Aisyah Mengaku Pacar IqbaalCJR posts
Daily Mail The women appeared in court wearing bullet-proof vests.
106 months ago
The Wall Street Journal Doan Thi Huong's older brother, Doan Van Binh, said she was the member of the family "we all expected to grow up to be successful."
107 months ago
The Wall Street Journal They were brought together for what they say was pitched as a prank. Now Doan Thi Huong and Siti Aisyah face the death penalty for allegedly murdering Kim Jong Nam, with court proceedings set for Thursday.
107 months ago
Daily Mail Both face the death penalty if found guilty.
109 months ago
VICE News Relations between North Korea and Malaysia are deteriorating fast
109 months ago
MSN News Siti Aisyah has said she was duped into the attack, but Malaysian police say she and the other female suspect knew what they were doing.
109 months ago
Business Insider Could this story get any stranger?
109 months ago
The Wall Street Journal From prank-video actress to alleged international assassin.
109 months ago

Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA
Minggu Pagi – 17 Mei 2015
----------------------------------
KELUHAN RAKYAT “Untuk Telinga PRESIDEN”
Blusukan adalah cara yang termasuk 'khas' langgam kerja JOKOWI untuk “mendengar” sendiri suara, terutama keluhan rak
Read more ... yat kecil yang dipimpinnya. Juga merupakan cara mengkonsekwenkan transparansi.
Berita Viva.co.id patut dibaca. Karena merupakan gambaran hidup metode 'blusukan' Jokowi. Di 'forum transparan' tsb rakyat menyatakan 'curhatnya', keluhannya dan harapannya kepada Sang Pemimpin.
* * *
Tadinya akan ku-mulai menulis sekadar “KRONIK PULANG KAMPUNG” setelah kunjungan tiga minggu ke Tanah Air tertcinta. yang amat mengesankan dan mengisnpirasi.
Tetapi berita pagi ini sekitar 'curhat' para pendukung Jokowi, dan janji serta komitmen Jokowi pada pendukungnya adalah lebih penting untuk bisa segera diketahui masyarakat luas.
Misalnya, – – Baru saja disiarkan sekitar 'gregetanya' kalangn TNI untuk memenuhi rayuan sementara kalangn KPK untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang bukan bidangnya. Padahal dalam 'curhat' warga yang didengr sendiri oleh Presiden, bisa dibaca antara lain berita berikut ini:
“Seorang warga Deli Serdang, Sumatera Utara bernama Suriani Manurung, dengan berlinang air mata, mengadukan perilaku TNI yang menyerobot tanah mereka.
Dia mengaku, dulu kawasan tempat dia tinggalnya selalu swasembada beras. Tapi kondisi berbalik usai aksi TNI tersebut.
"Lahan pertanian kami yang sudah swasembada telah diobrak-abrik TNI. Bagaimana tercapainya program Pak Jokowi, kalau lahan itu diobrak-abrik TNI. Kami mohon, selaku panglima tertinggi harus menyelesaikan permasalah kami. Ini ada dokumennya," katanya.
Suriani mengatakan desa mereka sudah ditemboki oleh TNI. Sehingga, anak-anak yang hendak ke sekolah harus memanjat tembok itu. Dan tidak ada akses keluar lagi.
* * *
'Kan menimbulkan pertanyaan --- 'quo vadis' TNI --- , kok masih terus saja menindas rakyat di daerah . . ??? Bukankah ini meneruskan praktek 'dwifungsi abri'. . .??
* * *
Berita yang lebih lengkap mengenai 'curhat' para pendukung Jokowi, a.l sbb:
Presiden Joko Widodo menghadiri Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi, di bumi perkemahan Cibubur Jakarta Timur, Sabtu 16 Mei 2015. Presiden Jokowi menyempatkan dialog dan mendengar keluhan para pendukungnya.
Di bawah panggung, berbaur dengan sekitar lebih dari tujuh ribu relawan, Jokowi membuka sesi dialog.
Kesempatan untuk menyampaikan keluhan, diberikan kepada Ketua Waria Indonesia, Mamie Yulie. Dia menyoroti perlakuan masyarakat terhadap kaum waria.
"Kami minta bapak tolong dengar suara hati kami yang selalu ditekan masyarakat," kata Mami Yulie, sambil menangis.
Dia mengaku, ada tujuh juta lebih waria di Indonesia yang mendukung Jokowi pada Pilpres 2014 lalu. Bahkan, mereka menggabungkan diri dalam salah satu bagian relawan Jokowi yakni Relawan Merah Putih.
"Nanti Mami Yuli saya undang ke Istana saja lah. Nanti bicara di sana ya. Nanti saya atur," kata Presiden Jokowi menyikapi keluhan itu.
Relawan perwakilan dari Nias Sumatera Utara, Yaredi Waruhu, juga menyampaikan keluhan soal pembangunan di daerahnya. Presiden Jokowi mengaku, akan mencatat itu untuk ditindak lanjuti.
Syarif Hidayat, dari komunitas relawan kemanusian Indonesia di Riau, mempersoalkan tapal batas. Syarif menyampaikan, di daerahnya masih terjadi illegal fishing oleh kapan-kapal besar. Sementara transportasi untuk warga belum ada, hanya rencana tapi tidak terealisasi.
Seorang warga Deli Serdang, Sumatera Utara bernama Suriani Manurung, dengan berlinang air mata, mengadukan perilaku TNI yang menyerobot tanah mereka.
Dia mengaku, dulu kawasan tempat dia tinggalnya selalu swasembada beras. Tapi kondisi berbalik usai aksi TNI tersebut.
"Lahan pertanian kami yang sudah swasembada telah diobrak-abrik TNI. Bagaimana tercapainya program Pak Jokowi, kalau lahan itu diobrak-abrik TNI. Kami mohon, selaku panglima tertinggi harus menyelesaikan permasalah kami. Ini ada dokumennya," katanya.
Suriani mengatakan desa mereka sudah ditemboki oleh TNI. Sehingga, anak-anak yang hendak ke sekolah harus memanjat tembok itu. Dan tidak ada akses keluar lagi.
* * *
130 months ago
Heru Cahyono http://www.merdeka.com/artis/anindya-kusuma-puteri-indonesia-2015-mengaku-stres-dihujat.html
133 months ago
More Aisyah Mengaku Pacar IqbaalCJR posts »