Yusuf haji posts

Jabir
Timeline Photos
í±¹Ulama E Deoband Ki Woh Kaun Si Gustaakhiyaan Th
2 hours ago
Indra
"BUNGLON ITU BERNAMA SYI'AH"
FIGURE Imam Syi'ah edited by Indra Solder Rummanzah Oleh: Abu Reyhan Apakata Para Imam dan Ulama Ahlussunnah terhadap Syi'ah ? IMAM MALIK AlKhalal meriwayatkan dari Abu Bakar al Marwadzi, katanya: "Saya mendengarAbu Abdullah berkata, bahwa Imam Read more ... Malik berkata: "Orang yang mencela[1] shahabat-shahabat Nabi, maka ia tidak termasuk dalam golongan Islam."[2] Ibnukatsir berkata - dalam kaitan dengan firman Allah surah Al-Fath ayat 29: مُحَمَّدٌرَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُبَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِوَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَمَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَشَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَلِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُواالصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا Artinya: Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalahkeras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamuLihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya,tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlahsifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaituseperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanamanitu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanamanitu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hatiorang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikankepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antaramereka ampunan dan pahala yang besar. Iaberkata: "Dari ayat ini, dalam satu riwayat dari Imam Malik, ia mengambilsatu kesimpulan bahwa golongan Rafidhah, yaitu orang-orang yang membenci paras hahabat Nabi saw adalah kafir. Beliau berkata: "Karena mereka ini membencipara shahabat. Barangsiapa membenci para shahabat, maka ia adalah kafir berdasarkan ayat ini." Pendapat ini disepakati oleh segolongan ulama.[3] AlQurthubi berkata: "Sungguh ucapan Imam Malik itu benar dan penafsirannyapun benar. Siapa pun yang menghina seseorang Shahabat atau mencela periwayatannya,[4] maka ia telah menentang Allah, Tuhan seru sekalian alam dan membatalkan syariat kaum Muslimin.[5] IMAM AHMAD BIN HAMBAL Beberapariwayat diriwayatkan orang darinya tentang pendapat beliau yang mengkafirkangolongan Syi'ah. AlKhalal meriwayatkan dari Abu Bakar al Marwadzi, ia berkata: "Saya bertanyakepada Abu Abdullah tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar dan Aisyah?Jawabnya: Saya berpendapat bahwa dia bukan orang Islam."[6] AlKhalal berkata: "Abdul Malik bin Abdul Hamid menceritakan kepadaku,katanya: "Saya mendengar Abu Abdullah berkata: "Barangsiapa mencela(Shahabat) maka aku khawatir ia menjadi kafir seperti halnya orang-orangRafidhah. Kemudian beliau berkata: "Barangsiapa mencela Shahabat Nabi sawmaka kami khawatir dia keluar dari Islam (tanpa disadari)."[7] Iaberkata: "Abdullah bin Ahmad bin Hambal bercerita kepada kami, katanya:"Saya bertanya kepada ayahku perihal seseorang yang mencela salah seorangdari Shahabat Nabi shalallahu'alahi wasallam. Maka jawabnya: "Saya berpendapat ia bukan orang Islam".[8] Tersebut dalam kitab As Sunnah karya Imam Ahmad, mengenai pendapat beliau tentanggolongan Rafidhah: "Mereka itu adalah golongan yang menjauhkan diri darishahabat Muhammad saw dan mencelanya, menghinanya serta mengkafirkannya kecualihanya empat orang saja yang tiada mereka kafirkan, yaitu: Ali, Ammar, Miqdaddan Salman. Golongan Rafidhah ini sama sekali bukan Islam."[9] Syi'ah Itsna Asy'ariyah mengkafirkan para shahabat, kecuali beberapa orang yang jumlahnyatidak melebihi jari-jari satu tangan. Mereka melaknat shahabat, baik dalam doa,saat berziarah, di tempat-tempat pertemuan mereka maupun di dalam kitab-kitabinduk mereka. Mereka mengkafirkan para shahabat sampai hari Kiamat.[10] IbnuAbdil Qawiy berkata: "Imam Ahmad telah mengkafirkan orang-orang yangmenjauhkan diri dari shahabat, orang yang mencela Aisyah, ummul Mukminin dan menuduhnya berbuat serong, padahal Allah telah mensucikannya dari tuduhan tersebut seraya beliau membaca ayat: "Allah menasehati kamu, agar kamujangan mengulang hal seperti itu untuk selama-lamanya, jika kamu benar-benarberiman."[11] SyeikhulIslam Ibnu Taimiyyah menyebutkan di dalam kitab Majmu' al Fatawa, bahwapernyataan mengkafirkan golongan Rafidhah seakan-akan ada perbedaan antara ImamAhmad dan lain-lainnya.[12] Pernyataan-pernyataanImam Ahmad yang tersebut di atas dengan jelas memuat kata mengkafirkan mereka. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah memperingatkan duduk persoalan pendapat yangtidak mengkafirkan golongan Rafidhah (Syi'ah), karena perbuatan mereka mencela Shahabat. Dengan demikian batallah anggapan  tentang pernyataan Imam Ahmad yang seakan-akan bertentangan - kafir tidaknya Syi'ah. Selanjutnya Ibnu Taimiyyah berkata: "Adapun seseorang yang mencela shahabat dengankata-kata yang tidak sampai mengingkari kejujuran mereka dan agama mereka,seperti mengatakan bahwa ada shahabat yang bakhil, atau penakut, atau kurangilmunya, atau tidak zuhud dan sejenisnya, maka orang semacam ini wajibmendapatkan pengajaran dan hukuman. Tetapi kita tidak menggolongkannya sebagaiorang kafir, semata-mata karena perbuatan tersebut. Demikianlah yang dimaksudoleh pernyataan kalangan ulama yang tidak mengkafirkan orang-orang yang mencelashahabat.[13] Maksudnya,barangsiapa mencela para shahabat dengan kata-kata yang mengingkari kejujuranmereka dan agama mereka, maka ia digolongkan sebagai orang kafir oleh sebagian kalangan ulama. Kalau begitu, lalu bagaimana halnya dengan orang yangmenyatakan bahwa para shahabat telah murtad? ALBUKHARI (wafat tahun 256 H) Iaberkata: "Bagi saya sama saja, apakah aku shalat dibelakang Imam beraliran Jahm atau Rafidhah, atau aku shalat dibelakang Imam Yahudi atau Nashrani. Dan(seorang muslim) tidak boleh memberi salam kepada mereka, mengunjungi merekaketika sakit, kawin dengan mereka, menjadikan mereka sebagai saksi dan memakansembelihan mereka."[14] ABDURRAHMAN BIN MAHDI [15] Bukhariberkata, Abdur Rahman Mahdi berkata: "Dua hal ini (mengingkari kejujuranshahabat dan menganggap mereka murtad) merupakan agama bagi golongan Jahmiyahdan Rafidhah."[16] ALFARYABI [17] AlKhalal meriwayatkan, katanya: "Telah menceritakan kepadaku Harb bin Ismailal Kirmani, katanya: "Musa bin Harun bin Zayyad menceritakan kepada kami,katanya: "Saya mendengar al Faryabi dan seseorang yang bertanya kepadanyatentang orang yang mencela Abu Bakar. Jawabnya: "Dia Kafir." Lalu iaberkata: "Apakah orang semacam itu boleh dishalatkan jenazahnya?"Jawabnya: "Tidak." Dan aku bertanya pula kepadanya: "Apa yangdilakukan terhadapnya, padahal orang itu juga telah mengucapkan Laa IlaahaIllallah?" Jawabnya: "Jangan kamu sentuh (Jenazahnya) dengan tangankamu, tetapi kamu angkat dengan kayu sampai kamu menurunkan ke lianglahatnya."[18] AHMADBIN YUNUS [19] Beliauberkata: "Sekiranya seorang Yahudi menyembelih seekor binatang dan seorang Rafidhi (Syi'i) juga menyembelih seekor binatang, niscaya saya hanya memakan sembelihan si Yahudi, dan aku tidak mau makan sembelihan si Rafidhi. Karena diatelah murtad dari Islam."[20] ABUZUR'AH AR RAZI [21] Beliauberkata: "Bila anda melihat seseorang merendahkan (mencela) salah seorang shahabat Rasulullah shalallahu'alahi wasallam maka ketahuilah, bahwa orang tersebut adalah Zindiq.Karena ucapannya itu berakibat membatalkan Al Qur'an dan As Sunnah."[22] IBNUQUTAIBAH [23] Beliauberkata: bahwa sikap berlebihan golongan Syi'ah dalam mencintai Ali tergambardi dalam perilakunya dengan melebihkan beliau di atas orang-orang yangdilebihkan oleh Nabi dan para Shahabatnya, anggapan mereka, bahwa Ali sebagaisekutu Nabi Saw dalam kenabian, dan para Imam dari keturunannya mempunyaipengetahuan tentang hal-hal yang ghaib. Pandangan seperti itu dan banyakhal-hal rahasia lainnya menjadikannya sebagai perbuatan dusta dan kekafiran,kebodohan dan kedunguan yang keterlaluan.[24] ABDULKADIR AL BAGHDADI [25] Beliauberkata: "Golongan Jarudiyah, Hisyamiyah, Jahmiyah, Imamiyah sebagaigolongan pengikut hawa nafsu yang telah mengkafirkan Shahabat-shahabat terbaikNabi, maka menurut kami mereka adalah kafir. Menurut kami mereka tidak bolehdishalatkan dan tidak sah berma'mum shalat dibelakang mereka."[26] Beliauberkata: "Mengkafirkan mereka adalah suatu hal yang wajib, karena merekamenyatakan Allah bersifat al Badaa' (tidak tahu apa yang akan terjadi). Merekaberanggapan, bahwa Allah apabila menghendaki sesuatu, maka Allah mengetahuinyasetelah sesuatu itu muncul. Mereka pun beranggapan, bahwa Allah dalammemerintahkan sesuatu (tidak tahu baik-buruknya), bila kemudian muncul(buruknya), maka dibatalkannya perintah itu. Kamiapabila melihat dan mendengar sesuatu sifat kekafiran senantiasa sifat itumelekat pada golongan Rafidhah (Syi'ah).[27] ALQADHI ABU YA'LA [28] Beliauberkata: "Adapun hukum terhadap orang Rafidhah", jika ia mengkafirkanshahabat atau menganggap mereka fasik yang berarti mesti masuk neraka, makaorang semacam ini adalah kafir."[29] Padahalgolongan Rafidhah (Syi'ah) sebagaimana terbukti di dalam pokok-pokok ajaranmereka adalah orang-orang yang mengkafirkan sebagian besar Shahabat Nabi. IBNUHAZM Beliauberkata: "Pendapat golongan Nashrani yang menyatakan bahwa golonganRafidhah (Syi'ah) menuduh Al Qur'an telah diubah, maka sesungguhnya dakwaansemacam itu menunjukkan golongan Syi'ah adalah bukan muslim.[30] Karenagolongan ini muncul pertama kali dua puluh lima (25) tahun setelah wafatnyaRasulullah. Ia merupakan golongan yang melakukan kebohongan dan kekafiranseperti yang dilakukan kaum Yahudi dan Nashrani."[31] Beliauberkata: "Salah satu pendapat golongan Syi'ah Imamiyah, baik yang dahulumaupun sekarang ialah Al Qur'an itu sesungguhnya telah diubah."[32] Kemudianbeliau berkata: "Orang yang berpendapat, bahwa Al Qur'an ini telah diubahadalah benar-benar kafir dan men-dustakan Rasulullah Saw.[33] Beliauberkata: "Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan semua kelompok umatIslam Ahlus Sunnah, Mu'tazilah, Murji'ah, Zaidiyah, bahwa adalah wajibberpegang kepada Al Qur'an yang biasa kita baca ini " Dan hanya golonganSyi'ah ekstrim sajalah yang menyalahi sikap ini. Dengan sikapnya itu merekamenjadi kafir lagi musyrik, menurut pendapat semua penganut Islam. Dan pendapatkita sama sekali tidak sama dengan mereka (Syi'ah). Pendapat kita hanyalahsejalan dengan sesama pemeluk agama kita."[34] Beliauberkata pula: "Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah tidak pernahmenyembunyikan satu kata pun atau satu huruf pun dari syariat Ilahi. Saya tidakmelihat adanya keistimewaan pada manusia tertentu, baik anak perempuannya ataukeponakan laki-lakinya atau istrinya atau shahabatnya, untuk mengetahui sesuatusyariat yang disembunyikan oleh Nabi terhadap bangsa kulit putih, atau bangsakulit hitam atau penggembala kambing. Tidak ada sesuatu pun rahasia, perlambangataupun kata sandi di luar apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah kepadaumat manusia. Sekiranya Nabi menyembunyikan sesuatu yang harus disampaikankepada manusia, berarti beliau tidak menjalankan tugasnya. Barang siapaberanggapan semacam ini, berarti ia kafir.[35] ALASFARAAYAINI [36] Telahdiriwayatkan beberapa macam aqidah Syi'ah, misalnya: Mereka mengkafirkanshahabat , Al Qur'an telah diubah dari keasliannya dan terdapat tambahan sertapengurangan, mereka menantikan kedatangan imam ghaib mereka yang akan munculuntuk mengajarkan syariat kepada mereka " beliau berkata: "Semuakelompok Syi'ah Imamiyah telah sepakat pada keyakinan sebagaimana kami sebutkandi atas." Kemudian beliau menyatakan tentang hukum mereka sebagaimanadikatakannya: "Dalam keyakinan mereka semacam itu sama sekali bukanlahmerupakan ajaran Islam dan hanya berarti suatu kekafiran. Karena di dalamkeyakinan semacam itu tak ada lagi sedikit pun ajaran Islam tersisa."[37] ABUHAMID AL GHAZALI [38] Beliauberkata: Karena golongan Rafidhah[39] dalam memahami Islam itu lemah (dangkal),maka mereka melakukan kedurhakaan dengan membuat aqidah al Badaa'. Meriwayatkandari Ali, bahwa beliau tidak mau menceritakan hal yang ghaib, karena khawatirdiketahui oleh Allah, sehingga Allah akan mengubah-nya.[40] Mereka punmeriwayatkan dari Ja'far bin Muhammad, bahwa ia berkata: "Allah tidakmengetahui sesuatu kejadian dimasa datang sebagaimana hanya pada peristiwaIsmail, yaitu peristiwa penyembelihannya.[41] " Aqidah semacam inibenar-benar suatu kekafiran, dan menganggap Allah itu bodoh dan mudahterpengaruh. Hal semacam ini mustahil, karena Allah itu ilmu-Nya Maha meliputisegala sesuatu.[42] Al-Ghazaliberkata: "Seseorang yang dengan terus terang mengkafirkan Abu Bakar danUmar -semoga Allah meridhai mereka- maka ia telah menentang dan membinasakanijma' kaum muslimin. Padahal tentang diri mereka (para shahabat) ini terdapatayat-ayat yang menjanjikan surga kepada mereka dan pujian bagi mereka sertamengukuhkan atas kebenaran kehidupan agama mereka, keteguhan aqidah mereka dankelebihan mereka dari manusia-manusia lain. Kemudian kata beliau: "Bilamanariwayat yang begini banyak telah sampai kepadanya, namun ia tetap berkeyakinanbahwa para shahabat itu kafir, maka orang semacam ini adalah kafir. Karena iatelah mendustakan Rasulullah. Sedangkan orang yang mendustakan satu kata sajadari ucapan beliau, maka menurut ijma' kaum muslimin, orang tersebut adalahkafir.[43] ALQADHI 'IYADH [44] Beliauberkata: "Kita telah menetapkan kekafiran orang-orang Syi'ah yang telahberlebihan dalam keyakinan mereka, bahwa para imam mereka lebih mulia daripadaNabi."[45] Begitupula dihukum kafir orang yang mengatakan, bahwa Ali dan para imam sesudahnyamempunyai wewenang kenabian yang sama dengan Nabi Saw. Setiap imam Syi'ahmenempati derajat sama dengan Nabi Saw. Di dalam hal kenabian dan sumberpenetapan agama. Beliau menyatakan, bahwa mayoritas golongan Syi'ahberkeyakinan seperti ini.[46] Begitu juga seseorang yang mengaku-ngakumemperoleh wahyu, sekalipun tidak mengaku sebagai Nabi[47]. Beliauberkata: "Kami juga mengkafirkan siapa saja yang mengingkari Al Qur'an,walaupun hanya satu huruf atau menyatakan ada ayat-ayat yang diubah atauditambah di dalamnya, sebagaimana keyakinan golongan Bathiniyyah danIsma'iliyyah.[48] ASSAM'AANI [49](Wafat, 562 H) Beliau berkata: "Umat Islam telah bersepakat untuk mengkafirkan golongan imamiyah(Syi'ah) karena mereka berkeyakinan, bahwa para shahabat telah sesat,mengingkari ijma' mereka dan menisbatkan hal-hal yang patut bagimereka."[50]& [51] ARROZI [52] ArRozi menyebutkan, bahwa shahabat-shahabatnya dari aliran Asyairah mengkafirkangolongan Rafidhah (Syi'ah), karena tiga alas an: Pertama:karena mengkafirkan para pemuka kaum muslimin (para shahabat Nabi shalallahu'alahi wasallam). Setiaporang yang mengkafirkan seseorang muslim, maka dia adalah kafir. Dasarnyaadalah sabda Nabi shalallahu'alahi wasallam (artinya): "Barangsiapa berkata kepada saudaranya,hai kafir!, maka sesungguhnya salah seseorang dari keduanya atau lebih patutsebagai orang kafir."[53] Dengandemikian mereka (golongan Syi'ah) otomatis menjadi kafir. Kedua:mereka telah mengkafirkan suatu umat (kaum) yang telah ditegaskan olehRasulullah sebagai orang-orang terpuji dan memperoleh kehormatan (para shahabatNabi). Dengan demikian golongan Syi'ah menjadi kafir, karena mendustakan apa yang telahdikatakan oleh Rasulullah. Ketiga:Umat Islam telah ijma' menghukum kafir siapa saja yang mengkafirkan para tokohdari kalangan shahabat[54] IBNUTAIMIYAH Beliauberkata: "Barang siapa beranggapan bahwa Al Qur'an dikurangi ayat-ayatnyaatau ada yang disembunyikan, atau beranggapan bahwa Al Qur'an mempunyai penafsiran-penafsiran batin, maka gugurlah amal-amal kebaikannya. Dan tidak adaperselisihan pendapat tentang kekafiran orang semacam ini" Barangsiapa beranggapan para shahabat Nabi itu murtad setelah wafatnya Rasulullah -kecuali tidak lebih dari sepuluh orang - atau mayoritas dari mereka sebagaiorang fasik, maka tidaklah diragukan lagi, bahwa orang yang semacam ini adalahkafir. Karena dia telah mendustakan penegasan Al Qur'an yang terdapat di dalamberbagai ayat mengenai keridhaan dan pujian Allah kepada mereka. Bahkankekafiran orang semacam ini, adakah orang yang meragukannya? Sebab kekafiranorang semacam ini sudah jelas. Sebab jika pernyataan orang semacam itumengandung pengertian, bahwa orang-orang yang telah menyampaikan riwayat AlQur'an dan sunnah Nabi adalah orang-orang kafir atau fasik, padahal ayatberikut ini menegaskan: "Kamu adalah sebaik-baik umat yang ditampilkankepada semua umat manusia".[55] Begitu juga periode mereka merupakansebaik-baik periode sejarah manusia, namun dikatakan, bahwa sebagian besar darimereka adalah orang-orang kafir atau fasik. Ini berarti bahwa umat ini (umatIslam) adalah sejahat-jahat umat dan pendahulunya adalah sejelek-jelek manusia.Dan orang yang beranggapan seperti ini adalah kafir, sebab mengacaukan ataumerusak citra agama Islam.[56] SyeikhulIslam berkata: "Mereka ini lebih jahat dari sebagian besar golongan pengikut hawa nafsu dan lebih patut diperangi dari pada golongan Khawarij.[57] Merekaitu telah kafir terhadap ajaran yang dibawa oleh Rasulullah, yang hanyaAllah-lah mengetahui berapa banyak ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya. Golonganini terkadang mendustakan hadits-hadits yang sah dari Rasulullah dan terkadang mendustakan ayat-ayat Al Qur'an. Sungguh,Allah telah menyatakan pujian kepada para shahabat di dalam Al Qur'an, ridhakepada mereka dan mengampuni mereka, namun orang-orang Syi'ah mengingkari kebenaran ini. Allah telah menyatakan di dalam Al Qur'an adanya keharusan berjum'ah dan keharusan berjihad serta taat kepada ulil amri, tetapi mereka mengingkari hal ini. Allah mengatakan di dalam kitab Al Qur'an bahwa sesama kaum mukminin saling mengayomi, saling mencintai, mendamaikan perselisihan sesama mereka. Tetapi golongan Syi'ah mengingkari semua ini. Allah menyatakan di dalam Al Qur'an larangan membantu golongan kafir dan saling mencintai sesama mereka. Tetapi golongan Syi'ah melanggarnya. Allah menyebutkan di dalam Al Qur'an haramnya menumpahkan darah orang Islam, merusakharta dan kehormatan mereka, mengharamkan menggunjing mereka, mengolok-olok danmember nama yang tak baik, tetapi golongan Syi'ah ternyata merupakan manusiayang paling depan dalam menghalalkan semua ini. Allah menyebutkan di dalam Al Qur'an perintah berjama'ah dan bersatu padu, melarangbergolong-golongan dan bercerai-berai, tetapi Syi'ah jauh menyimpang dariketetapan ini. Allah menyebutkan di dalam kitab-Nya agar taat kepada Rasulullah, mencintainya dan mengikuti hukumnya, tetapi Syi'ah mengingkarinya. Allah menyebutkan di dalam kitab-Nya hak-hak isteri-isteri Rasulullah, tetapi Syi'ahmendurhakainya. Allah menyatakan di dalam Al Qur'an tentang ketauhidan-Nya,ketunggalan-kekuasaan-Nya, hak tunggal bagi-Nya, untuk disembah, tiadasesuatu apapun yang menjadi sekutu-Nya, tetapi Syi'ah mengingkarinya. Merekatelah melakukan kesyirikan, karena mereka merupakan manusia yang paling hebat dalam mengagungkan kuburan sehingga menjadikannya sebagai sesembahan selainAllah. Allah menyebutkan di dalam kitan-Nya, bahwa Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segalanya,Pencipta segalanya dan Pemilik segala kekuatan, tetapi Syi'ah kafir kepadanya. Kemudian Syeikhul Islam berkata: "Barang siapa beranggapan baik dia dikatakanberilmu atau lain sebagainya, bahwa pembenaran memerangi golongan Syi'ah diqiyaskan dengan hukum memerangi para pemberontak terhadap pemerintahan Islamyang sah, karena mereka melakukan takwil yang dapat ditolerir,[58] Sesungguhnyadia adalah keliru lagi jahil terhadap hakekat syariat Islam, karena golonganSyi'ah ini telah mengingkari syariat dan sunnah Rasulullah sehingga ia lebihjahat daripada golongan khawarij yang berpendapat bahwa umat Islam bebas untukmempunyai imam atau tidak. Padahal golongan Syi'ah ini tidaklah menggunakantakwil yang dapat ditolerir, karena takwil jenis ini boleh digunakan hanya apabila tidak ada nash yang tegas, misalnya para ulama yang berbeda pendapat mengenai sumber-sumber ijtihad, sehingga mereka menggunakan takwil jenis tersebut. Sedangkan golongan Syi'ah ini bukanlah mengikuti takwil yang dapat ditolerir yang biasa digunakan para ulama di dalam memahami Al Qur'an, AsSunnah dan Ijma', tetapi menggunakan takwil yang digunakan oleh umat Yahudi dan Nashrani. Bahkan takwil yang digunakan golongan Syi'ah adalah takwil pengikut hawa nafsu yang paling jahat.[59] Tetapi, Syeikhul Islam mengkafirkan golongan yang punya pendapat semacam ini, dengansyarat dia telah mengetahui dalil yang benar dan risalah Islam telah sampai kepadanya. Oleh karena itu terhadap kasus golongan Syi'ah yang telah tertangkap(oleh pemerintah Islam), beliau member fatwa sebagai berikut: FatwaSyekhul Islam Tentang Golongan Syi'ah Yang Telah Dikalahkan Beliauberkata: "Diketahui bahwa dahulu di sebuah pantai negeri Syiria terdapatsebuah gunung besar yang dihuni oleh ribuan kaum Syi'ah yang masih senangmembunuh dan merampas harta orang. Dahulu pun mereka telah menewaskan banyakorang dan merampok harta mereka. Pada tahun terjadinya perang Ghazan[60] kaum Muslimin menyerbu mereka, sehingga dapat merampas kuda, senjata sertamemperoleh tawanan.  Merekaini dijual kepada golongan kafir dan Nashrani di Cyprus. Kaum Muslimin menangkap tentara Syi'ah yang lewat di depan mereka. Kaum Syi'ah ini jauh lebih berbahaya bagi kaum muslimin daripada musuh-musuh yang lain. Sebagian tokohmereka memanggul bendera Nashrani. Bila dia ditanya, manakah yang lebih baik,kaum Muslimin atau kaum Nashrani? Jawabnya: "Kaum Nashrani!" Dankalau dia ditanya: "Pada hari kiamat kelak kamu dikumpulkan bersamasiapa?" Jawabnya: "Bersama kaum Nashrani." Kaum Syi'ah inilahyang telah menyerahkan kepada kaum Nashrani sebagian dari negeri-negeri umat Islam. Walaupundemikian, tatkala sebagian komandan pasukan Islam minta nasehat (kepadaku)tentang peperangan dengan kaum Syi'ah, kemudian aku tulis jawaban singkatberkenaan dengan perang yang mereka lakukan[61]" lalu kami pergi keperkemahan mereka. Kemudian datanglah kepadaku beberapa orang diantara merekadan terjadilah tukar pikiran serta perdebatan panjang antara aku dengan mereka.Kemudian tatkala kaum Muslimin berhasil menaklukkan negeri mereka (Syi'ah) danmenangkap sebagian dari mereka, maka saya melarang tentara Islam untuk membunuhmereka, menawan mereka, tetapi kami pindahkan mereka ke berbagai daerah wilayahIslam, agar tidak dapat bersatu kembali."[62] Demikianlah fatwa dari seorang tokoh Ahli Sunnah pada zamannya. Jelaslah, bahwa Ahli Sunnahmengikuti kebenaran dari Tuhan mereka yang telah dibawa oleh Rasul-Nya. Mereka tidak begitu saja mengkafirkan orang-orang yang berbeda pendapat dengan merekadi dalam mencari kebenaran. Bahkan mereka ini adalah orang yang lebih mengetahuikebenaran dan lebih mengasihi manusia. Hal ini berbeda sekali dengan pengikuthawa nafsu yang suka mengada-ada pendapat dan mengkafirkan siapa saja yang berbeda pendapat dengan mereka dalam mencari kebenaran.[63] IBNUKATSIR [64] IbnuKatsir telah mengetengahkan hadits-hadits yang sah di dalam as Sunnah danberisikan sanggahan terhadap anggapan adanya ayat Al Qur'an dan Washiyat kepadaAli yang diklaim oleh golongan Syi'ah. Kemudian beliau memberi komentar sebagaiberikut: "Sekiranya masalah (washiyat) sebagaimana yang mereka perkirakanitu ada, niscayalah tidak seorang shahabat Nabi pun yang akan mengingkari.Sebab mereka ini adalah manusia yang paling taat kepada Allah dan Rasul-Nya,baik selama beliau masih hidup maupun sesudah beliau wafat. Karena itu samasekali tidak benar, kalau mereka berani mengambil ketetapan mendahulukan orangyang tidak didahulukan oleh Rasulullah dan mengakhirkan orang yang didahulukanoleh Rasulullah dengan ketetapannya. Barangsiapa menganggap para shahabat yangdiridhai oleh Allah dengan tanggapan semacam ini, berarti menganggap semuashahabat berlaku durhaka, dan bersepakat menentang Rasulullah serta melawanputusan dan ketetapan beliau. Siapa saja yang berani berpendapat semacam ini,berarti dia telah melepaskan tali simpul Islam, kafir terhadap ijma' seluruhumat Islam. Dan menumpahkan darah orang semacam ini lebih halal daripadamembuang khamr.[65] Dengan sah terbukti dari pendirian golongan Syi'ah, sebagaimana tersebut di atas,bahwa mereka mempunyai anggapan, sesungguhnya Rasulullah shalallahu'alahi wasallam telah memberikansuatu dekrit untuk Ali, tetapi para shahabat menolak dekrit tersebut, dankarena itu mereka murtad. Inilah pendapat yang dilontarkan oleh Syi'ah dewasaini dan para leluhur mereka dahulu.[66] AbuHamid Muhammad al Muwaddasi Sesudah beliau membicarakan berbagai macam kelompok Syi'ah dan aqidahnya, lalu beliauberkata: "Buat orang Islam yang punya pemikiran jernih, maka tidaklah iaragu bahwa sebagian besar dari permasalahan aqidah kaum Syi'ah yang mempunyaiberbagai macam aliran sebagaimana telah kami kemukakan pada bab sebelumnya,jelas adalah kekafiran yang nyata, dan pengingkaran yang timbul karenakebodohan yang busuk, sehingga membuat orang yang mengerti urusan mereka beranimengkafirkan mereka dan menghukumi mereka keluar dari agama Islam."[67] ABULMAHAASIN YUSUF AL WAASITHI [68] Beliau menyebutkan sejumlah sebab kekafiran mereka antara lain berkata: "Merekamenjadi kafir, karena mengkafirkan para shahabat Nabi yang telah terbuktikejujurannya dan dinyatakan oleh Allah kebersihannya di dalam al-Qur'an denganfirman-Nya: لِّتَكُونُواْشُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ "Agarkami menjadi saksi atas (perbuatan manusia). (Al-Baqarah: 143). Dan Kesaksian Allah tentang diri mereka, bahwa mereka bukanlah orang-orang kafir, sebagaimanafirman-Nya: فَإِنْيَكْفُرْ بِهَا هَؤُلاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَابِكَافِرِينَ "Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, Maka Sesungguhnya Kami akanmenyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya".(Al-An'am:89). Mereka menjadi kafir, karena menganggap tidak perlu naik haji ke Makkah, bila sudahziarah ke kuburan Husein. Sebab mereka menganggap ziarah ke kuburan ini membuat seseorang terampuni segala dosanya. Mereka namakan ziarah tersebut sebagai HajiAkbar. Begitu juga mereka menjadi kafir, karena tidak mau berjihad danmemerangi orang-orang kafir, yang menurut anggapan mereka memerangi orang kafirhanya dibolehkan bersama dengan imam yang ma'shum, padahal imam ini sedangghaib.[69] Mereka menjadi kafir, karena mencela sunnah Nabi yang mutawatir bertalian dengan shalat berjamaah, shalat Dhuha, shalat Witir, shalat Rawatib sebelum atausesudah shalat wajib dan sunnah-sunnah muakkadah lainnya.[70] AliBin Shultaan bin Muhammad Al-Qaari[71] Beliauberkata: "Adapun orang yang mencela salah seorang shahabat Nabi, maka diaadalah orang fasik dan ahlul Bid'ah, demikian menujur ijma'. Terkecuali apabilaorang tersebut punya keyakinan, bahwa dibolehkan melakukan celaan semacam itu,sebagaimana pendirian sebagian golongan Syi'ah dan para pengikut mereka, ataumenganggap perbuatan tersebut mendapatkan pahala, sebagaimana biasa merekakatakan. Atau karena beranggapan para shahabat dan ahli Sunnah itu kafir. Makaorang yang beranggapan semacam ini menurut ijma' adalah kafir".[72] Selanjutnya,beliau mengetengahkan sejumlah dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah yangberisikan pujian kepada shahabat dan pernyataan keridhaan Allah kepada mereka.Beliau dengan dalil-dalil tersebut, lalu mengambil kesimpulan, bahwa golonganSyi'ah kafir, karena sikapnya (mengkafirkan) para shahabat Nabi.[73] Kemudian beliau menyebutkan, bahwa salah satu sebab kafirnya golongan Syi'ah adalah karena mereka punya anggapan Al-Qur'an kurang dan telah diubah. Beliau pun mengetengahkan sebagian dari pernyataan-pernyataann mereka berkaitan dengan masalah ini.[74] Muhammadbin Abdul Wahhaab [75] Imam Muhammad bin Abdul Wahhaab telah menetapkan sejumlah aqidah Syi'ah Itsna Asy'Ariyah sebagai kekafiran. Sesudah beliau mengutarakan aqidah Syi'ah Itsna Asy'Ariyah yang mencela shahabat dan melaknat mereka, padahal Allah dan Rasul-Nyamemuji mereka, selanjutnya beliau berkata antara lain: "Bilaanda mengetahui banyaknya ayat-ayat Al-Qur'an yang menerangkan kelebihan merekadan hadits-hadits mutawatir yang seluruhnya menjelaskan kesempurnaan mereka,maka bila ada orang yang beranggapan mereka itu fasik atau sebagian besarfasik, mereka murtad atau sebagian besar murtad dari Islam, atau beranggapanberhak mencela mereka dan dibolehkan berbuat demikian, atau memandang baikmelakukan seperti itu, maka ia telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya "Tidak mengetahui riwayat mutawatir bukanlah satu alasan. Sedangkan upayamentakwilnya dan memberi makna lain tanpa dalil yang kuat adalah tidak adagunanya, seperti halnya orang yang mengingkari shalat wajib lima waktu, denganalasan tidak mengetahui kewajiban Fardlunya. Maka kejahilan semacam itu menjadikan dia kafir. Begitu juga orang yang mentakwilkan sesuatu keluar daripengertian yang biasa kita pergunakan, maka ia adalah kafir. Sebab ilmu yang diperoleh dari nash-nash Al-Qur'an dan hadits-hadits berkaitan dengan kelebihanpara shahabat adalah Qath'I (sah dan pasti)." Barang siapa secara khusus mencela beberapa shahabat, jika orang-orang yang dicelanyaini terdapat riwayat-riwayat mutawatir menyatakan kelebihannya dan kesempurnaannya, seperti para Khulafaaur Raasyidin, maka orang yang beranggapanber-hak atau boleh mencela, berati ia kafir. Sebab ia telah mendustakan riwayatyang nyata-nyata sah dari Rasulullah Saw. Maka orang yang mendustakannya adalahkafir. Barang siapa mencela seseorang shahabat tanpa adanya keyakinan punya hakuntuk mencelanya atau boleh melakukan hal itu, maka dia telah berbuat fasik.Sebab mencela sesama muslim adalah perbuatan fasik. Sungguh sebagian ulamamenghukumi orang yang mencela Abu Bakar dan Umar sebagai orang yang benar-benarkafir. Jika shahabat yang dicela itu tidak terdapat riwayat-riwayat mutawatir tentangkelebihan dan kesempurnaannya, maka yang jelas, pencelanya adalah fasik. Jikaia mencela seseorang karena statusnya sebagai shahabat Rasulullah, maka iatelah melakukan kekafiran. Pada umumnya golongan Syi'ah yang biasa mencela para shahabat berkeyakinan berhakdan dibenarkan mencelanya, bahkan wajib melakukan hal tersebut. Karenaperbuatan itu mereka jadikan sebagai cara untul mendekatkan diri kepada Allahdan mereka pandang sebagai urusan agama yang penting.[76]& [77] Kemudian beliau Rahimahullah berkata: "Adanya riwayat sah dari para ulama, bahkan Ahlul Kitab tidaklah dapat dikafirkan, barangkali berlaku bagi orang yangperbuatan bid'ahnya tidak menyebabkan kekafiran, " tetapi, tidak diragukanlagi, bahwa mendustakan riwayat yang sah datang dari Rasulullah, maka diaadalah kafir. Sedangkan kebodohan yang bersangkutan dalam masalah seperti initidaklah menjadi alasan pemaaf.[78] Beliau Rahimahullah berkata: "Sesudah terbukti adanya dakwaan yang tertulis didalam kitab-kitab mereka, bahwa Al Qur'an ayatnya berkurang dan diubah, lalukarena ini, mereka mengkafirkan shahabat, termasuk Ali sekalipun, sebabmeridhai perbuatan semacam itu " maka berarti mereka mendustakan firmanAllah: "(Al Qur'an itu) tidak tersentuh oleh kebathilan, pada zamannyaatau sesudahnya. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijak lagi Maha Terpuji".[79]Dan firman-Nya: "Sungguh, kami benar-benar telah menurunkan Al Qur'an dansungguh kami benar-benar menjaganya". [80] Maka barang siapa berkeyakinan,bahwa Al Qur'an ini tidak terpelihara, karena menganggap adanya ayat yanghilang dan meyakini ada ayat-ayat lain yang sama sekali tidak terdapat padaAslinya, maka sesungguhnya ia telah kafir.[81] Asy-Syeikh-semoga Allah merahmatinya- berkata: "Barang siapa mengadakan perantara-perantara dirinya dengan Allah, sebagaimana yang dilakukan olehgolongan Syi'ah yang menjadikan para imamnya sebagai perantara, makabarangsiapa melakukan perantara semacam ini antara dirinya dengan Allah, baikberupa memohon kepada mereka ataupun meminta perantara mereka dan tawakalkepada mereka, maka menurut Ijma' ia adalah kafir.[82] Beliaupun berkata, bahwa seseorang yang melebihkan para imam dari para Nabi, makamenurut Ijma', dia adalah kafir, sebagaimana pendapat ini diriwayatkan olehbanyak ulama.[83] SyahAbdul Aziz Dahlawi [84] Sesudah mempelajari dengan tuntas Madzhab Itsna Asy-Ariyah dari sumber-sumber merekayang terpercaya, beliau berkata: "Seseorang yang menyibak aqidah merekayang busuk dan apa yang terkandung didalamnya, niscaya ia tahu bahwa mereka inisama sekali tidak berhak sebagai orang Islam dan tampak jelaslah baginyakekafiran mereka.[85] Muhammadbin Ali Asy Syaukaani [86] Beliau berkata: "Sungguh, inti dakwah Syi'ah adalah memperdayakan agama dan melawan syariat kaum muslimin. Tetapi yang sangat diherankan dari sikap paraulama, para pemimpin agama adalah mengapa mereka membiarkan orang-orang itumelakukan kemungkaran, yang tujuan dan maksudnya sangat busuk. Orang-orang yangrendah tersebut ketika bermaksud menentang syariat Islam yang suci danmenyalahinya, mereka melakukan cercaan terhadap kehormatan para penegak syariatini, yaitu orang-orang yang menjadi jalan sampainya syariat tersebut kepadakita, mejerumuskan orang-orang awam dengan caranya yang terkutuk itu dan carasyaitan, sehingga mereka mengutarakan celaan dan laknat kepada sebaik-baik manusia(para shahabat) dan menyembunyikan permusuhan terhadap syariat Islam denganmenyingkirkan hukum Islam dari tengah umat manusia. Carayang mereka tempuh ini adalah lebih keji daripada dosa-dosa besar, yangmerupakan perbuatan yang sangat jahat. Sebab cara semacam itu adalah menentangAllah dan Rasul-Nya serta syariat-Nya. Perbuatanyang mereka lakukan mencakup empat (4) dosa besar, masing-masing dari dosa-dosabesar ini merupakan kekafiran yang terang-terangan.: Pertama: Menentang Allah. Kedua: Menentang Allah dan Rasul-Nya Ketiga: Menentang syariat Islam yang suci dan upaya mereka untuk melenyapkannya. Keempat: Mengkafirkan para shahabat yang di ridhai oleh Allah yang di dalam Al Qur'antelah dijelaskan sifat-sifatnya, bahwa mereka orang yang paling keras kepadagolongan kuffar, Allah swt menjadikan golongan kuffar sangat benci kepadamereka, Allah meridhai mereka dan disamping itu telah menjadi ketetapan hukumdi dalam syariat Islam yang suci, bahwa barangsiapa yang mengkafirkan seorangmuslim, maka dia telah kafir, sebagaimana tersebut di dalam Bukhari, Muslim danlain-lainnya, hadits Ibnu Umar, Rasulullah Saw bersabda: Artinya:Apabila seseorang mengatakan kepada saudaranya "wahai kafir!", makajika orang yang dipanggilnya itu benar seperti apa yang dikatakannya, maka iapatut sebagai orang kafir. Tetapi jika tidak, maka kembali kepada dirinyasendiri.[87] Dengandemikian, jelaslah, bahwa setiap orang Syi'ah adalah orang jahat (busuk) lagimenjadi orang kafir, karena mengkafirkan seorang shahabat. Maka apalagi kalaumengkafirkan semua shahabat, kecuali beberapa orang sebagai siasat untukmenyesatkan khalayak ramai yang tidak mampu memikirkan dalih-dalihnya.[88] ParaSyeikh dan Ulama masa Kekhalifahan Utsmaniyah Zainal Abidin bin Yusuf al Askubi meriwayatkan di dalam salah satu risalahnya yang iatulis pada masa Sultan Utsmani, yaitu Raja Muhammad bin Khan bin Sultan IbrahimKhan, bahwa para ulama mutaakhirin dari negeri ini seluruhnya telah memberikanfatwa tentang kekafiran Syi'ah.[89] ParaUlama Sebelah Timur Sungai Jaihun [90] Al Alusi - seorang penulis tafsir - berkata: "Sebagian besar ulama di sebelahtimur sungai ini menyatakan kekafiran golongan Itsna Asy 'Ariyah dan menetapkanhalalnya darah mereka, harta mereka dan menjadikan wanita mereka menjadi budak,sebab mereka ini mencela shahabat Nabi saw terutama Abu Bakar dan Umar, yangmenjadi telinga dan mata Rasulullah saw; mengingkari kekhilafahan Abu Bakar;menuduh Aisyah Ummul Mukminin berbuat zina, padahal Allah sendiri menyatakankesuciannya, melebihkan Ali r.a. dari rasul-rasul ulul Azmi, sebagian merekamelebihkannya dari Rasulullah saw sendiri dan mengingkari terpeliharanya AlQur'an dari kekurangan dan tambahan".[91] Demikianlah,sebagian fatwa para imam dan ulama umat Islam perihal Syi'ah ini. Dandicukupkan uraiannya sekedar ini saja. Kitab-kitab fiqih memuat banyakpendapat-pendapat yang mengkafirkan Syi'ah, yang dengan mudah dapat dibaca olehsetiap orang. Karena itu tidak dirasa perlu untuk mengetengahkannya disini.[92] DiSini Perlu Diperhatikan Beberapa Hal Pertama:demikianlah penetapan para ulama rahimahumullah, sebelum kitab-kitab golonganRafidhah (Syi'ah) tersiar di tengah umat dan mereka berani menyatakan terusterang aqidahnya seperti dewasa ini. Oleh karena itu pembahasan inihalaman-halamannya berisikan aqidah-aqidah Itsna Asy 'Ariyah, yang oleh paraulama Islam dinyatakan sebagai ajaran Qaramithah Bathiniyyah, misalnyakepercayaan mereka bahwa Al Qur'an telah berkurang ayatnya dan dipalsukan.Kepercayaan ini memenuhi kitab-kitab mereka. Begitu juga sejumlah pokok-pokokaqidah yang didapati di dalam ajaran mereka. Bahkan mereka mempunyaiaqidah-aqidah yang tidak pernah dikenal dimasa leluhur mereka, seperti aqidahat Thinah dan lain sebagainya. Hal ini berarti bahwa Syi'ah dewasa ini lebihjahat dan sesat dari pendahulunya. Kedua:Golongan Syi'ah belakangan dan dewasa ini telah mempadukan berbagai aliran yangpaling busuk dan berbahaya. Mereka mempadukan pendapat al Qadariyah yangmengingkari takdir, pendapat aliran Jahmiyah yang mengingkari sifat-sifat Allahdan menyatakan Al Qur'an sebagai makhluk, pendapat kaum kebathinan - yangdiikuti oleh beberapa tokoh mereka - tentang adanya keyakinan kesatuan Allahdengan makhluk, aliran Sabaa-iyah yang menganggap Ali sebagai Tuhan, golonganKhawarij dan al Wa'idiyah yang mengkafirkan kaum muslimin, golongan Murji'ahyang berkeyakinan bahwa mencintai Ali merupakan kebajikan yang tak akan dapatdirusak oleh perbuatan dosa " bahkan mereka telah mengikuti cara-cara kaummusyrik di dalam mengagungkan kuburan, thawaf di sekelilingnya, bahkan shalatmenghadap kuburan dan membelakangi Kiblat, serta perbuatan-perbuatan lainnyayang menjadi ciri kaum musyrikin. Apakah setelah membaca ini semua, masih ada keraguan bahwa golongan Syi'ah telah relamengikuti suatu aliran di luar aliran kaum muslimin. Walaupun mereka inimengucapkan dua kalimah syahadat, namun mereka telah membatalkannya denganbanyak hal yang bertentangan sebagaimana telah anda ketahui. Akan tetapi suatu hal yang wajib diperhatikan bertalian dengan cara ahli Sunnah didalam mengkafirkan mereka adalah bahwa pendapat-pendapat yang telah merekaucapkan dan diketahui berlawanan dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah sawadalah suatu kekafiran. Begitu pula perbuatan-perbuatan mereka antara lain mengkafirkan kaum muslimin adalah suatu kekafiran. Tetapi untuk mengkafirkanseseorang tertentu di antara ahli Kiblat dan menyatakannya masuk neraka kekaladalah tergantung kepada syarat-syarat kekafiran yang dipenuhinya. Dan tidakdikategorikan sebagai kafir, bila semua syarat-syaratnya tidak terpenuhi. Kamimenyebutkan kaidah umum perihal nash-nash yang menyatakan janji dan ancaman,pengkafiran dan pen-fasikan, dan bukannya menghukum orang-orang tertentu masukdi dalam kategori kaidah umum ini sebelum yang bersangkutan memenuhikriteria-kriteria tersebut. Oleh karena itulah para ulama tidak mengkafirkanorang-orang yang menghalalkan sesuatu yang haram karena orang-orang tersebut baru memeluk Islam atau tinggal di suatu tempat yang jauh terpencil. Tetapiseseorang itu dikenakan hukum kafir, bila dakwah (missi) Islam telah sampai kepadanya, sedangkan ada orang-orang yang belum kedatangan ketentuan syariatyang berlawanan dengan pandangan hidupnya, dan tidak tahu kalau Rasulullah diutus dengan itu, tetapi orang yang telah kedatangan syariat, namun dia mengingkarinya, maka kafirlah dia. Sedangkan bagi yang belum , tidak dipandangkafir. ·  Imam Malik rahimahulloh ,"Beliau ditanyatentang Rafidhoh ,Beliau menjawab" "Janganlah kamu berbicara denganmereka, dan janganlah kamu meriwayatkan dari mereka karena merekaBerdusta."(Minhajus Sunnah I/59) . Beliau juga berkata:"Orang yangmencela Sahabat Nabi salalalhu'alaihissalam, maka dia tidak termasuk darigolongan Islam."(As-Sunnah II/557, Karya Al-Khallal).   ·  Imam Asy-Syafi'i rahimahullohberkata:"Aku tidak pernah melihat seorangpun lebih berani bersaksi palsu daripada Rafidhah".(Riwayat Al-Lalikai Syarh Ushul I'tiqad VIII/1457; AbuHatim Ar-Razi di dalam Aadab Asy-Syafi'i'I wa Maniqibuhu, hal:187-189;dan AbuNu'aim di dalam Al-Hilyah IX/114; serta disebutkan oleh Ibnu Taimiyah di dalam Minhajus Sunnah I/60 dan Adz-Dzahabi di dalam Siyar X/89, Majalah As-SunnahEdisi 11/Tahun V/1422H/2001M di halaman 24-25) ·        "DariYunus bin Abdila’la, beliau berkata: Saya telah mendengar asy-Syafi’i, apabiladisebut nama Syi’ah Rafidhah, maka ia mencelanya dengan sangat keras, danberkata: “Kelompok terjelek! (terbodoh)”. (al-Manaqib, karya al-Baihaqiy,1/468. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/486). ·         Al-Imam Asy-Syafi’i berkata: “Saya belummelihat seorang pun yang paling banyak bersaksi/bersumpah palsu (berdusta) dariSyi’ah Rafidhah.” (Adabus Syafi’i, m/s. 187, al-Manaqib karya al-Baihaqiy, 1/468 dan Sunan al-Kubra, 10/208. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah,2/486) ·         Al-Buwaitiy (murid Imam Syafi’i) bertanyakepada Imam Syafi’i, “Bolehkah aku shalat di belakang orang Syiah?” ImamSyafi’i berkata, “Jangan shalat di belakang orang Syi’ah, orang Qadariyyah, danorang Murji’ah” Lalu Al-Buwaitiy bertanya tentang sifat-sifat mereka, Lalu ImamSyafi’i menyifatkan, “Siapasaja yang mengatakan Abu Bakr dan Umar bukan imam,maka dia Syi’ah”. (Siyar A’lam Al-Nubala 10/31). ------------------------------------------------ [1]Syi'ahmenganggap bahwa melaknat shahabat sebagai suatu perilaku keagamaan dansyariat. Mereka dengan terus terang menyatakan para shahabat itu kafir,terkecuali beberapa orang yang tidak lebih dari jumlah jari-jari satu tangan.Lihat Alkafi. [2]AlKhalal/As Sunnah, 2:557. Korektor buku ini menyatakan: Hadits ini shahihsanadnya. [3]TafsirIbnu Katsir, 4:219. Baca: Ruhul Ma'ani, oleh Al-Alusi, 26:116. Baca pulakesimpulan yang menyatakan kekafiran Syi'ah dari ayat ini/Ash-Shaarimal-Maslul, hal. 579. [4]SumberSyi'ah, sebagaimana sudah tersebut pada dewasa ini menyatakan bahwariwayat-riwayat shahabat-shahabat, seperti: Abu Hurairah, Amr bin Ash, Samurahbin Jundab, menurut penilaian mereka nilainya tidak berharga sama sekali,walaupun seberat sayap nyamuk. (baca hal. 361). [5]Tafsiral Qurthubi, 16:297. [6]AlKhalal/As Sunnah, 2:557. Korektor buku ini berkata: "SanadnyaShahih". Baca: Syarah As Sunnah, Ibnu Batthah, hal. 161, Ash Shaarim alMaslul, hal. 571. [7]AlKhalal/As Sunnah, 2:558. Korektor buku ini berkata: "SanadnyaShahih". [8]Ibid.Bacalah: Manaakib al Imam Ahmad, oleh Ibnu Al Jauzi, hal. 214. [9]AsSunnah, oleh Imam Ahmad, hal. 82, ditashih oleh Syeikh Ismail al Anshari [10]Bacabuku Ar Risalah hal. 751 dan seterusnya. [11]AnNur ayat 17, ayat ini menjadi dasar pendapat Imam Ahmad, dalam buku karya ImamAbi Muhammad Rizkullah bin Abdul Qawiy at Tamimi, wafat tahun 480 H, al Wardah21. [12]AlFatawa, 3:352. [13]AshShaarim al Maslul, hal. 586. Dan baca hal. 571, tentang pendapat Qadhi AbuYa'la mengenai riwayat yang menyatakan tidak - kafiran Syi'ah. [14]ImamBukhari/Khalqu Af'alil 'Ibad, hal. 125. [15]AlImam al Hafizhil Ilmi Abdur Rahman bin Mahdi bin Hasaan bin Abdur Rahman al'Ambari, Al Bashri, wafat 198 H. (Tahdzibut Tahdzib, 6:279-281). [16]KhalquAf'alil 'Ibad, Bukhari, hal. 125. Dan bacalah: Majmu' Fatawaa, Syeikhul IslamIbnu Taimiyyah, 35:415. [17]Muhammadbin Yusuf al Faryabi, Bukhari meriwayatkan dari padanya dua puluh enam hadits.Dia adalah Ahli Hadits terbaik di zamannya, wafat tahun 212 H. (TahdzibutTahdzib, 9:535). [18]AlKhalal, As Sunnah 6:566, korektor kitab ini berkata: Di dalam sanad hadits initerdapat seorang rawi bernama Musa bin Harun bin Zayyad yang aku tidakmengetahui ke-maushul-annya. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah di dalam Kitab AshShaarim al Maslul, hal. 570 menisbathkan hadits ini kepada Al Faryabiberdasarkan Jazm (dugaan kuat). [19]Ahmadbin Yunus, yaitu Ibnu Abdillah. Ia dinisbathkan kepada datuknya, yaitu salahseorang Imam (tokoh) As Sunnah. Beliau termasuk penduduk Kufah, tempattumbuhnya golongan Rafidhah. Beliau menceritakan perihal Rafidhah denganberbagai macam alirannya. Ahmad bin Hambal telah berkata kepada seseorang:"Pergilah anda kepada Ahmad bin Yunus, karena dialah seorang SyeikhulIslam." Para ahli Kutubus Sittah telah meriwayatkan Hadits dari beliau.Abu Hatim berkata: "Beliau adalah orang kepercayaan lagi kuathafalannya". An Nasaai berkata: "Dia adalah orang kepercayaan."Ibnu Sa'ad berkata: "Dia adalah seorang kepercayaan lagi jujur, seorangAhli Sunnah wal Jama'ah." Ibnu Hajar menjelaskan, bahwa Ibnu Yunus telahberkata: "Saya pernah datang kepada Hammad bin Zaid, saya minta kepadabeliau supaya mendiktekan kepadaku sesuatu hal tentang kelebihan Utsman.Jawabnya: "Anda ini siapa?" Saya jawab: "Seseorang dari negeriKufah." Lalu ia berkata: "Seorang Kufah menanyakan tentangkelebihan-kelebihan Utsman. Demi Allah, aku tidak akan menyampaikannya kepadaanda, kalau anda tidak mau duduk sedangkan aku tetap berdiri!" Beliauwafat tahun 227 H. (Tahdzibut Tahdzib, 1:50, Taqribut Tahdzib, 1:29). [20]AshShaarim al Maslul, hal. 570. [21]Abdullahbin Abdul Kariim bin Zayid bin Farukh al Mahzumi di Al Wala'(?), bergelar AbuZur'ah Ar Rozi, termasuk salah seorang penghafal hadits dan tokoh terkemuka.Beliau telah hafal seratus ribu (100.000) hadits, sehingga ada yang berkata:"Setiap hadits yang tidak dikenal oleh Abu Zur'ah, maka hadits tersebutberarti tidak punya asal usul. Beliau wafat tahun 264 H. [22]Bacaal Kifayah, hal. 49. [23]AbuMuhammad Abdullah bin Muslim bin Qutaibah ad Dainuri pengarang Kitab-Kitab yangbaik, berisikan berbagai ilmu yang bermanfaat, sebagaimana dikatakan oleh IbnuKatsir. Wafat, 276 H. (Baca Wafayaatul A'yaan, 3:22-44; Tarikh Baghdad,10:170-174; Al Bidayaayat Wan Nihaayah, 11:48). [24]Kitab:Al Ikhtilaf fil Lafdhi war Raddu 'alal Jahmiyah wal Musabbihah, hal. 47. Cet.As Sa'adah Mesir, tahun 1349 H. [25]AbdulQaahir bin Thahir bin Muhammad al Baghdadi at Tamiimi al Isfiraayiini, AbuManshuur, beliau deberi gelar di masanya sebagai "Shadrul Islam".Beliau mempelajari tujuh belas ilmu. Wafat, 429 H. (Baca: ThabaqaatusSyafi'iyyah, 5:136-145; An Baaur Ruwaat, 2:185-186). [26]AlFarqu bainal Firaq, hal. 357. [27]AlMilal wa Nihaal, hal. 5253, koreksian oleh Miir Nasri Nadir. [28]Muhammadbin Al Husein bin Muhammad bin Khalaf bin Al Faraa' Abu Ya'la, seorang alim didalam urusan aqidah dan syariah pada masanya, wafat tahun 458 H. [29]AlMu'tamad, hal. 267. [30]Maksudnya:omongan mereka tidak bisa dipertanggungjawabkan atas nama kaum muslimin maupunAl Qur'an. [31]AlFashl, 5:40. [32]Terkecualitiga orang shahabat. [33]AlFashl, 5:40. [34]AlIhkam Fii Ushuuli Ahkaam, 1:96. [35]AlFashl, 2:274-275. Orang yang berkeyakinan semacam ini dikafirkan oleh IbnuHazm. Dan keyakinan semacam ini depegang oleh Syi'ah Itsna Asy'ariyah. Pendapatini dikuatkan oleh guru-guru beliau pada masanya dan para ulama sebelumnya. [36]Abual Mughafar Syahfur, bin Thahir bin Muhammad al Asfaraayaini, seorang imam ahlikalam, ahli Fiqh lagi ahli Tafsir banyak karangan-karangannya, antara lain: AtTafsiir al Kabiir dan at Tabshiir Fiddiin. Wafat, 471 H. (Baca: Thabaqaat AsySyafi'iyyah, 5:11 dan Al A'laam, 3:260). [37]AtTabshiir Fiddiin, hal. 24-25. [38]Muhammadbin Muhammad bin Ahmad at Thuusi al Ghazali. Ibnu Katsir berkata: Beliau dahuluadalah orang yang terpandai di dalam setiap bidang pembahasannya. Karangannyabanyak sekali yang tersebar di dalam berbagai macam bidang ilmu. Di antarakitab-kitabnya: Fadhaail al Baathiiniyah. Wafat, 505 H. (Baca: Al Bidaayah wanNihaayah, 12:173-174; Miraatul Janaani, 3:177-192). [39]Seseorangyang mempelajari aqidah al badaa' dalam madzhab Rafidhah akan mengetahui, bahwakeyakinan tersebut muculnya bukan karena pemahaman agama yang lemah tetapisudah merupakan suatu jalan pemikiran yang dengan sengaja diciptakan oleh adanyakeyakinan yang berlebih-lebihan terhadap para imam mereka. Pendapat imamGhazali ini serupa dengan pernyataan imam Al Amidi (Al Ihkaam, 3:109). Beliauberkata: Golongan Rafidhah tidak bisa memahami perbedaan antara nasakh dan alBadaa'. Kata-kata al Amidi ini lebih jauh dikomentari oleh Syeikh Abdur RazakAfifi. Katanya: "Barang siapa mengetahui dengan jelas hal ikhwal Rafidhah,memahami kebusukan hatinya dan kezindikannya berupa sikap merahasiakankekafiran dan menampakkan keislaman, mewarisi prinsip-prinsip agamanya dariYahudi, menempuh cara-cara memperdayakan islam sebagaimana dilakukan orangyahudi, maka ia tentu memahami bahwa segala kebohongan dan kedustaan (tentangal Badaa') adalah suatu pernyataan yang bertujuan jahat, rasa kedengkian kepadakebenaran dan pemeluknya, dan karena fanatik buta, sehingga membuat merekaberani melakukan tipu daya dan berbagai bentuk perbuatan merusak secarasembunyi-sembunyi maupun terang-terangan guna menghancurkan syariat Islam dannegara-negara yang menegakkannya. (Al Ihkaam fii Ushuuli Ahkaam,3:109-110-catatan pinggir). [40]Riwayatini terdapat dalam kitab Al-Bihaar, oleh Al-Majlisi dan dinisbatkan riwayat inikepada rawi yang terdekat (Bihaarul Anwaar, 4:97). Pada riwayat lain ucapantersebut dinisbatkan kepada Ali bin Al-Husein (Baca Tafsiirul 'Iyyaasyi, 2:215;Bihaarul Anwar, 4:118; Al Burhaan, 2:299; Tafsir Ash Shafii, 3:75). [41]Bacalahriwayat ini di dalam kitab At Tauhiid, oleh Ibnu Baabawaih, hal. 36. [42]AlMustashfaa, 1:110. [43]FadhaaihulBathiniyyah hal. 149. [44]Iyadbin Musa bin 'Iyadh bin Amaruun al Yahshabi, seorang ulama Maghribi, tokoh AhliHadits pada zamannya. Wafat tahun 544 H. (Baca: Wafayaatul A'yaan, 3:483; Al'Ibaar, oleh Adz Dzahabi, 2:467; Bughyatut Thais, oleh Ad Dhabi, hal. 437;Tarikh Qudhatul Andalus, oleh An Nabaahi, hal. 101) [45]KaumSyi'ah dewasa ini beranggapan, bahwa I'tikad mengkafirkan para shahabatmerupakan salah satu pokok ajaran mereka. Sedangkan orang yang mengingkariprinsip ini, ,mereka memandangnya kafir. Al-Mamqaaniyang merupakan guru Syi'ah berkata: "Termasuk prinsip madzhab kami adalahbahwa para imam kami lebih mulia daripada Nabi Bani Israil, sebagaimana telahdinyatakan oleh keterangan-keterangan yang mutawatir. Orang yang memahamiberita-berita Ahlil Bait (para imam yang dua belas), bahwa para imam tersebutmemiliki keajaiban luar biasa sama dengan yang ada pada para Nabi, bahkan lebihhebat. Para Nabi dan para ulama salaf hanya memperoleh satu atau dua pintuilmu. Sedangkan para imam Syi'ah, karena ibadah dan ketaatan mereka, makaseseorang dapat naik ke tingkat menyamai Allah. Jika ia mengatakan kepadasesuatu "jadilah", maka terbukalah semua pintu-pintu (ilmu). [46]Aqidahsemacam ini kita temukan pada golongan itsna Asy'Ariyah. Karena merekaberanggapan, bahwa imamah lebih tinggi dari kenabian. Para imam Syi'ah diyakinisebagai pokok pegangan bagi semua umat manusia seperti halnya para Rasul. [47]Demikianlahperkataan kaum Rafidhah. Baca Ar-Risalah, hal. 325 dan seterusnya. [48]Disiniperlu perhatian serius. Sebab sebagian dari para imam syi'ah menisbatkankeyakinan tentang perubahan Al Qur'an kepada golongan Ismaili, padahalsebenarnya adalah pendapat golongan Itsna Asy'Ariyah, sedangkan golonganIsmaili tidak pernah menyatakan pendapat seperti ini, tetapi golongan ini hanyamenggunakan penakwilan ayat-ayat Al Qur'an secara bathini (perlambang). [49]Imampenghafal hadits, Abu Sa'd Abdul Kariim bin Muhammad bin Manshuur at-Tamimias-Sam'aani, pengarang buku al-Ansaab dan lain-lain. Ia sering melakukankunjungan dan mendengar dari banyak guru hadits. Ibnu katsir berkata:"Ibnu Khalkan telah menyebutkan perihal orang ini, yang mempunyai banyakkarya tulis, antara lain sebuah kitab yang telah menghimpun seribu hadits dariseratus orang guru hadits berserta pembicaraan sanadnya dan matannya. Buku inisangat berguna. Beliau wafat tahun 562 H. (Wafayaatul A'yaan, 3:209; al-Bidayahwan Nihayah, 12:175). [50]Kata-kata"hal-hal yang patut bagi mereka" Demikianlah yang ada pada tulisanaslinya. Kalau kata ganti "Mereka" tertuju kepada golongan Rafidhah,maka kalimat tersebut sudah benar. Maksudnya, golongan Rafidhah menyebut parashahabat sebagai orang-orang sesat. Adalah patutnya tertuju pada diri merekasendiri. Sedangkan, kalau kata ganti "Mereka" tertuju kepada parashahabat, berarti pada kalimat tersebut ada kata yang hilang. Barangkali yangbenar kalimat tersebut berbunyi "Apa yang tidak patut bagi mereka". [51]Al-Anshab,6:341. [52]Muhammadbin Umar bin Al-Husein, dikenal dengan gelar al-Fakhru Razi, seorang musafir,ahli kalam, seorang faqih, seorang ushul. Di antara karya-karya tulisnyaadalah: At-Tafsiir al-Kabiir, al-Mahshul dan lain sebagainya. Ada orangmengira, bahwa beliau ini berkecenderungan Syi'ah. Wafat, 606 H. (LisaanulMiizaan), 4:426; As-Shuyuthi, Tabaqatul Mufazziriin, hal. 115. [53]Akandijelaskan perawi haditsnya. [54]Ar-Rozi,Nihaayatul Uquul, Al-Waraqah hal 212a. (masih tertulis tangan). [55]AliImran, ayat 110. [56]AshShaarim al Maslul, hal. 586-587. [57]Majmu'Fataawa, Ibnu Taimiyyah, 28:482. [58]Bacaal Fatawa, 28:484-485. [59]Ibid,hal. 486. [60]Bacalahkitab Risalah, hal. 1239. [61]Mudah-mudahanbegitu yang ada di al Fataawa, 28:389. [62]MinhaajusSunnah, 3:39. [63]Ar-Risalah,hal. 1239. [64]Beliauadalah tokoh ahli hadits serta mufthi yang cemerlang, sebagaimana yangdikatakan oleh Adz Dzahabi. Nama lengkapnya Abul Fidaa' Ismail bin Umar binKatsir. Asy Syaukaani berkata: Beliau punya banyak karangan berfaedah, antaralain: Tafsiir Ibnu Katsir, yang dapat digolongkan tafsir yang terbaik, bahkanmungkin yang paling baik. Wafat, 774 H. (Ibnu Hajar, ad Duraru al Kaaminah,1:373-374; Asy Syaukaani, al Badr at Thali', 1:153). [65]Bacalahhalaman 751 dan 1125 dari Ar Risaalah. [66]YaituMuhammad bin Khalil bin Yusuf Ar Ramli al Muqaddasi. Beliau salah seorang ahliFiqh Syafi'iyah. Wafat, 888 H. (Bacalah: Asy Syakhawi ad Dha-uu al Laami'u,7:234; Asy Syaukaani, al Badr At Thaali', 2:169). [67]Risalahfii Ar Raddi alaa Ar Raafidhah, hal. 200. [68]YaituYusuf al-Jamal Abu Mahasin al-Waasithi, salah seorang ulama abad IX. (Bacalah:Asy Syakhawi, Adh Dhauu 'alaa Mii'u. 10:338-339) [69]Al-Munaazharahbaina ahli sunnah war Raafizhah, al-Waraqah, hal. 66 (tulisan tangan). [70]Ibid.hal. 67 (tulisan tangan). [71]Alibin Sulthaan bin Muhammad al Hawaari, dikenal dengan panggilan al-Qaarial-Hanaafi. Ia salah seorang narasumber ilmu. Banyak sekali karangannya yangbermanfaat, antara lain Syarah al Misykaat. Buku ini adalah karyanya yangterbesar. Syarah Asy-Syifaa', an Nukhbah dan lain-lain. Wafat, 1014 H.(Bacalah: Khulashatul 'Atsar, 3:185-186; Al-Budurut Thaali', 1:445-446). [72]Syamsul'Awaaridh Fii Dzammil Rawaafidh, al-Waraqah, 6a. (tulisan tangan). [73]Ibid,al-Waraqah, hal. 252-254. [74]Ibid,al-Waraqah, hal. 259a [75]Muhammadbin Abdul Wahhaab bin Sulaiman bin Ahmad at Tamiimi an-Najdi, seorang imamMujadid Islam di Jazirah Arab pada abad XII H. Seruannya kepada Tauhid yangbersih dan membuang bid'ah merupakan percikan pertama yang membangkitkanpembaharuan di seluruh dunia Islam. Gerakannya mempengaruhi tokoh-tokohpembaharu di India, Mesir, Irak, Syiria dan lain-lainnya. Wafat, 1206 H.(Bacalah: Abdul Aziz bin Baaz, Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dakwahnya dansejarahnya; Sulaiman An Nadwi, Muhammad bin Abdul Wahhab, pembaharu yangterdhalimi dan kebohongan yang dibuat atas namanya; Bah-jatul Atsaari, Muhammadbin Abdul Wahhab, penganjur tauhid dan pembaharu Abad Modern). [76]RisaalahFir Raddi' 'Alar Raafidhah, hal. 18-19. [77]Bahkan,mereka dari mencela berkelanjutan sampai mengkafirkan. Bahkan mereka berkeyakinansiapa saja yang menganggap Abu Bakar dan Umar itu Islam, maka kelak Allah tidakakan mau melihat dia, berbicara dengannya dan akan mendapat adzab pedih. (BacaAr Risaalah ini hal. 759). Cacian mereka kepada para shahabat bertambah danterus berjalan dari dulu sampai hari ini, dilakukan dengan semakin keterlaluan. [78]RisalahFii Raddi 'Alar Raafidhah, hal. 20. [79]Fushshilat,ayat 20. [80]AlHijr, ayat 9. [81]RisaalahFir Raddi 'Alar Raafidhah, hal. 14-15. [82]RisaalahNawaaqidhul Islam, hal. 283. [83]RisaalahFir Raddi 'Alar Raafidhah, hal. 29. [84]AbdulAziz bin Ahmad (Waliullah) bin Abdur Rahiim al Faruuqi, bergelar Sirajul Hind.Muhibbuddiin al Khathib berkata: "Beliau adalah ulama India terbesar padamasanya. Beliau seorang penelaah buku-buku Syi'ah lagi amat menguasainya.Wafat, 1239 H. (Bacalah Al A'laam, 4:138; Muhaddimah Mukhtashaarat Tuhfah alItsna Asy 'Ariyah, Muhibbuddiin Khatib). [85]Mukhtashaarat Tuhfah al Itsna Asy 'Ariyah, hal. 300. [86]ImamMuhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdillah asy Syaukaani, seorang ulama Yaman,pengarang kitab Fathul Qadiir, Nailul Authar dan lain-lain kitab-kitab yangbermanfaat, Wafat, 1250 H. (Bacalah al-Badr at-Thalii', 2:214-225). [87]Haditsdengan lafadh ini terdapat di dalam Shahih Bukhari, Kitabul Adab, bab: Mankafara akhaahu min ghairi takwiilin fahuwa kamaa qaala: juz VII: 97; Muslim,Kitabul Iman, bab: Bayaani haali iimaani man qaala liakhiihi almuslim "yaakaafir", I:79; Abu Dawud, Kitaabus Sunnah, bab: Ziyaadatil iiman, V:64 (H.4687); Turmudzi, Kitaabul Iman, bab: Maa ja-a fii man ramaa akhaahu bikufrin,V:2 (H. 2637); Malik fil muwaatha', Kitabul Kalaam, bab: Maa yukrahu minalkalaami, hal. 984; Ahmad, II:18, 23, 44, 47; At Thayaalisi, hal. 252 (H. 1842). [88]AsySyaukani, Natsrul Jauhar 'ala hadiitsi Abi Dzar, al Waraqah, hal. 15-16.(tulisan tangan). [89]AlAskubi, Ar-Rad 'alas Syi'ah, al Waraqah: 5B. [90]SungaiJaihun, terletak di Khurasan. Wilayah yang terletak di sebelah timurnyadinamakan Bayathillah. Sesudah zaman Islam tempat ini dinamakan daerah diseberang sungai. Sebelah barat sungai ini adalah negeri Khurasan dan daerahKhawarizm " (Mu'jamul Buldan, 5:45). [91]NahjusSalaamah, hal. 29&30. [92]Bacalah,misalnya - al 'Uqud ad Durriyah fii tanqiihil Fatawa al Hamidiyah, Ibnu Abidin.Di dalam kitab ini diketengahkan fatwa Syeikh Muhammad al Hanafi, dimana beliaumengkafirkan Syi'ah karena banyak alasan. Hal ini merupakan fatwa beliau yangpanjang. (Bacalah, al 'Uqud Ad Durriyah, hal. 92). Jugadisebutkan pendapat Abu Su'ud, seorang ahli tafsir Qur'an dan beliaumeriwayatkan didalam kitabnya ini ijma' para ulama Syi'ah untuk mengkafirkanpara shahabat (Ibid, hal. 93). Didalam buku Al Fataawa al Bazaziyah, oleh Syeikh Muhammad bin Syihab, yang dikenaldengan nama Ibnul Bazaz, Wafat, 827 H. beliau berkata: "Adalah wajibmengkafirkan Syi'ah Kisaniyah, karena mereka menyatakan Allah bersifat al Bada'mengkafirkan golongan Rafidhah, karena mereka menyatakan adanya raj'ah(reinkarnasi)"dan seterusnya. (Al Fatawaa al Bazaziyah, cetakan padacatatan pinggir dari kitab al Fataawa al Hindiyah, 6:318). Didalam kitab al Asybah wan Nadhaair oleh ibnu Nujaim, katanya: "Mencela danmelaknat Abu Bakar dan Umar adalah kafir. (halaman 19). Bacalah: Nawaaqidh arRawaafidh, oleh Mahdum asy Syirazi, dia mengetengahkan pendapat daripengikut-pengikut madzhab empat mengenai pengkafiran golongan Syi'ah (Rafidhah)al Waraqah, hal. 187A dan seterusnya dan pengkafiran Syi'ah oleh muthahar binAbdur Rahman bin Ismail, al Waraqah, hal. 51.
2 hours ago
Abdulbast TEACHER: Who is the President of Kenya? CHILDREN: (They all chorused) mwai kibaki! TEACHER: Correct! Who is the Minister of Defence? CHILDREN: Yusuf haji! TEACHER: Good! What is the capital city of keny? a CHILDREN: mombasa! TEACHER: Very Read more ... good! Who composed the National Anthem? CHILDREN: Nmaeless! TEACHER: Excellent. What do you call people from Moscow? CHILDREN: Mosquitoes! TEACHER: Perfect! How much is 2 + 5? CHILDREN: 25! TEACHER: That's great! You're going to be stupid like this until your government increases my salary
2 days ago
MAHMOOD
THE ISLAMIC GOVERNMENT: KHALIFATE OR IMAMATE? By: Ustad Abdus Samad
THE ISLAMIC GOVERNMENT: KHALIFATE OR IMAMATE? By: Ustad Abdus Samad               Muslims around the world have to pray at least five times a day; and in every prayer, they have to recite the Salawat
3 days ago
MAHMOOD
THE ISLAMIC GOVERNMENT: KHALIFATE OR IMAMATE? By: Ustad Abdus Samad
THE ISLAMIC GOVERNMENT: KHALIFATE OR IMAMATE? By: Ustad Abdus Samad               Muslims around the world have to pray at least five times a day; and in every prayer, they have to recite the Salawat
3 days ago
MAHMOOD
THE ISLAMIC GOVERNMENT: KHALIFATE OR IMAMATE? By: Ustad Abdus Samad
THE ISLAMIC GOVERNMENT: KHALIFATE OR IMAMATE? By: Ustad Abdus Samad               Muslims around the world have to pray at least five times a day; and in every prayer, they have to recite the Salawat
3 days ago
Ahlal
THE ISLAMIC GOVERNMENT: KHALIFATE OR IMAMATE? By: Ustad Abdus Samad
THE ISLAMIC GOVERNMENT: KHALIFATE OR IMAMATE? By: Ustad Abdus Samad               Muslims around the world have to pray at least five times a day; and in every prayer, they have to recite the Salawat
3 days ago
Ahlal
THE ISLAMIC GOVERNMENT: KHALIFATE OR IMAMATE? By: Ustad Abdus Samad
THE ISLAMIC GOVERNMENT: KHALIFATE OR IMAMATE? By: Ustad Abdus Samad               Muslims around the world have to pray at least five times a day; and in every prayer, they have to recite the Salawat
3 days ago
Dhoodimeer
ShacabkaMedia Beyra ShacabkaMedia
Qaramada-Midoobay oo Xatooyo Xoolo-Dadweyne ku eedeysay Madaxweyne Xasan,Wasiirkii hore ee Arimaha Dibadda Fawziyo ,Ganacsade Muuse Ganjab iyo Ganacsade C/casiis Giyaajo oo Qaraabo la ah M/weynaha: Gudiga Cuna-Qubateeynta ee Qaramadda Midoobay ee lo Read more ... o yaqaan (Montoring-Group)ayaa warbixin ay maanta ku soo daabaceen Wakaaladda Wararka ee Reatures ku eedeeyay Madaxweyne Xasan Culusoow iyo Wasiirkii hore ee Arimaha Dibadda Fawziyo Xaaji Xatooyo Xoolo-Dadweyne. Sidoo kale Shirkadda Shulman oo ay qeyb ku leeyihiin Ganacsade Muuse Ganjab iyo Ganacsade C/casiis Giyaajo oo adeer uu Madaxweynaha u yahay ayaa lagu eedeeyay inay qeyb ka ahaayeen Xatooyadda Xoolo-Dadweyne ee lagu dhacay Dhaqaalo Bankiyadda Aduunka u yaalay Dawladii hore ee Soomaaliya. Hoos ka akhriso:Warbixintii oo dhameystiran hadii aad luqadda Ingiriska fahmaysid: A United Nations panel that monitors compliance with U.N. sanctions on Somalia has accused the country's president, a former minister, and a U.S. law firm of conspiring to divert Somali assets recovered abroad, according to a new report. The Somalia and Eritrea Monitoring Group, an 8-person committee, disclosed the findings in a confidential report to the U.N. Security Council's Somalia/Eritrea sanctions committee. Reuters reviewed a copy of the 37-page document. The U.N. Monitoring Group said the information it has gathered so far "reflects exploitation of public authority for private interests and indicates at the minimum a conspiracy to divert the recovery of overseas assets in an irregular manner." Most of the overseas assets were frozen at the outset of the civil war in 1991 and include cash and gold held in banks during two decades of chaos and conflict in Somalia, as well as government properties on foreign soil. What the monitors describe as a conspiracy involved the U.S.-based law firm Shulman Rogers, President Hassan Sheikh Mohamud and his office, former foreign minister Fawzia Yusuf H. Adam, as well as two other individuals whom the monitors said acted as liaisons between Shulman Rogers and Somalia. If the findings are accurate, the monitors' report could cast a pall over President Mohamud and potentially scare off foreign donors who have pledged billions to rebuild his shattered nation after two decades of chaos. All those accused of involvement in the plan to divert assets have denied any wrongdoing. Several accused the chairman of the Monitoring Group, Jarat Chopra, of dubious investigative methods and making baseless assertions. Former foreign minister Adam, who is now a lawmaker in the Somali parliament, said she never profited from the Shulman Rogers contract and that she had not pressured Yassur Abrar, Somalia's former central bank governor. "As a foreign minister, my role was to build the image of Somalia, not to conspire and defame my name and that of my government." The president's office said it could not comment in detail on the allegations in the report because it has not been made public. Shulman Rogers reacted strongly to the Monitoring Group's report about its role in the alleged conspiracy - which it has not seen - as well as the group's assessment that the arrangements for recovering Somali assets were "contrary to the public good." Jeremy Schulman said "the public good of Somalia has been well served by the work we have done." He blamed the findings in the report on the group's Chairman Chopra, saying he was not a “reliable source for truthful information about the goings-on in Somalia.” Chopra said he stood by the group's findings and declined to comment further. In February, Reuters reported on some of the findings that have now been raised in the Monitoring Group's report. The Reuters story focused on last year's resignation by Somalia's central bank governor, which threw Western donors into a quandary over supporting a government they need to fight al Qaeda's local allies. A 2013 U.N. Monitoring Group report said individuals in Mohamud's government used the Somali central bank as a personal "slush fund", with an average 80 percent of withdrawals made for private purposes. The presidency and the then-central bank governor Abdusalam Omer have strongly denied that accusation.. In its latest report, the Monitoring Group said that "a complex architecture of multiple secret contracts, which defied a separation of powers between the Presidency and the Central Bank, created the opportunity and rationalization for the misappropriation of public resources." "'Pie-cutting' of overseas assets by those involved in the project entailed retention of excessive percentages and direct payments from recovered assets as well as attempts to circumvent deposits in the Central Bank of Somalia," it added. FLED FROM MOGADISHU Abrar, the former central bank governor who was also a former Citigroup vice president, quit last October after seven weeks on the job, alleging she had been pressured to sign a contract with Shulman Rogers that she feared could invite corruption at the central bank. According to the new report, she sent her resignation from Dubai after fleeing from Mogadishu out of fear for her safety. The Monitoring Group said it had followed up on a number of Abrar's allegations and her concerns about the contract and the planned scheme for the recovery of Somalia's overseas assets. One of her main worries, the monitors said, was a clause in a July 2013 contract with Shulman Rogers that gave the law firm a bonus of 5 percent of recovered assets in addition to its fees and for Shulman Rogers to retain a further 6 percent of recovered assets for undefined costs and expenses. "Ms. Abrar considered this clause for undefined costs and expenses to be for hidden fees and ultimately understood that it was meant as a side payment to be divided two percent each between Foreign Minister Adam, Musa Haji Mohamed Ganjab and Abdiaziz Hassan Giyaajo Amalo," the report said. However, the Shulman Rogers contract, reviewed by Reuters, does not state that any individuals would be paid from the 6 percent clause. The U.N. Monitoring Group report alleges that Amalo, a U.S. citizen of Somali descent, and Ganjab were government advisers who also acted as facilitators who were “serving as a regular channel between Shulman Rogers and the President”. A Shulman Rogers representative vehemently denied that the firm had paid or sought to pay any government officials. Ganjab, a Somali businessman, did not respond to repeated requests for comment. Amalo told Reuters in an emailed statement that he was never a government adviser and dismissed allegations against him as "false and malicious". FEARS OF DIVERSION OF FUNDS The monitors said Abrar raised her concerns about the 6 percent contract clause with the president in September 2013. "The President informed her that Adam, Ganjab and Amalo had worked hard for their money and that they had earned and deserved the commission of six percent," the report said. "Abrar appealed to the President to reconsider his support for this, but he simply thanked her and asked her to read through the contract," according to the report. Abrar never signed off on the contract for Shulman Rogers. The report said she had also been pressured by the then-deputy finance minister to open a bank account in Dubai against her wishes that she feared could be used for the diversion of Somali funds. Abrar resigned without opening it. After consulting with the World Bank, the Somali president's office said in a statement to Reuters that it revoked a power of attorney it had granted to Shulman Rogers in May and was renegotiating its contract with the law firm. "International advice will continue to be solicited as the national asset recovery proceeds," the statement added. Source:Reuteres Shacabkamedia-Beyra-Puntland Runta Kama-Xıshoono Email:Shacabkamedia@live.com
7 days ago
Fayaz
Timeline Photos
Omar Abdullah is main accused in Haji Yousuf’s mys
Red ribbon
8 days ago
More Yusuf haji posts »

Yusuf haji news

No news about Yusuf haji

Yusuf haji videos

AKIBAT MENINGGALKAN SHALAT 1 - YUSUF MANSURYUSUF MANSUR - EFFEK SEDEKAH DGN HARTA TERCINTA ( DUA )INTERVIEW: Abdul Haji recounts rescuing Westgate hostagesKhutba juma by Mufti Tariq MasoodGunnah Chorne ka Nusqa/Tareeqa by Mufti Tariq MasoodWACANA PERDANA 3 (15/45) - Tak Masuk, Perpaduan UMNO, Lebih Teruk, Tanpa PAS, Prinsip Islam - Asri
More Yusuf haji videos »