Tvri nasional posts

Newsweek INT. Barisan Revolusi Nasional (BRN) is thought by observers to be the main faction responsible for the decades-old insurgency in the Muslim-majority southern provinces of Yala, Pattani and Narathiwat.
Thai insurgency group renews offer for conditional peace talks
newsweek.com
Barisan Revolusi Nasional (BRN) is thought by observers to be the main faction responsible for the decades-old insurgency in the Muslim-majority southern provinces of Yala, Pattani and Narathiwat.
107 months ago
Fransiskus Harsanta Death Penalty, visit :
www.laskarkocak.com
laskarkocak.com
Anak Perlindungan Hak Anak Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli cenderung hanya berupa seremonial karena tidak ada perbaikan perlindungan terhadap hak anak. Negara belum optimal memenuhi hak - hak anak untuk tumbuh kembang secara w Read more ... ajar. Minimnya perlindungan dari pemerintah pusat…
116 months ago
Satria Sariputra KONTRA Kesaksian yg menyatakan VIC kopi siAnida mirna berubah warna jadi kuning kunyit ??? Selasa, 9 February 2016 19:06 WIB Penulis: Cornelius Eko Susanto Dok.MI KEPALA Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional BPOM, Anny Sulistio Read more ... wati mengatakan sianida tidak bisa mengoksidasi zat lain. Itu artinya, sianida tidak akan mengubah warna kopi Hal itu dinyatakan Anny mengomentari kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Almarhumah diduga meninggal dunia akibat mengonsumi es kopi vietnam yang dicampur sianida oleh tersangka Jessica Wongso. Rekan korban dan Jessica yaitu, Hani, bersaksi kopi Mirna berwarna kuning seperti kunyit. Menurut Anny, pernyataan bahwa kopi berwarna kuning seperti kunyit karena tercampur sianida itu janggal. Pasalnya, sianida adalah zat yang tidak bisa mengoksidasi zat lain (oksidator). Oleh karena itu, dia terus terang mengaku heran dengan keterangan Hani, “Tidak akan merubah warna kopi. Tetapi bisa saja perubahan warna terjadi karena bahan lain, seperti creamer,” tambah dia. Menurut dia, zat sianida hanya bisa berubah warna bila tercampur dengan besi (Fe). Biasanya, kalau tercampur dengan zat itu, warnanya bisa berubah menjadi cenderung merah. (OL-3). https://m.facebook.com/Keadilan-untuk-Jessica-Kumala-Wongso-1785172445051002/?view_public_for=1785172445051002&_rdr http://www.mediaindonesia.com/news/read/27956/sianida-tidak-ubah-warna-kopi/2016-02-09
Keadilan untuk Jessica Kumala Wongso
Halaman ini diapresiasikan utk ketegaran Jessica menghadapi/melawan pelanggaran AzAz “PradugaTak Bersalah” oleh kesewenangan Aparat Penegak Hukum RI
116 months ago
The Economist Although the prime minister has spent much of the past year denying any role in a dizzying financial scandal linked to 1MDB, his coalition, Barisan Nasional, is doing well
117 months ago
Slate.com That's a lot of bras.
Online Lingerie Store Zivame Is Burning Through Bra Sales
slate.me
This post originally appeared on Business Insider. Zivame, a 4-year-old startup based in Bangalore, India, just raised more than $40 million to change the way women buy underwear online. So far, the strategy seems to be working; Zivame says it's sell Read more ... ing one bra per minute. Investors include Khazanah Nasional Berhad and Zodius Technology Fund, a fund...
127 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Selasa Malam, 23 Juni 2015 ------------------------------------ KRONIK “PULANG KAMP UNG” (2) * * * Kangenan dan Silaturakhmi Keluarga-besar di Indonesia: Salah satu tujuan utama kami – suami istri, dua putri da Read more ... n dua menantu serta seorang cucu --- berkunjung ke Indonesia kali ini , adalah untuk melepas rindu dengan keluarga-besar yang cukup banyak di Indonesia. Untung kebanyakan mereka itu domisilinya terpusat di ibukota. Ada juga yang tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Menjadi dosen di UGM. Banyak yang pofesinya dosen. Ada yang pegawai negeri. Tidak sedikit yang pengusaha. Dan, jangan heran . . Ada juga yang anggota ABRI, baik AD, Angkatan Laut, maupun AURI. Malah yang perwira tinggi Alri itu yang memberikan bantuan ketika kami pertama kali (1994) berkunjung ke Indonesia, dikala Orba masih berjaya. . . . . * * * Aku tidak pernah menghitung jumlah mereka – paling tidak sekitar seratusan. Rezim Orba yang memerintah Indonesia selama lebih dari 32 tahun, telah amat merusak, memecah-belah hubungan dan ketenteraman jutaan keluarga Indonesia. Jutaan anggota keluarga Indonesia, adalah korban Peristiwa persekusi dan pembantaian masal 1965 yang dilancarkan oleh Orde Baru di bawah Presiden Suharto. Banyak keluarga yang terpisah dan terpecah-belah, saling tidak tahu dimana masing-masing berlindung -- karena menyelamatkan diri dari persekusi Orba. Mereka hidup dalam ketakutan dan sengsara serta terpencar-pencar serta terpisah-pisah. Banyak yang terpaksa ganti-nama, bahkan ganti identitas. Tidak sedikit juga yang mengganti keyakinan agamanya. Ini semua adalah akibat politik persekusi rezim Orde Baru – terhadap anggota PKI, dituduh PKI, simpatisan PKI, pendukung Presiden Sukarno -- dan lebih parah lagi fitnahannya ialah : Terlibat dengan G30S. Padahal mereka-mereka itu samasekali tidak tahu-menahu apa itu G30S. Padahal di sepanjang hidup mereka adalah warganegara yang tidak pernah melanggar hukum dan setia pada Republik Indonesia dan Presiden Sukarno. Tidak sedikit dari keluarga-keluarga itu telah memberikan sumbangan menurut syarat masing-masing dalam perjuangan kemerdekaan nasional. Bahkan tidak sedikit adalah veteran pejuang anti-kolonialisme Belanda sejak sebelum Perang Dunia II. * * * Hubungan dan ketenteraman keluarga kami, seperti banyak korban lainnya -- amat terganggu, sejak berkuasanya rezim Orba. Disebabkan oleh dicabutnya dengan sewenang-wenang paspor seluruh keluarga kami. Sehingga kami terpaksa mengambil identitas baru dengan paspor negeri domisili kami. ----- Untung di Eropah, kebanyakan negeri terikat dengan dan mematuhi persetujuan internasional,-- yang melindungi warga yang di negerinya sendiri dipersekusi penguasa -- oleh sebab keyakinan politik atau keyakinan agama/kepercayaan. Adalah negeri di tempat kami berdomisili sekarang ini, Holland -- yang memberikan perlindungan politik pada keluarga kami. Perlindungan politik dari persekusi rezim Orde Baru. Sejak Mei 1998, rezim Orba telah tumbang. Syukur Alhamdulillah --- Hubungan kekeluargaan-besar kami pada pokoknya telah pulih kembali. Yang dulunya tidak sedikit yang takut-takut diketahui ada hubungn keluarga dengan kami, kekhawtiran itu sekarang sudah hilang. Tidak bisa dibayangkan betapa pilu dan hancurnya hati ini – di saat ada anggota keluarga besar, bukan saja tidak berani hubungan – bahkan mengambil sikap seolah-olah tidak kenal samasekali. Malapetaka di kalangan keluarga ini penyebabnya HANYA satu --- Politik persekusi Orba dan kebijakan 'bersih lingkungan' yang dilakukan pemerintah selama berkuasanya Presiden Suharto. Apakah politik persekusi dan diskriminasi ini sudah sepenuhnya ditinggalkan oleh penguasa? Masih harus dilihat dalam praktek kehidupan nyata sehari-hari. * * * Maka alangkah bahagianya ketika kami berkunjung ke Indonesia kali ini, yang tujuh orang anggota keluarga Isa yang berdomisli di luar negeri bisa berkumpul bersama dan bersilaturahkmi dalam suasana tenang, damai dan leluasa. * * * Selanjutnya, bagaimana dalam prakteknya nanti pemerintah Presiden Jokowi hendak melaksanakan Program Rekonsiliasi Nasional . . . memang tidak sederhana. Yang jelas – adalah, -- bahwa program REKONSILIASI TIDAK MUNGKIN DILAKSANAKAN TANPA MENGUNGKAP KEBENARAN DAN MELAKSANAKAN KEADILAN BAGI PARA KORBAN. * * *
129 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Senin Malam, 08 Juni 2015 ---------------------------------- “PKI Secara Lembaga Tidak Melakukan Pemberontakan Pada 30 September 1965” Rezim Orde Baru merumuskannya sebagai 'Pemberontakan G30S/PKI'. Menurut versi ini, -- yang Read more ... melakukan pemberontakan adalah 'Gerakan 30 September', dalangnya adalah PKI. Mengenai apa yang terjadi pada hari itu, yaitu 'Pemberontakan G30S/PKI', itu adalah versi resmi. Versi pemerintah Presiden Suharto. Versi ini dinyatakan sebagai kebenaran selama lebih dari 32 tahun mengenai apa yang terjadi ketika itu. Bahkan sampai sekarangpun sementara orang masih ada yang percaya pada kebohongn ini! Dan menjajakannya. Tapi, lebih 30 tahun setelah kejadian, Pemerhati dan Penulis Masalah Militer, Prof Dr Salim Said, penulis buku “Dari Gestapu ke Reformasi”, -- memecahkan 'kebohongan ini' dalam suatu diskusi belum lama, yang diselenggarakan oleh Perpustakaan UI dan Penerbit Mizan di Ruang Sinema, Gedung Perpustakaan Pusat UI, Depok. (-- Minggu, 7 Juni 2015 La Luta @yahoo.com – Sastra Pembebasan). Salim Said menegaskan : “PKI secara lembaga tidak melakukan pemberontakan pada 30 September 1965,” -- Ia menambahkan, menurut hasil otopsi, ketujuh jenderal itu tidak meninggal akibat disiksa seperti yang digambarkan di film Pengkhianatan G 30 S/PKI. Isu penyiksaan digunakan untuk kampanye antikomunis yang dilakukan oleh militer, karena pada saat itu komunisme merupakan ancaman besar. * * * Para pemimpin utama PKI, --- DN Aidit, MH Lukman, Nyoto, Ir Sakirman, dll semua sudah dibunuh secara ekstra-judisial, tanpa proses pengadilan apapun. Sehingga tidak bisa langsung didakwa, di-interogasi dan diadili . Ini suatu keanehan, suatu 'keluar-biasaan' kebijakan Orde Baru. Menuduh PKI berontak, tapi piminan-pimpinan utamanya tidak langsung didakwa dan diadili. Salah satu pimpinan utama PKI, Sudisman, anggota Dewan Harian Politibiro CCPKI, diadili oleh Mahmilub. Sudisman menjelaskan di sidang Mahmilub tsb bahwa PKI tidak memberontak seperti yang dituduhkan oleh penguasa ketika itu. Salim Said menjelaskan bahwa, “Gerakan 30 September merupakan ambisi pribadi DN Adit (Ketua Umum PKI), banyak anggota PKI yang tidak tahu rencana Gerakan 30 September, Aidit melakukan Gerakan 30 September tanpa sepengetahuan Komite Pusat dan Politbiro PKI,”. * * * Seluruh Rezim Orde Baru, sesungguhnya ditegakkan di atas dasar fitnah dan tuduhan belaka , diatas dasar kebohongan dan pemalsuan sejarah. Diatas dasar pembangkangan dan pengkhianatan Jendral Suharto pada atasannya, Presiden Panglima Tertinggi ABRI, Ir Sukarno. Hal ini bisa dijelaskan a.l dengan menelusuri fakta-fakta berikut ini: Pertama, dengan menyalahgnakan sejadi-jadinya “Surat Perintah Prsiden Sukarno , Sebelas Maret 1966,” populer dikenal dng nama “SUPERSEMAR”. Jendral Suharto telah membubarkan PKI yang dituduhnya melakukan pemberontakan. Kedua, lagi dengan menyalahgunakan “SUPERSEMAR”, Jendral Suharto merekayasa MPRS mengambil keputusan melorot Presiden Sukarno dari jabatannya sebagai Presiden RI. Ketiga, lagi dengn menyalahgunakan “SUPERSEMAR”, Jendral Suharto telah merekayasa MPRS, menggangkat dirinya, menggantikan Presiden Sukarno jadi Presiden Ke-2 Republik Indonesia. Keempat, seluruh komplotan pembubaran dan pemusnahan PKI dan pimpinannya , dilakukan di atas dasar kebohongan bahwa sebelum 8 jendral dan seorang perwira TNI dibunuh oleh Gerwani/Pemuda Rakyat/PKI, mereka disiksa dan dianiaya terlebih dahulu. Matanya dicukil dan kemaluannya dipotong. Seperti diungkapkan oleh Salim Said, semua itu tidak benar. Kelima, Suatu keanehan lain yang tidak bisa dijelaskan. PKI dituduh memberontak terhadap pemerintah yang sah di bawah Presiden Sukarno. Tetapi Presiden Sukarno menentang PKI dibubarkan. Presiden Sukarno bahkan membela PKI sebgai suatu kekuatan politik nasional yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia dari kolonialisme Belanda. Keenam, Keanehan lainnya yang tidak mungkin bisa dijelaskan oleh Orde Baru, adalah perkembangan berikut ini: Jendral Suharto menuduh PKI memberontak. Tetapi kenyataannya, yang menggeser Presiden Sukarno dari jabatannya, adalah Jendral Suharto sendiri dkk. Dan Jendral Suharto menegakkan rezim Orde Baru, dengan memanipulasi MPRS mengangkat dirinya menjadi Presiden Ke-2 Repubik Indonesia. * * *
130 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Rabu Siang, 20 Mei 2015 -------------------------------- MEMPERKOKOH JIWA Dan Semangat KEBANGSAAN INDONESIA yang Bersatu-Padu, Demi INDONESIA YANG MAKMUR Dan ADIL * * * Hari ini, hari Rabu tanggal 20 Mei 2015. Seratus Read more ... tujuh tahun yang lalu, --- berdiri Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Duapuluh tahun kemudian, -- 28 Oktober 1928 lahir SUMPAH PEMUDA. 28 Oktober 1928 adalah saat bersejarah bangsa ini, ketika, --- masih di bawah kekuasaan kolonial Belanda yang kokoh dan kejam, . . . . seolah- olah halilintar di tengah siang hari bolong, sejumlah pemuda Indonesia yang berasal dari empat penjuru angin Nusantara, mendengungkan SUMPAH PEMUDA INDONESIA, mengumandangkan Ikrar Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. SATU BAHASA, SATU BANGSA, SATU TANAH AIR INDONSIA. * * * Dua peristiwa bersejarah tsb --- Didirikannya Boedi Oetomo dan Sumpah Pemuda, merupakan sangkakala lahirnya JIWA DAN SEMANGAT KEBANGSAAN INDONESIA, di atas bumi Nusantara. * * * Pengalaman sejarah bangsa Indonesia, -- sejak lahirnya Boedi Otomo dan Sumpah Pemuda Indonesia, memberikan pelajaran sejarah teramat dan maha penting: Bahwa HANYALAH dengan PERSATUAN SEGENAP KEKUATAN NASIONAL yang meliputi seluruh kekuatan politik dalam masyarakat yang cinta Tanah Air dan Bangsa, – – barulah bisa dicapai perkembangan dan kemajuan dalam perjuangnan yang akhirnya ---- melahirkan Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, -- hari lahirnya negara Republik Indonesia. * * * Mari atasi bersama sikap sinisme dan pessimisme, serta kembangkan pandangan optimisme yang realis! Di masa selanjutnya, melalui perjuangan dan kegiatan putra-putrinya yang mengutamakan PERUBAHAN Dan |Kemajuan, pasti akan dicapai tujuan untuk mengakhiri secara definitif periode dan kultur politik dan budaya KKN rezim Orba yang bergelimang dan berkubang dalam lumpur KETIADAAN HUKUM DAN KEADILAN. * * *
130 months ago
Yanuarius Badii Commander of the TPN-OPM Paniai, Leonardus Magai Yogi Shot Dead in Nabire .Nabire, STEP MAGAZINE - Commander-National Liberation Army of Free Papua Movement (OPM) Division II Pemka IV Defenders Paniai Regional Justice, Magai Yogi Leonardus died on t Read more ... he way to the General Hospital (Hospital) Nabire after the clash with Team Task Force Papua Police and Special Police Team in Kampung Sanoba Top Nabire Nabire District, Thursday (04/30/2015), At 10:40 local time. Two others Yulian Nawipa and Marchel Muyapa (driver) shot during the clash. Meanwhile, the two others said to have escaped. Information compiled majalahselangkah.com, Marchel Muyapa is majoring driver inland airport group Leonardus Magai Yogi. "He was my younger brother, he's just the driver alone. Whoever he is serving as her driver inland," said one of the family this morning. This morning, the Task Force and Timsus Nabire Police are still on guard fully armed in Nabire Hospital. Family of Yulian Nawipa and Marchel Muyapa not allowed to visit. "I'll visit at 11:00 am CEST yes. All waiting outside," said police were on guard in the treatment room of men. Information received from the local police, the group Leonardus Magai Yogi using taxi cars toyota innova DS 7372 K. Police Task Force and Timsus Nabire stop the car and the group Leonardus issued senpi types FN and resistance, so that the Task Force and Timsus Nabire paralyze them. (GE / HI / MS) SOURCE :http://majalahselangkah.com/content/-panglima-tpn-opm-paniai-leonardus-magai-yogi-tewas-ditembak-di-nabire
Panglima TPN-OPM Paniai, Leonardus Magai Yogi Tewas Ditembak di Nabire
majalahselangkah.com
Nabire, MAJALAH  SELANGKAH -- Panglima Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi  Papua Merdeka (TPN-OPM) Devisi II Pemka IV  Pembela Keadilan Wilayah Paniai, Leonardus Magai Yogi ...
131 months ago
Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Sabtu, 31 Januari 2015 -------------------------------- Ikuti Bagaimana KEBIJAKAN JOKOWI “Menangani” . . . . Kemelut Perpolitikan . . . * * * “ALOTNYA” MELAKSANAKAN “PERUBAHAN” . . . Sejak periode Presiden BJ Habibi Read more ... e, Indonesia memasuki periode Reformasi dan Demokratisasi. Jatuhnya Suharto menunjukkan, bahwa proses Reformasi dan Demokratisasi itu tidak berlangsung dengan aman, damai dan tenteram. “Perubahan mendadak dan bergejolak”, menuju pada penjungkir-balikkan politik dan birokrasi yang puluhan tahun lamanya bergelimang dan berkubang di lumpur kekerasan dan ketiadaan hukum. Rezim Orde Baru telah menghancur-luluhkan tradisi pemerintah Republik Indonesia, yang didasarkan pada UUD dan hukum. Sejak dibangunnya, --- rezim Orde Baru, --- 32 tahun lamanya, penguasa menjalankan pemerintahannya, dengan menginjak-injak UUD, hukum dan rasa keadilan. Segala plosok kekuasaan negara: --- eksekutif, legeslatif, dan yudikatif . .,., dicengkam disatu tangan besi yang TUNGGAL : Tangan besi Presiden Jendral Suharto. Satu-satunya lembaga negara yang berfungsi, yang maha kuasa, adalah Tentara. Melalui pemberlakuan sistim kekuasaan menuruti logika dan falsafah fasis DWIFUNGSI ABRI, rezim Orde Baru menjadikan pemerinth sebagai kekuasaan amgkara murka. * * * Itulah sebabnya, -- proses Reformasi dan Demokrtisasi berlangsung BUKAN TANPA KEKERASAN. Sebut saja gerakan massa unjuk rasa protes yang meluas secara nasional --menuntut perubahan kebijakan ekonomi pemerintah yang menggantungkan nasib negeri pada kekuasaan asing, yang kemudian bermuara pada tuntutan turunnya Presiden Suharto. Gerakan ini ditindas penguasa dengan kekerasan. Telah juga minta korban beberapa mahasiswa Trisakti. Lalu “Perisiwa Mei 1998”, dimana warga etnis Tionghoa menjadi korban kekerasan, pembunuhan, pembakaran, perampokan, pemerkosaan. Yang semua itu direkayasa oleh penguasa. Peristiwa berdarah yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Kemudian peristiwa penangkapan, penyiksaan, dan pembunuhan/penghilangan aktivis-aktivis Demokrasi dan Reformasi dari PRD, yang sampai detik ini masih merupakan kasus misterius. * * * Bangsa ini punya daya hidup dan berkembang yang luar biasa. Buktinya: suatu pertumpahan darah yang dicetuskan penguasa – terkenal dengan Pembantaian dan Persekusi Masal 1965/66/67; dimana kaum Kiri dan pendukung Presiden Sukarno Pernah disinggung oleh salah seorang tokoh PDI-P, --- Rieke Pitalongga, bahwa situasi politik yang 'kemelut' ini, ada baiknya. Transparansi memperoleh kesempatan diberlakukan dan berkembang. Transparansi pemerintahan dan lembaga negeri lainnya, --- bila digalakkan, dijadikan kegiatan penting media dan kehidupan politik sehari-hari, akan lebih banyak lagi mengikut-sertakan publik dalam mengontrol penguasa. Rakyat pasti gairah menyambut usaha mengawasi, mengontrol, mengungkap, mengkoreksi dan menciptakan kekuatan pendorong positif, --- dalam kehidupan berdemokrasi di zaman Reformasi ini. Muncul dan berkembangnya TRANSPARANSI -- biasanya terjadi dan tumbuh di kala fihak-fihak yang berkonflik itu, terutama yang ngeloni kedudukan kekuasaan, semakin gairah dan bersemangat dalam kegiatan 'saling bongkar' . Situasi seperti itu sering terjadi pada periode pra dan selama kampanye pemilihan daerah, apalagi pemilihan presiden. * * * Bagaimana Presiden Jokowi – Menghadapi pelbagai konflik-politik dan 'conflict of interest' sekitar pengangkatan Kapolri baru Budi Gunawan; penetapan BG sebagai tersangka kasus korupi oleh KPK; dan ditangkapnya untuk beberapa saat, Wakil Ketua KPK, serta pergesekan yang semakin meningkat antara yang pro “KPK” dan lawannya -- yang “pro-Polri”. Setelah menghentikan Kepala Polri yang lama dan mengangkat pelaksana tugas Kapolri , --- Jokowi “menunda” pelantikan kepala Polri yang baru Budi Gunawan. Selanjutnya Jokowi memanggil pemimpin-pemimpin KPK dan Polri yang melakukan tugas masing-masing agar bertindak sesuai aturan dan hukum. Tidak boleh melakukan tindakan 'kriminalisasi'. --- Jokowi selanjutnya membentuk 'tim atau panitia independen' terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat yang kredibel, diketuai oleh mantan Ketua Muhammadiyah, Syafei Maarif. Panitia Independen telah mengajukan sarannya agar Presiden Jokowi mengangkat KaPolri yang baru. Karena adalah tidak etis dan merusak kepercayaan publik bila Presiden melantik Kapolri yang 'bermasaalah'. * * * Sebegitu jauh duduk perkaranya sudah jelas bagi publik, bagi masyarakat dan bagi siapa saja. Sebuah panitia independen, yang dibentuk Presiden, telah mengajukan saran solusinya. Budi Gunawan harus mundur, sebaiknya atas inisiatif sendiri, kalau tidak, Presiden yang membatalkan pencalonannya sebagai Kapolri. Sebelumnya Syafii Maarif --- Ketua tim independen Konflik KPK dan Kepolisian RI, -- menegaskan a.l: “Pokoknya kami ingin selamatkan KPK dan Polri. Jangan dibiarkan negara rusak oleh oknum-oknum yang meng-atas-namakan institusi” (27/1/2015). * * * Dalam pada itu, Jokowi mengambil langkah “surprise” -- yang strategis, yaitu mengadakan pertemuan, berkonsultasi dengan mantan saingannya dalam Pilpres 2014, Prabowo Subianto. (mungkin juga sampai sekarang Prabowo merupakan saingan Jokowi yang paling serius). - Hasil pertemuan, tidak banyak yang meramalkan sebelumnya: Prabowo Subianto, Ketua Gerindra dan tokoh KMP yang selama ini, mengambil sikap oposisi – tapi dalam DPR bermanuver mendukung pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri --- , kini mengambil MENDUKUNG SIKAP APAPUN YANG AKAN DIAMBIL OLEH PRESIDEN JOKOWI DALAM MENANGANI KONFLIK KPK – POLRI. Sungguh menarik dan mempesonakan perkembangan baru ini, yang disebabkan oleh kebijakan Presiden Jokowi. Ternyata langkah-langkah Jokowi, diambil secara hati-hati. Dengan memperimbangkan situasi keseluruhan, serta menomor-satukan kepentingan bangsa dan negara secra nasional . . untuk masa kini dan di hari depan. * * * Bukankah perkembangan situasi politik Indonesia belakangan ini, merupakan pengungkapan gamblang di muka umum, untuk lebih mengenal, siapa-siapa, yang terlibat dalan konflik, bagaimana sikap masing-masing. Dan -- APA . . . . SESUNGGUHNYA YANG DIRIBUTKAN SELAMA INI. * * * Seruan menggelédeék Relawan Jokowi -- – “KAMI TIDAK AKAN MEMBIARKAN JOKOWI SENDIRIAN” , a.l menunjukkan bahwa kebangkitan kekuatan masyarakat, khususnya para Relawan Jokowi, tidak akan berhenti. Ia bahkan akan berkembang dan bertambah besar dan kokoh. Proses ini akan berlangsung terus --- justru dalam pergolakan politik serta berkembangnya TRANSPARANSI dalam kehidupan berbangsa. * * *
134 months ago
More tvri nasional posts »

Tvri nasional news

No news about tvri nasional

Tvri nasional videos

No videos about tvri nasional