Yusuf haji posts

Islamic Art & Images Imam Ahmad Rida Khan used to love Malik al-Ulama dearly and considered him as his own son. He wrote some 43 letters exclusively to Malik al-Ulama + 2 letters to Shaykh Khalifa Tajuddin Lahori and Shaykh Haji Muhammad Layal Khan Qadri Razvi Madrasi in Read more ...
which Malik al-Ulama finds special mention. This is the highest number of letters ever written to any one by Imam Ahmad Rida Khan and in these letters he sometimes addresses Malik al-Ulama as “Habibi wa Waladi wa Qurrat al Ayni (My Beloved Son and Coolness of my Eyes)” and some times as “Waladi al A’az Hami us Sunan wa Mahi al Fitan (My Son who Protects the Sunnah and Fights the Heresies)”.
Malik al-Ulama, Allamah Sayyid Zafar al-Din Bihari (Alayhir Rahmah)
Malik al-Ulama (King of Scholars), the major Faqih and the most erudite Muhaddith of his time and declared by Imam al-Huda Ahmad Rida Khan Muhaddith Qadri (d.1340 A.H / 1921 C.E) as the Lone Master of
1 minute ago
Save Makkah and Madinah In 1325H/1907, #AlaHazrat gave him the Khilafa and Ijazah and awarded the titles of #FazileBihar and #MalikAlUlama.
Malik al-Ulama, Allamah Sayyid Zafar al-Din Bihari (Alayhir Rahmah)
Malik al-Ulama (King of Scholars), the major Faqih and the most erudite Muhaddith of his time and declared by Imam al-Huda Ahmad Rida Khan Muhaddith Qadri (d.1340 A.H / 1921 C.E) as the Lone Master of
2 minutes ago
Jamiatur Raza Bareilly Sharif #MalikAlUlama and Shaykh Sayyid Abdur Rasheed Azimabadi were the first students of #DarulUloom Manzar-e-Islam.
Malik al-Ulama, Allamah Sayyid Zafar al-Din Bihari (Alayhir Rahmah)
Malik al-Ulama (King of Scholars), the major Faqih and the most erudite Muhaddith of his time and declared by Imam al-Huda Ahmad Rida Khan Muhaddith Qadri (d.1340 A.H / 1921 C.E) as the Lone Master of
6 minutes ago
Hazrat Allama Moulana Mufti Muhammed Akhtar Raza Khan Qadiri Al-Azhari #AlaHazrat addressed #MalikAlUlama as "Coolness of my Eyes” & "My Son who Protects the Sunnah & Fights the Heresies".
Malik al-Ulama, Allamah Sayyid Zafar al-Din Bihari (Alayhir Rahmah)
Malik al-Ulama (King of Scholars), the major Faqih and the most erudite Muhaddith of his time and declared by Imam al-Huda Ahmad Rida Khan Muhaddith Qadri (d.1340 A.H / 1921 C.E) as the Lone Master of
7 minutes ago
Islamic Academy UK #AlaHazrat was impressed by #MalikAlUlama’s strong and distinguished acumen to serve #Islam and #AhlusSunnah.
Malik al-Ulama, Allamah Sayyid Zafar al-Din Bihari (Alayhir Rahmah)
Malik al-Ulama (King of Scholars), the major Faqih and the most erudite Muhaddith of his time and declared by Imam al-Huda Ahmad Rida Khan Muhaddith Qadri (d.1340 A.H / 1921 C.E) as the Lone Master of
11 minutes ago
Irfan Qadiri #AlaHazrat Imam Ahmad Rida Khan declared him as the Lone #Master of #Ilm al #Tauqeet among his contemporary scholars.
Malik al-Ulama, Allamah Sayyid Zafar al-Din Bihari (Alayhir Rahmah)
Malik al-Ulama (King of Scholars), the major Faqih and the most erudite Muhaddith of his time and declared by Imam al-Huda Ahmad Rida Khan Muhaddith Qadri (d.1340 A.H / 1921 C.E) as the Lone Master of
13 minutes ago
Pedang Tauhid ALLAHU AKBAR...!!!
Mobile Uploads
“ DEKLARASI ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH “ Dihadiri sekitar diatas 7000an jema'ah AhlusSunnah (Sunni) mereka berduyun-duyun memenuhi Masjid lantai 1,2 dan tenda-tenda di pelataran lapang parkir Al-Fajr Kank Dzoel: Menukil Wawancara dari KH. Dr. Read more ...
Athian Ali Muhammad Da’i, Lc, MA (Ketua FUUI-Forum Ulama Ummat Indonesia) Beliau mengatakan : Bahwasanya Presiden/pemerintah RI ini seharusnya tegas didalam menyikapi perkembangan aliran sesat dinegeri ini terutama Syiah, Karena syiah sudah sangat jelas dan terang sekali menyatakan pelecehan dan berani mencaci maki menodai agama islam (AhlusSunnah) dinegeri ini melalui ocehan syiah baik di dunia maya maupun realita melalui muqodimah, Blog/web, sosial media , video youtube ceramah-ceramah dan buku-buku tulisan mereka (syiah) Sehingga memicu diantara syiah dan Islam terkesan saling mencaci maki dan saling menodai keyakinannya masing -masing... dan tidak menutup kemungkinan akan berakhir dengan caos... kan bisa berbahaya! Sehingga saya ('Athian Ali/ Ketua FUUI) mengatakan: jadi Islam yang benar itu sebenarnya Islam yang mana- menurut pandangan pemerintah RI? Itupun Jika memang pemerintah RI ini serius ingin mendamaikan Ummat Islam dari bentuk perpecahan! Jika pada akhirnya mereka (pemerintah) berkeyakinan bahwa Organisasi Agama Islam Ahlussunnah (sunni) itu adalah Agama yang sudah jelas menodai keyakinan ummat beragama yang ada dinusantara ini dan dinyatakan sesat menurut pendapat dan pemikiran mereka...mengapa tidak berani dibubarkan saja? Dan begitupun sebaliknya Jika memang organisasi syiah itu dinyatakan sudah salah dan menyesatkan ummat Islam karena sudah berani menodai pemahaman agama Islam ini dan dinyatakan menyimpang/sesat dari Islam lalu mengapa mereka (pemerintah) masih tidak berani membubarkan syiah? Jawab dan bertindaklah wahai pemerintah! Jangankah kalian membiarkan Ummat menjadi bingung.. Padahal pada keyataanya aliran sekte sesat syiah memang sudah jelas-jelas mengatakan : Cacian dan makian yang cukup Keji kepada "Ummul mukminin "Siti Aisyah r.a (istri Nabi r) dengan sebutan seorang pelacur dan sahabat Abu Bakar r.a, Umar r.a, dan Usman dengan sebutan kafir, bahkan ketua ijabi syiah (Jalaludin La Rahmat) menyatakan pelecehan sangat keras bahwa Nabi ahlussunnah (Islam Sunni) dengan Nabinya agama syiah itu berbeda! Bahkan jalal berani menghina Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dengan sebutan Nabi yang kasar prilakunya ketika mengadili tawanan perang.. Sedangkan kata Jalal, Nabi orang syiah (imam "Ali r.a) itu jika berjumpa dan memperlakukan lawan/musuh didalam peperangan selalu mengumbar senyuman.. anda tidak percaya dengan statement Jalal? Nih bukti faktanya, Klik dan download Video youtubenya: Jalal Menghujat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam http://www.youtube.com/watch?v=ROhTPfPdDdo&feature=youtube_gdata_player Dari Empat Butir Hasil Deklarasi Aliansi Nasional Anti-Syiah 20 April 2014 16:33 WIB ilustrasi Syiah bukan Islam tapi Syiah sekte sesat dalam agama baru Deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah di Markas FUUI (Masjid Al-Fajr) komplek situsari. Jl. Cijagra Raya, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Indonesia Ahad (20/4), menghasilkan empat butir kesepakatan. Keempat butir kesepakatan tersebut tertuang dalam pernyataan komitmen dan tekad para ulama. Kesepakatan ditandatangani oleh Ketua FUUI: KH. Dr. 'Athian Ali Muhammad Da'i. Lc. MA, Ketua Dewan Pakar KH Atip Latiful Hayat dan Ketua Majelis Syuro KH. Abdul Hamid Baidlowi (Tokoh NU/Nahdhatul Ulama) Dalam butir yang pertama yakni, menjadikan lembaga 'Aliansi Nasional Anti Syi'ah' sebagai Corong wadah dakwah amar ma'ruf nahi munkar Nusantara Kedua, memaksimalkan upaya preventi, antisipatif, dan proaktif membela dan melindungi umat Islam dari berbagai upaya penyesatan akidah dan syari'ah yang dilakukan oleh kelompok agama Syi'ah di Indonesia. Dalam butir ketiga adalah menjamin ukhuwah islamiyah dengan berbagai organisasi dan gerakan dakwah di Indonesia untuk mewaspadai, menghambat dan mencegah pengembangan ajaran sesat Syi'ah. "Yang terakhir, mendesak pemerintah agar segera melarang penyebaran Sekte faham dan ajaran SESAT Syi'ah serta mencabut izin seluruh organisasi, yayasan, dan lembaga yang terkait dengan ajaran Syi'ah di seluruh Indonesia," kata Ketua Pengurus Harian KH Athian Ali saat membacakan deklarasi di Masjid Al-Fajr, Cijagra, Kota Bandung. Deklarasi ini dihadiri oleh, Ratusan ULAMA DAN UMMAT ISLAM AHLUSSUNNAH (SUNNI) INDONESIA Acara dan Waktu: Ahad, 20 April 2014 M Pukul: 08.30 Wib s/d Selesai Tempat: @ Masjid al-Fajr, Jln. Cijagra Raya Buah Batu, Bandung-Jawa Barat. Diisi oleh 12 Pemateri , diantaranya: 1. KH. Abdul Hamid Baidlowi (Tokoh NU/Nahdhatul Ulama) 2. Prof. Dr. KH. Muslim Ibrahim (Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama/MPU Aceh) 3. KH. Muhammad Said Abdus Shamad, Lc (Ketua LPPI-Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam, Makasar) 4. Prof. Dr. Maman Abdurrahman (Ketum PERSIS-Persatuan Islam) 5. Drs. KH. Abdul Muis Abdullah (Ketua MUI-Majelis Ulama Indonesia Balikpapan) 6. KH. Ahmad Cholil Ridwan, Lc (Ketua MUI-Majelis Ulama Indonesia Pusat) 7. Al-Habib Zein Al-Kaff (Ketua Front Anti Aliran Sesat-FAAS Jawa Timur, Pengurus NU Jawa Timur) 8. Drs. KH. Muhammad Nuruddin A.Rahman, SH (Pengasuh Ponpes Al-Hikam Bangkalan Jawa Timur) 9. KH. Ir. Muhammad Khaththath (Sekjen FUI-Forum Umat Islam) 10. KH. Dr. Farid Ahmad Okbah, Lc, MA (Pengasuh Yayasan Islamic Centre Al-Islam, Bekasi-Jawa Barat) 11. Al-Habib Prof. Dr. Muhammad Baharun, SH, MA (Ketua MUI-Majelis Ulama Indonesia Pusat Bidang Hukum dan Perundang-undangan) 12. KH. Dr. Athian Ali Muhammad Da’i, Lc, MA (Ketua FUUI-Forum Ulama Ummat Indonesia) *Acara Juga yang semula akan dihadiri Oleh Gubernur Jabar Bp Aher namun karena suatu alasan sudah ada janji kunjungan ke sukabumi akhirnya dihadiri oleh utusan Bapak Dr. Ahmad Heryawan, Lc (Gubernur Jawa Barat) dan Pakar Syiah diantaranya: 1. Ustadz Drs. Hartono Ahmad Jaiz (Pakar Aliran Sesat dan Pimred Situs www.nahimunkar.com) 2. Ustadz Agus Hasan Bashori, Lc, M.Ag (Pakar Syiah dari Malang Jawa Timur) 3. Ustadz Yusuf Usman Baisa, Lc (Pengurus Perhimpunan Al-Irsyad) * dalam konfirmasi 4. Ustadz Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd (Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Pimred Situs Anti Syiah www.sunnahdefenceleague.com) 5. Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc, MA (Ketua Umum Yayasan Ats Tsabat Jakarta Timur, Ketua Forum Pengiriman Da’i Irian/Papua)* dalam konfirmasi Gerakan Syiah Semakin Masif dan Berani dalam menyebarkan faham dan ajaran-ajaran sesat mereka Syukur Alhamdulillah ALLAHU AKBAR.... .... Ribuan Ummat Islam berduyun-duyun semuanya ber-antusias memenuhi masjid yang diberkahi ini Subhanallah "Ribuan Para AhlusSunnah Al- jema'ah Nusantara Bergemuruh mengepalkan tangan keatas sambil mengucapkan "Takbir Allohu Akbar" .. suasana Riuh dan penuh khidmat Parta jama'ah Memenuhi ruangan lantai atas dan bawah masjid dan tenda -tenda lapang depan masjid ALLOHU AKBAR (Y) KAMI AHLUSSUNNAH INDONESIA SIAP MENGHADANG ARUS PEMIKIRAN SESAT SYIAH RAFIDHOH , Baik itu MELALUI dakwah dan pamplet melalui Dunia Nyata dan DUNIA MAYA /SOSIAL MEDIA FACEBOOK DAN BBM, TWITTER, WHATSAPP dan aplikasi internet lainnya ALLOHU AKBAR POKOK-POKOK KESESATAN AQIDAH SYIAH Muqodimah, Sikap Mukmin Terhadap Informasi yang di bawa oleh orang-orang FASIK, teliti dahulu informasinya dan baca firman Allah Ta'ala, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”(QS.Al Hujurat : 6) Ayat yang agung ini mengandung sebuah pelajaran yang penting yaitu agar umat Islam tidak mudah terpancing, atau mudah menerima begitu saja berita yang tidak jelas sumbernya, atau menebar fitnah dan ingin menyebar benih permusuhan dan perpecahan di tengah umat, semua ini tentu perlu kewaspadaan dan kehati-hatian. Selain sikap waspada dan tidak mudah percaya begitu saja terhadap sebuah informasi yang datang dari seorang fasik, Alloh juga mengingatkan agar tidak menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya tersebut sebelum jelas kedudukannya. Alloh Ta'ala berfirman, ( مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ) “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. [Qur'an-Surat Qaaf : 18] Sehingga sikap yang terbaik dari seorang mukmin seperti yang pernah dicontohkan oleh para sahabat saat tersebarnya isu yang mencemarkan nama baik Aisyah ra adalah mereka tetap berbaik sangka terhadap sesama mukmin dan senantiasa berwaspada terhadap orang yang fasik, apalagi terhadap musuh Alloh yang jelas memang menginginkan perpecahan dan perselisihan di tubuh umat Islam. بَ ارَكَ اللهُ فِيْك "Baarakallaahu Fiik." :) #DIANTARA POKOK-POKOK KESESATAN AQIDAH SYIAH Syiah dikenal dengan sebutan Rafidhah karena mereka menolak mengakui khilafah Abu Bakar Radhiyallahu anhu dan 'Umar Radhiyallahu anhu bin Khaththab dan penolakan mereka atas sanjungan Zaid bin 'Ali bin Husain terhadap dua orang terbaik umat itu. Mereka menyikapi jawaban Zaid bin Ali bin Husain dengan , "Rafadhnaka" yang artinya kami menolak jawabanmu. Akhirnya mereka dikenal dengan nama Rafidhah. Rafidhah adalah salah satu sekte Syiah, dan memiliki banyak nama diantaranya al-Itsna 'Asyariyah, Ja'fariyyah, Imamiyyah dan nama yang lainnya, akan tetapi hakikatnya sama. Apabila pada zaman ini disebutkan kata Syiah secara mutlak, maka tidak lain yang dimaksudkan adalah Rafidhah Rafidhah memiliki keyakinan-keyakinan yang sangat bertentangan dengan Islam yang mereka jadikan sebagai dasar agama mereka. Di antara kerusakan keyakinan mereka (syi'ah) adalah: 1. Al-Qur`ân yang dijamin keutuhan dan keasliannya oleh Allâh Azza wa Jalla telah banyak berkurang dan mengalami banyak perubahan. Bahkan menurut mereka, al-Qur`ân hanya sepertiga dari al-Qur`ân yang dipegang 'Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu anhu yang mereka sebut dengan Mushaf Fâthimah yang turun temurun dibawa oleh para imam dan sekarang dibawa oleh Imam al-Muntazhar (imam yang mereka tunggu kedatangannya)?!! 2. Al-Qur`ân tidak bisa dipahami kecuali dengan penafsiran para imam dua belas. 3. Mereka melakukan ta'thîl (meniadakan) nama-nama dan sifat-sifat Allâh Azza wa Jalla sehingga dalam konteks ini mereka termasuk kaum Jahmiyyah. 4. Iman dalam pandangan mereka adalah mengenal dan mencintai para imam. 5. Mereka menafikan takdir sehingga mereka termasuk golongan Qadariyyah (kelompok yang tidak mengimani takdir). 6. Mereka meyakini Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepada 'Ali untuk menggantikannya sebagai khalifah sepeninggalnya. 7. Pengkafiran terhadap para Sahabat Nabi dan keyakinan bahwa para Sahabat Nabi telah murtad kecuali hanya beberapa orang saja dari mereka. Tentang keyakinan ini, Imam Abu Zur'ah rahimahullah berkomentar untuk mendudukkan tujuan utama yang mereka bidik melalui pengkafiran umum terhadap Sahabat Nabi Radhiyallahu anhum : “Sesungguhnya tujuan mereka mencela para Sahabat Radhiyallahu anhum adalah untuk mendongkel al-Qur`ân dan Sunnah. Kalau pembawa dan penyampai agama ini adalah orang-orang yang murtad, bagaimana kita menerima apa yang mereka sampaikan. (Inilah tujuan mereka, red). Allâh Azza wa Jalla berfirman: يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci [ash-Shaff/61:8] Barangsiapa memiliki anggapan bahwa para Sahabat Radhiyallahu anhum telah murtad kecuali hanya beberapa yang hanya mencapai belasan orang saja atau kebanyakan merupakan orang-orang fasik setelah meninggalnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka tidak diragukan lagi akan kekufurannya karena telah mendustakan ayat-ayat al-Qur`ân yang menjelaskan keridhaan dan pujian Allâh Azza wa Jalla terhadap para Sahabat. Siapakah yang meragukan kekufuran keyakinan seperti ini?! Kekufuran orang yang meyakininya sudah pasti. Sesungguhnya anggapan ini juga mengharuskan bahwa penyampai al-Qur`ân dan Sunnah adalah orang-orang kafir dan fasik. (Berdasarkan keyakinan mereka yang rusak itu), firman Allâh berikut : كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia [Ali 'Imrân/3:110] Memberikan makna bahwa umat yang terbaik dan generasi pertama umat adalah orang-orang kafir dan fasik yang berarti bahwa umat ini adalah sejelek-jelek umat dan yang terjelek adalah generasi awalnya. Kekufuran keyakinan seperti ini sangat nyata dalam Islam".[1] 8. Para imam dua belas mendapatkan wahyu dari Allâh Azza wa Jalla , sehingga kaum Syiah mendefinisikan Sunnah dengan istilah segala yang berasal dari orang ma'shûm (yang terjaga dari dosa dan kesalahan) baik berupa perkataan, perbuatan, ataupun taqrîr (pembenaran). Menurut mereka, hanya 'Ali bin Abi Thâlib yang menguasai Sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 9. Imâmah (kepemimpinan) kaum Muslimin hanya dipegang oleh Imam Dua Belas. Mereka mencela dan tidak mengakui khilafah Abu Bakar Radhiyallahu anhu dan 'Umar Radhiyallahu anhu Tentang keyakinan ini, Imam Syafi'i berkata, "Barangsiapa tidak mengakui khilafah (kepemimpinan) Abu Bakar Radhiyallahu anhu dan 'Umar Radhiyallahu anhu , dia adalah seorang rafidhi". 10. Para imam memiliki sifat ma'shûm, terjaga dari kesalahan mereka, tidak pernah lupa dan selalu mengetahui apa yang terjadi dan yang akan terjadi. 11. Para imam tidak akan mati kecuali dengan keinginan mereka. 12. Para imam akan bangkit dari kubur apabila mereka menghendaki, untuk menjumpai sebagian manusia. Keyakinan ini mereka sebut dengan akidah zhuhûr 13. Para imam dan wali lebih mulia daripada para nabi dan rasul. 14. Para imam akan kembali ke dunia setelah kematian mereka demikian pula Ahlussunnah. Mereka kemudian akan membalas para Sahabat, menyalib Abu Bakar Radhiyallahu anhu dan 'Umar Radhiyallahu anhu dan menegakkan hukuman zina terhadap 'Aisyah Radhiyallahu anhuma - semoga Allâh Azza wa Jalla menghancurkan mereka-. Keyakinan ini mereka sebut dengan akidah ar-raj'ah 15. Kuburan para imam adalah tempat-tempat suci. 16. Keyakinan bada' yaitu terkuaknya sesuatu bagi Allâh Azza wa Jalla setelah sebelumnya tersembunyi sehingga menyebabkan Allâh Azza wa Jalla menarik perkataan yang telah difirmankan atau perbuatan yang dilakukan. Maha suci Allâh Azza wa Jalla atas apa yang mereka katakan 17. Mereka berkeyakinan orang-orang di luar mereka adalah kafir, sama sekali tidak berhak untuk masuk surga 18. Mereka berkeyakinan bahwa seluruh kebaikan yang dilakukan oleh Ahlussunah akan diberikan untuk Syiah dan dosa-dosa Syiah akan dibebankan kepada Ahlussunnah. Ini yang mereka sebut dengan istilah ath-thînah 19. Kewajiban melakukan taqiyah, yaitu seorang penganut agama Syiah berkata dengan perkataan yang berbeda dengan apa yang dia yakini, atau menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang ada pada hatinya. Keyakinan taqiyah ini merupakan satu kewajiban bagi para penganut Syiah. Oleh karena itu, penganut Syiah mengerjakan shalat di belakang Ahlussunnah dalam rangka taqiyah (melindungi diri) dan pujian-pujian para imam mereka terhadap para Sahabat dilakukan dalam rangka menjalankan taqiyah 20. Imam yang kedua belas, Muhammad bin Hasan al-'Asykari telah memasuki salah satu gua di daerah Samira tahun 260 H pada saat masih kecil. Ia telah menjadi seorang imam sejak kematian ayahnya sampai hari ini. Padahal fakta menyatakan bahwa Hasan al-Askari meninggal dalam keadaan mandul, tidak memiliki anak. 21. Halalnya darah dan kehormatan Ahlussunnah (Sunni). Menurut mereka, boleh menggunjing, mencela bahkan melaknat Ahlussunnah (sunni), bahkan mereka (syi'ah) menghalalkan memperkosa para wanita ahlussunah (sunni). 22. Menghalalkan nikah mut'ah (kawin kontrak/freesex). Bahkan menurut mereka nikah mut'ah lebih utama daripada menjalankan shalat, puasa, dan haji RENUNGAN Setelah penyampaian keyakinan Syiah secara global ini, Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr hafizhahullâh mengatakan: "Setelah pemaparan semua ini, bolehkan kita katakan bahwa Syiah adalah saudara-saudara kita atau mengatakan bahwa mereka adalah ahli tauhid?![2] . Mustahil, kalau keyakinan-keyakinan ini hanya sebuah aliran saja. Akan tetapi, itu merupakan sebuah agama tersendiri (Syiah). Syiah adalah sebuah agama. Dan agama Ahlussunnah adalah risalah yang dibawa oleh utusan Penguasa alam semesta, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aqidah mereka yang sesat ini tertulis di dalam kitab-kitab para agamawan mereka dan tidak perlu kita nukilkan omongan-omongan mereka karena hanya akan menyesakkan dada dan mengeruhkan pikiran. Orang-orang yang masih memiliki akal sehat dan pikiran yang lurus akan enggan mendengarkannya, apalagi sampai mau mengikuti mereka. Allâh Azza wa Jalla telah mendatangkan dari kalangan Ahlussunnah, orang-orang (ulama) yang mematahkan syubhat mereka, menguliti kegelapan akidah mereka, menguak kesesatan dan kebodohan mereka, membantah kedustaan mereka, menjelaskan pengkaburan dan penipuan yang mereka lakukan, membuka kedok kepalsuan dan penyimpangan mereka, membersikan nama para Sahabat Rasulullah dari kedustaan dan celaan- celaan yang mereka lancarkan… 'Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu anhu berkata: لِيُحِبُّنِيْ رِجَالٌ يُدْخِلُهُمُ اللهُ بِحُبِّيْ النَّارَ وَيُبْغِضُنِيْ رِجَالٌ يُدْخِلُهُمُ اللهُ بِبُغْضِيْ النَّارَ Sungguh akan ada orang-orang yang dimasukan oleh Allâh ke dalam neraka karena kecintaan mereka kepadaku. Dan sungguh akan ada orang-orang yang dimasukkan oleh Allâh ke dalam neraka karena kebencian mereka kepadaku [3] (Diringkas dari al-Intishâr bi Syarhi 'Aqîdati Aimmatil Amshâr, disyarah oleh Syaikh Dr. Muhammad bin Musâ Alu Nashr, ad-Darul Atsariyyah, Aman, Yordania, Cet. I Th. 2008, hlm. 341-348) Referensi, [Lihat majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun XIV/1431H/2010. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196] _______ Footnote [1]. Ash-Shârimul Maslûl hlm. 586-587 [2]. Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu Nashr mengatakan, "Akan tetapi, kita tidak boleh mengkafirkan kalangan awam mereka. Vonis pengkafiran ini terarah kepada para pemakai imamah (agamawan mereka), tokoh-tokoh yang menggiring orang-orang yang buta. Mereka ini lebih sesat dan lebih celaka. Sebab mengetahui (kebenaran), namun menyelewengkannya". al-Intishâr bi Syarhi 'Aqîdati Aimmatil Amshâr, hlm. 344 [3]. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abi 'Ashim no 983, 'Abdullâh no. 1344, al-Ajurri no. 2087.. — with Ummu Caem and 22 others.
22 minutes ago
Siti Fatimah Mohd Ghani
Request Day Biro Ekonomi PERUBATAN Cawangan al - Azhar 14/15
docs.google.com
MAKLUMAT INI DIISI HANYA UNTUK SEORANG PENERIMA SAHAJA. JIKA INGIN MEMBERI LEBIH DARIPADA SEORANG, SILA ISI LAGI SEKALI UNTUK PENERIMA YANG LAIN.
31 minutes ago
Yusuf Razif Afiq Tokey, Ahmad Tasnim, Amirul Azmeer, Hafiz Rahim, Wan Mohd Redzuan, Baik AzamKu, Yusri Ashraf Norizan, Muhammad Syafiq Naim Johari, Fah Ming, Qamarul Aizat, Md Hazwan Ghazali, Mohd Aiiman, Huda Badrul Hisham, Farah Afifah Nak minta tolong post k Read more ...
at group batch masing2.
Request Day Biro Ekonomi PERUBATAN Cawangan al - Azhar 14/15
docs.google.com
MAKLUMAT INI DIISI HANYA UNTUK SEORANG PENERIMA SAHAJA. JIKA INGIN MEMBERI LEBIH DARIPADA SEORANG, SILA ISI LAGI SEKALI UNTUK PENERIMA YANG LAIN.
1 hour ago
Aris Pujianto Bongky
PRABU SILIWANGI SEORANG MUSLIM DAN SEORANG WALIYULLAH
                                  Prabu Siliwangi seorang Muslim dan seorang Waliyullah. SILSILAH PRABU SILIWANGI Prabu Siliwangi seorang raja besar dari Pakuan Pajajaran seorang Muslim juga seorang Wali Allah . Put Read more ...
ra dari Prabu Anggalarang kerajaan Gajah dari dinasti Galuh yang berkuasa di Surawisesa atau Kraton Galuh. Pada masa mudanya dikenal dengan nama Raden Pamanah Rasa. Diasuh oleh Ki Gedeng Sindangkasih, seorang juru pelabuhan Muara Jati. Silsilah Prabu Siliwangi sebagai ke turunan ke-12 dari Maharaja Adimulia. MAHA RAJA ADI MULYA / RATU GALUH AJAR SUKARESI nikah ka Dewi Naganingrum / Nyai Ujung Sekarjingga a Puputra : PRABU CIUNG WANARA a Puputra : SRI RATU PURBA SARI a Puputra : PRABU LINGGA HIANG a Puputra : PRABU LINGGA WESI a Puputra : PRABU SUSUK TUNGGAL a Puputra : PRABU BANYAK LARANG a Puputra : PRABU BANYAK WANGI a Puputra : PRABU MUNDING KAWATI / PRABU LINGGA BUANA a Puputra : PRABU WASTU KENCANA ( PRABU NISKALA WASTU KANCANA ) a Puputra : PRABU ANGGALARANG ( PRABU DEWATA NISKALA ) nikah ka Dewi Siti Samboja / Dewi Rengganis a Puputra : SRI BADUGA MAHA RAJA ( WALIYULLOH JAYA DEWATA RADEN PAMANAH RASA ) (1459-1521M)  ( GELAR : PRABU SILIWANGI )  GADUH ASISTEN MAUNG BODAS TI BANGSA JIN NGARANA SI TABLO / PRABU GILING WESI SAKTI DI CURUG SAWER TALAGA MAJALENGKA MAQOM PRABU SILIWANGI DI RANCAMAYA – BOGOR ngaosna ka Syekh Quro Karawang ( Syekh Hasanuddin bin Yusuf Al-Husainy madzhab Hambaliy, GURU PRABU SILIWANGI 1.       Syekh Quro Karawang ( Syekh Hasanuddin bin Yusuf  bani Al-Husain cucu Nabi Saw. ) dan 2.       Syekh Datuk Kahfi Cirebon yang juga dari bani Al-Husain cucu Nabi Saw. SEKILAS SIROH / RIWAYAT HIDUP PANGERAN PAMANAH RASA ( PRABU SILIWANGI ) : Pangeran Pamanah Rasa Menjadi Raja Di Kerajaan Gajah Semenjak abad empat belas setelah Pangeran Anggalarang mengajarkan kembali keilmuanya untuk mejadi seorang raja, agar bisa memimpin kerajaan dan rakyat-rakyatnya, dari situ Pangeran Pamanah Rasa di angkat oleh ayahnya pangeran Anggalarang menjadi raja ke dua dari kerajaan Gajah, yang disebut-sebut kerajaan Gajah itu simbol atau tanda lambang kerajaan yang di bawa dari adat atau budaya, karena jika punya kerajaan harus tahu nama kerajaannya. Pangeran Pamanah Rasa berkelana, dan mempunyai  Macan Putih ( dari bangsa Jin ) Pangeran Pamanah Rasa ingin mencoba keluar meninggalkan saudara-saudaranya ( yakni Prabu Rangga Pupukan dan Prabu Jaya Pupukan ) dan rakyat gajah, untuk keluar dari kerajaan gajah  guna mencari ilmu dan mengunjungi kerajaan-kerajaan yang lain sambil beliau memperkenalkan diri bahwa beliau yang memegang kerajaan Gajah, Beliau pergi sendiri tidak di kawal oleh satu orang pun padahal prajurit-prajuritnya banyak yang menawarkan diri agar di kawal, tetapi beliau tetap pergi sendiri. Setelah beliau keluar dari hutan, beliau merasa haus lalu mencari air untuk minum. Akhirnya Pangeran Pamanah Rasa menemukan air terjun yang besar (air terjun ini bernama curug sawer di Majalengka). Setelah beliau mendatangi air terjun tersebut Pangeran Pamanah Rasa kaget karena di sekelilingnya banyak harimau putih nan besar. Harimau Putih tersebut menghampiri Pangeran Pamanah Rasa, sudah hampir sampai tinggal beberapa langkah lagi Harimau Putih itu mau menerkam Pangeran Pamanah Rasa. Pangeran Pamanah Rasa memakai keilmuannya membuat gulungan angin besar, dan angin tersebut di bentuk dan dipadukan dengan air terjun yang mengalir menggunakan tenaga dalam ilmu kanuragan, di bentuklah menjadi gulungan angin dan air yang dijadikan senjata untuk melawan Harimau Putih itu ternyata tak ada pengaruhnya bagi harimau putih itu , karena harimau putih itu jelmaan dari jin ifrit, sehingga harimau putih itu menerkam Pangeran Pamanah Rasa dan Pangeran Pamanah Rasa pun menakisnya dengan gelang timah yang ada di tangannya, sehingga Harimau putih itu pun menjerit kesakitan, dari situlah  Pangeran Pamanah Rasa mengetahui kelemahan Harimau putih itu yakni dengan gelang yang terbuat dari Timah , maka dibukalah 2 gelang timah itu dari kedua tangannya, ketika harimau putih itu mau menerkam dengan gesitnya Pangeran Pamanah Rasa memasukan gelang dari timah itu ke kedua tangan Harimau putih itu dan satu gelang lagi ke kedua kaki Harimau putih itu sehingga dari situlah Harimau Putih pun kalah tak berdaya , menjerit meminta ampun kepada Pangeran Pamanah Rasa. Dari kejadian itulah Pangeran Pamanah Rasa mengetahuinya bahwa harimau putih itu bukan harimau biasa karena harimau itu bisa berbicara seperti manusia, maka Harimau Putih jadijadian yang mau mencelakakan Pangeran Pamanah Rasa itu bertobat, dan ia akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya yang sudah di lakukan padanya, Sebelum Pangeran Pamanah Rasa berangkat Harimau Putih jadijadian itu memberi pakaian, Karena pakaian pangeran sobek bekas pertarungan tadi. Pangeran Pamanah Rasa di kasih pakaian dari kulit harimau oleh Harimau Putih jelmaan dari Jin itu. Harimau Putih jelmaan dari jin itu merasa kurang cukup apabila hanya memberi pakaian saja, jadi dia memutuskan untuk mengabdi kepada Pangeran Pamanah Rasa dengan mendampingi beliau. Pangeran Pamanah Rasa kembali ke kerajaan Dengan Mongol Pati Pangeran Pamanah Rasa perasaannya tidak tenang, beliau takut ada apa-apa sesuatu yang buruk menimpa pada kerajaannya.Pangeran Pamanah Rasa menempuh perjalanan dalam waktu tiga hari untuk sampai ke kerajaan. Eyang Jaya Perkasa yang disuruh dan yang dititipi memegang kerajaan mendapatkan surat dari kerajaan Mongol Pati untuk masalah wilayah, surat dari kerajaan Mongol Pati, yang isi suratnya mengajak berperang. Eyang Jaya Perkasa menggantikan Pangeran Pamanah Rasa dikarenakan tiga hari lagi dari kerajaan Mongol Pati mau nyerang ke kerajaan Gajah. Secara terus menerus berlangsung dengan hebatnya, saling hantam senjata tajam dan sebagainya. Tidak lama kemudian Harimau Putih jelmaan dari jin itu mendadak keluar berhamburan entah dari mana datangnya, ada beberapa Harimau Putih muncul , menyerang prajurit Mongol Pati, tak lama kemudian prajurit kerajaan Mongol Pati mundur kocar kacir di amuk Harimau Putih, sebagian lagi mati oleh Harimau Putih. Siang itu juga perang selesai, Harimau Putih berjejer menghadap Panglima Eyang Jaya Perkasa dan prajuritnya. Tak lama kemudian dihadapan Harimau Putih yang berbaris, Pangeran Pamanah Rasa mendadak ada disamping Harimau Putih yang lebih besar, dari sana prajurit-prajurit tertunduk nyembah kepada beliau, seketika Harimau Putih yang berbaris lenyap menghilang, tinggal satu lagi yang disamping Pangeran Pamanah Rasa. Mengganti Nama Kerajaaan Gajah menjadi PAKUAN PEJAJARAN Dan Membuat Simbol Senjata Kujang Yang Pertama Pangeran Pamanah Rasa sudah menghitung nama apa yang baik untuk mengganti nama kerajaan yang sekarang. Terus beliau mempertimbangkan bersama panglimanya, kata Pangeran Pamanah Rasa Negara kita Negara sunda, maka kita bisa disebut orang sunda, kemudian sekarang jamannya sudah agak beda bukan jaman purba lagi, memang sejak dulu kerajaan Gajah terkenal, berkat Ramahanda saya, yang masih termasuk jaman purba, dengan simbol Gajah, disatukan jadi simbol kerajaan, datang dari petunjuk yang jadi kekuatan berdirinya kerajaan Gajah. juga sama, Negara ini juga ada nama, yaitu Negara yang kita diami adalah tataran sunda yang termasuk dari simbolnya yaitu binatang yang paling buas yaitu Harimau sunda tersebut harus benar-benar dipegang oleh saya, jadi harus dipercepat membuat barang-barang yang membentuk pisau untuk ciri dari kerajaan sunda sebagai simbol yang bisa menyimpan kekuatan, buatkan pisau berbentuk Harimau sebanyak tiga buah.. Pada waktu itu juga Pangeran Pamanah Rasa menyuruh ke Eyang Jaya Perkasa untuk membuat senjata, yaitu harus menyimbolkan tataran sunda, senjata sunda yaitu pisau yang berbentuk Harimau, sebagai awal mula sejarah dibuatnya tiga senjata yang berbentuk Harimau tiga warna, yaitu kuning, hitam, putih senjata-senjata tersebut diminta untuk langsung dibuatkan. Senjata pertama yang berwarna hitam, dibuat dari batu yang jatuh dari langit yang sering disebut meteor, yang dibakar oleh Pangeran Pamanah Rasa sendiri, dibentuk besi yang diperuntukkan untuk membuat senjata tersebut. Senjata Kedua dibuat dari air api yang dingin, yang warnanya kuning dibekukan menjadi besi kuning. Senjata ketiga dari besi biasa yang direndam dalam air hujan menjadi putih berkilau. Barang sudah jadi tinggal namanya, semalam penuh Pangeran Pamanah Rasa memikirkan nama untuk barang itu, tepat ayam berkokok tepat ditemukan nama untuk ketiga barang tersebut, yaitu dengan bahasa sandi, bahasa itu sangat tepat untuk barang senjata yang sudah jadi, yaitu namanya KUJANG, dikarenakan barangnya ada tiga, beda beda warna tapi bentuknya sama disebut jadi KUJANG TIGA SERANGKAI, YANG ARTINYA BEDA-BEDA TAPI TETAP SAMA atau nama yang beda warna tapi berkaitan, dikarenakan bentuknya sama, Pangeran Pamanah Rasa bicara lagi, Nah saya ini ada petunjuk yaitu jika dari barang sudah selesai sekarang masalah nama kerajaan, dikarenakan saya ada yang membantu yaitu bangsa jin atau Harimau Harimau ghaib, jadi saya membawa nama kerajaan dari Negara Gajah dengan kerajaan Harimau, bila disatukan maka namanya disebut PAKUAN PAJAJARAN disatukan lagi oleh barang yang tiga itu yang namanya KUJANG jadi tepat sudah, nah ditatar sunda ini lahir Kerajaan Pajajaran. Eyang saat mengganti kerajaan ini namanya bukan untuk saya sendiri tapi untuk rakyat semua supaya ada perubahan untuk semuanya, oleh karena itu kita semua harus mengikuti jaman, sekarang sudah agak maju jamannya dikarenakan harus di iringi oleh ilmu ekonomi, hal itu dari melihat kerajaan yang lain, hal itu juga untuk merebut kerajaaan Galuh yang membayar Mongol Pati untuk menyerang kerajaan kita, jadi kita juga sama kita serang kerajaan Galuh dengan tenaga baru, prajurit Gajah dan prajurit Harimau kita satukan memakai Bahasa sandi, jadi nama ini Pajajaran. Nah begitu barangkali rencana saya, Pangeran Pamanah Rasa bicara begitu ke panglimanya dikarenakan ingin didukung oleh panglimanya, jawab Eyang Jaya Perkasa; Iya Pangeran, saya mengikuti, dikarenakan itu petunjuknya, laksanakan saja jangan takut dibantu oleh saya Insya Allah, nah itu jawaban Eyang Jaya Perkasa dengan menyebut Insya Allah dikarenakan Eyangnya seorang yang beragama islam beda dengan Pangerannya. Pangeran Pamanah Sari Masuk Islam Oleh Syekh Quro Pangeran Pamanah Rasa berganti nama menjadi Pangeran Pamanah Sari untuk menaklukan Syekh Quro ( yakni Syekh Hasanuddin bin Yusuf  dari bani Husain cucu Nabi Saw. ) atas perintah ayahandanya Prabu Anggalarang , namun waktu mau menyerang ke pesantren Quro yang berada di karawang milik Syekh Quro,  Pangeran Pamanah Sari mendengar Alunan Bacaan Al-Qur`an yang merdu sekali , sehingga penyeranganpun dibatalkan akhirnya Pangeran Pamanah Sari menyelidiki siapakah gerangan yang telah membaca Al-qur`an itu ? ternyata setelah diselidiki yang membaca Al-Qur`an itu seorang Gadis yang Cantik Jelita , sehingga Pangeran Pamanah Sari terpikat oleh kecantikannya , kemudian Pangeran Pamanah Sari mendatangi Syekh Quro untuk melamar Gadis Cantik Jelita itu, yang tadinya bertujuan menyerang jadi berbalik haluan menjadi bentuk pelamaran, namun Syekh Quro menyarankan agar mendatangi ayah aslinya yang bernama ki Gedeng Tapa,beberapa hari kemudian Pangeran Pamanah Sari meminta kepada ki Gendeng Tapa membawa putrinya untuk dinikahi oleh Pangeran Pamanah Sari, penawaran itu sudah diserahkan semuanya kepada Syekh Quro sebab Nyi Subang Larang sudah menjadi putri angkatnya Syekh Quro. Pangeran Pamanah Sari datang lagi ke Syekh Quro. Setelah sampai ditempatnya Syekh Quro, Pangeran Pamanah Sari berbicara hanya pokok masalah penting saja, yaitu tentang mau menikahi Nyimas Subang Larang, Syekh Quro menerima lamaran Pangeran Pamanah Sari namun dalam masalah itu Syekh Quro meminta syarat yang harus di penuhi dan dilakukan yaitu ada 3 syarat : Yang pertama harus masuk islam, yang kedua harus belajar ngaji, yang ketiga harus berangkat dulu ke haji, itulah 3 syarat yang diberikan oleh Syekh Quro kepada Pangeran Pamanah Sari. Pangeran Pamanah Sari Kebingungan dengan persyaratan tersebut karena terlalu berat buat beliau karena beliau dari agama Hindu, tetapi karena ada yang ingin dicapai oleh Pangeran Pamanah Sari maka Pangeran Pamanah Sari memutuskan untuk menerima 3 syarat tersebut dan Syekh Quro berjanji menentukan waktu untuk mengislamkan Pangeran Pamanah Sari yaitu satu hari setelah Pangeran Pamanah Sari menyanggupinya, tidak terlalu lama waktu yang ditunggu telah tiba. Pangeran Pamanah Sari siap untuk di Islamkan, beliau datang kepada Syekh Quro untuk di Islamkan ketika sampai ke tempatnya Syekh Quro. Semua orang dikumpulkan ke dalam ruangan, ki Gendeng Tapa menyaksikan Pangeran Pamanah Sari di Islamkan, tidak terlalu lama Pengeran Pamanah Sari diberikan janji oleh Syekh Quro sambil memegang tangannya dengan mengucapkan dua kalimah Syahadat ( Syahadatain ) setelah selesai membaca Syahadat kemudian dicukur Rambut kekufurannya dan mandi masuk Islam kemudian disunat dan Pangeran Pamanah Sari dianggap sah menjadi muslim, seminggu kemudian  Pangeran Pamanah Sari langsung menjalankan syarat yang kedua yaitu belajar ngaji. Syekh Quro langsung mengajarkan, siang malam Pangeran Pamanah Sari belajar ngaji dengan Syekh Quro, karena ingin bisa serta ingin cepat mengejar pada syarat yang ketiga, tidak lama kemudian setelah 5 bulan Pangeran Pamanah Sari bisa ngaji seperti membaca huruf arab, sholat, dan pemikiran Islam seperti apa artinya Islam, semua ilmu agama islam telah diserapnya. Syekh Quro bingung dan heran Pangeran Pamanah Sari bisa belajar dengan cepat, padalah sampai tingkatan semua itu, bisa butuh waktu sekitar dua atau tiga tahun. Pangeran Pamanah Sari langsung meminta syarat yang ketiga yaitu naik haji, Syekh Quro langsung menyiapkan Pangeran Pamanah Sari sebab Pangeran Pamanah Sari mau dibawa ke Arab yaitu ke Mekah tampat orang naik Haji, beliau dikasih tahu dulu oleh Syekh Quro harus itikaf, berdiam diri di Mekah selama empat puluh hari. Pangeran Pamanah Sari Berangkat ke Haji Setelah Syekh Quro menjelaskan, Pangeran Pamanah Sari mengerti dan menyanggupi, pada malam itu juga Syekh Quro membawa Pangeran Pamanah Sari ke Mekah. Pangeran Pamanah Sari berangkat ke Mekah di bawa terbang oleh Syekh Quro sampai ke Mekah membutuhkan waktu satu malam, berangkat malam sampai subuh tiba di Mekah langsung sholat shubuh, setelah sholat subuh Syekh Quro dengan Pangeran Pamanah Sari istirahat dulu, setelah istirahat langsung melaksanakan ibadah haji sejak pertama melaksanakan sholat berjamaah sampai amalan-amalan yang diajarkan oleh Syekh Quro diamalkan, sehari penuh berkeliling Kabah. Pangeran Pamanah Sari kebingungan kenapa dirinya jadi begini, sudah beberapa hari Pangeran Pamanah Sari ada perubahan dalam dirinya sedikit-sedikit dosa dan kajadian-kajadian oleh beliau yang dialami seperti nyata kelihatan nampak seperti mimpi buruk atau jelek, Pangeran Pamanah Sari sampai menangis habis-habisan di depan Kabah. Semenjak itu Pangeran Pamanah Sari percaya Islam dan percaya adanya Allah, empat puluh hari tidak terasa sudah berlalu Pangeran Pamanah Sari dibawa pulang oleh Syekh Quro setelah sampai kembali ke tempat, banyak yang berkumpul menunggu yang pulang dari haji. Malam itu juga Syekh Quro dengan Pangeran Pamanah Sari sudah sampai ditempat, pulang dari haji. Karena malam itu sudah pada lelah tidak terlalu lama setelah mengobrol lalu istirahat. Ayam sudah bekokok yang artinya waktu sholat subuh, Pangeran Pamanah Sari yang biasanya bangun pagi setelah mata hari bersinar, tetapi sekarang masih gelap juga sudah bangun untuk sholat subuh dengan Syekh Quro, setelah sholat subuh Pangeran Pamanah Sari melanjutkan Wirid dan dzikir sampai matahari terbit. Setelah selesai wirid dan Dzikir , Pangeran Pamanah Sari ditanya oleh Syekh Quro dalam masalah pernikahannya dengan Nyai Subang Larang, dari situ Pangeran Pamanah Sari ingin bicara dulu kepada semuanya, karena sebelumnya beliau ada niat hati yang jelek, setelah belajar dengan Syekh Quro, Pangeran Pamanah Sari mengalami banyak perubahan dalam dirinya dan tahu mana ajaran yang benar dan mana ajaran yang salah, oleh karena itu Pangeran Pamanah Sari menjelaskan yang sebenarnya bahwa dia yang sebenarnya adalah Raja di Kerajaan Pajajaran, setelah di jelaskan ada yang terkejut, ada yang langsung menyembah dan sebagainya, tetapi Syekh Quro biasa saja karena sudah tahu dari awalnya juga, tidak ada yang membuat marah satupun malahan senang Pangeran Pamanah Sari berterus terang. Pamanah Sari Menikah dengan Nyimas Subang Larang Dikarenakan Syekh Quro sudah berjanji kepada Pangeran Pamanah Sari dalam syarat yang ketiga yaitu menikahkan Nyimas Subang Larang dengan Pangeran Pamanah Sari. Pangeran Pamanah Sari langsung gembira mendengar perkataan Syekh Quro, semua yang ada disitu terus memastikan atau menentukan hari-harinya untuk pernikahan yang baik, Itu semua diserahkan kepada Syekh Quro yang lebih mengetahui waktu yang baik. Tidak lama waktu sudah ditentukan oleh Syekh Quro, ada waktu tiga hari untuk mempersiapkannya. Waktu tiga hari terasa cepat tidak disangka-sangka Pangeran Pamanah Sari menikah juga dengan Nyimas Subang Larang, pada hari itu pesta besar dilaksanakan, namun hanya dipenuhi oleh para santri Syekh Quro saja dari pertama sampai akhir ( yakni tanpa memberitahukan ayahandanya dan  rakyat pajajaran ). Pangeran Pamanah Sari Menjadi Penguasa di Cirebon dan Bergelar Prabu Siliwangi Kemudian Pangeran Pamanah Sari Menikah dengan Nyimas  Ambet Kasih putri kandung Raja Sindang kasih ( Majalengka ) yakni putri Ki Gedeng Sindangkasih Pangeran Pamanah Sari dengan Nyimas  Ambet Kasih sudah resmi menjadi suami istri. Pangeran Pamanah Sari berkumpul dengan istri-istrinya menjadi hidup bersama-sama. Tidak lama kemudian Ki Gedeng Sindangkasih menyerahkan sebagian tanah Cirebon karena yang sebagian lagi kepunyaan Ki Gendeng Tapa Raja singapura, lantas Pangeran Pamanah Sari menerima pemberian mertuanya itu, tidak lama kemudian Ki Gendeng Tapa sudah tua dan berusia lanjut akhirnya yang sebagiannya lagi di berikan juga kepada Pangeran Pamanah Sari, jadi tanah Cirebon di pegang oleh Pangeran Pamanah Sari semuanya, tidak lama kemudian para sesepuh berkumpul dengan Pangeran Pamanah Sari, Ki Gedeng Tapa, Ki Gedeng Sindangkasih, Ki Dampu Awang dan Ki Susuk tunggal, beserta istri-istrinya Pangeran Pamanah Sari yakni ada 4 : Nyimas  Ambet Kasih putri kandung Ki Gedeng Sindangkasih, Nyimas Subang Larang, Nyimas  Aciputih Putri dan Nyimas Ratna Mayang Sunda/ Nyimas Kentring Manik Istri yang pertama Nyimas Aciputih Putri dari Ki Dampu Awang, istri yang kedua yaitu Nyimas Subang Larang putri Ki Gedeng Tapa yang ketiga yaitu Nyimas  Ambet Kasih putri kandung Ki Gedeng Sindangkasih yang ke empat yaitu Nyimas Ratna Mayang Sunda / Nyimas Kentring Manik putri Ki Susuk Tunggal. Semuanya pada kumpul sebab Pangeran Pamanah Sari sakti mandra guna dan pintar, terkenal dimana-mana yang menguasai kerajaan Pajajaran, Pangeran Pamanah Sari oleh sesepuh di beri julukan SANG PRABU SILIWANGI yang artinya raja kerajaan Pajajaran yang harum dimana-mana terkenal dimana-mana, Pangeran Pamanah Rasa atau Pangeran Pamanah Sari menjadi terkenal dengan gelar Sang Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi hidup jaya sampai dengan beliau mempunyai putra dari istri yang pertama Yakni dari Nyimas  Aciputih Putri dari Ki Dampu Awang  berputra : 1.      Mundingsari Ageung  / Raden Arya Seta 2.      Munding Kelemu Wilamantri / Mantri Kasurudan Tapa / Mantri Kasurutapa 3.      Munding Dalem 4.      Dalem Manggu Larang 5.      Balik Layaran alias Sunan Kebo Warna Dan dari istri yang kedua, Yakni dari Nyimas Subang Larang mempunyai 2 orang putra dan 1 orang putri : 1. Pangeran Cakrabuana / Walangsungsang ( H. Abdullah Iman bergelar  Sunan Caruban), 2. Syarifah Muda`im  Nyimas Lara Santang dan 3. Raja Sangara / prabu kiansantang ( H.Mansur bergelar Sunan Rohmat Suci Godog garut ). Ketiga-tiganya masuk Islam.seperti kata pepatah orang sunda “uyahmah tara tees ka luhur “ artinya Sifat orang tua turun ke anak, mana mungkin ayahnya hindu anaknya Islam, karena keumuman orang sunda menganut Islam tabi`i yakni islam turunan , karena ayahnya Islam maka anaknya juga Islam. Dan dari istri yang ketiga, Yakni dari Nyimas  Ambet Kasih mempunyai 2 putra yakni : 1.      Prabu Liman Sanjaya, dan 2.      Raden Sake alias Prabu Wastu Dewata/ prabu basudewa Dan dari istri yang keempat, Yakni dari Nyimas Ratna Mayang Sunda / Nyimas Kentring Manik berputra : 1.      Prabu  Surawisesa / Raden Jaka mangundra Prabu Guru Gantangan / Munding Laya Dikusuma/ Jaka Puspa / 2.      Raden  Gantangan Wangi Mangkurat Mangkunagara 3.      Raden Gantang Nagara 4.      Raden Gantang Pakuan / Raden Ne-Eukeun 5.      Raden Meumeut raden Ameut / Raden Ceumeut Prabu Siliwangi Menghilangkan Kerajaan Pajajaran Pindah ke Alam Jin ( Alam Ghaib ) Prabu Siliwangi dari keempat istrinya beliau mempunyai keturunan sampai beliau lupa terlalu lama tinggal di Cirebon. Tidak lama kemudian datanglah perajurit Pajajaran yang di utus oleh panglimanya untuk menjemput Prabu Siliwangi kembali pulang ke kerajaan, karena Kerajaan Pajajaran membutuhkan seorang Raja. Prabu Siliwangi bingung karena sudah berbeda agama. Prabu Siliwangi sudah muslim sedangkan di kerjaan Pajajaran masih beragama Hindu. Akhirnya prabu Siliwangi Mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah itu. Sebelum Pergi Prabu Siliwangi berpesan kepada seluruh istrinya agar tanah Cirebon dan ajarannya harus turun-temurun sampai pada anak cucu mereka. Lalu Prabu Siliwangi berangkat kembali ke karajaan Pajajaran bersama para prajurit dan ditemani oleh macan putih dari bangsa jin yang telah diangkat menjadi panglima oleh Prabu Siliwangi. Waktu Yang dibutuhkan untuk kembali ke kerajaaan pajajaran sekitar 3 hari, tetapi karena Prabu Siliwangi telah mempunyai Ilmu Saefi Angin maka tak disangka-sangka mereka bisa sampai tujuan hanya dalam waktu setengah hari. Seluruh rakyat Kerajaan dan segenap keluarga Menyambut kedatangan Prabu Siliwangi,mereka menyembah Prabu sepanjang jalan menuju Kerajaan, lalu Prabu di sambut dengan suka cita oleh kakeknya Panglima Eyang Jaya Karsa, Prabu Siliwangi masuk ke dalam kerajaan tak ada yang berubah satu pun di kerajaan masih seperti waktu di tinggalkan dulu. Beberapa hari terakhir Prabu Siliwangi memikirkan bagaimana Fitnah dari rakyat-rakyatnya apabila mereka tahu bahwa dirinya Sudah di Islamkan oleh Syekh Quro. Sebenarnya Beliau Telah memikirkan hal ini semenjak berada di tanah Cirebon bagaimana caranya supaya menghilangkan Fitnah atau perkataan-perkataan dari rakyatnya yang tidak tahu tentang agama, tidak lama kemudian Prabu Siliwangi mendatangi Macan Putih panglimanya Supaya Membantu Negara Pajajaran Di Pindahkan Ke alam Jin ( alam Ghaib ). Prabu Siliwangi Menunggu datangnya Bulan Purnama untuk menjalankan Rencananya itu Ketika Pintu GHAIB terbuka, kebetulan datangnnya Bulan purnama hanya 2 Hari lagi, sambil menunggu Prabu Siliwangi bersama macan putih malam-malam pergi ke batas Kerajaan Pajajaran untuk menanam pohon jeruk, dari batas kerajaan supaya ketika Menghilang tidak meninggalkan jejak sedikitpun dan tidak ada bukti apapun. Akhirnya Malam kedua di bulan Purnama waktu yang telah ditentukan oleh Prabu Siliwangi Datang Juga, Beliau Bersama Macan Putih menyireup agar semua rakyatnya tidak ada yang mengetahui satu juga pindahnya karajaan Pajajaran dari alam dzohir ke alam ghaib. Prabu Siliwangi langsung memindahkan kerajaan tersebut dengan orang-orangnya, memakai ilmu dengan dibantu oleh Macan Putih menghilang. Nah semua negara kerajaan Pajajaran pindah dari alam dzohir ke alam ghaib. Wallahua’lam bissawab…    
2 hours ago
More Yusuf haji posts »

Yusuf haji news

Kenya: Police Summon Farah Over Al Shabaab
[The Star]Former Deputy Speaker Farah Maalim yesterday denied any link to Al Shabaab. He has been summoned to appear before the Anti-Terrorism Police Unit at 11 this morning to respond to allegations that his remarks yesterday morning on Citizen TV constituted hate speech.
3 days ago
Comment on A-G Gani Patail is not above the Law by looes74
Semper, With due respect while black box (that consists of flight data recorder) may be much complicated than a normal tape recorder, I simply can't believe that Malaysians even in Malaysia is that dumb & incompetent that they can't do analysis at all. Again, it's downright insulting to them. As for those in down south, well, if singapore has people who can modify avionics within F15 ...
9 days ago
Polls Close After Afghan Voters Cast Ballots for New Leader
Afghanistan’s polling stations closed Saturday after what election officials are calling a successful turnout for the nation's first democratic transfer of power. Across the country, security was tight following a spate of recent attacks by Taliban militants who vowed to disrupt Saturday's vote, but the moment everyone was dreading never happened. Despite confirmed reports of violence, the ...
15 days ago
Commemorating Architect of Modern Brunei
Bandar Seri Begawan: His Majesty the Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah, the Sultan and Yang Di-Pertuan of Brunei Darussalam yesterday had consented to welcome and express appreciation for the support shown by the Adat Istiadat Council in choosing the pre-eminent figure in customs and traditions to be made the foundation and highest beacon of the country's customs and traditions ...
20 days ago
More Yusuf haji news »

Yusuf haji videos

INTERVIEW: Abdul Haji recounts rescuing Westgate hostagesAKIBAT MENINGGALKAN SHALAT 1 - YUSUF MANSURKhutba juma by Mufti Tariq MasoodYUSUF MANSUR - EFFEK SEDEKAH DGN HARTA TERCINTA ( DUA )Yusuf Mansur Wisata Hati 3WACANA PERDANA 3 (6/45) - Untuk Apa?, Gagal Bersatu, Islam Babitkan Semua, Bawa Prinsip Islam - Asri
More Yusuf haji videos »