Permainan-b posts

Ibrahim Isa Kolom IBRAHIM ISA Rabu Malam , 24 Juni 2015 ---------------------------------- KRONIK “PULANG KAMPUNG” – (3) * * * ----- Romo BASKARA WARDAYA Memperkenalkan Buku Greg POULGRAIN Yang Menarik: ------ “The Incubus Of Interventio Read more ... n”: Conflicting Indonesia Strategies of John F. Kennedy and Allen Dulles”. * * * Corat-coret – “Kronik Pulang Kampung” 1, dan 2 – yang diteruskan ke bagian ke-3 ini, memang sekadar corat-coret. Tetapi bagi penulis merupakan kesan mendalam dari kunjungannya ke Indonesia. Salah satu acara bila berkunjung ke Indonesia, adalah menemui sahabat lama dan baru. Serta menjalin perkenalan dan persahabatan dengan sahabat baru lagi – khususnya mereka-mereka yang tergolong generasi muda Indonesia. * * * Meskipun aku pemegang paspor Belanda, dan berdomisili disitu selama puluhan tahun – namun bila berkunjung kembali ke Indonesia, perasaan dan fikiran selalu seperti “PULANG KAMPUNG”. Sering teringat kembali pertanyaan yang pernah diajukan seorang sahabat, mahasiswa Belanda, Philip van Aalst. Ia tanya, bagaimana identitas kalian yang sudah begitu lama terpisah dari tanah air? Dan berkewarganegaraan asing pula. Kujawab tegas: Rasanya seperti orang yang sedang bercintaan. Semakin jauh terpisah secara fisik, . . . semakin rindu dan semakin dekat di hati, – – – CINTA MENJADI SEMAKIN DALAM. * * * Mengesankan adalah pertemuan kembali dengan Prof. Dr. Baskara Wardaya dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, penulis a.l buku “Luka Kita adalah Luka Bangsa”. Kami berjabat tangan hangat dan berpelukan. Persis seperti dua orang kawan kental, yang sudah lama berpisah dan bertemu lagi. Kenyataannya, -- kami sebenarnya baru beberapa tahun ini saja berkenalan. Tiga tahun yang lalu masih bertemu beliau bersama mahasiswa-mahasiswinya di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Aku bilang kepada Romo Baskoro: Kita belum begitu lama berkenalan, tapi rasanya, --- bila bertemu Anda, kok, seperti berjumpa dengan sahabat-lama. Ya, saya juga merasa begitu -- Jawab Baskoro. Sebabnya ialah, karena kita punya fikiran dan ideal yang sama mengenai nasib tanah air dan bangsa ini. Ya, -- saya kira itulah penjelasannya. Dua orang sahabat lagi dari pimpinan “Gelanggang Press”, sebuah badan penerbit Yogyakarta, yang terkenal di Indonesia – datang bergabung dan membikin percakapan kami lebih meriah dan hangat dengan masalah Papua sebagai fokus pembicaraan.Dan situsi tanah air umumnya. * * * Keesokan harinya, dengan diantar sahabatku Sutriyanto, kami berkunjung ke kantor “Galang Press”. Tak lama kemudian tiba Prof Dr Baskoro. Meskipun ia harus segera berangkat ke Solo dengan beberapa sahabat dari kelompok penggiat HAM, untuk beraudiensi dengan Walikota Solo – Baskoro memerlukan datang. -- Rupanya ia hendak menyampaikan sesuatu yang dirasanya penting untuk kita ketahui. Yaitu -- Sekitar buku yang belum lama terbit, oleh Graig Poulgrain, berjudul “The Incubus Of Intervention”: Conflicting Indonesia Strtegies of John F. Kennedy and Allen Dulles”. Bahasa Indonesianya, kira-kira begini: Pagi itu kami membicarakan sekitar masalah Papua. Dari berbagi segi dan sudut pandangan. Tercatat “Gelanggng Press”, adalah penerbit yang termasuk banyak menerbitkan buku-buku sekitar masalah Papua. Romo Baskoro minta perhatian kami mengenai buku baru oleh penulis Graig Pulgrain. Pulgrain mengajukan masalah Papua dari segi pandangan lain. Romo Baskoro: -- Buku Pulgrain menganalisis a.l. Masalah Papua yang tidak terlepas dari dampak kuat 'Perang Dingin” yang sedang bergolak ketika itu. Saling hubungannya dan dampaknya terhadap Indonesia. “The Incubus of Intervention”. . . . . Merupakan gambaran yang rumit terhadap apa yang terjadi di masa lampau. Dari judulnya saja sudah tampak ketika penulis menggunakan kata 'incubus', suatu 'mimpi buruk' atau 'setan gendruwo'. Hakikatnya buku tsb adalah penamaan yang pas sekitar intervensi Amerika Serikat terhadap negeri yang ketika itu masih disebut sebagai “Hindia Belanda”. Amerika Serikat ingin menggantikan Belanda sebagai penguasa kolonial baru di Indonesia. * * * Mengenai pemberontakan PRRI-Permesta, yang dalam catatan sejarah kebanyakan digambarkan sebagai konflik yang berkembang dan meledak antara kekuasaan PUSAT yang didominasi PKI -- dengan penguasa (militer-politik) di daerah, yang menuntut otonomi yang lebih besar. Dimana CIA/AS merupakan pensuply senjata, uang dan pilot Bomber B-25 (Allan Pope). Menurut gambqarqan itu AS bukan arsitek dari pemberontakan PRRI/Permesta. Buku Poulgrain, 'mengungkapkan' bahwa latar belakang sesunguhnya dari konflik tsb adalah permainan Kepala CIA -Allen Dulles – yang ketika itu sudah menjadi kekuatan dominan menyangkut politik AS terhadap Indonesia. Menurut Pulgrain, pemberontakan PRRI/Permesta merupakan manupulasi licik yang 'disulut (CIA) untuk gagal.' (menipulated to have it fall). Tujuannya ialah untuk 'menyelamatkan Indonesia' dari kungkungan Komunis. Dan memperokoh pengaruh militer di pemerinthan (pusat) Jakarta. Buku Ploulgriain mengungkap inti masalahnya, yaitu, bahwa terdapat kepentingan AS untuk menguasai sumber minyak dan emas di Papua. * * * Analisa Puldgrain: -- Menunjuk pada Aarti penting ditemukannya sjumlah besar sumber tembaga dan emas di Irian Barat. Halmana menyebabkan AS semakin bernafsu untuk menguasai Indonesia. Ini sejalan dengan intrik dan komplotn CIA untuk menguasai sumber kekayaan alam di Afrika – Kongo dan terbunuhnya Sekjen PBB Dag Hammarskjold. Dibunuhnya Presiden AS John F Kennedy dianggap berkaitan erat dengan politik Kennedy terhadap Indonesia ketika itu – yang ingin memelihara hubungan baik dengan Presiden Sukarno – dan 'menyelamatkan' Indonesia dari pengaruh komunis. Ini bertentangan dengan strategi CIA yang besandar pada AD untuk menyingkirkan samasekali Presiden Sukarno. Romo Baskoro menekankan bahwa apa yang ditulis Greg Poulgrain itu adalah salah satu pandangan dan analisis dari segi pandangan lainnya. Belum tentu betul, kata Baskoro ---- tetapi merupakan bahan pertimbangan penting, sebagai suatu bahan penilaian-kembali (reassessment) atas fakta-fakta sejarah menyangkut tanah air kita. * * *
129 months ago
Heru Cahyono https://www.facebook.com/RatonoEfendi/photos/pb.265635216879397.-2207520000.1433577028./566959203413662/?type=3&theater
Ratono Efendi
MAKLUMAT FPI TENTANG ISIS Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sehubungan dengan polemik tentang ISIS (Islamic State of Iraq and Sham) yang telah mendeklarasikan KHILAFAH ISLAMIYYAH dan telah menimbulkan pro kontra di seluruh belahan duni Read more ... a, tak terkecuali Indonesia, maka Dewan Pimpinan Pusat - Front Pembela Islam di Jakarta telah melakukan Kajian Komprehensif terhadap semua Data Primer dan Sekunder terkait ISIS, baik data yang positif maupun negatif, agar bisa mengambil kesimpulan yang objektif, jujur dan adil. Demi mencari Ridho Allah SWT dan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam, serta memelihara keutuhan NKRI, maka FPI menyerukan seluruh komponen bangsa, khususnya MPR RI dan DPR RI serta DPD RI, teristimewanya Pemerintah RI dan segenap jajaran penegak hukumnya, Sipil dan TNI / POLRI, agar cerdas, cermat dan teliti, serta waspada dan hati-hati, dalam menyerap dan menyikapi setiap issue TERORISME dan TERORISASI, serta propaganda ANTI ISLAM yang dilancarkan oleh Media Global mau pun Lokal, sehingga tidak terjebak ataupun terperangkap permainan intelejen internasional dalam politik adu domba yang menyebabkan DISINTEGRASI bangsa. Karenanya, mengacu kepada VISI MISI FPI sejak didirikan pada 17 Agustus 1998, yaitu Penerapan Syariah Islam dan Penegakan Khilafah Islamiyah melalui jalan Da’wah, Hisbah dan Jihad sesuai Manhaj Nubuwwah, maka dengan ini FPI menyatakan sikap sebagai berikut: 1. FPI tetap ISTIQOMAH dalam perjuangan Penerapan Syariat Islam secara Kaaffah di NKRI melalui koridor syar’i dan konstitusi. 2. FPI tetap SETIA mendukung Gerakan Jihad Islam di seluruh dunia dalam melawan segala bentuk KEZALIMAN Hegemony Global (NEW IMPERIALISME) untuk menuju terbentuknya Khilafah Islamiyah ‘Alamiyyah sesuai manhaj Nubuwwah. 3. FPI menolak keras segala bentuk peperangan dan kekerasan SEKTARIAN antar sesama muslim yang disebabkan karena perbedaan madzhab yang tidak berakar pada masalah USHULUDDIN dengan mengatas-namakan JIHAD. 4. FPI menyerukan SELURUH Gerakan Jihad Islam agar bersatu dan bahu membahu dalam melaksanakan JIHAD yang SYAR’I tanpa membunuh atau menganiaya WARGA SIPIL yang tidak terlibat dalam peperangan, apapun madzhab dan agamanya. 5. FPI mendukung SERUAN dan NASIHAT Pimpinan Al-Qaidah Syeikh Aiman Az-Zhowahiri bahwa seluruh komponen Jihad Al-Qaidah baik Pasukan Syeikh Muhammad Al-Jaulani di Syria maupun Pasukan Syeikh Abu Bakar Al-Baghdadi di Iraq, serta komponen Jihad Al-Qaidah lainnya agar bersatu dan bersaudara dengan segenap Muhajidin Islam di seluruh Dunia untuk melanjutkan Jihad di Syria, Iraq, Palestina, dan negeri-negeri Islam lainnya yang tertindas. Demikian Maklumat FPI ini dibuat untuk menjadi pegangan bagi seluruh pengurus, aktivis, laskar, anggota dan simpatisan FPI diseluruh Dunia. Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’mannashir La Hawla wa la Quwwata illa billah Jakarta, 11 Syawal 1435 H / 8 Agustus 2014 M Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam Al-Habib Muhsin bin Ahmad Alattos Ketua Umum KH. Ja’far Shiddiq, SE Sekretaris Umum Mengetahui Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA Imam Besar. Twitter : http://twitter.com/Ratonoefendi Web : www.HabibRizieq.com / www.fpi.or.id Blog : http://mozaikharokahfpi.blogspot.com/
130 months ago
More permainan-b posts »

Permainan-b news

No news about permainan-b

Permainan-b videos

No videos about permainan-b