalam surat-surat berharga di luar negeri atau investasi lain. Belakangan para mafia ini sedikit terbuka kedoknya setelah pemerintah menunjuk tim migas yang diketuai Faisal Basri dan setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan gebrakan menenggelamkan kapal-kapal "asing" pencuri ikan. Mafia tanah yang menguasai bank tanah dan menentukan harga tanah di kota-kota besar sejauh ini belum tersentuh. Mafia beras mempermainkan harga beras dengan menimbun dan menekan pembelian dari petani. Memberantas mafia Melawan mafia tidak mudah karena mereka kuat dan tidak akan tinggal diam. Selama bertahun-tahun mereka justru dipelihara dan dibesarkan oleh kekuatan politik tertentu guna menjamin kelangsungan kekuasaan mereka. Mereka akan melawan menggunakan kekuatan uang, lobi politik, media, dan apabila perlu dengan teror. Politisi, anggota DPR, aparat hukum, dan pejabat yang dipelihara dan banyak menikmati keuntungan materi dari mereka tidak akan tinggal diam melihat sumber penghasilannya dihancurkan. Namun, dengan tekad yang bulat, pemerintah yang bersih dan berkemauan politik dapat meminimalkan kerusakan yang diakibatkan oleh berbagai mafia ekonomi ini sebagai berikut. Pertama, membersihkan aparat hukum dan pejabat dari unsur-unsur kotor yang memperkaya diri sendiri. Jika ada kemauan politik, tidak sulit mengidentifikasi mereka dan menggantikannya dengan orang-orang yang bersih dan berani. Selama masih ada pejabat yang bisa dibeli, selama itu pula berbagai mafia akan meraja lela. Kedua, memaksakan transparansi dalam setiap transaksi oleh pengusaha. Salah satu trik mafia adalah menutupi pemilik sebenarnya dari usaha mereka. Saham PT dimiliki oleh PT yang dimiliki oleh PT lain, seterusnya bertingkat-tingkat sehingga sulit diketahui orang kuat sebenarnya di belakang usaha itu. Trik lain adalah dengan melakukan transaksi bertingkat kepada perusahaan milik sendiri di luar negeri. Perlu ada undang-undang membatasi kepemilikan bertingkat sampai maksimum dua tingkat. Ketiga, memberantas praktik transfer pricing dengan audit khusus terhadap transaksi yang mencurigakan. Mafia sering menyewa atau melakukan pembelian bahan baku dari perusahaan milik sendiri di luar negeri dengan harga jauh di atas harga pasar (over price) atau menjual hasil produksi dengan harga di bawah pasar (under price). Dengan demikian, dia akan membatasi laba di dalam negeri atau bahkan merugi guna menghindari pajak di dalam negeri. Keempat, menjaga ketat agar kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi pasar tidak bocor sebelum diumumkan dengan membatasi jumlah pejabat yang diikutsertakan dalam merumuskan kebijakan penting. Kelima, melaksanakan dengan konsekuen Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Persaingan Usaha, mengefektifkan kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang belakangan tumpul, serta memberantas monopoli dan persekongkolan dalam tender. Keenam, mengintensifkan pemeriksaan pajak pada usaha-usaha yang ditengarai menggelapkan pajak, baik dengan melanggar hukum maupun dengan memanfaatkan lubang-lubang dalam peraturan pajak. Perlu tekad politik Ketujuh, menggunakan kekuatan ekonomi pemerintah untuk membangkrutkan mereka yang mencari keuntungan besar dengan cara menimbun, bukan dengan menggunakan polisi ekonomi atau sejenisnya, melainkan dengan membanjiri pasar dengan barang yang diperdagangkan. Mafia tanah dapat dihentikan dengan peraturan mengenakan pajak bertingkat atas kepemilikan lahan kosong untuk waktu lama, membatasi areal tanah yang dimiliki pada setiap saat, dan pemerintah memiliki sendiri bank tanah untuk mengimbangi kepemilikan swasta. Kedelapan, menghilangkan segala bentuk subsidi yang tidak tepat sasaran dan hanya akan menciptakan dua harga yang mendorong penyelundupan. Sebaliknya, pemerintah melakukan kebijakan afirmatif dan memberi insentif kepada usaha-usaha yang menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja bagi khalayak. Kesembilan, menghindari sejauh mungkin perangkapan jabatan (dwifungsi) pengusaha dengan pejabat atau politisi dengan peraturan yang jelas tentang benturan kepentingan (conflict of interest). Kesepuluh, menjaga wibawa pemerintah dengan pelaksanaan hukum yang tegas, disiplin aparat, dan konsistensi dalam menetapkan kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat. Memang tidak mudah melawan berbagai kekuatan bisnis mafia ini. Akan tetapi, dengan tekad bulat politik, komunikasi publik yang jelas, dan niat yang tulus, rakyat akan mendukung dan perlahan, tetapi pasti mafia bisnis di Tanah Air akan dapat dikendalikan. Abdillah Toha Pemerhati Politik 26 Juni 2015 -- http://print.kompas.com/baca/2015/06/26/Melawan-Mafia-Bisnis * * *
Melawan Mafia Bisnis
print.kompas.com
Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengatakan bahwa negeri ini sedang menghadapi berbagai mafia. Mafia pangan, mafia ikan, mafia migas, dan lainnya (Kompas, 15/6/2015). Kalau mau ditambah masih ada lagi: mafia tanah, mafia bioskop, mafia saham, mafia Read more ... TV, mafia pengecer, dan banyak lagi. Istilah mafi…
129 months ago
Paul Bridger ~*~"UK'S TAXPAYERS £70,000 CASH PAY PAEDO - VILE'S."~*~ 'UK Column News Standing Friday Skype Guest DAVID SCOTT Of Northern Exposure Discusses Covered Topics And Issues From North Of The Border. 'TWEET UK Prime Minister @Number10gov 24th April 2015: Read more ... PM Meets With @matteorenzi, @fhollande And Chancellor Merkel Ahead Of #EUCO (European Council) On Response To Tragedy In Mediterranean.' 'TWEET UK Prime Minister @Number10gov 24th April 2015: PM: With Biggest Defence Budget In EU, UK Will Offer HMS BULWARK, 3 Helicopters And 2 Border Patrol Ships To Help Rescue Efforts #EUCO (European Council).' MIRROR (Newspaper) 1st March 2014: Huge Sums Of TAXPAYERS Cash 'Handed To Vile Child Sex Pervert Group' By Home Office Officials. An Alleged £70,000 Was Given To The Paedophile Information Exchange, Between 1977 And 1980 Under Labour And Then THATCHER'S First Government (£400,000 + Equivalent In Today's Money Taking Inflation Into Account).' 'THE TIMES LAW 23rd April 2015: Letter Urges Prosecution Against Lord JANNER.' 'THE TAP BLOG 23rd APRIL 2015: JANNER 'Dementia' Queried. Why No Power Of Attorney?.' 'TWEET SUSI HOY @palestininianp April 2015: If JANNER Is Suffering From Acute (*Note* In Medical Terminology Acute Is Equal To That Of Severe) Dementia, How Come He Is A Patron Of THE FRIENDS OF ISRAEL EDUCATIONAL FOUNDATION.?.' 'BBC NEWS UK 24th April 2015: Lord JANNER Decision Right, Says DPP (Director Of Public Prosecutions) ALISON SAUNDERS (COMMON PURPOSE GRADUATE).' 'LONDON EVENING STANDARD 24th April 2015: EXCLUSIVE:, First Full Interview With DPP ALISON SAUNDERS On Her Decision NOT To Charge Lord JANNER Over Child Sex.' 'MAIL ONLINE 9th August 2014: Police To Probe Why Arrest Of Labour MP Lord JANNER Over Child Abuse Allegations 20 Years Ago Was 'Blocked' (Being Swept Under That Lumpy Bumpy Carpet?).' 'THE TELEGRAPH 23rd April 2015: ANZAC DAY 'Plot': British Boy, 14, Charged With Inciting Terrorism.' 'UK COLUMN NEWS 24th April 2015: MAGNA CARTA TRUST: Commemorating 800 Years Of Democracy. The WHAT ON EARTH? (Primary School Literature) MAGNA CARTA CRONICLE Teacher Activity Support Pack For KS2/KS3.' '~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ COMMON LAW EVENT 1st May 2015 In NOTTINGHAM Start Time 9 am THE OLDE JERUSALEM INN. ENGLAND'S Oldest Inn NOTTINGHAM. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ THE GREAT BRITISH MORTGAGE SWINDLE 2nd May SAVOY CINEMA NOTTINGHAM Start Time Midday. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ NATIONAL HEALTH FEDERATION 60th ANNIVERSARY UK CONFERENCE MANCHESTER 25th April PRESENTED AT THE FRIENDS MEETING HOUSE, 6 MOUNT STREET, MANCHESTER M2 5NS. Tickets £35 Each Includes Lunch And A Host Of Speakers. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ AV6 ALTERNATIVE VIEW CONFERENCE The People Have Got The Power. Saturday 16th May To Sunday 17th May 2015 ALTERNATIVE VIEW,CO.UK STAVERTON PARK HOTEL DAVENTRY NORTHAMPTONSHIRE Bringing Together Those Who Are Working To Bring About The Changes That We All Know We Need To See. Tel:- 0207 588 8869 Top Information And Networking. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ' petercherbi.wordpress.com April 2015: A DIARY OF INJUSTICE IN SCOTLAND: MY COURT NOT YOURS: Scotland’s Top Judge (Lord GILL) Slams Politicians And Government As “Insidious” In Law Conference Attack On Transparency & Calls To Reform Secretive Judiciary & Vested Legal interests.' 'THE COURIER 22nd April 2015: KIRK In Crisis - Church Of SCOTLAND Losing 300 Members A Week.' 'Bloomberg 23rd April 2015: DEUTSCHE Bank To Pay Record $2.5 Billion To Resolve LIBOR (The London Inter-Bank Offered Rates).' 'THE SCOTTSMAN 24th April 2015: RUTH DAVIDSON Demands U-Turn Over 'NAMED PERSON' (The People Call For The Repeal Of The 'Named Person' Scheme).' 'THE SCOTTSMAN 24th April 2015: SNP (Scottish National Party) Justice Shambles 'Alarm For Scots Democracy' (Convictions On Hearsay).' This And Much More News Reports With In Depth Analysis From Your Non-Plastic Real Deep Thinking Human Guest David Scott And Presenters Mike Robinson And Jon Shackleton. Get Into The Real Know And Click Below.
UK Column News 24th April 2015
youtube.com
http://ukcolumn.org/ http://corruptwatch.com/
131 months ago
Laughing Squid ‘Echoes’, Close-Up Video of Slow-Moving Liquids Swirling Around Like Cosmic Gases
'Echoes', Close-Up Video of Slow-Moving Liquids Swirling Around Like Cosmic Gases
laughingsquid.com
“Echoes” is a short video by Berlin-based artist Susi Sie that seemingly turns slow-moving suspended liquids into cosmic gases with a macro lens and a minimalist soundtrack by German composer Cleme...
135 months ago
More susi posts »

Susi news

No news about susi

Susi videos

No videos about susi